in

Review Novel Paris by Prisca Primasari

Review Paris by Prisca Primasari – Paris, kota cinta dan keindahan, telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia. Banyak orang bermimpi untuk mengunjungi Paris setidaknya sekali dalam hidup mereka. Namun, bagi Prisca Primasari, Paris bukan hanya sekadar kota, tetapi juga rumah bagi kehidupan barunya.

Dalam bukunya yang berjudul “Paris”, Prisca Primasari mengajak pembaca untuk menemukan keindahan dan pesona kota tersebut melalui pengalaman dan cerita pribadinya. Buku ini terdiri dari 10 bab, masing-masing berisi kisah-kisah Prisca selama tinggal di Paris selama beberapa tahun.

Nah, apakah kalian sudah penasaran dengan novel Paris by Prisca Primasari? Yuk, kita bahas lebih dalam mengenai novel yang satu ini. Ambil posisi rileks, dan simak baik-baik penjelasan dari kami ya, Grameds!

Review Paris Prisca Primasari 

Paris

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya kalau buku ini terdiri dari 10 bab yang mana setiap bab memiliki tema yang berbeda, mulai dari makanan, mode, seni, hingga kehidupan sosial dan budaya Paris.

Buku ini tidak hanya berisi cerita Prisca, tetapi juga gambar-gambar indah yang menampilkan keindahan kota Paris dan sekitarnya. Salah satu hal yang menarik dari buku ini adalah cara Prisca menggambarkan kehidupan di Paris.

Dia tidak hanya menunjukkan sisi glamor dan indahnya kota tersebut, tetapi juga mengungkapkan sisi lain yang mungkin kurang diketahui oleh banyak orang. Dia membahas tantangan dan kesulitan yang dihadapinya selama tinggal di Paris, mulai dari bahasa yang berbeda hingga perbedaan budaya yang sering kali menyulitkan.

Namun, meskipun menghadapi tantangan, Prisca tetap mencintai Paris dan menikmati segala yang ditawarkan oleh kota tersebut. Dia menunjukkan kepada pembaca bagaimana kehidupan di Paris dapat mengubah diri seseorang secara positif dan memberikan pengalaman hidup yang tak terlupakan.

Salah satu bab yang menarik dalam buku ini adalah “Food & Drink“, di mana Prisca membahas tentang makanan dan minuman di Paris. Dia menunjukkan betapa makanan di Paris sangat beragam dan menggugah selera. Dia juga membagikan cerita tentang pengalaman mencicipi makanan dan minuman khas Paris, seperti croissant, quiche, dan wine.

Cek di Balik Pena : Beby Chaesara

Bagi pembaca yang gemar kuliner, bab ini tentu menjadi hal yang menarik dan dapat menginspirasi untuk mencoba makanan khas Paris di masa mendatang.

Selain itu, buku ini juga membahas tentang seni dan budaya di Paris. Prisca membahas tentang museum dan galeri seni di Paris, seperti Louvre dan Musée d’Orsay. 

Dia juga membahas tentang pementasan opera dan teater di kota tersebut. Bagi pembaca yang tertarik dengan seni dan budaya, buku ini memberikan gambaran tentang kekayaan seni dan budaya yang ada di Paris. Buku ini juga menampilkan gambar-gambar indah yang memperlihatkan keindahan kota Paris.

Dari pemandangan Eiffel Tower, Notre-Dame, hingga gedung-gedung bergaya arsitektur khas Paris, Prisca menunjukkan betapa kota ini sangat menakjubkan.

Bagi pembaca yang belum pernah ke Paris, gambar-gambar ini tentu menjadi inspirasi untuk mengunjungi destinasi yang menakjubkan disana. Kota yang romantis, indah, dan penuh pesona menjadi destinasi idaman bagi kita semua.

Gaya bahasa yang digunakan Prisca Primasari dalam menulis novel ini sangat indah sekali. Seperti pada sinopsisnya, cerita yang tuliskan penuh dengan aura romansa yang memberi kesan hangat dan romantis ketika kita membacanya. Semuanya mengalir begitu saja karena alur cerita dalam novel ini sangatlah sederhana.

Umumnya, pada novel-novel tentang cinta, ceritanya akan diawali dengan bagaimana satu sama lain mengalami fase di mana mereka saling malu ketika bertemu, merasa canggung, dan masih menjaga citra diri agar tidak bertingkah seenaknya. Ada juga yang cerita cintanya dimulai dengan berpura-pura benci padahal sebenarnya cinta. Sangat klise ya, Grameds, tapi tidak dengan novel yang satu ini.

Kalian pasti sudah tidak asing atau mungkin sudah bosan dengan cerita novel yang mengisahkan seorang laki-laki dengan paras tampan, memiliki sikap yang dingin, dan dewasa. Nah, novel Paris by Prisca Primasari memiliki peran laki-laki yang tidak seperti laki-laki pada umumnya.

Sinopsis Paris by Prisca Primasari

Paris

Pembaca tersayang,

Dari Paris, secercah cerita cinta mengalir, menggambarkan campuran berharga dari tangan yang terampil yaitu Prisca Primasari, dimana beliau telah terkenal dengan reputasi sukses dari karya sebelumnya yakni Éclair, kemudian Beautiful Mistake, serta Kastil Es dan juga Air Mancur yang Berdansa.

Menceritakan tentang sebuah pertemuan karena takdir Aline dengan seorang laki-laki yang bernama Sena. Diluar dari hal-hal menarik yang Aline temukan di diri orang tersebut, Sena menyimpan sebuah kisah misteri, seperti kenapa Aline diajak untuk menemuinya di Bastille yang dimana tempat itu adalah bekas penjara, pada jam 12 malam lagi? Dan kenapa juga laki-laki itu sangat suka mendatangi tempat-tempat seram seperti pemakaman Père Lachaise yang kata orang-orang angker?

Tapi, setiap tempat pasti punya cerita.

Dan ini dia sepotong cerita cinta yang kami kirimkan dari Paris beserta perangko yang wanginya harum.

Nikmati perjalanannya,

EDITOR.

Dalam buku ini, kisah yang diceritakan adalah tentang seorang perempuan yang bernama Aline Ofeli. Aline adalah seseorang yang melanjutkan studi di Paris untuk memenuhi keinginan terbesar ayahnya yang telah pergi. Di cerita tersebut, Aline menyukai seorang laki-laki yang diberi julukkan Ubur-Ubur.

Laki-laki ini bekerja di tempat yang sama seperti Aline yaitu di Bistro Lombok. Namun, Aline mengalami patah hati karena laki-laki ini berpacaran dengan wanita lain di depannya tanpa mengetahui perasaan Aline. Karena patah hati itu, Aline akhirnya menenangkan diri dengan pergi ke sebuah taman.

Di taman tersebut, ia menemukan sebuah pecahan porselen di tempat dekat ia duduk. Pecahan porselen tersebut ternyata merupakan bagian dari takdir Aline. Dengan membawanya satu persatu dari pecahan tersebut, ketika disatukan ia menemukan nama yang tertulis pada porselen itu.

Nama yang tertulis adalah Aeolus Sena. Nama yang unik, dan tidak diketahui oleh Aline. Akhirnya Aline mencari tahu lebih jauh tentang nama yang ia temukan pada porselen tersebut. Ia mencari lewat internet. Akhirnya, ia menemukan email yang ia sendiri tidak tahu apakah email tersebut masih aktif atau tidak, namun nama Aeolus Sena itu ada di kotak masuknya.

Aline pun bergegas untuk membalas email tersebut. Tidak disangka, Aeolus Sena membalas email darinya. Aeolus Sena menjawab email Aline dengan cukup janggal. Ia langsung membuat perjanjian pertemuan misterius di Place de la Bastille pada malam hari, di jam 12 malam.

Dikenal dengan tempat yang paling banyak hantunya di Paris karena tempat tersebut merupakan tempat yang digunakan untuk menghukum para tahanan dengan memenggal kepala mereka, Aline langsung terkejut dan juga takut dengan ajakan tersebut. Namun, Aeolus Sena ini sangat memaksa Aline hingga memohon-mohon padanya sampai Aline tidak bisa menolak permintaannya tersebut.

Akhirnya, setelah Aline menyetujui pertemuan tersebut, Aline dengan ragu dan khawatir memikirkan banyak kemungkinan. Hingga tiba di hari pertama pertemuan tersebut, Aeolus Sena tanpa alasan membatalkan janji tersebut dan membiarkan Aline sendirian di tempat berhantu tersebut. Aeolus Sena meminta untuk menemuinya di esok hari.

Anehnya, Aline menyetujui permintaan tersebut dan ia pun pulang dari sana. Dengan rasa penasaran yang belum terjawab, Aline terus memikirkan banyak kemungkinan yang tidak kunjung terjawab di kepalanya. Ia masih penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Aeolus Sena.

Lagi-lagi, di hari kedua Aeolus Sena membatalkan janjinya. Aline marah besar karena hal itu dan Aeolus Sena tetap meminta Aline untuk datang lagi di hari besoknya. Aline tetap menyetujui untuk menemuinya.

Untungnya, di hari ketiga Aeolus Sena benar-benar datang ke tempat itu untuk menemui Aline. Aline terkejut karena sikap Sena yang ceria, dan sikap yang ia tidak sangka. Sebagai ungkapan terima kasih atas porselen yang ditemukan oleh Aline, Aeolus Sena memberikan tiga kesempatan untuk Aline dikabulkan permintaannya.

Semenjak hari itu, mereka juga semakin sering bertemu. Aeolus Sena sangat tertutup dengan kehidupannya. Aline dengan segala rasa penasarannya, pantang menyerah untuk menanyakan dan mencari tau tentang kehidupan Sena yang misterius ini. Ia juga masih penasaran dengan porselen yang nampak mahal itu.

Lama-lama, Aline semakin terlibat dengan masalah rumit yang sedang dihadapi oleh Aeolus Sena. “Sebelumnya, aku tidak pernah betul-betul menemui hal yang membuat bertanya-tanya. Kadang, memang aku memiliki reaksi yang berlebih terhadap sesuatu seperti mati lampu atau lupa membawa dompet di rumah atau rasa sup yang kurang cocok.

Lalu, bagaimana akhir dari kisah Aline Ofeli? Segera cari tahu akhir cerita dari novel Paris agar kamu tak semakin penasaran.

 

Kelebihan dan Kekurangan dari Paris by Prisca Primasari

Paris

Pros & Cons

Pros
  • Alur ceritanya mengalir dan deskripsi tentang latar tempat dan suasana sangat detail.
  • Cerita yang disajikan seperti diari atau buku cerita harian dan disertai dengan ilustrasi di setiap bab.
  • Deskripsi karakter yang jelas sehingga membuat pembaca tertarik untuk membacanya.
  • Cerita yang dihadirkan dapat memainkan emosi pembaca
Cons
  • Terdapat salah pengetikan atau typo pada penulisan cerita yang membuat tidak nyaman.
  • Kurang menyatunya suasana di antara latar tempat dengan setiap tokoh yang ada dalam cerita.
  • Banyak campuran bahasa antara Prancis dan Indonesia membuat sebagian orang yang membacanya sedikit bingung.

 

Kelebihan dari Novel Paris by Prisca Primasari

  • Untuk kelebihan dari buku ini, yaitu buku ini memiliki rangkaian cerita yang mengalir dari satu kejadian ke kejadian berikutnya dengan halus dan jelas. Bagaimana penulis mendeskripsikan latar tempat dan situasinya dalam bentuk tulisan juga berhasil membuat pembaca bisa membayangkan dengan jelas suasana dalam cerita tersebut tanpa melihatnya.
  • Selain itu, cara penulisan yang menggunakan konsep diari atau catatan harian ini juga menjadi nilai tambah karena kita bisa lebih mudah mencerna kata-kata dan cerita yang disampaikan karena bahasa yang digunakan tidak terlalu rumit, berat, dan membingungkan. Justru, dalam novel ini gaya bahasa yang digunakan sangat memenuhi perasaan pembacanya karena disampaikan dengan penuh perasaan yang romantis dan hangat.
  • Pendeskripsian karakter yang sangat detail juga membuat para pembacanya menjadi sangat antusias dalam mengenal setiap tokoh. Ditambah, tokoh dalam cerita tersebut digambarkan memiliki karakter-karakter yang unik, yang menyenangkan dan juga apa adanya.
  • Cerita yang disajikan juga lumayan membuat pembaca dimainkan emosinya, dan membuat mereka menduga-duga. Kadang ada bagian yang bisa dengan mudah ditebak, namun banyak bagian cerita yang sangat tidak terduga dan mengejutkan.

Paris

Kekurangan dari Paris by Prisca Primasari

  • Beberapa salah pengetikan membuat pembaca merasa sedikit tidak nyaman.
  • Situasi yang terkesan dibuat seakan-akan sedang di Paris karena latar tempat kurang menyatu dengan tokoh dalam cerita.
  • Bahasa Prancis dan Bahasa Indonesia yang tercampur dalam dialog membuat pembaca sedikit tersendat ketika membayangkan percakapan tersebut.

Setelah penjelasan mengenai sinopsis, dalam novel Paris by Prisca Primasari beserta kekurangan kelebihannya, dapat dikatakan bahwa novel ini termasuk sebagai novel yang ringan untuk dibaca, dan memainkan imajinasi kita. Bagaimana pembawaannya dalam membuat kita terbayang jelas situasi di Paris, menjadi nilai tambah untuk novel tentang Paris yang satu ini.

Nah, Grameds, kalau kalian penasaran dengan apa yang terjadi dengan Aline, Sena dan Ezra selanjutnya, yuk langsung kepoin sendiri isi dari novel ini. Kalian bisa memperoleh buku Paris by Prisca Primasari di Gramedia.com ya!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Alicia

 

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy