in

Review Normal People Karya Sally Rooney

Novel Normal People karya Sally Rooney merupakan sebuah novel yang terbit pada tahun 2018 dan ditulis oleh penulis asal Irlandia. Novel Normal People merupakan novel kedua yang ditulis oleh Sally Rooney yang terbit setelah Conversation with Friends pada tahun 2017. Buku ini pertama kali diterbitkan oleh Faber and Faber, pada 30 Agustus tahun 2018.

Buku ini menjadi novel paling laris di Amerika Serikat dan terjual hampir sebanyak 64.000 eksemplar dalam bentuk hard cover pada empat bulan pertama usai perilisannya. Karena pencapaiannya, buku ini juga mendapatkan pujian kritis serta mendapatkan nominasi Emmy Awards pada adaptasi televisi dengan nama yang sama yaitu Normal People dan ditayangkan pada April 2020 di BBC Three dan Hulu. Beberapa publikasi menempatkannya sebagai salah satu buku terbaik pada tahun 2010. Penasaran dengan Normal People karya Sally Rooney? Simak review singkatnya berikut ini!

Profil Penulis Normal People, Sally Rooney

Sumber: The Guardian

Sally Rooney adalah seorang penulis wanita asal Irlandia. Ia debut dengan menerbitkan novel berjudul Conversations with Friends yang diterbitkan pada tahun 2017 dan novel keduanya adalah Normal People, terbit setahun setelah debutnya. Sementara itu, novelnya yang berjudul Beautiful World, Where Are You terbit pada tahun 2021.

Rooney lahir pada 20 Februari 1991 di Castlebar dan tumbuh besar di kota tersebut. Ayahnya bekerja untuk Telecom Eireann, sementara sang ibu mengelola sebuah pusat seni dan juga memiliki seorang kakak laki-laki dan adik perempuan.

Sally Rooney belajar bahasa Inggris di Trinity College Dublin dan menjadi seorang sarjana pada tahun 2011. Ia lalu melanjutkan pendidikannya, akan tetapi ia tidak menyelesaikan gelar master dalam bidang politik di universitas yang sama, akan tetapi ia menyelesaikan gelar dalam sastra Amerika.

Ia menjadi pembicara utama pada Kejuaraan Debat Universitas Eropa di tahun 2013 sebelum akhirnya berkarir menjadi seorang penulis, ia bekerja di bidang administrasi di sebuah restoran.

Sally Rooney menyelesaikan novel pertama yang ia gambarkan sebagai sampah seutuhnya di usia 15 tahun, ia lalu mulai menulis terus menerus di akhir tahun 2014. Ia kemudian menyelesaikan novel debutnya yaitu Conversation with Friends, sementara itu ia masih kuliah untuk mendapatkan gelar master pada bidang sastra Amerika. Selama 3 bulan, ia menulis sebanyak 100.000 kata dalam buku tersebut.

Usai menandatangani kontrak dengan agen sastra yaitu Tracy Bihan dari The Wylie Agency, novel debutnya Conversations with Friends pun menjadi sasaran dari pelelangan tujuh pihak untuk hak penerbitannya.

Hak terbit tersebut, kemudian akhirnya dijual di 12 negara. Conversation with Friends akhirnya diterbitkan pada bulan Juni 2017 oleh penerbit Faber and Faber. Novel tersebut lalu dinominasikan pada penghargaan Swansea University International Dylan Thomas Prize pada tahun 2018 dan Folio Prize di tahun yang sama.

Novel keduanya yaitu Normal People kemudian diterbitkan pada September 2018 oleh penerbit yang sama yaitu Faber and Faber. Di bulan Juli 2018, novelnya kemudian masuk dalam daftar panjang nominasi untuk penghargaan Man Booker Prize di tahun 2018 dan bersaing dengan 12 buku fiksi lainnya.

Pada 27 November tahun 2018, Sally Rooney berhasil memenangkan Irish Novel of the Year di Irish Book Awards. Novel Normal People kemudian memenangkan Costa Book Award pada bulan Januari 2019 dan telah dinominasikan untuk Dylan Thomas Prize di tahun 2019. Lalu pada bulan Maret tahun 2019, Normal People kembali masuk daftar panjang nominasi Women’s Prize for Fiction.

Sinopsis Novel Normal People Karya Sally Rooney

Judul Buku : Normal People

Penulis Buku : Sally Rooney

Penerbit : Faber and Faber

Tahun Terbit : 2018

Tanggal Terbit : 30 Agustus

Jumlah Halaman : 266 halaman

Novel Normal People karya Sally Rooney mengikuti persahabatan serta hubungan yang cukup kompleks antara dua remaja bernama Connell dan Marianne. Kedua sahabat tersebut bersekolah di sebuah sekolah menengah yang sama di County Sligo, Irlandia dan kemudian melanjutkan pendidikannya di Trinity College Dublin (TCD).

Kisah dari novel Normal People memiliki latar waktu selama masa kemerosotan ekonomi di Irlandia yaitu pasca tahun 2008 mulai dari tahun 2011 hingga tahun 2015. Connell merupakan seorang siswa sekolah menengah yang cukup populer, memiliki paras tampan serta sangat cerdas.

Connell memulai hubungannya dengan Marianne, seorang siswa yang tidak cukup populer dan berbeda dengan dirinya, memiliki sifat menakutkan akan tetapi memiliki otak yang sama cerdasnya dengan dirinya. Ibu Marianne mempekerjakan ibu Connell sebagai pembersih.

Pada akhirnya, Connell berselingkuh dan ia harus merahasiakan perselingkuhan tersebut dari semua teman, sahabat dan tentu saja dari Mariane karena ia merasa malu. Namun pada akhirnya, ia menghadiri Trinity bersama dengan Marianne usah musim panas dan berdamai dengan dirinya.

Marianne yang kaya akhirnya bisa berkembang di universitasnya, menjadi seorang wanita yang cantik serta populer, sementara Connell berjuang untuk pertama kalinya dalam hidupnya untuk dapat menyesuaikan diri dengan baik bersama dengan teman-temannya.

Pasangan ini lalu menjalin kehidupan satu sama lain di tahun-tahun universitas mereka, mengembangkan suatu ikatan yang cukup intens yang akhirnya mengungkapkan trauma serta rasa tidak aman yang menjadikan mereka berdua siapa dirinya yang asli.

Review Normal People Karya Sally Rooney

Grameds tentu setuju, bahwa bagi sebagian orang cinta sejati merupakan suatu hal yang tidak nyata, akan tetapi anggapan ini tidak berlaku bagi Marianne dan Connell. Bayangkan saja, bahwa mereka berdua sejak Sekolah Menengah hingga kuliah selalu bersama. Apakah itu bisa disebut sebagai cinta sejati?

Popularitas merupakan sebuah belenggu. Setidaknya, itulah yang dirasakan oleh Connel, seorang laki-laki populer di sekolah. Ia selalu mencemaskan pendapat orang lain. Ia bahkan tidak berani mengakui hubungannya dengan Marianne, perempuan yang dianggap aneh oleh teman-temannya. Padahal, hanya bersama Marianne lah Connell bisa menjadi dirinya sendiri serta menikmati waktunya.” 

“Ketika berada di bangku kuliah, keadaan pun berbalik. Marianne mendadak menjadi seorang gadis yang banyak diundang di berbagai pesta serta perkumpulan elite, sedangkan Connell justru terabaikan di lingkungan pergaulan kampusnya. 

Hubungan keduanya pun memasuki sebuah babak baru yang jauh lebih rumit, sebab di dalamnya ada trauma, rasa cemas serta penangkalan diri yang selalu mengusik keduanya.” 

Secara pribadi, kualitas dari terjemahan novel Normal People karya Sally Rooney cukup bagus dan mudah dipahami, meskipun di awal membaca, ada beberapa istilah atau kualitas terjemahan yang sulit dimengerti, sehingga harus bolak-balik untuk memahami maksud penulis.

Sally Rooney menggunakan alur campuran untuk menyampaikan kisah dari Connell dan Marianne. Karena alur campuran ini, kisah dari Connell dan Marianne menjadi lebih menarik, akan tetapi juga membuat pembaca menjadi kebingungan untuk mengetahui mana kisah masa kini dan kilas balik.

Meskipun begitu, alur campuran dari novel ini tidak begitu rumit, sehingga masih mudah untuk dicerna dan dinikmati. Contohnya seperti ketika Connell pada akhirnya memutuskan untuk melakukan konseling yang mengarahkan pada penyebab dari kepastiannya untuk melakukan hal tersebut adalah berkaitan dengan kejadian yang menimpa salah satu temannya di masa lalu.

Pembaca kemudian akan dibawa pada kisah Connell yang sedang melakukan konsultasi, lalu melintasi sebuah mesin waktu ke masa lalu ke kejadian yang menimpa teman-temannya.

Pada dasarnya, konflik percintaan yang dihadirkan oleh Rooney dalam novel Normal People sangatlah klise, rasa tidak percaya diri untuk memperjuangkan cinta dikarenakan perbedaan kelas, perasaan overthinking, rasa cemburu dalam dia dan bahkan hingga miskomunikasi. Permasalahan-permasalahan ini adalah permasalahan umum yang biasa ditemui dalam sebuah hubungan.

Sebagai catatan, novel ini mendukung sex selama masa pacaran, seperti bagaimana budaya barat pada umumnya. Sehingga, Grameds yang berusia 17 tahun ke bawah disarankan untuk tidak membaca buku ini ya!

Selain kisah percintaan antara tokoh utamanya, ada konflik lain yang dihadirkan oleh Rooney dalam novel ini yaitu keluarga yang sangat traumatis. Latar belakang dari keluarga Connell serta Marianne yang tidak sempurna.

Melalui kisah latar belakang keluarga Marianne dan Connell ini, pembaca pun akan mulai mempertanyakan sebenarnya seperti apa sih keluarga yang sempurna dan harmonis itu? Pembaca bisa menjadi merefleksikan kembali tentang apa maksud keluarga sempurna dan harmonis itu.

Dalam novel ini, Rooney menceritakan bahwa Marianne merasa tidak nyaman ketika ia berada di rumahnya. Rumah yang seharusnya menjadi tempat nyaman dan aman justru menghadirkan perasaan traumatis bagi Marianne.

Sally Rooney menceritakan kisah Normal People dengan cara mengkaji konflik psikologis antara para tokohnya. Mulai dari asmara, kelas sosial hingga hubungan antar individu yang dirasakan oleh anak-anak muda.

Buku ini tentu mendapatkan penghargaan dan menjadi novel paling laris karena suatu alasan. Rooney melalui buku Normal People berhasil meramu konflik psikologis yang baik, meskipun klise akan tetapi konflik yang dihadirkan justru akan membuat pembaca merasa relate dan dekat.

Sebagai seorang penulis muda, Sally Rooney memiliki gaya serta ciri khasnya sendiri tentang cinta maupun nafsu yang dirasakan oleh anak-anak muda yang terpengaruh dengan lingkungannya serta terisolasi dari rasa rindu.

Rooney juga menceritakan tentang hubungan cinta yang cukup intens akan tetapi dengan cara yang berbeda. Seperti kisah cinta backstreet yang akhirnya gagal karena adanya kesalahpahaman yang datang terus menerus.

Di sisi lain, konflik yang diangkat dalam novel ini adalah ketidakseimbangan antara masalah keuangan dengan hubungan teman dan kekasih. Novel karya Rooney memang memiliki berbagai tema serta banyak obsesi.

Daya tarik utama dari novel ini adalah pada pengamatan Rooney yang tepat pada kisah cinta yang dirasakan oleh dewasa muda. Hal tersebut diperlihatkan dari penderitaan Connell dan Marianne ketika menjalin hubungan asmara. Ada banyak hal yang terlintas dalam pikiran, akan tetapi hal tersebut tidak sempat terucapkan.

Penulis mempertahankan sudut pandang orang ketiga yang dekat, akan tetapi juga bergeser pada tokoh Connell serta Marianne yang menawarkan sisi baru pada pembaca.

Rooney menggunakan bahasa yang jelas dan hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri dalam novel ini. Dialog-dialog yang hadir pun mengekspresikan kesadaran diri dari para tokohnya. Bahkan mengungkapkan rasa ketidaknyamanan serta penghindaran dari Connell serta Marianne.

Kemampun Sally Rooney untuk menyelami setiap detail dari kisah ini menjadikan Normal People istimewa. Setiap detail pada kisah Marianne dan Connel yang emosional menggambarkan karakter kedua tokoh semakin jelas.

Karakter yang memperlihatkan bagian lain dari generasi media sosial, sehingga menjadi suatu cerminan kebenaran dengan menampilkan sebuah kerentanan yang dialami oleh banyak generasi milenial.

Melalui novel Normal People, anak muda, cinta serta hal-hal sepele pun saling berkaitan. Ketiga topik tersebut dirangkai menjadi sebuah novel yang menuntut untuk dibaca secara kompulsif dalam satu kesempatan.

Tertarik dengan novel Normal People? Baca langsung dengan membeli bukunya di gramedia.com!

Kekurangan dan Kelebihan Normal People karya Sally Rooney

Normal People karya Sally Rooney telah mendapatkan banyak penghargaan serta banyak komentar positif dari para kritikus. Novel ini bahkan banyak direview oleh media-media terkenal.

Karena kesuksesan buku ini, Normal People kemudian diadaptasi menjadi sebuah series yang mencapai kesuksesan sama baiknya dengan versi novelnya. Jika Grameds masih ragu untuk membeli dan membaca novel satu ini, Grameds bisa menyimak beberapa kelebihan dan kekurangan novel ini.

Pros & Cons

Pros
  • Gaya penulisan Sally Rooney yang detail ketika menceritakan setiap konflik yang dialami oleh para tokohnya
  • Konflik yang klise, akan tetapi dekat dengan para pembacanya.
  • Banyak quotes menarik yang bisa diambil nilai pelajarannya.
  • Menyajikan konflik psikologis dan konflik lain yang banyak dialami oleh generasi milenial masa kini, Membuat novel ini semakin relatable.
Cons
  • Alur campuran, maju mundur membuat novel ini sulit dipahami
  • Kisah cinta klise, mungkin akan membosankan bagi sebagian orang.

Novel ini mendapatkan rating 3.9 dari 5 bintang. Dengan rating tersebut, novel ini memiliki banyak poin positif yang membuat Grameds harus memasukan novel Normal People dalam daftar wishlist Grameds.

Ada beberapa pula poin negatif, tetapi bisa menjadi poin positif bagi sebagian pembaca. Contohnya adalah kisah percintaan klise yang dialami oleh Connell dan Marianne.

Cerita percintaan klise membuat novel ini akan sedikit membosankan, terutama jika Grameds sudah melewati masa-masa cinta muda atau sudah tidak relate dengan kisah percintaan remaja dewasa.

Namun, kisah percintaan klise dalam novel ini juga bisa menjadi poin kelebihan dari novel ini. Karena bagi pembaca dengan usia yang tidak jauh berbeda dengan para tokohnya, tentunya akan merasa dekat dengan kisah Marianne dan Connell, dengan begitu pembaca pun akan merasa dekat dan lebih memahami maksud dari penulis melalui novel ini.

Poin negatif lainnya adalah alur maju mundur yang sulit untuk dipahami oleh sebagian orang. Karena novel ini adalah novel terjemahan, sebagian pembaca mungkin merasa bingung, mana sih kisah di masa kini dan masa lalu.

Terlepas dari dua poin negatif tersebut, novel Normal People karya Sally Rooney memiliki poin positif yang lebih banyak dan membuat novel ini layak untuk dibaca. Terutama karena keistimewaan Sally Rooney dalam menceritakan kisah Connell dan Marianne yang detail dan dalam.

Itulah review singkat novel Normal People karya Sally Rooney, jika Grameds ingin membeli dan membaca novel lain karya Sally Rooney, Grameds bisa membeli bukunya di gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan berbagai macam buku original dan berkualitas untuk Grameds. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Written by Nandy