in

Review Novel Matt & Mou Karya Wulan Fadila Fatia

Matt & Mou merupakan sebuah hasil karya dari penulis asal Indonesia, Wulan Fadila Fatia atau yang akrab dipanggil Wulanfadi. Wulanfadi adalah salah satu penulis yang populer di kalangan remaja karena platform Wattpad.

Beberapa hasil karya Wulanfadi yang populer selain Matt & Mou adalah Aku Benci & Cinta, dan Raja Ratu & Rahasia. Novel Matt & Mou diterbitkan oleh Penerbit Transmedia pada 28 September 2016.

Novel dengan total 342 halaman ini mengisahkan perjalanan cinta seorang cowok bernama Matt. Matt adalah sosok antisosial yang biasanya ditemui di pojok kelas, atau di kantin, bersama buku bacaannya yang tebal. Matt adalah sosok yang benar-benar tertutup. Apalagi mengenai perasaannya. Salah satu faktornya adalah kematian sang ayah yang semakin membuat Matt tidak mau membuka diri.

Ini juga kisah tentang Mou. Cewek hiperaktif yang merupakan pemandu sorak, dan bisa ditemui di keramaian kantin atau di lapangan. Mou adalah sosok yang benar-benar terbuka, apalagi tentang perasaan. Perceraian orang tuanya membuat Mou harus menutupi kesedihan yang dirasakannya dengan tawa. Matt & Mou, keduanya menjalin persahabatan karena kegigihan Mou.

Kemudian, dalam persahabatan, apakah wajar kalau timbul kata cinta? Apabila itu terjadi, apakah persahabatan itu akan tetap sama? Bagaimana kalau mempertahankan persahabatan hanya menyisakan rasa sakit saja? Dan, benarkah rasa cinta akan memihak kalau kau sungguh-sungguh mencurahkan segenap hati dan rasa?

Ini adalah cerita dua orang sahabat yang saling memendam rasa, tetapi sama-sama tidak berani mengambil kesempatan. Penasaran akan kelanjutan kisah Matt & Mou? Intip lebih banyak tentang novel ini dengan membaca artikel ulasan ini sampai selesai ya!

Profil Wulan Fadila Fatia – Penulis Novel Matt & Mou

Wulan Fadila Fatia adalah wanita kelahiran 15 Agustus 1999. Ia lebih dikenal dengan nama pena Wulanfadi. Wulan memulai kariernya sebagai penulis melalui platform Wattpad sejak tahun 2012. Pada 2015, kisah karyanya yang berjudul A: Aku, Benci & Cinta berhasil diterbitkan dalam bentuk novel, kemudian dua tahun setelahnya, novel ini diadaptasi menjadi film layar lebar dengan judul yang sama.

Wulanfadi menempuh pendidikan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 68 Jakarta (2011-2014), lalu melanjutkan ke SMA Negeri 3 Bogor (2014?2017). Setelah lulus dari sekolah menengah, Wulanfadi mengikuti program pendidikan profesional di CEP-CCIT FTUI pada tahun 2018. Wulanfadi berhasil menyelesaikan studinya pada tahun 2020 dan memperoleh sertifikat profesional dalam Teknologi Informasi.

Cek di Balik Pena : Beby Chaesara

Sampai saat ini, Wulanfadi masih aktif menghasilkan karya-karya lainnya. Ia sudah berhasil menyelesaikan 48 cerita yang diunggah di aplikasi Wattpad, dan 12 di antaranya bahkan sudah diterbitkan dalam bentuk fisik. Selain itu, Wulanfadi kerap kali dipercaya untuk menjadi pembicara dan motivator untuk generasi muda.

Adapun beberapa novel karya Wulan Fadila Fatia yang berhasil diterbitkan, yaitu:

  • A: Aku, Benci dan Cinta (2015)
  • Matt & Mou (2016)
  • R: Raja, Ratu & Rahasia (2016)
  • With Julian (2016)
  • Brothermaker: Mimpi, Luka dan Cerita Kemenangan Kita (2016)
  • I Wuf You (2017)
  • Me and My Broken Heart (2018)
  • Story of Seth (2019)
  • Sadena dan Sandra (2019)
  • Daisy (2019)
  • R: Raja, Ratu & Rindu (2020)
  • Wattpad Tips (2021) – bersama Shireishou

Sinopsis Novel Matt & Mou

Lo tahu cerita “klise” tentang persahabatan antara cowok dan cewek? Pada akhirnya, mereka akan saling jatuh cinta dan menjalin hubungan bersama. Ya, cerita gue hampir saja sama dengan cerita klise itu. Bedanya, gak berakhir bersama, karena perasaan ini gak berbalas.

Gue tahu akan itu. Gue mampu memahaminya sejelas hitam di atas putih. Gue pikir begitu, untuk saat ini, dan juga ke depannya. Gue bukan tipe cowok humoris, apalagi tipe cowok romantis yang diidamkan para cewek. Gue hanya sosok cowok pendiam.

Jarang ngomong, jarang terlihat. Ya, begitulah aku. Dari keenam temen cowok gue, gue yang paling pendiam. Gue terkadang malas juga berinteraksi. Mereka menyebut gue sebagai antisosial. Bahkan, Juna, sahabat gue sendiri menyebut gue sebagai cowok salju, saking dinginnya.

Gue gak dingin sih, hanya malas ngomong aja. Malas bergaul sih lebih tepatnya. Walaupun begitu, sejak kecil, ada satu orang yang selalu maksa untuk masuk ke hidup gue. Dia juga selalu nempel ke gue kayak lem dari dulu.

Dia selalu mengikuti ke mana-mana. Dia suka heboh sendiri, sering grasak-grusuk. Dan suara ketawanya bagaikan iblis dari neraka paling bawah. Oke, kiasan ini kayanya berlebihan.

Dia juga suka merengek untuk meminta gue untuk ngomong dan lain sebagainya. Dari kelas lima SD sampai sekarang, kebiasaannya tetap gak berubah. Dia selalu datang ke rumah gue setiap pagi untuk berangkat sekolah bareng. Berhubung rumah kami memang satu kompleks perumahan.

Ketika jam istirahat sekolah, dia selalu saja duduk di samping gue. Perna juga dia nyaris ikut gue ke toilet cowok. Serem banget! Seluruh hal konyol yang dia lakukan kadang membuat kesabaran gue habis.

Dan, gue pernah membentaknya, mengatainya sebagai orang aneh. Gue juga bilang kalo gue gak suka dia mengganggu gue. Gue juta gak suka sama sikapnya yang gak jelas itu. Dan gue memohon dengan sangat untuk berhenti ganggu gue lagi.

Dulu, gue yakin dia akan nangis dan berlari menjauh setelah gue bentak kaya tadi. Persis saat gue menolak pernyataan cinta anak kelas sebelah pas kelas lima SD. Oke, sebagai tambahan, selain pendiam, omongan gue itu tajam.

Catat itu, kalau perlu digaris bawahi. Namun, sangat tidak terduga, orang yang memaksa masuk ke hidup gue itu responnya malah nyengir, lalu duduk di sebelah gue dengan santai. Gue langsung menyingkir. Takut virus ketidakjelasannya menular.

Saat itu, suara cerianya terdengar ke telinga gue, dia mengatakan bahwa Mou hanya mau nemenin Matt yang sendirian mulu dari TK sampai sekarang. Saat itu, gue baru sadar, setelah bertahun-tahun diganggu dia.

Setelah semua hal konyol yang dia lakukin, gue terlalu menutup telinga di saat sosoknya hadir. Gue gak pernah menyadari tujuan baiknya. Dia punya nama yang unik, Mou namanya. Gue hanya bisa terdiam.

Mata kami saling menatap. Gue ingat, Mou sering menatap gue. Sedangkan, gue selalu membuang muka saat sosoknya muncul di kelas, atau di mana pun. Bagaikan dia kuman yang harus gue hindari. Betapa brengseknya gue ketika menyadari itu.

Bibir gue hanya bisa membentuk senyum kecil, tetapi Mou langsung melompat senang dan merayakan gue yang akhirnya bisa senyum ke dia. Gue bengong, karena menganggap anak ini aneh. Mungkin memang gue harus menjauhinya.

Bukan hanya namanya yang unik, ternyata sifatnya juga unik. Dia bahkan gak sakit hati ketika gue membentaknya. Itulah awal pertemanan kami. Beribu hari sudah kami lalui sejak hari itu. Sepuluh musim telah berlalu. Lima tahun berganti kelas.

Selama lima tahun bersama itu, kami melewatinya dengan suka dan duka. Dan pada tahun keenam, gue akan menyatakan perasaan gue yang sebenarnya kepada cewek yang memiliki nama unik ini. Apa gue bisa melakukannya?

Gue Matt, dan ini kisah gue dengan Mou, seorang cewek yang sifat dan kelakuannya ajaib banget. Gue memberi judul cerita ini: “Matahari dan Pluto”. Satu pihak seperti matahari yang adalah pusat tata surya, dan pihak lain hanyalah Pluto yang bahkan sudah tidak dianggap lagi kehadirannya.

Matt dan Mou merupakan sepasang sahabat yang tidak bisa menghindari hal-hal klise dalam persahabatan antara cowok dan cewek kebanyakan. Bahwa, mungkin ada salah satu pihak yang memendam rasa lebih dari sekadar kepada sahabat.

Persahabatan Matt & Mou bisa terjalin sangat erat, karena sifat mereka berdua yang sangat bertolak-belakang. Matt adalah sosok lelaki yang dingin, cuek, kaku, bahkan keras. Namun, sifat itu tidak berlaku untuk Mou, karena Matt sudah menganggap Mou seperti adik kandungnya yang membutuhkan pendampingan dan bimbingan.

Lalu, Mou adalah sosok perempuan ceria yang bawel, manja, dan pemalas. Jadi, tidak heran kalau Matt selalu menemani dan menjaga Mou ke manapun dan dimanapun dia berada. Mou juga sudah menganggap Matt sebagai kakak kandungnya sendiri.

Suatu saat, Mou menyukai dan mulai menjalin hubungan dengan Reza yang merupakan teman Matt. Reza adalah seorang vokalis dari band lokal yang telah memiliki banyak penggemar. Tidak hanya mempunyai suara yang indah, Reza juga memiliki rupa yang menawan dengan proporsi tubuh yang bagus dan wajah yang tampan.

Mengetahui akan hubungan Mou dan Reza, Matt memberikan sejumlah syarat kepada Reza untuk bisa mendekati Mou, dan seluruh syarat itu disetujui oleh Reza. Pada saat Mou mulai kesal dengan tingkah laku Matt yang sangat protektif, Mou memiliki ide untuk menjodohkan Matt dengan perempuan supaya Matt berhenti ikut campur dalam hubungannya dengan Reza.

Lalu, bagaimana hubungan Matt dan Mou? Apakah mereka bisa terus bersama? Atau Mou akan menjadi kekasih Reza? Biar nggak penasaran, yuk dapatkan novelnya di gramedia.com.

 

Kelebihan dan Kekurangan Novel Matt & Mou

Pros & Cons

Pros
  • Novel ini mengangkat kisah cinta remaja yang ringan dan menarik dengan tema sahabat jadi cinta.
  • Eksekusi penulisan kisah ini juga baik dengan menggunakan bahasa santai sehari-hari ala anak muda.
  • Narasi kisah ini dituliskan dengan lugas dan mengalir.
  • Penulis membangun karakter yang ada di dalam novel ini dengan kuat, di mana melahirkan sosok yang memotivasi.
  • Interaksi antartokoh menarik untuk diikuti.
  • Dalam novel ini pembaca dapat menemukan penggalan puisi yang semakin menghidupkan suasana cerita.
  • Penulis dinilai cakap berpindah dari plot satu ke plot yang lainnya, sehingga ceritanya bisa dinikmati dengan mudah.
Cons
  • Beberapa bagian cerita yang dinilai tidak konsisten.
  • Ditemukan juga repetisi beberapa informasi di beberapa bagian.
  • Kisah ini sangat ringan, sehingga alur kisah ini dinilai sangat mudah ditebak.
  • Pembaca juga masih menemukan kesalahan dalam penulisan dan tata bahasa yang masih belum sempurna.
  • Dalam kisah ini ditemukan tokoh yang tiba-tiba muncul, yang seakan penting, tetapi ternyata tidak memiliki peran yang besar.
  • Bagian penutup kisah ini dinilai kurang realistis.

Kelebihan Novel Matt & Mou

Jika melihat dari sinopsis di atas, dapat diketahui bahwa novel ini mengangkat kisah cinta remaja yang ringan dan menarik. Di mana persahabatan yang berubah menjadi cinta. Ditambah lagi, Wulanfadi mengambil latar dunia sekolah, yakni lingkungan SMA, yang menjadikan kisah ini lebih dekat dengan kehidupan pembaca.

Eksekusi penulisan kisah ini juga dinilai baik, di mana penulis menggunakan bahasa santai sehari-hari ala anak muda. Hal ini menjadikan kisah ini lebih mudah lagi untuk dimengerti. Narasi kisah ini dituliskan dengan lugas dan mengalir.

Penulis juga membangun karakter yang ada di dalam novel ini dengan kuat, di mana melahirkan sosok yang memotivasi. Sosok Mou dapat memotivasi para pembaca untuk senantiasa menjadi sosok yang kuat, ceria, dan tidak mudah menyerah meskipun cobaan hidup sangat berat. Lalu, sosok Matt memotivasi pembaca untuk memberikan yang terbaik kepada orang yang dikasihinya.

Interaksi antartokoh juga menarik untuk diikuti, terutama interaksi antar Matt & Mou yang menggemaskan, romantis, dan menyedihkan. Berpadu dengan konflik yang disajikan, menjadikan kisah ini terus menarik perhatian dan membuat pembaca penasaran akan kelanjutan kisahnya.

Di novel ini juga, Anda dapat menemukan penggalan puisi yang semakin menghidupkan suasana cerita. Hal ini menjadi bagian yang menarik, pembaca untuk terus membacanya. Selain itu, novel ini juga menyertakan beberapa gambar sederhana yang menghiasi lembaran novel ini.

Secara keseluruhan, alur kisah Matt & Mou ini secara dinilai baik dan ritmenya dinilai pas. Penulis dinilai cakap berpindah dari plot satu ke plot yang lainnya, dan ceritanya bisa dinikmati dengan mudah. Pembaca juga bisa merasakan berbagai emosi bersama para tokoh cerita ini.

Kekurangan Novel Matt & Mou

Selain memiliki kelebihan, novel Matt & Mou ini masih memiliki kekurangan. Pembaca menemukan beberapa bagian cerita yang dinilai tidak konsisten. Selain itu, ada juga repetisi beberapa informasi di beberapa bagian. Hal-hal yang sudah pernah dijelaskan sebelumnya kembali dijelaskan lagi, meskipun dalam format yang berbeda.

Lalu, oleh karena kisah ini sangat ringan, alur kisah ini dinilai sangat mudah ditebak. Kemudian, pembaca juga masih menemukan kesalahan dalam penulisan dan tata bahasa yang masih belum sempurna.

Lalu, dalam kisah ini juga ada tokoh yang tiba-tiba muncul, yang seakan penting, tetapi ternyata tidak memiliki peran yang besar. Hal ini cukup membuat pembaca merasa bingung.

Kemudian, bagian penutup kisah ini juga dinilai kurang  realistis, walaupun disertakan epilog juga untuk memperjelas akhir kisahnya. Namun, secara keseluruhan cerita ini tetap menarik.

Pesan Moral Novel Matt & Mou

Dari kisah Matt & Mou, kita bisa belajar untuk menerima siapapun sosok yang ada di sekitar kita dengan apa adanya. Misalnya, seperti Mou menerima Matt yang cuek, dingin, dan keras, dengan alasan Mou tak ingin Matt kesepian. Ia dengan tulus ingin menjadi teman Matt.

Begitu juga dengan Matt yang menerima segala keunikan Mou. Ia juga tulus mengasihi Mou dengan selalu menjaga dan mendampingi Mou dimanapun ia berada. Ia menghadirkan kehangatan kepada orang yang benar dikasihinya.

Dari kisah ini, kita juga dapat belajar bahwa sejatinya rasa cinta tak bisa disangkal dan ditutupi. Sekeras apapun kita mencoba untuk menyangkal perasaan itu atau menutupinya, suatu hari nanti perasaan itu akan menunjukkan dirinya.

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Matt & Mou karya Wulan Fadila Fatia. Penasaran akan kelanjutan kisah cinta kedua sahabat ini? Yuk langsung saja dapatkan novel ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rating: 3.80

Penulis: Gabriel

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy