Biologi

Hewan Mamalia: Pengertian, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya

hewan mamalia
Written by Ahmad

Apa itu Hewan Mamalia? – Hewan mamalia adalah hewan yang menyusui dan merupakan hewan dengan spesies yang paling beragam di bumi. Mamalia hadir dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Cara hidup di lingkungan dan habitatnya pun beragam. Semua mamalia berinteraksi dengan satu sama lain.

Kita, sebagai manusia juga termasuk mamalia, maka dari itu, manusia menjinakkan spesies mamalia yang lain. Mamalia, termasuk juga manusia adalah vertebrata berdarah panas. Vertebrata adalah makhluk bertulang belakang dan memiliki rambut.

Mamalia memberi makan anak-anaknya dengan menyusui, berbeda dengan hewan unggas. Otak mamalia dinilai lebih berkembang dibandingkan spesies lainnya. Simak tulisan di bawah ini untuk mengetahui mamalia lebih lanjut.

Pengertian mamalia

Kata mamalia merupakan ciptaan dari Carl Linnaeus. Mamalia berasal dari bahasa latin ‘mamma’ yang memiliki arti puting. Kata ini pertama kali dikemukakan pada tahun 1758. Hewan mamalia dikenal dan disebut sebagai hewan menyusui karena mamalia menyusui anak-anaknya.

Mamalia memiliki kelenjar susu sebagai sumber makanan. Sebagian besar mamalia berkembang biak dengan cara melahirkan anak-anaknya, namun ada beberapa mamalia yang tidak melahirkan, atau bertelur. Mamalia jenis ini disebut dengan monotremata memiliki kelenjar susu, namun tidak memiliki puting. Maka dari itu monotremata ini masih digolongkan mamalia.

Ciri-ciri Hewan Mamalia

Berikut adalah ciri-ciri mamalia yang membedakannya dengan spesies lainnya.

  • mempunyai kelenjar susu.
  • mempunyai tulang belakang (vertebrata).
  • mempunyai anggota tubuh untuk bergerak seperti berenang, berlari dan memegang sesuatu.
  • mempunyai rambut untuk menutupi seluruh tubuhnya.
  • mempunyai kuku atau cakar di bagian jarinya. kuku atau cakar ini berguna untuk memanjat atau memegang makanan.
  • mempunyai jenis gigi berbeda, gigi taring, gigi seri dan gigi geraham.
  • mempunyai alat pernapasan paru-paru.
  • mempunyai organ jantung yang terbagi dengan dua serambi dan dua bilik.
  • kebanyakan berkembang biak dengan melahirkan (vivipar) ada juga yang berkembang biak dengan bertelur (ovovivipar)
  • mempunyai tempat untuk perkembangbuakkan embrio yaitu uterus.

Anatomi Hewan Mamalia

Mamalia dapat diidentifikasi dengan memiliki kelenjar keringat dan juga kelenjar susu. Namun ada beberapa fitur lainnya yang tidak terlihat jika hanya sekedar diteliti lewat fosil. Sebagian besar, ciri khas di bawah ini tidak dimiliki oleh nenek moyang mamalia Trias. Berikut adalah anatomi yang dimiliki oleh semua mamalia:

  • Sendi rahang: Mamalia kebanyakan memiliki tulang rahang bawah yang menempel dengan tulang tengkorak kecil dan membentuk sebuah sendi.
  • Telinga tengah: Mamalia bisa mendengar dengan cara suara yang dibawa dari gendang telinga oleh rantai tiga tulang, inkus dan stapes.
  • Gigi: Mamalia memiliki lapisan email yang ada pada permukaan gigi. Lapisan email tersebut terdiri dari prisma, sebuah struktur padat yang berbentuk seperti batang dan memanjang.
  • Oksipital: Mamalia memiliki dua kenop di dasar tengkorak yang masuk ke leher paling atas. Kebanyakkan tetrapoda lain hanya memiliki satu.
  • Dimorfisme seksual: kebanyakan mamalia, laki-lakinya memiliki tubuh yang lebih besar dibanding perempuan. Semua laki-laki mamalia bertarung untuk memperebutkan perempuan. Perempuan mamalia yang lebih besar memiliki tingkat reproduksi lebih rendah dibanding yang kecil. Hal ini menunjukan bahwa seleksi fekunditas memilih perempuan yang lebih kecil pada kebanyakan mamalia.
  • Sistem biologis: Mayoritas mamalia mempunyai tujuh tulang belakang. Semua otak mamalia mempunyai neokorteks, bagian ini adalah sesuatu yang unik dari mamalia. Paru-paru mamalia berbentuk seperti spons atau sarang lebah. Jantung mamalia terbagi ke dalam empat ruangan, dua atrium atas dan dua atrium bawah. Jantung dengan empat ruangan itu memisahkan dan memastikan darah bisa mengalir ke arah yang benar. Kulit mamalia terdiri dari tiga lapis, epidermis, dermis dan hipodermis. Epidermis kulit mamalia berfungsi untuk menjadi lapisan yang tahan air.
  • Bulu: Mamalia memiliki bulu, dengan bentuk dan jenis yang berbeda. Setiap jenis bulu mamalia memiliki fungsi tersendiri. Umumnya, fungsi dari bulu mamalia adalah untuk sensorik, kamuflase, perlindungan dan juga waterproofing. Beberapa mamalia yang hidup di daerah tropis memiliki panjang bulu yang sama dengan mamalia arktik.
  • Sistem reproduksi: Mamalia bersifat gonokoris. Gonokoris adalah melahirkan dengan alat kelamin jantan atau betina, berbeda dengan hermafrodit.  Mamalia jantan memiliki penis yang berguna untuk urinasi dan pembuahan. Mamalia betina memiliki klitoris, labia mayora dan labia minora di bagian luar alat kelaminnya. Kelenjar susu pada mamalia betina merupakan sumber utama untuk bayi-bayi yang baru lahir. Berbeda dengan spesies lainnya, meskipun ada yang beberapa memiliki puting susu, namun tidak seperti mamalia yang memiliki kelenjar susu.

Perilaku mamalia

1. Komunikasi

Mamalia berkomunikasi dengan mengeluarkan suara. Mengeluarkan suara ini juga memiliki banyak makna seperti ingin kawin, memperingatkan adanya tanda bahaya, memberitahu ada sumber makanan dan untuk tujuan sosialisasi. Misalnya, singa jantan yang selalu bersuara selama ritual kawin untuk mengusir pejantan lainnya.

Hal ini tentunya juga berfungsi untuk menarik betina. Suara nyanyian paus juga merupakan sinyal untuk para betina, paus mempunyai dialek yang berbeda-beda tergantung wilayah lautannya.

Vokalisasi ini juga termasuk panggilan teritorial, atau membedakan antar kelompok. Contohnya gajah, mereka berkomunikasi secara sosial dengan berbagai bentuk suara seperti mendengus, membunyikan suara yang mirip terompet, mengaum dna bergemuruh. Panggilan gemuruh ini berada di bawah jangkauan pendengaran manusia. Suara ini hanya bisa didengar oleh gajah lain, bahkan jika mereka berada dalam radius 10 km.

2. Memberi Makan

Mamalia membutuhkan banyak energi untuk mempertahankan suhu tubuh yang konstan, maka dari itu mamalia membutuhkan makanan yang bergizi pula. Mamalia ada yang pemakan daging namun ada juga yang pemakan tumbuhan. Mamalia pemakan tumbuhan mengkonsumsi karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, daun-daunan, buah, nektar dan juga jamur.

Selain karnivora dan herbivora ada juga yang pemakan segalanya yaitu omnivora, mereka mengkonsumsi daging-dagingan dan juga tanaman. Mamalia jenis karnivora memiliki sistem pencernaan yang sederhana. Ukuran hewan juga menentukan jenis makanan yang dikonsumsi. Mamalia dengan ukuran tubuh yang kecil lebih membutuhkan energi yang tinggi dan mempunyai metabolisme yang tinggi. Sedangkan hewan yang lebih besar memiliki sistem pencernaan yang lebih lambat.

Beberapa mamalia adalah omnivora, namun umumnya lebih condong pada karnivora atau herbivora. Karena daging dan tumbuhan dicerna dengan cara yang berbeda, jadi muncul preferensi antara satu dan lainnya. Seperti contohnya beruang, ada yang 70% pemakan daging, 50% pemakan daging dan ada juga yang kurang dari 50%.

3. Kecerdasan Hewan Mamalia

Pada mamalia yang cerdas, bagian otak besar cenderung lebih besar dibanding bagian otak yang lain. Kecerdasan ini sebetulnya tidak mudah untuk didefinisikan, namun indikasi kecerdasan bisa meliputi kemampuan belajar. Contohnya, hewan primata, dan tikus, mereka bisa belajar dan melakukan sebuah tugas baru. Hal ini adalah salah satu kemampuan penting jika mereka pertama kali pergi ke suatu habitat baru.

banner-promo-gramedia

buku sekolah smp

Jenis-jenis Mamalia dan Contoh Hewan Mamalia

Mamalia terbagi lagi ke dalam beberapa ordo yang dikelompokkan berdasarkan persamaan ciri-cirinya. Berikut adalah ordo mamalia beserta contohnya.

1. Monotremata

Monotremata adalah satu-satunya mamalia yang berkembang biak dengan cara bertelur. Ordo monotremata di Indonesia hanya tersebar di Papua. Alat kelaminnya berupa satu lubang, sekaligus merupakan pencernaan dan tempat saluran urin.

Untuk monotremata jantan, ujung penisnya tidak mempunyai tulang. Monotremata betina tidak memiliki puting susu, namun mereka mempunyai kelenjar susu. Susu akan disalurkan melalui rambut-rambut yang ada pada perut betina. Contoh monotremata nokdiak moncong pendek, nokdiak baliem dan nokdiak sentani.

2. Dasyuromorphia

Dasyuromorphia adalah marsupial yang memiliki gigi seri yang banyak. Marsupial pemakan daging ini lebih banyak beraktifitas di malam hari. Mamalia berkaki empat ini mempunyai ekor yang berambut dan moncong yang runcing.

Marsupial memiliki tengkorak yang besar dan ekornya lebih pendek dari panjang tubuhnya. Mereka memiliki bantalan kulit yang empuk sampai ke tumit pada telapak kakinya. Bantalan tersebut berguna untuk menopang tubuh mereka ketika berdiri dan berjalan. Contoh Dasyuromorphia adalah sarcophilus laniarius atau setan tasmania yang telah punah.

3. Peramelemorphia

Peramelemorphia adalah satwa yang memiliki kantung. Mereka mempunyai hidung yang panjang dan runcing, leher yang pendek dan kantung seperti saluran panjang yang terhubung dengan uterus dan embrio. Mereka mempunyai empat kaki dan bertubuh gempal.

Beberapa spesies Peramelemorphia mempunyai telinga yang mirip seperti telinga kelinci. Hewan nokturnal ini punya penglihatan dan indera penciuman yang baik. Peramelemorphia adalah mamalia yang pemakan segala atau omnivora. Mereka biasa memakan serangga, dedaunan atau umbi-umbian. Contoh dari Peramelemorphia adalah Bandikut tikus dan Kalubu esut.

4. Diprotodontia

Diprotodontia adalah kelompok marsupial yang paling beragam dengan jumlah yang sangat besar. Hampir 125 spesies di dunia ini termasuk dalam kelompok Diprotodontia. Kelompok ini bersifat arboreal, mereka berjalan dengan dua kaki dan memiliki perilaku yang khusus seperti bisa melompat jauh atau menggali lubang untuk tempat tinggalnya.

Ciri khas lain dari mereka adalah jari kaki belakang mereka sepenuhnya menyatu. Kebanyakkan dari mereka adalah herbivora, namun ada juga beberapa dari mereka yang omnivora. Contoh dari Diprotodontia yaitu Possum ekor kait arfak, bubutu talaud dan kangguru.

5. Eulipotyphla

Eulipotyphla adalah mamalia yang memakan serangga. Meski mereka pemakan serangga, tubuh mereka memiliki bobot tubuh kurang dari 20g. Eulipotyphla hidup di darat, memiliki tubuh seperti tikus dengan moncong panjang dan runcing.

Moncongnya dan rambut di sekitarnya menjadi alat sensor sebagai navigasi untuk pergerakan mereka dalam memburu mangsanya. Mereka memiliki gigi yang tajam dan juga runcing. Giginya yang runcing ini berfungsi untuk mengunyah dan menusuk mangsanya. Mereka juga memiliki gigi seri yang sangat sesuai untuk menggenggam. Contoh dari Eulipotyphla adalah curut ekor tebal, curut cibodas, dan munggis rumah.

6. Scandentia

Scandentia adalah mamalia yang memakan serangga, buah dan biji-bijian. Badannya mirip seperti bajing, tetapi mereka memiliki moncong yang runcing dan panjang. Scandentia cenderung memiliki tubuh yang kecil, badan pipih dan memanjang, juga ekor yang berambut tebal.

Hewan berkaki empat ini memiliki rambut badan yang halus dan cakar yang runcing. Scandentia adalah kelompok hewan yang mempunyai pendengaran yang baik. Hewan yang lebih aktif di siang hari ini ada yang hidup secara berkelompok, berpasangan atau berkoloni. Mereka hidup di pepohonan dan bergerak dari satu dahan ke dahan lain. Contoh hewan Scandentia adalah tupai akar dan tupai tanah.

7. Dermoptera

Dermaptera adalah mamalia yang mempunyai selaput layang yang membentang di seluruh tubuh. Selaput layang berupa kulit tipis ini terdapat pada leher sampai ke ujung ekor. Selaput layang ini ditutupi rambut yang tipis dengan warna coklat keabuan.

Kaki depan dan belakangnya terdapat cakar yang tajam. Cakar ini berguna untuk memegang dan mencengkeram dahan pohon. Mereka mempunyai gigi yang sangat kecil, gigi seri yang mirip seperti sisir berguna untuk menyuapi anaknya dan grooming untuk menjaga kebersihan tubuhnya. Dermoptera mempunyai taring yang tajam dan geraham yang lebar. Hewan nokturnal ini mengkonsumsi buah-buahan, daun muda dan juga bunga. Contoh hewan dermoptera yaitu G. variegatus dan G. volans.

8. Chiroptera

Chiroptera adalah mamalia yang bisa terbang. Jari-jarinya bisa mengembang untuk menjadi sayap. Sayap Chiroptera mempunyai selimut seperti kulit tipis yang elastis. Hewan nokturnal ini dibedakan menjadi dua, yaitu kelelawar pemakan buah dan kelelawar pemakan serangga.

Umumnya, kelelawar pemakan buah mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibanding kelelawar pemakan serangga. Matanya juga besar dan sebagian dari mereka mempunyai cakar pada jari-jarinya. Kelelawar pemakan buah mempunyai penciuman dan penglihatan yang sangat tajam. Hal ini berguna untuk membantu mereka mengarahkan pada buah-buahan.

Sedangkan kelelawar pemakan serangga mencari makanan menggunakan gelombang ultrasonik yang tidak bisa didengar oleh manusia. Contoh dari chiroptera kelelawar ekor trubus hitam dan kalong kapauk.

9. Primata

Primata adalah mamalia yang memiliki plasenta. Indonesia memiliki 62 spesies primata yang sebagian besar tinggal di hutan tropis. Ukuran dari primata sangat bervariasi. Ada yang sangat kecil dengan berat 30 g dan paling besar 175 kg yaitu gorilla.

Primata mempunyai rambut yang menutupi seluruh tubuhnya. Mereka mempunyai postur tegap dan kemampuan belajar. Tangan dan kakinya mempunyai jari-jari yang bisa menggenggam benda. Tempurung otak dari primata memiliki ukuran yang relatif besar. Banyak sekali yang menyebut primata adalah monyet dan kera, namun ada perbedaan di antara mereka. Contoh dari primata yaitu monyet beruk, lutung, kukang, dan lutung budeng.

banner-promo-gramedia

10. Karnivora

Karnivora adalah kelompok mamalia yang memakan daging, namun sebagian kecil dari mereka ada juga yang pemakan segala dan tumbuhan. Contohnya panda, hewan pemakan bambu. Karnivora mempunyai gigi taring dan cakar, berjalan dengan keempat kakinya dan memiliki kumis. Contoh dari karnivora adalah harimau, anjing, beruang madu dan binturung muntu.

11. Cetacea

Cetacea adalah kelompok mamalia yang tinggal di laut. Ada paus, lumba-lumba dan juga pesut. 34 spesie dari Cetacea berada di perairan Indonesia. Cetacea mempunyai tubuh dengan bentuk mirip seperti torpedo. Mereka mempunyai sirip horizontal yang kuat sebagai penggerak, berbeda dengan sirip ikan yang vertikal.

Mereka juga memiliki lubang hidung yang menjadi sebagai lubang peniup. Lubang ini memiliki fungsi untuk alat pernafasan mereka saat mereka berada di air.  Contoh hewan cetacea adalah paus bergigi, paus baleen, paus biru dan lumba-lumba moncong panjang.

12. Sirenia

Sirenia adalah kelompok mamalia yang hidup di air, mirip dengan cetacea. Sirenia adalah pemakan tumbuhan yang tersebar di perairan tropis. Hewan berhabitat air ini mempunyai puting susu di bagian dadanya, mereka menyusui anak-anaknya dengan membalikan badan, sehingga dada mereka berada di atas.

Sirenia ada yang memiliki ujung ekor bulat dan ada juga yang berbentuk lurus atau melengkung ke dalam. Salah satu contoh dari Sirenia adalah duyung.

buku sekolah smp

Baca juga artikel terkait “Hewan Mamalia” :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien