in

Review Novel Lotus In The Mud Karya Annelie

Lotus In The Mud – Dalam kehidupan, pasti ada sisi yang baik dan juga sisi yang buruk. Dalam kehidupan, pasti ada terang dan juga gelap. Bagaikan satu hari yang memiliki waktu siang dan malam. Di balik malam yang gelap, pasti ada bintang dan bulan yang bersinar terang di tengah-tengahnya. Begitu juga dengan hidup. Di tengah kegelapan fase hidup, pasti ada sesuatu yang baik yang bisa dipelajari.

Bagi Grameds yang sedang mencari novel dengan kisah tentang kehidupan, Lotus In The Mud ini mungkin menjadi novel yang Anda cari. Ini adalah kisah tentang kehidupan yang disajikan dalam bentuk kisah cinta. Di mana kedua sejoli saling melengkapi dalam mengisi kekosongan diri akibat kehidupan gelap yang mereka jalani masing-masing.

Lotus In The Mud merupakan sebuah novel romansa karya Annelie. Kisah Lotus In The Mud pertama kali dipublikasi di Twitter Annelie yang bernama @sannflowers_ dalam bentuk Alternate Universe (AU). Kisah ini menggunakan face claim Haechan sebagai tokoh utamanya, yang merupakan salah satu member boy group asal Korea Selatan, NCT DREAM.

Kisah ini mulai ditulis pada 24 Oktober 2021. Hingga saat ini, per bulan MAret 2023, utas kisah Lotus In The Mud ini sudah mendapatkan 144,7 ribu likes dan 65,1 ribu kali di-Retweet. Dari angka tersebut, sudah bisa diketahui bahwa kisah ini berhasil menarik perhatian banyak orang. Tak terkecuali Penerbit Akad yang kemudian menerbitkan kisah ini menjadi sebuah novel pada 9 September 2022.

Lotus In The Mud adalah kisah tentang Ocean Abelvan, seorang model amatir yang tampan. Juga, ini kisah tentang Audine Prameswari, pemilik toko bunga yang cantik bagaikan bunga. Mereka berdua hidup dengan masalah dan insecurities, dan dipertemukan untuk saling mengobati luka satu sama lain.

Lalu, bagaimana jalan cerita pada novel Lotus In The Mud? Supaya Grameds jadi semakin yakin untuk membaca novel ini, maka tak bisa simak ulasan review Lotus In The Mud ini, ya.

Sinopsis Novel Lotus In The Mud

Pertemuan Audine Prameswari dan Ocean Abelvan berawal sejak Ghea, sahabatnya, meminta tolong Audine untuk menitipkan bunga pesanannya ke Ocean yang adalah sepupunya. Audine sendiri sudah mengenal sosok Ocean, bahkan Audine mengaguminya. Ocean sendiri memang merupakan seorang model yang tampan.

Pertemuan mereka berdua dapat dikatakan cukup awkward, karena Audine malah kabur buru-buru setelah memberikan bunga titipan Ghea. Bahkan, ia sampai lupa meminta bayaran atas bunga pesanan Ghea tersebut. Audine merupakan seorang perangkai bunga yang sudah memiliki toko bunga sendiri yang bernama “Fairy Blossom”.

Kejadian Audine ngibrit di depan Ocean membuat kesan pertamanya hancur berantakan. Selain tentunya dilihat aneh, sandal Audine juga bahkan sampai terlepas sebelah. Ocean yang kebingungan kemudian mencoba menghubungi Audine melalui akun Instagram floristnya untuk membayar buket bunga pesanan Ghea, sekaligus mengembalikan sandal milik Audine.

Namun, Audine menolaknya dan mengatakan bahwa Ghea sudah transfer uangnya. Dan untuk sendalnya, buang saja. Setelah percakapan itu, Ocean kembali membuat Audine deg-degan dengan mempromosikan usaha florist milik Audine melalui story Instagramnya. Hal ini sontak membuat Audine tersipu, karena promosi itu sangat membantu meningkatkan kepopuleran toko bunga miliknya, sekaligus akun personalnya. Pengikut akun florist dan akun pribadi Audine melonjak secara drastis.

Ocean Abelvan mulai menemukan bahwa Audine lucu, dan akhirnya mengikuti akun Instagram-nya. Audine tentunya sangat senang, karena merupakan suatu pencapaian bagi seorang penggemar untuk diikuti idolanya. Audine pun memamerkan pencapaian itu ke Idan, sahabatnya.

The Architecture of Love | Di balik Pena

Namun, story promote itu malah menimbulkan masalah baru bagi Ocean. Sebab, Dareen, sang manajer menegurnya atas hal itu. Hal ini terkait dengan kontrak yang sudah disetujui Ocean, di mana ia tak boleh sembarangan melakukan promosi di akun Instagramnya. Maka itu, Dareen meminta Ocean untuk menghapus story itu.

Suatu hari, Ocean meminta untuk bertemu dengan Audine, dengan dalih bahwa ia ingin melihat-lihat bunga. Setelah pertemuan itu, Ocean mulai menghubungi Audine melalui akun bisnisnya, dan kemudian ke akun personalnya. Mereka mulai sering bercengkrama meskipun itu masih seputar bunga.

Hubungan mereka terus berkembang seiring dengan berjalannya waktu. Mereka berdua mulai terbuka kepada satu sama lain. Audine dan Ocean, keduanya adalah manusia rapuh yang sama-sama menghadapi hidup yang gelap bagaikan lumpur kotor. Si peri bunga manis, akhirnya tidak terbang sendirian lagi dengan sayapnya yang patah. Sekarang, ada Ocean yang menemaninya.

Menemani dan menguatkan ketika ia harus menghadapi sang kakak yang terus membebani dirinya dan juga keluarganya. Juga, menghadapi kewajiban sebagai anak yang harus selalu membantu orang tua. Begitu juga untuk Ocean, lelaki bernama laut yang terlihat sempurna hidupnya, tapi tanpa seorang pun tahu, justru sedang tenggelam di dalam lautnya sendiri. Ocean tidak ingin menjadi selebriti, ia tidak menyukai kepopulerannya.

Ia memang menikmati pekerjaannya sebagai model, tetapi tidak menyukai bagaimana perlakuan agensi dengan begitu banyaknya peraturan yang membatasi hidupnya. Audine dan Ocean saling membantu untuk melalui segala masalah yang ada di hadapannya. Mereka sama-sama berjuang untuk melawan rasa insecure yang timbul akibat luka yang terukir di tubuh mereka. Bekas luka yang ada di perut Ocean menjadi hal yang merugikannya sebagai seorang model. Dan keloid kecil di punggung tangan Audine menjadi simbol atas memori yang kurang baik.

Mereka saling menebarkan hal positif kepada satu sama lain. Audine dan Ocean, mereka berdua siap menjadi bukti dari satu pepatah, melalui kisah masing-masing, yang mereka tulis sampai halaman terakhir. Kisah mereka berdua diliputi perjuangan, air mata, arti persahabatan, dan cinta yang sejati.

Penasaran dengan perjalanan kisah cinta mereka berdua? Tunggu apalagi rasakan kisahnya melalui buku Lotus In The Mud. 

Kelebihan dan Kekurangan Novel Lotus In The Mud

Pros & Cons

Pros
  • Lotus In The Mud menawarkan cerita cinta yang bermakna.
  • Konflik yang disajikan dalam novel ini relate dengan kehidupan pembaca.
  • Anne dinilai berhasil mengadaptasi kisah ini dari bentuk percakapan, menjadi bentuk narasi novel yang manis.
  • Alur kisah ini tidak terlalu cepat dan mengalir.
  • Pembaca bisa menemukan banyak kutipan cantik yang juga bermakna dalam novel ini.
  • Penulis pandai dalam menggambarkan latar suasana dengan memberikan detail yang mampu membuat pembaca ikut merasakan suasana tersebut.
  • Terdapat pembahasan tentang buku dan juga lagu yang menambah pengetahuan pembaca.
  • Tampilan sampul novel ini cantik dan menggambarkan kisah ini.
Cons
  • Terlalu banyak memberikan kesan positif, sehingga tidak realistis.
  • Cerita ini terlalu luas dengan tidak berfokus pada satu konflik utama.
  • Pemilihan kata dalam novel ini bertele-tele, karena didapati banyak kalimat hiperbola yang membuat narasi kisah ini menjadi tidak natural.
  • Karakterisasi tokoh tidak konsisten.

Kelebihan Novel Lotus In The Mud

Dari sinopsis di atas saja, kita sudah bisa mengetahui bahwa kisah Lotus In The Mud ini sangat menarik, maka tak heran jika novel ini bisa menjadi salah satu novel best seller. Lotus In The Mud menawarkan cerita tentang Audine dan Ocean, dua orang yang dipertemukan tanpa sengaja. Dua manusia yang masih tenggelam dalam rasa insecure-nya atas ketidaksempurnaan yg mereka miliki.

Novel Lotus In The Mud ini juga menawarkan konflik yang relate dengan kehidupan pembaca. Seperti konflik keluarga Audine terkait masalah finansial dan salah satu anggota keluarga yang tak sejalan. Begitu juga dengan konflik di dunia pekerjaan yang dihadapi Ocean. Kisah ini juga mengangkat isu utama mengenai rasa insecure akibat ketidaksempurnaan fisik yang dimiliki banyak orang, bahkan hampir semua orang.

Anne dinilai sudah berhasil untuk mengadaptasi kisah ini dari Alternate Universe yang berbentuk percakapan, menjadi bentuk narasi novel yang manis. Alur novel Lotus In The Mud ini tidak terlalu cepat, mengalir begitu saja, sehingga pembaca bisa merasa tenang ketika membacanya.

Dalam novel ini juga, pembaca bisa menemukan banyak kutipan cantik yang juga bermakna. Semua kutipan tersebut menyampaikan pesan pengingat bagi para pembaca. Oleh karena itu, melalui kisah ini, pembaca bisa mendapatkan banyak pesan moral yang memberikan manfaat bagi hidup mereka.

Lalu, Anne juga dinilai pandai dalam menggambarkan latar suasana dengan segala detail yang diberikannya. Seperti ia menggambarkan suasana rumah Oma Ocean yang nyaman dan sangat “rumah nenek”. Juga seperti suasana ketika Audine menikmati waktu sendirinya di malam hari. Gambaran ini bisa membuat pembaca seperti ikut merasakan suasana kenyamanan dan ketenangan yang dirasakan para tokohnya.

Selain itu, dalam novel Lotus In The Mud ini, Anda bisa menemukan pembahasan tentang buku dan juga lagu yang menambah pengetahuan pembaca. Kemudian, tampilan sampul novel ini dinilai cantik dengan warna hijau pastel, banyak ilustrasi bunga berwarna pink, dan barang-barang seperti jam, teko, surat, dan ikan hiu yang menjadi representasi dari kisah ini.

Secara keseluruhan, novel Lotus In The Mud ini adalah novel yang sangat direkomendasikan bagi semua orang yang tengah tenggelam dalam rasa insecure. Ini adalah kisah cinta yang ringan, tetapi sarat akan makna.

Kekurangan Novel Lotus In The Mud

Selain memiliki kelebihan, novel Lotus In The Mud ini masih memiliki kekurangan. Kekurangan pada novel ini terletak pada banyaknya kesan memberikan positive vibes, tetapi malah terlalu banyak. Pembaca menemukan banyak percakapan antartokoh yang tidak realistis positifnya, sehingga terkesan tidak natural. Hal ini tidak sesuai dengan bagaimana cara seseorang dalam menghadapi kehidupan.

Kemudian, beberapa pembaca menemukan bahwa cerita ini terlalu luas dengan tidak berfokus pada satu konflik utama. Hal ini menyebabkan beberapa pembaca merasa bosan di tengah-tengah membaca kisah ini. Meskipun begitu, alur cerita dan poin-poin yang disampaikan dalam novel ini tetap bagus.

Lalu, pemilihan kata dalam novel ini dinilai terlalu bertele-tele, karena didapati banyak kalimat hiperbola yang membuat narasi kisah ini menjadi tidak natural. Juga, pembaca malah jadi tidak fokus ke jalan cerita akibat bahasa yang berbelit-belit. Hal ini juga membuat pembaca harus membaca sejumlah narasi berulang kali untuk memahaminya.

Karakterisasi tokoh pada cerita ini juga dinilai kurang jelas, karena karakter tokoh berubah-ubah sepanjang cerita. Perubahan yang dimaksud bukan dalam hal perkembangan karakter, tetapi menjadi seperti tidak konsisten.

Pesan Moral Novel Lotus In The Mud

Dari kisah Lotus In The Mud ini, kita dapat mengetahui bahwa terdapat banyak keajaiban di dalam setiap kesulitan. Kita harus percaya bahwa selalu ada kebaikan di dalam sebuah masalah. Terutama, di saat kita selalu berusaha untuk melewatinya dengan pikiran yang positif. Hal ini juga perlu dibarengi dengan sikap berani untuk menghadapi hal-hal tersebut.

Novel ini juga mengajarkan bagaimana kita dapat menerima setiap kekurangan yang ada dalam diri kita. Baik itu, yang terlihat secara fisik maupun dalam hal kepribadian. Tidak ada manusia yang sempurna, bahkan, tidak ada hal yang sempurna di dunia ini.

Namun, selalu ada kesempurnaan di dalam ketidaksempurnaan. Bagaikan bunga Lotus di dalam lumpur. Suatu pepatah berkata, “Jika tak ada lumpur, maka tak akan ada bunga lotus yang tumbuh indah dari dalam air”. Begitulah hidup, setiap manusia membutuhkan perjuangan demi menumbuhkan dan memekarkan bunga yang ada di dalam diri masing-masing.

Kisah ini juga mengajarkan bahwa tidak semua yang terlihat besar, benar-benar besar. Tidak semua yang terdengar jahat, benar-benar jahat. Jangan terlalu cepat menyimpulkan. Sebab, apa yang tampak secara kasat mata tidak bisa mewakilkan berjuta alasan yang ada di belakangnya. Maka itu, hindari sikap menghakimi orang lain.

Lalu, tidak masalah jika beberapa kali kalah dan beberapa kali mengalah. Tunggu saja sampai tiba satu waktu untuk bangun dan melawan. Selama masa penantian itu, setidaknya Anda harus bertahan. Bertahan untuk tetap sabar dan mengutamakan ketenangan diri.

Sosok Audine juga mengajarkan kita untuk bisa memaafkan mereka yang bersalah kepada kita. Seperti ia yang memaafkan sang kakak yang kerap kali menimbulkan masalah bagi dia dan juga keluarganya. Sebab, pada akhirnya, kakaknya tetap menjadi keluarganya, dan cinta akan selalu menang

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Lotus In The Mud karya Annelie. Penasaran akan bagaimana kelanjutan kisah cinta Audine dan Ocean? Apakah mereka bisa berhasil menyingkirkan rasa insecure yang mereka miliki? Daripada penasaran, yuk langsung saja dapatkan novel ini hanya di Gramedia.com.

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rating: 4.42

Penulis: Gabriel

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy