in

Review Novel The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita Karya Rizki Ridyasmara

Tahukah Anda bahwa banyak makanan dan minuman, vaksin, dan obat-obatan medis, ternyata memiliki kandungan racun yang sengaja dibuat untuk membunuh manusia? Apakah Anda tahu bahwa MSG memiliki lebih dari 20 nama yang berbeda untuk menipu konsumennya? Apakah Anda tahu bahwa pemanis buatan Aspartame merupakan racun bagi tubuh?

Apakah Anda tahu bahwa persetujuan FDA atas Aspartame disebabkan oleh konspirasi Gedung Putih? Apakah Anda tahu bahwa Dr. Margareth Sanger yang merupakan pencetus Program KB adalah seorang rasis yang mendukung pembunuhan terhadap orang cacat, orang lemah, dan orang negro? Apakah Anda tahu bahwa HIV sengaja diciptakan untuk memusnahkan etnis asli Afrika?

Apakah Anda tahu bahwa berbagai jenis vaksin yang disuntik ke tubuh manusia terbuat dari bahan-bahan menjijikan dan berbahaya? Apakah Anda tahu bahwa ratusan saintis dunia tewas selama dua dekade terakhir ini? Apabila Anda tidak percaya dan menyodorkan banyak analisa lain yang menyangkal pertanyaan di atas, berarti Anda tertipu habis-habisan dengan Disinformation Unit CIA yang memang bertujuan untuk menipu dunia.

Buku ini akan mengubah pandangan hidup Anda supaya lebih waspada, demi mewujudkan hidup yang lebih sehat. Bagi Anda para penggemar buku fiksi sastra, buku The Codex ini sangat direkomendasikan untuk Anda. Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Penerbit Salsabila pada tahun 2010, dan cetakan terakhirnya baru diterbitkan pada April 2021.

Buku dengan total 434 halaman ini akan membahas tentang apa yang kebanyakan orang tidak ketahui mengenai makanan yang kita makan hari ini, yang ternyata penuh dengan berbagai racun yang sangat berbahaya bagi tubuh. Dalam suatu bangunan batu bersusun yang diletakkan secara misterius di suatu lokasi di Amerika Serikat, yang disebut sebagai Georgia Guidestones, tertulis pesan “Memelihara jumlah ras manusia di bawah 500.000.000 supaya bisa memelihara keselarasan dengan alam”.

Ada juga yang menyebut batu itu sebagai American Stonehenge, karena empat buah batu besar tersebut disusun sedemikian rupa sampai menyerupai Stonehenge. Selain pesan itu, ada lagi sembilan pesan lain yang dipercaya sengaja ditulis oleh sebuah kelompok, kaum, atau organisasi tertentu yang memiliki rencana besar untuk seluruh populasi manusia yang hidup di bumi.

Sepuluh pesan yang ada di batu itu ditulis dengan delapan macam bahasa, yaitu bahasa Inggris, Cina, Arab, Rusia, Swahili, Hindi, Ibrani, dan Spanyol. Inti dari sepuluh misi itu terdapat di poin pertama, yakni pemusnahan massal.

Seorang profesor bernama Wallace L. Pannier sudah mempelajari dan mengetahui program yang gila tersebut, dan memasukan sejumlah dokumen penting tentang itu ke dalam microchip, tetapi ia tewas dengan tidak wajar akibat menemukan rahasia Georgia Guidestones. Diketahui, di dalam microchip tersebut, banyak hal yang terkait dengan pemusnahan massal.

Sebetulnya, depopulation program ini telah berlangsung lama, seperti yang tercatat dalam laporan The Schiller Institute, di mana Joseph Brewda menulis artikel berjudul Henry Kissinger’s 1974 Plan for Food Control Genocide pada 8 Desember 1995. Tulisan ini bersumber dari dokumen rahasia yang dibuat Henry Kissinger pada 10 Desember 1974. Henry Kissinger memang pernah berpendapat bahwa depopulasi untuk mengurangi populasi manusia di dunia ini harus dilakukan dengan berbagai cara.

Buku The Codex ini akan menyajikan penjelasan tentang fakta-fakta kandungan berbahaya dalam makanan, yang diselingi kisah cinta seorang Doktor dengan mantan suaminya yang merupakan penembak jitu dari pasukan Australia. Cerita-cerita yang menegangkan dan penuh fakta dituliskan dengan sempurna. Ditambah lagi dengan gambaran suasana di Italia yang bisa menambah pengetahuan pembaca mengenai kondisi geografis dan budaya negara yang populer dengan espresso-nya.

Buku ini akan mengikuti kisah Alda Adrina, seorang doktor di bidang kimia yang juga merupakan peneliti di laboratorium La Rocher, Italia. Alda menerima sebuah chip yang berisi rahasia-rahasia besar dalam bidang kesehatan yang dititipkan oleh Wallace L. Pannier, seorang profesor yang sudah meninggal dunia.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Rahasia ini pasti akan mengguncangkan dunia, karena penemuan Profesor Pannier akan mengungkap kebohongan publik yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya dunia, khususnya dalam bidang makanan dan kesehatan. Rahasia besar apa yang disimpan oleh profesor Wallace L. Pannier? Yuk cari tahu sendiri dengan membaca buku The Codex ini. Tapi, sebelum itu, baca artikel ulasan buku ini sampai selesai ya!

Profil Rizki Ridyasmara – Penulis Buku The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita

Rizki Ridyasmara adalah seorang pria yang tempat lahirnya tidak jauh dari Istana Merdeka Jakarta. Monas menjadi taman bermain langganannya ketika ia masih kecil. Sekarang, kampung halamannya itu sudah menjadi belantara beton. Penulis yang sangat suka belajar ini memiliki hobi untuk menyusuri sudut-sudut ibu kota pada waktu malam.

Beberapa karya Rizki Ridyasmara yang sudah berhasil diterbitkan, yaitu Jacatra Secret, The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita, The Escaped: Misteri Kuburan Adolf Hitler di Surabaya, Sukuh: Misteri Portal Kuno di Gunung Lawu, dan Firegate: Piramida Gunung Padang.

Sinopsis Buku The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita

Alda Adrina merupakan seorang doktor bidang kimia sekaligus peneliti di laboratorium La Rocher, Italia. Alda menerima chip yang dititipkan oleh Wallace L. Pannier, seorang profesor yang sudah meninggal dunia. Di dalam chip itu terdapat rahasia-rahasia besar dalam bidang kesehatan.

Rahasia yang pasti akan mengguncangkan dunia, karena penemuan Profesor Pannier akan mengungkap kebohongan publik yang dilakukan oleh Amerika Serikat yang merupakan negara adidaya dunia, khususnya dalam bidang makanan dan kesehatan.

George Marshall yang merupakan mantan suami Alda, adalah seorang penulis novel sukses berkebangsaan Australia yang tinggal di Jakarta. George dulu pernah terlibat dalam bidang militer, dan sempat ditugaskan di Afghanistan sebagai seorang penembak ulung.

Namun, ia merasa kecewa terhadap perilaku tentara yang terjun ke negara itu, yaitu tentara Amerika Serikat, Inggris, dan Australia. Hal itu membuat ia memutuskan untuk mundur dari tentara dan memilih karir sebagai penulis lepas.

Buku ini mengisahkan tentang bahaya dari MSG dan Aspartam. MSG yang juga dikenal sebagai vetsin, ternyata mempunyai berbagai nama yang berbeda untuk mengecoh konsumen yang mungkin telah mengetahui bahaya MSG.

Sedangkan, Aspartam yang kita berfungsi sebagai pemanis buatan, ternyata bisa menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti membuat cepat lelah, gangguan sendi, dan mengandung bahan karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.

Cerita dalam buku ini diawali dengan pembunuhan terhadap tiga orang yang didasari oleh perburuan suatu rahasia besar dalam sebuah microchip yang bernama Romana-25. Pembunuhan-pembunuhan selanjutnya terus mewarnai kehidupan Alda Adrina dan George Marshall sampai akhir cerita walaupun rahasia besar itu sudah menjadi rahasia milik dunia sebelum dua pembunuhan terakhir terjadi.

Profesor Pannier sudah menuliskan rahasia besar mengenai Depopulation Program dalam microchip yang sekarang sudah berpindah tangan ke Alda Adrina, sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Walaupun usaha itu harus mengorbankan nyawa Profesor Pannier sendiri, juga seorang gadis bernama Joan. Microchip ini kemudian akan diberikan kepada Profesor Lombardo, rekannya di La Rocher Laboratory.

Alda Adrina yang merasa curiga atas pembunuhan Profesor Pannier dan Joan akhirnya menghubungi George Marshall, mantan suaminya yang sedang hidup di Jakarta untuk segera menemuinya di Venesia untuk membicarakan masalah ini. Pertemuan ini mengawali perjalanan mereka yang diincar sejumlah orang, sampai akhirnya mereka berhasil melarikan diri ke Jakarta.

Buku ini berupaya meyakinkan pembaca mengenai beberapa fakta yang juga didukung oleh sumber referensi mengenai program pengurangan populasi manusia. Secara terkhusus, buku ini akan membahas program Codex Alimentarius yang dibuat oleh PBB. Program ini membuat standar pangan untuk seluruh dunia.

Oleh karena Codex merupakan bagian dari program depopulasi, Codex tak menetapkan standar yang bisa diandalkan, tetapi malah sebaliknya. MSG yang memiliki banyak macam sebutan lainnya adalah salah satu bahan yang sebenarnya beracun, tetapi tetap saja diizinkan untuk beredar di berbagai negara.

Begitu juga Aspartame, pemanis buatan yang berbahaya, siklamat, dan bahan makanan lainnya yang bahkan sengaja dicampurkan ke dalam makanan untuk mendukung program ini. Selain melalui makanan, program depopulasi juga dilakukan dengan melakukan berbagai cara, seperti penyebaran virus HIV, anthrax, serta virus mematikan lainnya.

Jika Anda mengetahui, ada juga alat canggih yang bisa memanipulasi cuaca, yaitu HAARP. Di balik program depopulasi ini, ada beberapa tokoh besar, seperti Adolf Hitler, Henry Kissinger, George W. Bush, Mazzini dan nama besar lainnya. Program ini didukung juga oleh organisasi besar seperti CIA, dan perusahaan besar seperti Bayer, FDA, IG Farben, Dow Chemical, Monsanto, Diamond Shamrock, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Selain sejumlah fakta yang telah disebutkan di atas, pembaca juga akan dijelaskan tentang kecanggihan alat-alat telekomunikasi yang bisa memberikan informasi lengkap ke seluruh orang di dunia, hanya dalam hitungan detik saja. Ada juga penjelasan tentang keahlian seorang agen dan mantan tentara yang tetap bisa berpikir jernih dan membuat strategi jitu, sekalipun dalam situasi paling tertekan.

Nah, biar kamu nggak penasaran lagi dengan isi bukunya, maka langsung segera dapatkan buku ini di gramedia.com atau klik gambar buku di bawah ini, ya.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita

Pros & Cons

Pros
  • Buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah untuk dibaca dan dimengerti.
  • Judul buku ini dapat langsung mencuri perhatian pembaca.
  • Buku ini akan mengungkap konspirasi dan beberapa kode dalam simbol negara Amerika terkait dengan program depopulasi.
  • Banyak pemikiran menarik dalam buku ini yang membuat pembaca terkejut dan berpikir berulang kali.
  • Pembaca akan dibuat kagum dengan pengetahuan penulis mengenai kelebihan dan kekurangan setiap teori dan konspirasi buku ini.
Cons
  • Buku ini hanya bisa dibaca oleh orang dewasa.
  • Hanya ada sedikit petualangan yang disampaikan dalam buku ini.

Kelebihan Buku The Codex

Bagi Anda yang telah membaca sinopsis di atas, mungkin ada yang ragu untuk membaca buku ini, karena buku ini akan menyajikan banyak informasi. Namun, tak perlu khawatir, karena buku ini ditulis dengan bahasa yang ringan, sehingga mudah untuk dibaca dan dimengerti.

Jika melihat dari sampul buku ini, sudah terlihat bagaimana buku ini dapat mencuri perhatian dengan sub judul “Konspirasi jahat di atas meja makan kita”. Pada bagian awal buku ini juga disertai banyak testimoni dari para kritikus dan tokoh besar.

Dari isi bukunya sendiri, buku The Codex ini akan mengungkap konspirasi dan beberapa kode dalam simbol negara Amerika. Pembaca akan diajak berpetualang bersama Alda Adrinasan dan juga George Marshall dalam melindungi sebuah microchip berisi rahasia besar dunia yang diserahkan oleh Dr. Pannier.

Pembaca akan disuguhi dengan runtutan kejadian yang diwarnai dengan pembunuhan kejam oleh beragam pembunuh bayaran terlatih, ketika berusaha untuk mengungkap sebuah peristiwa menakjubkan. Buku ini juga akan mengungkap konspirasi nyata dalam makanan yang kita konsumsi setiap hari.

Dalam buku ini, akan disajikan juga beberapa lampiran fakta tentang nama bahan kimia, produk transgenik, skandal korporasi multinasional, dan nama saintis dunia yang tewas secara misterius. Semuanya itu mengacu pada suatu program yang dianut oleh Amerika, yaitu depopulation program.

Ini adalah program pemusnahan manusia dengan berbagai cara, baik dalam jangka waktu yang lambat (seperti makanan, penyakit, dan lain sebagainya), atau pun dalam jangka waktu yang cepat (seperti konflik, perang, dan lain sebagainya).

Ada sejumlah pemikiran menarik juga dalam buku ini yang membuat pembaca terkejut dan berpikir berulang kali. Layaknya pernyataan bahwa tsunami aceh 2004 merupakan kamuflase akibat gempa artifisial yang direncanakan dengan ledakan micro nuklir amerika. Selain itu, ada juga HIV sebagai virus pembunuh massal yang akan membunuh suatu ras, atau suatu gen yang telah dikenali, yang biasa membunuh orang-orang kulit hitam seperti afrika.

Pembaca juga dibuat kagum dengan pengetahuan penulis mengenai kelebihan dan kekurangan setiap senjata yang dipergunakan tokoh dalam buku ini. Buku ini dibuat dengan riset yang mendalam, dengan mencantumkan banyak referensi yang membuat pembaca bisa memercayai apa yang disampaikan penulis dalam buku ini.

Kekurangan Buku The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita

Selain memiliki kelebihan, buku ini juga masih memiliki kekurangan. Buku ini hanya bisa dibaca oleh orang dewasa, yakni mereka yang sudah berusia di atas 17 tahun. Dan diharapkan kebijaksanaan pembaca dalam memahami setiap penjelasan dalam buku ini.

Kemudian, pembaca merasa hanya ada sedikit petualangan yang disampaikan dalam buku ini. Hal ini dikarenakan buku ini hanya mengangkat konflik yang spesifik. Maka dari itu, kisah dalam buku ini dianggap sangat mudah ditebak alurnya.

Pesan Moral Buku The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita

Melalui buku ini, kita kembali diingatkan bahwa Anda adalah apa yang Anda makan. Buku ini membuka pikiran kita untuk lebih selektif dalam memilih makanan yang akan kita konsumsi, karena ternyata terdapat banyak zat-zat berbahaya dalam makanan yang kita konsumsi selama ini.

Melalui paparan yang ada dalam buku ini, pembaca bisa menyusun narasi kebenaran akan informasi yang disajikan dengan fakta dan logika yang bisa terjadi. Misalnya, fakta pahit tentang bagaimana kita percaya akan semua bentuk vaksinasi yang dianjurkan oleh pemerintah tanpa mencari terlebih dahulu kandungan yang ada dalam vaksin tersebut.

Kemudian, buku ini juga menyajikan teori menarik yang tentang cara penanganan informasi yang konspirasi dan rahasia yang terlanjur disebar di media sosial serta internet. Sejumlah teori yang akan diuraikan adalah tentang bagaimana cara menyanggah kebenaran akan suatu informasi yang salah.

Nah, itu dia Grameds ulasan buku The Codex: Konspirasi Jahat di Atas Meja Makan Kita karya Rizki Ridyasmara. Bagi Anda yang ingin mencari informasi lebih banyak tentang fakta-fakta menarik nan penting yang ada di sekitar kita, yuk langsung saja dapatkan buku ini hanya dari Gramedia.com. Selamat membaca!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rating: 4.02

Penulis: Gabriel



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy