in

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induknya & Ada Induknya

Cara merawat anak kucing – Rasanya tak ada orang yang tidak mengetahui hewan kucing ini. Siapa yang tak mengenal hewan yang sering dijadikan sebagai hewan peliharaan ini. Bahkan, dalam lingkungan kita, pasti akan ada kucing-kucing tanpa pemilik yang sering kita lihat. Kucing ini sangat dikenal sebagai hewan yang penuh dengan kelucuan, sehingga menarik untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Apakah kamu termasuk orang yang sedang atau akan memelihara dan merawat kucing?

Dewasa ini, sudah banyak orang yang mulai memelihara hewan yang lucu ini, baik itu kucing “liar” atau kucing yang dibeli dari toko hewan. Pada dasarnya, kucing ini bukan hanya lucu, tetapi bisa dibilang sebagai hewan yang cukup penurut terutama pada majikannya. Apabila kamu memelihara dan merawat kucing, maka kamu bisa bermain dengan dirinya, sehingga suasana hati yang sedang bosan bisa kembali ceria kembali.

Pada dasarnya setiap orang mempunyai alasannya sendiri-sendiri dalam memelihara dan merawat kucing, ada yang merawat kucing karena jenisnya, karena tubuhnya, hingga karena kucing “liar”. Berbicara kucing “liar” ini memang tidak akan ada habisnya, sehingga akan selalu menarik untuk dibahas, mulai dari bagaimana kucing “liar” melahirkan hingga bagaimana kucing “liar” bertahan hidup.

Meskipun, bagi sebagian orang lebih tertarik untuk memelihara dan merawat kucing yang berasal dari toko hewan atau adopsi dari teman atau saudara, tetapi tak sedikit juga yang sangat senang memelihara dan merawat kucing “liar”. Dalam melakukan pemeliharaan atau perawatan kucing, baik itu kucing liar atau bukan kucing liar bisa dibilang gampang-gampang susah.

Kucing yang dipelihara dan dirawat dengan baik akan terlihat lebih sehat serta tidak mudah terkena penyakit. Bukan hanya itu, kucing juga bisa memenangkan perlombaan, jika dilakukan pemeliharaan dan perawatan dengan baik.

Pemeliharaan dan perawatan hewan yang dikenal dengan kelucuannya ini, sebaiknya dilakukan sejak lahir agar pertumbuhannya dapat berjalan dengan maksimal. Selain itu, kucing yang dirawat sejak lahir akan membuat kucing tersebut merasa senang karena diperhatikan dengan baik.

Ketika kamu memelihara dan merawat anak kucing, terkadang ada yang masih ada induknya dan ada juga yang tanpa induknya. Biasanya anak kucing yang lahir tanpa mengetahui induknya ini termasuk kucing “liar”, sehingga tak sedikit orang yang merasa iba dan mulai merawat anak kucing tersebut. Nah, untuk lebih jelasnya bagaimana cara memelihara dan merawat anak kucing ada induknya serta tanpa induknya, Grameds, bisa menyimak artikel ini sampai habis ya.

Kucing

Sebelum membahas cara memelihara dan cara merawat anak kucing, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan hewan kucing ini. Kucing memiliki nama latin yaitu Felis Silvestris-catus atau termasuk hewan pemakan daging atau karnivora. Dalam dunia kucing, ternyata terdapat keturunan yang asalnya dari keturunan murni dan keturunan tidak murni. Kucing yang tergolong keturunan murni adalah kucing yang lahir dan diketahui siapa induk betina dan induk jantannya. Sedangkan kucing yang tergolong keturunan tidak murni adalah kucing yang lahir tanpa mengetahui induk betina dan induk jantannya.

Kucing dengan keturunan murini ini, biasanya memiliki sifat yang tidak biasa dan penampilan yang khas, seperti kucing siam, kucing, manx, kucing sphinx, kucing persia, dan lain-lain. Kucing-kucing yang tergolong berjenis keturunan murni, biasanya akan mudah ditemukan di toko-toko resmi hewan. Sementara itu, kucing yang berjenis tidak murni, kita akan sulit untuk memahami sifat-sifatnya. Akan tetapi, kucing dengan jenis tidak murni ini sangat mudah untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya, sehingga cocok untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan.

Kucing yang sering dipelihara oleh banyak manusia ini memiliki berbagai macam karakteristik yang perlu diketahui oleh banyak orang agar ketika memelihara dan merawat kucing tidak begitu banyak kesalahan. Kucing memiliki gigi yang berbentuk seperti gigi taring yang berfungsi untuk memakan makanan terutama makanan daging. Lanjut ke hidung, indera penciuman kucing ini bisa dibilang cukup tajam. Hal ini dikarenakan di dalam tubuh kucing terdapat suatu organ yang bernama vomerosonal.

Organ tubuh tersebut sangat memudahkan kucing untuk mencium suatu aroma yang ada di sekitarnya. Organ penciuman ini sangat dibutuhkan oleh kucing karena dengan suatu bau yang ada di suatu tempat, berarti tempat tersebut bisa jadi sudah dimiliki oleh kucing lainnya. Dalam anggota tubuh kucing terutama matanya mampu melihat jarak 25 cm – 2. Bahkan, dalam mengecek suatu kondisi cahaya pada suatu wilayah, kondisi mata kucing bisa dibilang lebih baik daripada manusia.

Dalam proses saat melahirkan atau sebelum melahirkan, ternyata kucing memiliki karakteristiknya. Dalam proses kehamilan atau selama masa kandungan, kucing mampu bertahan selama 63 hari dalam membawa kandungannya. Bukan hanya itu, induk kucing ini bisa dibilang sangat kuat karena mampu membawa kandungannya selama 63 hari di dalam perutnya.

banner-promo-gramedia

Ketika pertama anak kucing muncul ke dunia, ia dalam keadaan tidak bisa melihat atau buta dan tidak bisa mendengar atau bisu. Meskipun anak kucing lahir dalam keadaan buta dan tuli, tetapi ketika sudah berusia 8-10 hari, anak kucing yang awalnya buta dan tuli perlahan mulai dapat membuka matanya, sehingga dapat melihat lingkungan serta mulai dapat mendengar, sehingga dapat bertahan hidup dengan baik.

Breeding dalam dunia hobi kucing modern, bukan sekadar beternak, memperbanyak anakan (kitten). Para praktisi juga memperbaiki penampilan fisik ras kucing, atau bahkan menciptakan model kucing anyar. Breeding kucing harus memerhatikan standar ras. Anakan yang dihasilkan sesuai standar ras yang berlaku. Buku ini menyajikan informasi tatacara breeding dan perawatan kucing ras berdasarkan pengalaman para hobiis, breeder, dan profesional. Kucing ras yang berhasil dikembangbiakkan di Tanah Air, antara lain Persia & Exotic, Norwegian Forest Cat, Maine Coon, Sphynx, Birman, dan Bengal.

Klasifikasi Kucing

Sama dengan hewan-hewan lainnya, kucing memiliki klasifikasi, di antaranya:

Kerajaan: Animalia

Filum: Chordata

Kelas: Mamalia

Ordo: Karnivora

Famili: Felidae

Genus: Felis

Spesies: Felis Silvestris

Morfologi Kucing

Kucing yang sering kita lihat dan sering rawat ini mempunyai morfologi. Berikut ini morfologi-morfologi yang ada pada kucing.

1. Kepala

Setiap kepala kucing yang sering kamu lihat biasanya bentuk kepalanya berbeda-beda walaupun ada beberapa kucing yang memiliki bentuk kepala yang sama dengan kucing lainnya. Oleh sebab itu, dalam morfologi kepala kucing dibagi menjadi beberapa bentuk, yaitu bentuk kepala bulat, bentuk kepala besar, bentuk kepala kecil, dan bentuk kepala sedikit panjang.

2. Bulu

Kucing sangat dikenal dengan bulu-bulunya yang halus dan lembut. Maka dari itu, kucing dapat dikategorikan berdasarkan bulunya yang terdiri dari tiga kategori. Pertama, kucing dengan bulu pendek atau sering disebut dengan shorthair. Kedua, kucing dengan bulu sedang atau sering disebut dengan semi longhair. Ketiga, kucing dengan bulu yang cukup panjang atau sering disebut dengan longhair. Setiap bulu-bulu yang ada pada setiap jenis ras kucing mempunyai ciri khasnya masing-masing, sehingga kita dapat membedakan ras kucing yang satu dengan ras kucing lainnya.

3. Mata

Pada umumnya mata yang terdapat pada kucing ini bentunya bulat. Sedangkan warna pada mata kucing ini sangat beragam sesuai dengan ras jenis yang ada. Selain itu, mata kucing ini mampu melihat cahaya dengan jelas, baik dalam keadaan yang kurang cahaya atau keadaan sangat terang.

Kemampuan mata kucing dalam melihat cahaya ini dikarenakan, ia memiliki selaput pelangi yang akan menyempit jika terkena cahaya, sehingga dapat melihat cahaya yang cukup terang. Sementara itu, kucing memiliki organ tubuh yang bernama tapetum lucidum yang berfungsi untuk membantu penglihatan ketika berjalan di lingkungan yang minim cahaya.

4. Telinga

Morfologi yang ada pada kucing selanjutnya adalah telinga. Kucing memiliki daun telinga yang bentuknya tegak. Daun telinga dengan bentuk tegak ini, hampir dimiliki oleh semua jenis ras kucing. Salah satu jenis ras kucing yang daun telinganya bisa tertekuk ke belakang adalah scottish fold. Biasanya kucing tersebut menekuk telinganya ketika dalam keadaan takut atau marah.

5. Hidung

Bentuk hidung yang dimiliki oleh kucing bermacam-macam dan tergantung dengan jenis ras kucing tersebut. Adapun beberapa bentuk hidung kucing, seperti pesek, kecil, besar, bengkong ke atas, dan mancung. Setiap bentuk hidung kucing pasti akan mempercantik dari kucing itu sendiri.

Cara Merawat Anak Kucing Ada Induknya

Jika kamu memelihara dan merawat induk betina kucing yang sedang melahirkan, sebaiknya anak kucing jangan dijauhkan dari induknya. Berikut ini cara merawat kucing yang ada induknya.

banner-promo-gramedia

1. Letakkan Induk Kucing dan Anak Kucing di Tempat yang Layak

Induk kucing dan anak kucing ini bisa dikatakan sama dengan hewan-hewan pada umumnya yang membutuhkan tempat tinggal yang layak untuk bertahan hidup. Biasanya sang induk kucing mulai membawa atau memindahkan anak-anaknya yang lebih aman agar terhindar dari hewan-hewan pemangsa. Jika ada hewan pemangsa yang melihat anak kucing, maka tak menutup kemungkinan anak kucing akan segera disantap.

Maka dari itu, ketika kamu melihat induk kucing dan anakan kucing yang tidak mendapatkan tempat yang layak, sebaiknya segera pindahkan mereka ke tempat yang layak. Tempat  yang layak ini bisa berupa tempat yang sudah ada atau tempat yang baru kamu bikin. Selain itu, di dalam tempat yang layak kamu bisa memberikan air bersih, makanan bergizi, hingga pasir atau kain sebagai tempat untuk membuang air besar.

2. Selalu Memberikan Makan Kepada Induk dan Anak Kucing Secara Rutin

Setiap induk kucing atau anak kucing pasti membutuhkan asupan makanan yang bergizi agar mampu bertahan hidup. Makanan yang diberikan ini bisa berupa makanan yang sudah jadi atau makanan yang diolah terlebih dahulu. Apabila kamu ingin memberikan makanan kepada indukan dan anak kucing, sebaiknya dilakukan secara rutin.

Bukan hanya pemberian makan secara rutin saja, ternyata pemberian makanan terhadap indukan dan anak kucing “liar” serta indukan dan anak kucing yang dipelihara juga berbeda. Indukan dan anak kucing “liar”, sebaiknya berikan makanan di luar rumah karena mereka sudah terbiasa hidup di luar rumah.

Lucu, menggemaskan, dan bisa menjadi teman bermain. Itulah alasan si puss dipilih untuk jadi sahabat kita. Namun sebelum berniat membeli dan memelihara kucing, Anda pun perlu memahami jenis, karakter, dan perilakunya. Nah, buku MEMILIH DAN MERAWAT KUCING FAVORIT ini bisa sebagai panduan. Buku ini berisi sejumlah tema: pilih-pilih jenis kucing, cara perawatannya, pakan dan suplemen, penyakit dan solusinya, perilaku dan kebiasaan, serta breeder dan pecinta kucing.

3. Jangan Memisahkan Anak Kucing dengan Induknya

Ketika kamu melihat sang induk kucing melahirkan, baik itu kucing peliharaan atau kucing “liar”, sebaiknya jangan langsung memisahkan induk kucing dengan anak kucing. Apabila kamu memisahkan anak kucing dengan induknya, kemungkinan besar sang induk akan kebingungan ke mana anaknya pergi.

Biasanya induk kucing mulai pergi meninggalkan anak kucing ketika ingin mencari makan, baik itu untuk dirinya sendiri atau anak-anaknya. Bahkan, tak menutup kemungkinan bahwa sang induk sedang bersembunyi hanya untuk menghindari manusia yang ingin melukainya. Oleh sebab itu, ketika kamu sedang melihat anak kucing yang baru saja ditinggal ibunya untuk pergi sebentar, diamkan saja anakan kucing tersebut pada tempatnya, sehingga ketika pulang, sang induk masih melihat wajah anak-anaknya.

4. Jangan Terlalu Sering Diperhatikan

Induk kucing pasti sudah tahu hal-hal yang dapat membahayakan anak-anaknya dan hal-hal yang tidak membahayakan anaknya. Oleh karenanya, kamu tidak perlu cemas dengan kondisi induk dan anak kucing yang kamu pelihara. Apabila sudah muncul rasa cemas, biasanya induk kucing dan anak kucing akan sering diperhatikan. Padahal hal seperti itu sangat tidak disarankan karena mengganggu ketenangan dari induk kucing dan anak kucing.

Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induknya

Tak sedikit anak kucing yang lahir ke dunia tidak mengenal siapa ayah dan ibunya, sehingga ia akan kesulitan untuk mencari makan. Kamu bisa simak cara merawat anak kucing tanpa kehadiran induknya di bawah ini.

1. Letakkan Anak Kucing di Tempat yang Aman

Pada umumnya anak kucing yang lahir tanpa induknya ini merupakan kucing “liar” yang biasanya berada di pinggir jalan. Anak-anak kucing yang lahir tanpa induknya ini, tak mengetahui ke mana pergi induknya, apakah pergi untuk mencari makan atau sudah mati. Oleh sebab itu, bagi kamu yang ingin memelihara dan merawat anak kucing tanpa induknya, sebaiknya segera pindahkan anak kucing ke tempat yang lebih layak.

Hal ini bukan tanpa alasan, anak kucing yang tinggal di tempat yang layak dapat bertahan hidup lebih lama. Selain itu, sebaiknya kamu memindahkannya ke tempat yang lebih layak karena anak kucing masih sangat rentan terhadap suhu rendah atau dingin.

2. Berikan Susu dan Makanan Secara Rutin

Jika anak kucing sudah dipindahkan ke tempat yang lebih layak, maka perawatan selanjutnya, kamu bisa memberikan susu formula dan makanan secara rutin. Dengan memberikan susu secara rutin, maka kesehatan anak kucing dapat meningkat, sehingga tidak mudah terkena penyakit. Susu memang dapat menambahkan nutrisi pada anak kucing, tetapi pada dasarnya anak kucing membutuhkan asupan energi yang utama. Oleh karena itu, di samping memberikan susu, kamu juga memberikan asupan makanan secara rutin.

banner-promo-gramedia

“KUCING. Siapa yang bisa menolak hewan kesayangan yang tingkahnya lucu, kadang ngeselin, tapi seringkali menggemaskan ini? Kucing, baik ras maupun kampung, memang hewan peliharaan yang populer di kalangan masyarakat. Pemeliharaannya pun tidak sulit. Bahkan bisnis jual beli kucing (ras) merupakan usaha yang pantas dilirik karena prospeknya sangat menjanjikan. Patut diperhatikan bahwa meskipun disukai banyak orang, hewan ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan pemiliknya jika ia tak dirawat dengan baik. Hewan ini dapat menyebabkan penularan penyakit zoonosis (penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia dan sebaliknya) seperti Toxoplasmosis, Campylobacteriosis, dan Salmonellosis. Namun, kita dapat mencegah bahaya berbagai penyakit tersebut, asalkan kita mengetahui caranya. Buku ini mengupas segala hal yang perlu dilakukan oleh pemilik kucing untuk mencegah berjangkitnya penyakit dan gangguan kesehatan yang ditularkan oleh kucing. Selain itu, di sini juga dipaparkan sejumlah penyakit zoonosis pada kucing dan, yang tak kalah pentingnya, langkah-langkah praktis merawat kucing kesayangan. Dengan berbekal segenap informasi penting ini, Anda akan dapat menikmati hidup yang sehat bersama kucing kesayangan Anda.”

3. Melatih Anak Kucing Untuk Buang Air Besar

Anak kucing yang dipelihara dan dirawat memang akan membuang kotorannya di sembarang tempat, sehingga kamu akan sulit untuk membersihkannya dan memunculkan aroma yang tidak sedap. Kamu melatih anak kucing yang dipelihara dan dirawat dengan cara menyediakan tempat untuk buang air besar, seperti tempat yang sudah diberikan pasri khusus kotoran kucing. Memang awalnya sangat susah, tetapi jika dilakukan secara rutin, maka anak kucing akan mudah melakukannya.

4. Jangan Terlalu Sering Diajak Bermain

Bermain dengan anak kucing memang sangat asyik dan seru, karena dapat menghilangkan stres yang ada di dalam diri seseorang. Kebanyakan orang yang memelihara dan merawat anak kucing pasti menginginkan itu. Namun, jika anak kucing sering diajak untuk bermain bisa mengakibatkan anak kucing mudah lelah, sehingga sangat rawan terkena penyakit. Maka dari itu, disarankan beri banyak waktu istirahat untuk anak kucing agar staminanya tetap terjaga dan tidak mudah terkena penyakit. Di samping itu, kamu juga perlu memberikan asupan makanan dan susu secara teratur dan sesuai dengan porsinya.

Kesimpulan

Banyak sekali kucing-kucing di luar sana yang masih membutuhkan perhatian dari beberapa manusia terutama anakan kucing yang tanpa mengetahui induknya. Jika kucing-kucing tanpa indukan dibiarkan begitu saja, kemungkinan besar akan mengalami kematian. Bukan hanya anak kucing tanpa induknya saja yang perlu diperhatikan, anak kucing yang mengetahui induknya juga perlu diperhatikan. Jika sudah banyak orang yang mulai memelihara dan merawat anak kucing, baik tanpa indukan atau dengan indukan, kama anakan kucing dapat bertahan hidup lebih lama.

Sumber: Dari berbagai macam sumber

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Restu