in

Cara Merawat Kucing Agar Tetap Sehat

Cara merawat kucing – Kucing termasuk ke dalam jenis hewan karnivora atau pemakan daging. Kucing biasanya hidup di daratan dan ada yang berdampingan dengan manusia ada juga yang hidup di alam liar.

Sebenarnya macan termasuk ke dalam jenis kucing, tetapi hewan kucing yang banyak diketahui oleh banyak orang merupakan kucing kecil yang telah jinak dan dapat dipelihara.

Saat ini banyak sekali yang suka dengan kucing bahkan banyak yang memeliharanya. Kucing yang dijadikan sebagai hewan peliharaan dapat dijadikan teman di saat suka atau duka.

Bukan hanya dijadikan sebagai hewan peliharaan, terkadang ada beberapa orang memelihara kucing untuk diikutsertakan lomba dan kucing itu dijual kembali dengan harga yang cukup tinggi. Namun, tidak semua kucing dapat diikutsertakan lomba hanya jenis-jenis kucing tertentu yang dapat mengikuti lomba.

Kucing sebagai dipelihara untuk dijadikan teman atau diikutsertakan lomba merupakan pilihan dari pemelihara kucing. Ketika sudah memutuskan memelihara kucing sebaiknya diperhatikan juga bagaimana cara merawatnya karena dengan perawatan yang baik kucing akan sehat, tidak sakit, dan tidak ditelantarkan.

Perawatan kucing sebenarnya gampang-gampang susah, tetapi jika sudah terbiasa merawat kucing akan terlihat mudah. Perawatan yang baik akan menciptakan hubungan yang baik antara kucing dan pemiliknya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui bagaimana cara perawatan kucing yang baik.

A. Cara Merawat Kucing

Perawatan yang baik akan membuat kucing menjadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit bahkan bisa panjang umur. Perawatan kucing dimulai dari kucing peliharaan, memberikan makan kucing hingga memperhatikan tempat kucing tinggal. Berikut cara merawat kucing.

1. Merawat Bulu Kucing

cara merawat bulu kucing

Keindahan dan kebersihan pada kucing perlu diperhatikan karena jika tidak diperhatikan akan memunculkan kutu dan bulu tidak jadi indah. Merawat bulu kucing meliputi membersihkan bulu kucing dari debu atau kotoran dan memotong bulu kucing yang sudah panjang.

Sebelum melakukan perawatan pada bulu kucing, hal pertama yang diperlukan adalah mempunyai sikat badan dua sisi, sisir kasar, dan sisir halus.

Perawatan bulu kucing panjang berbeda dengan perawatan bulu kucing pendek. Kucing yang berbulu panjang memerlukan peralatan tambahan yaitu gunting dengan ujung yang tumpul. Gunting ini digunakan untuk memotong bagian-bagian dari bulu yang kusam.

Hal lain yang perlu diperhatikan ketika merawat kucing berbulu panjang adalah memberikan perhatian lebih pada bulu-bulu yang berada di sepanjang perut dekat paha dan ekor. Kedua bagian tubuh itu sulit dijangkau oleh kucing.

Perawatan kucing yang berbulu pendek tidak begitu susah karena hanya memerlukan sisir untuk merapikan dan membersihkan bulu-bulu yang sudah terkena debu.

2. Cara Memandikan Kucing

Air yang baik digunakan untuk memandikan kucing adalah air biasa yang digunakan oleh manusia. Penggunaan air biasa sangat dianjurkan karena tidak merusak bulu pada kucing. Muka dan telinga adalah bagian tubuh yang tidak boleh terkena air.



Ketika memandikan kucing sebaiknya tidak mengenai telinga kucing karena dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada telinga kucing. Jika telinga kucing terlanjur kemasukan air segeralah diobati atau dibawa ke dokter hewan karena jika dibiarkan bisa berakibat fatal.

Saat memandikan kucing sebaiknya jangan menghadapkan wajah kucing ke muka kita karena kucing akan merasa takut dan bisa menyakarnya. Sabun dan shampo khusus kucing sebaiknya digunakan ketika memandikan kucing agar bulu kucing tidak mudah rontok dan bulunya tetap bersih dan sehat.

Pembilasan harus dilakukan sampai bersih hingga tidak ada sabun atau shampo yang tersisa pada bulu kucing. Setelah selesai memandikan kucing jemur kucing maksimal 10 menit baru keringkan dengan hair dryer.

3. Merawat Kuku Kucing

merawat kuku kucing

Gambar dari pixabay

Kuku kucing sebaiknya dipotong dua minggu sekali karena pada waktu itu kuku kucing sudah mulai runcing. Jika tidak dipotong kucing yang dipelihara di rumah dapat merusak perlengkapan rumah, seperti sofa, jok motor, dan lain-lain. Berikut cara-cara memotong kuku kucing.

a. Tekan telapak tangan kucing

Gunakan ibu jari untuk menekan kuku kucing. Kuku kucing baru keluar ketika ditekan.

b. Perhatikan posisi menggunting kuku

Posisi yang baik ketika memotong kuku adalah pemotongan kuku dilakukan dari atas bukan dari samping karena jika dari samping kuku kucing bisa pecah.

c. Potong bagian yang benar

Ketika memotong kuku kucing sebaiknya jangan terlalu dalam karena kucing akan kesakitan. Jangan memotong di batas daging dan jempol kucing.

d. Potong kuku satu per satu

Cara terbaik memotong kuku adalah satu per satu agar tidak salah potong dan hasil potong akan lebih rapi.

4. Merawat telinga kucing

Telinga kucing sangat perlu dibersihkan secara rutin dan berkala. Cara membersihkan telinga kucing dapat menggunakan cotton bud. Cotton bud sebaiknya diolesi dengan mineral oil. Hal yang perlu diperhatikan ketika membersihkan telinga adalah jangan membersihkannya terlalu dalam.

5. Merawat gigi kucing

merawat gigi kucing

Gigi pada kucing harus dibersihkan secara teratur agar tidak ada bakteri pada gigi dan gigi tetap sehat. Perawatan yang kurang bagus pada gigi kucing dapat menyebabkan kucing radang gusi.

Makanan cat food lebih sering tersisa pada sela-sela gigi kucing. Oleh karena itu, penting bagi pemelihara kucing untuk membersihkannya secara rutin. Ketika membersihkan gigi kucing sebaiknya menggunakan sikat gigi dan pasta gigi khusus kucing karena dengan sikat dan pasta gigi khusus kucing kebersihan gigi kucing akan lebih maksimal.

7. Memberikan vaksinasi

memberikan vaksinasi kucing

Ketika kucing sudah berusia 9 – 12 minggu dianjurkan untuk diberikan vaksin untuk mencegah berbagai macam penyakit dan menguatkan kesehatan pada kucing. Setelah mendapatkan vaksin pertama, setahun kemudian kucing yang dipelihara harus diberikan vaksin penguat. Vaksinasi yang ideal dilakukan secara rutin yaitu 3 – 4 minggu sekali.

8. Memberikan makan secara teratur

memberikan makan kucing

Gambar dari pixabay

Waktu ideal makan kucing adalah 4 sampai 6 kali sehari tergantung dari kebutuhan setiap kucing. Berat makanan yang dibutuhkan kucing sekitar 2 persen dari berat tubuhnya.

Memberikan makan pada kucing dibagi menjadi dua golongan umur yaitu anak kucing atau yang baru berusia 4 – 5 minggu dan kucing tua atau usianya sekitar 8 tahun.



a. Anak kucing

Anak kucing membutuhkan energi yang cukup banyak, tetapi daya tampung makannya masih kecil. Jadi cara terbaik memberi makan anak kucing ialah memberi makan sedikit tapi dengan waktu yang sering.

b. Kucing tua

Semakin tua kucing maka semakin membutuhkan makanan khusus  agar kucing tua mendapatkan energi tambahan. Dengan makanan tambahan akan membuat kucing tua menjadi lebih sehat.

9. Cara Memperhatikan Kesehatan Kucing

Kotornya kandang kucing dapat disebabkan karena kucing tidak menghabiskan makanan, sisa kotoran, bekas muntah, dan lain-lain.

Membersihkan kandang kucing akan membuat kandang bersih dan terhindar dari penyakit. Hak yang terpenting dari kebersihan kandang adalah kucing akan nyaman berada di kandang. Waktu yang dianjurkan untuk membersihkan kandang adalah 2 kali sehari.

Berikut cara membersihkan kandang kucing.

  • Pertama-tama mencuci tangan dengan sabun dan gunakan sarung tangan, kemudian memindahkan barang-barang yang ada di kandang.
  • Setelah memindahkan barang-barang, selanjutnya adalah membersihkan kandang dari kotoran-kotoran, atau bulu yang bertaburan. Memperhatikan pojok-pojok kandang agar tidak ada kotoran-kotoran atau bulu yang tersisa.
  • Jika sudah selesai membersihkan kandang, langkah selanjutnya adalah menyemprotkan cairan khusus ke semua sisi permukaan kandang.
  • Cuci kotak kotoran mainan tempat makan hingga bersih. Bukan hanya perlengkapan yang ada di dalam kandang. Kandang juga harus dicuci dengan air bersih dan keringkan dengan handuk.

Setelah sudah selesai, langkah terakhir adalah membuang sarung tangan yang sudah digunakan.

10. Melatih kucing membuang kotoran

Kucing membuang kotoran biasanya ketika bangun tidur dan setelah makan. Jika kita menyediakan tempat kotoran untuk kucing dan melatih kucing untuk membuang kotorannya di tempat itu. Maka kucing tidak akan membuang kotorannya secara sembarangan. Sebaiknya mengajarkan hal ini ketika kucing belum tua agar ketika sudah besar kucing akan terbiasa.

B. Jenis-jenis Kucing

Pada dasarnya kucing sudah hidup bersama dengan manusia melalui berbagai kebudayaan. Namun, beberapa ratus tahun belakangan kucing dikawinkan dengan tujuan menghasilkan ras tertentu dengan genetik yang pasti. Berdasarkan rambut, kucing dikelompokkan menjadi tiga kelompok, yaitu rambut panjang (long hair), rambut sedang (semi-long hair), dan rambut pendek (short hair). Berikut jenis-jenis kucing berdasarkan kelompok rambut.

1. Rambut panjang (long hair)

a. Kucing Persia

Kucing ini berasal dari Persia atau yang sekarang dikenal dengan negara Iran. Kucing ini sangat cantik dan indah karena memiliki bulu yang tebal.

Sifat yang dimiliki kucing ini adalah tenang, manja, dan tidak begitu berisik. Kucing ini sangat senang dengan bila bertemu dengan kucing lain atau binatang lainnya.

Kecantikan pada bulu kucing ini dan sifat-sifatnya menjadikan kucing ini digemari bagi pecinta kucing atau bisa dijadikan sebagai hewan peliharaan. Di Indonesia, kucing ras Persia sudah banyak dikembangbiakkan dibandingkan dengan ras lain.

2. Rambut sedang (semi-long hair)

a. Kucing Birman

Pada tahun 1925 kucing Birman sempat berkembang, tetapi setelah terjadi krisis ekonomi dan perang dunia, ras kucing Birman mulai menyusut. Namun, setelah perang dunia kedua telah berakhir ras kucing ini kembali meningkat hingga pada tahun 1966, Inggris mengakui bahwa ras kucing dari Birma sebagai jenis ras murni.

Sifat-sifat kucing ini yaitu kucing ini berat badan yang dimiliki sekitar 4-6 kg; bentuk telinga ras ini adalah sedang dan melengkung; kucing ini sangat menyukai manusia; bagian yang paling menonjol dari kucing ini adalah ekor dan lehernya karena memiliki bulu yang tebal dan halus.

b. Kucing Ragdoll

Sekilas kucing Ragdoll terlihat mirip dengan kucing Persia. Kucing ini memiliki sifat di antaranya, berat badan betina dan jantan pada kucing ini berbeda. Kucing Ragdoll betina memiliki berat badan sekitar 5 – 7,5kg dan kucing Ragdoll jantan sekitar 6 – 10 kg; bagian tubuh panggul dan dadanya sangat besar.



Tekstur bulu dari kucing ini hampir sama dengan bulu pada kelinci. Awal pertama kali lahir, kucing Ragdoll memiliki warna putih, tetapi setelah dewasa muncul warna-warna lainnya. 3 tahun adalah usia kucing Ragdoll dewasa.

c. Turkish Van

Kucing ras Turkish Van memiliki ciri khusus yaitu sangat suka dengan air dan jika terkena air bulu pada kucing ini akan cepat mengering. Kucing ini banyak ditemukan di USA.

Ciri-ciri dari kucing Turkish Van adalah bulu yang tebal; umur dari kucing dari kucing ini hanya sampai 3 – 5 tahun; kucing ini memiliki berat badan maksimal 9 kg.

d. Turkish Anggora

Kucing ras ini berasal dari Amerika Utara. Kucing ras Turkish Anggora memiliki sifat siaga, setia, dan cerdas. Cara berjalan dari kucing ini sangat khas, yaitu berjalan lemah gemulai dan memiliki keanggunan dan kecantikan yang berbeda dibandingkan dengan ras kucing lain. Bulu dari kucing ini sangatlah halus seperti sutra.

Ciri-ciri kucing ini yaitu warna yang dimiliki  putih bersih, tetapi terkadang sebagian tubuhnya ada yang berwarna coklat; mata dari kucing ini besar seperti kacang almond; kepalanya kecil, tetapi lehernya panjang; kaki dari kucing ini cukup panjang.

e. Kucing Tiffany

Kucing ini termasuk kucing yang berukuran sedang baik dari tubuh atau bulunya. Kucing Tiffany bisa dikatakan sebagai kucing setia dan sangat mudah mendekati manusia. Bukan hanya itu kucing ini bisa dibilang tidak malas kucing Persia dan tidak aktif seperti kucing ras Oriental.

Ciri-ciri dari kucing ini adalah dagu yang kecil; tulang pipi lebar; ekor pada kucing ini memiliki bulu lembut; ukuran telinganya sedang dan lebar di bagian atas menghadap ke depan.

3. Rambut pendek (short hair)

a. Kucing Oriental

Tubuh yang dimiliki kucing ini termasuk panjang, tetapi badan kucing ras Oriental sangat elegan. Kepala dari ras kucing ini bentuknya hampir mirip dengan segitiga. Ukuran telinga ini berbeda dari kucing lainnya, kucing Oriental memiliki telinga yang cukup tinggi dan lebar.

Bulu pada kucing ini termasuk golongan rambut pendek, tetapi tidak seperti ras Sphynx yang hanya terlihat kulitnya saja. Ada yang khas pada bulu kucing ini yaitu meskipun tidak banyak, tetapi bulu kucing ini sangat cerah.

b. Kucing Sphinx

Sebelum menjadi ras Sphynx kucing ini bernama Canadian Hairless. Kucing ras ini merupakan hasil dari kucing-kucing yang mengalami mutasi genetik.

Telinga pada kucing ini besar dan lebar pada bagian bawah. Lehernya panjang dan berotot. Bukan hanya leher yang panjang, badan dan kaki dari kucing Sphinx termasuk kategori panjang. Badan dari kucing ini sangat tegap dan dada lebar. Kucing Sphinx hanya memiliki sedikit sekali bulu atau terlihat seperti lapisan kulit.

c. Kucing Siam

Kucing Siam atau Siamese merupakan kucing yang berasal dari Siam atau sekarang lebih dikenal dengan negara Thailand. Pada abad ke-19 ras kucing ini mulai dikembangbiakkan dan pada abad ke-20 ras kucing ini sudah mengikuti kontes kucing di Inggris.

Kucing ini memiliki ciri-ciri seperti, pertama, bentuk tubuhnya langsing tapi berotot. Kedua, bulu dari kucing ini pendek tetapi halus. Ketiga, ada warna yang kontras di setiap ujung tubuhnya, seperti kaki, sekitar mata, telinga, dan ekor.

Kesimpulan

Kucing termasuk ke dalam jenis hewan karnivora atau pemakan daging. Kucing biasanya hidup di daratan dan ada yang berdampingan dengan manusia ada jug yang hidup di alam liar. Sebenarnya macan termasuk ke dalam jenis kucing, tetapi hewan kucing yang banyak diketahui oleh banyak orang merupakan kucing kecil yang telah jinak dan dapat dipelihara

Kucing yang dipelihara dan dirawat dengan baik, maka kucing akan sehat, terhindar dari bakteri, dan bisa panjang umur. Ada delapan cara yang perlu diperhatikan ketika merawat kucing, yaitu merawat bulu kucing, memandikan kucing, merawat kucing, merawat gigi kucing, memberikan vaksinasi, memberikan makan secara teratur, memperhatikan kebersihan kandang, dan melatih kucing membuang kotoran.

Judul buku: Buku Pintar Kesehatan Kucing Ras

Beli Sekarang

 

Baca juga artikel terkait “Cara Merawat Kucing” berikut ini :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ahmad