in

Review Novel Supernova 5: Gelombang Karya Dee Lestari

Keyword: Supernova 5:Gelombang (2014) – Supernova merupakan sebuah series novel fiksi ilmiah populer yang ditulis oleh Dee Lestari dan pertama kali diterbitkan pada tahun 2001 dengan seri pertamanya berjudul Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh. Series novel Supernova ini terdiri dari enam buku, yaitu Kesatria, Putri dan Bintang Jatuh (2001), Akar (2002), Petir (2004), Partikel (2012), Gelombang (2014), Intelegensi Embun Pagi (2016).

Setiap seri novel Supernova memiliki empat tokoh penting yang keempat tokoh ini memiliki karakter yang berbeda-beda, di antaranya adalah Bodhi, Elektra, Zarah dan Alfa. Bodhi adalah tokoh yang muncul pada seri Akar, Elektra Wijaya muncul pada seri Petir, Zarah Amala muncul pada seri Partikel dan Thomas Alfa Edison Sagala muncul pada seri Gelombang.

Pada seri Supernova 5: Gelombang, Dee Lestari kembali melanjutkan cerita tentang misteri yang mengelilingi setiap tokoh pada seri sebelumnya. Penasaran dengan alur cerita dan review Supernova 5: Gelombang? Simak reviewnya di sini ya!

Sinopsis Cerita Novel Supernova 5: Gelombang


Sebuah upacara gondang merubah segala hal bagi Alfa. Kemunculan dari makhluk misterius yang disebut Si Jaga Portibi oleh Alfa muncul serta menghantui Alfa. orang-orang sakti pun mulai berebutan menginginkan Alfa untuk menjadi murid mereka dan yang paling mengerikan lagi, setiap Alfa tertidur ia tidak bisa beristirahat dengan tenang, sebab tidur telah menjadi pertaruhan nyawa bagi dirinya. Sebab ada sesuatu yang menunggu Alfa di alam mimpi.

Perantauan Alfa pun membawa dirinya jauh hingga ke Amerika Serikat, ia berjuang sendirian sebagai seorang imigran gelap yang ingin merubah nasib maupun statusnya seperti para imigran yang lain.

Pada suatu malam, kehadiran seseorang memicu Alfa untuk menghadapi kekuatan terbesar yang ia miliki. Alam mimpi Alfa yang selama ini ia takuti, rupanya menyimpan rahasia besar yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di Lembang Yarlung, Tibet Alfa pun mulai mendapatkan jawaban atas rahasia-rahasia tersebut.

Sementara itu, pencarian Gio di Rio Tambopata menemui jalan buntu. Pada saat yang tidak terduga, seorang laki-laki yang pernah menemui dirinya di Vallegrande kembali muncul. Laki-laki tersebut kemudian mengarahkan Gio pada sebuah pencarian baru. Petunjuk yang diberikan adalah sebuah empat batu bersimbol yang merepresentasikan empat orang dan Gio adalah salah dari keempat orang tersebut.

Review Novel Supernova 5: Gelombang

Judul : Supernova 5 Gelombang
Penulis : Dee Lestari
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Terbit : Oktober 2014
Tebal Buku : 492 halaman
ISBN :978-602-2910-57-2

Seperti halnya seri dari novel Supernova yang lain, Supernova 5: Gelombang ini juga mendapatkan sambutan hangat dari pembaca setia Dee Lestari terutama bagi para pembaca yang sudah penasaran dengan kelanjutan kisah dari tokoh-tokoh yang sebelumnya telah muncul pada keempat seri Supernova yang lainnya.

Ketika pertama kali rilis, yaitu pada tahun 2014, novel ini pun langsung laris manis dan menjadi incaran banyak orang. Jika Grameds penasaran dengan novel Supernova 5: Gelombang dan masih ragu, Grameds bisa menyimak review novel Supernova 5 berikut ini.

Gelombang adalah seri kelima dari novel Supernova karya Dee Lestari. Dalam seri ini, Dee Lestari mengawali kisah dalam seri dengan tokoh Gio yang sedang mencari Diva di tengah belantara hutan Amazon yang terpencil. Setelah genap 40 hari, Diva lenyap di hutan Amazon tanpa jejak dan tanpa kabar.

Gio yang mulanya tidak dapat menerima kenyataan bahwa pencariannya akan sia-sia akhirnya harus mengakui bahwa semua telah berakhir tanpa mendapatkan jawaban, akhirnya Gio pun harus menghentikan usahanya dan terpaksa merasa cukup dengan apa yang ia raih selama ini.

Dua kata bagi Gio yang telah cukup untuk menghentikan usahanya. Di sebuah gang kecil di pusat kota Cusco, Gio menyerah setelah mendengar Diva berbisik padanya se acabo yang artinya sudah berakhir.

Di Cusco, Gio akhirnya bertemu kembali dengan seorang laki-laki misterius yang sebelumnya pernah memberikan empat buah batu di Vellengrade. Gio pun bergeming. Di belahan bumi yang lainnya, satu dekade sebelumnya, Sianjur Mula-Mula yaitu sebuah desa yang berada di pedalaman tanah batak, Alfa atau yang akrab disapa Ichon menyaksikan sebuah ritual besar.

Suara Gondang melebur dengan tiupan serunai bapak yang membuat bulu kuduk siapapun yang mendengarkan berdiri, merinding. Eten dan Uton telah biasa menyaksikan ritual tersebut, tetapi ini adalah hal baru bagi Ichon dan malam itu menjadi awal dari petualangan panjangnya.

Dalam kegelapan, di tiang-tiang penyangga rumah ada sosok hitam besar dengan manik-manik kuning menyala dan menampakan dirinya. Ompu Togu Urat, seorang dukun sakti di desa tersebut menyebut makhluk misterius tersebut sebagai si Jaga Portibi.

Peristiwa malam itu pun berhasil menggemparkan satu kampung. Mulai dari cakap senja, Ompu Togu Urat ingin mengangkat Ichon sebagai muridnya dan ia memberikan dua gugus batu yang telah dibungkus dalam kain hitam dan membuat batu tersebut seperti sebuah jimat.

Tidak lama berselang, datang lah Ompu Ronggur dari Tao Silalahi memiliki niat sama dengan Ompu Togu Urat. Alfa pun akhirnya kebingungan siapa dukun yang harus ia pilih untuk menjadi gurunya.

Sebuah keputusan besar harus diambil oleh keluarga Alfa. Mereka pun memilih untuk pindah ke Jakarta. Akan tetapi, garis tangan Alfa berkata hal lain, jalan hidup Alda mulai berubah dengan drastis. Takdir kemudian membuat Alfa harus pergi jauh dari Indonesia yaitu ke New York, sebuah kota yang tak pernah tidur.

Di sana, Alfa memiliki karir cemerlang yang membawa dirinya pada persimpangan kedua. Di sini, Alfa pun mulai sadar kehadiran Peretas Infiltran atau sarvara. Lalu ia pun mulai mendapatkan jawaban demi jawaban atas segala misteri dan rahasia yang ia pertanyakan selama ini.

Tidak perlu diragukan lagi, kemampuan menulis seorang Dee Lestari memang luar biasa sehingga ia mampu membangun sebuah alur cerita yang luar biasa. Apabila Grameds sempat membaca seri Supernova yang awal, maka Grameds tentu tahu bahwa Dee telah sukses membangun genre dengan konsisten. Misteri, mitologi, supranatural, drama dan pada seri kelima ini, Dee mencoba untuk mengembangkan gaya ceritanya yang lebih mengarah ke surealis.

Alur yang dibangun dalam Supernova 5: Gelmbang juga cukup menarik. Dimulai dengan alur yang misterius, kemudian berpindah dengan drama dengan tetap membumbui kisahnya dengan sedikit humor serta romansa.

Kemudian pada akhir cerita, Dee menyuguhkan bagian akhir yang mengundang rasa penasaran para pembaca dan perlahan-lahan memberikan anti klimak yang tepat untuk melengkapi mata rantai misteri dari novel Supernova yang telah ia bangun dengan cukup apik dengan seri-seri awal sebelumnya.

Gelombang merupakan seri lanjutan dari Partikel dan seri satu ini menampilkan tokoh Alfa sebagai karakter utamanya. Pada seri kelima ini, Dee mengangkat kepercayaan dari suku Batak dengan beberapa mitologi yang mungkin banyak tidak diketahui oleh orang sebagai latar belakang dari tokoh Alfa.

Seperti halnya novel-novel lain yang ditulis oleh Dee, ia memperlihatkan gaya penulisan yang khas pada seri kelima ini. Dee juga banyak menggunakan kalimat english indonesia atau kalimat dengan campuran bahasa Inggris serta Indonesia untuk memperkuat image dari tokoh Alfa yang tinggal di New York.

Kehadiran tokoh baru yaitu Alfa, semakin menambah dinamika pada seri novel Supernova yang sebelumnya. Akan tetapi, tokoh Alfa yang dibangun dalam seri ini dirasa kalah menarik dibandingkan dengan tokoh utama dari seri yang lainnya, seperti Bodhi dengan lika-liku kisah petualangannya atau Elektra yang jenaka dan menyenangkan.

Terlepas dari hal itu semua, kejelian Dee dalam membentuk seorang karakter oneironaut atau penjelajah mimpi dapat menambahkan pesona dari Supernova 5: Gelombang bagi para pembaca.

Dalam Gelmbang, Dee banyak bereksperimen dengan fenomena lucid dream dan mungkin Grameds akan merasakan sedikit kesamaan seperti yang ada pada film Inception. Dee membuat Alfa belajar mengenai mimpi serta menjelajahi mimpinya dengan sadar untuk mengumpulkan berbagai macam informasi tentang siapa dirinya yang sebenarnya, atau tentang apa yang membuat Alfa mengalami 11 tahun siklus tidur yang menyakitkan dan mimpi-mimpi aneh yang ia simpan sendiri.

Novel Supernova 5: Gelombang ini cocok bagi Grameds yang suka dengan kisah misteri dengan beberapa detail menggelitik. Terlepas dari series Supernova yang lainnya, Grameds juga bisa membaca novel ini tanpa perlu membaca seri lainnya, sebab cerita yang disuguhkan dalam Supernova 5: Gelombang utuh, meskipun Grameds tetap akan menemukan beberapa potong dari kilas balik atau lanjutan dari seri Supernova yang sebelumnya.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Supernova 5: Gelombang

Terlepas dari betapa populernya Supernova 5: Gelombang ini dan bagaimana kemampuan menulis seorang Dee Lestari dapat membuat banyak orang kagum, novel ini memiliki beberapa kekurangan dan tentu saja kelebihan yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Grameds jika ingin membeli buku Supernova 5: Gelombang.

 

Pros & Cons

Pros
  • Dee melakukan riset dan pengetahuan spiritual yang dalam untuk membangun fondasi mitologi Supernova dalam seri kelima
  • Ada banyak penjelasan tentang mitologi yang bisa menambah wawasan
  • Menggunakan gaya bahasa yang khas dan berbeda
  • Cerita yang menarik untuk disimak
Cons
  • Memiliki plot cerita yang lambat
  • Banyak menggunakan kalimat campuran Inggris-Indonesia, sehingga mengganggu ritme membaca

Seperti seri-seri Supernova yang lainnya, Dee Lestari cenderung lebih suka memilih latar tempat yang berada di luar Indonesia, seperti Amerika Serikat. Oleh sebab itu, untuk meningkatkan atmosfir dari tokoh yang telah lama tinggal di luar negeri, maka Dee banyak menggunakan kalimat campuran bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

Meskipun begitu, dalam batasan jumlah atau penggunaan campuran Inggris-Indonesia yang standar, gaya penulisan seperti tentu tidak akan mengganggu. Namun, Dee terlalu banyak menggunakan bahasa campuran, sehingga akan mengganggu ritme membaca seseorang.

Hal ini juga bisa menjadi point negatif, terutama bagi pembaca yang tidak terbiasa dan tidak familiar dengan bahasa Inggris. Tentu saja akan mengganggu proses pemahaman alur cerita, apalagi alur cerita Supernova 5: Gelombang ini dipenuhi oleh mitologi serta pengetahuan spiritual yang sulit dipahami.

Poin negatif dari novel Supernova 5: Gelombang yang selanjutnya adalah plot cerita yang sedikit lambat. Sehingga Grameds yang suka dengan cerita-cerita action yang menggebu-gebu mungkin akan merasa bosan dengan plot novel Supernova seri kelima ini, ditambah dengan jumlah halaman dari Supernova 5: Gelombang yang tidak sedikit.

Dari dua kekurangan di atas, Dee Lestari lebih banyak menampilkan poin-poin kelebihan yang membuat buku ini wajib masuk wishlist Grameds. Berikut penjelasannya.

Jika Grameds membaca seri Supernova yang sebelumnya, terutama seri keempat berjudul Partikel, Grameds mungkin bisa menemukan perbedaan dari seri sebelumnya dan seri kelima ini. Pada seri Gelombang, Dee Lestari memperlihatkan kemampuannya dalam merami riset selama kurang lebih sepuluh tahun, demi memperoleh kesan fondasi mitologi dari buku Supernova.

Dengan riset dan pengetahuan yang dimiliki oleh Dee Lestari tentang mitologi, maka hal-hal yang ada pada Supernova 5: Gelombang pun menjadi lebih mudah diterima atau bahkan dipercayai. Dee tidak ragu untuk menggunakan metode-metode magical realism, di mana Dee sebagai penulis membuat aturannya sendiri khusus agar fantasi miliknya memiliki batas-batas tertentu dan dapat dinalar dengan logika sesuai dengan yang ada pada universe Supernova yang ia buat.

Poin ini tidak hanya menjadi nilai tambah dan positif dalam novel Supernova 5: Gelombang, tetapi juga membuat novel ini lebih menarik untuk dibaca.

Untuk membuat teori dan segala cerita yang ada di dalam novel ini lebih realistis dan mudah dinalar, maka Dee Lestari banyak mencantumkan mitologi-mitologi terkait, seperti mitologi dari suku Batak dan lainnya yang tidak banyak orang ketahui.

Poin kedua nilai plus ini, menjadi point yang khas yang bisa Grameds temui dalam setiap seri novel Supernova yaitu membuat pembacanya tidak hanya merasa senang dan tertarik membaca kisah novel ini, tetapi juga menambah pengetahuan dari pembacanya.

Dee Lestari memiliki gaya penulisan yang khas yang ia sesuaikan dengan genre buku yang ia tulis, contohnya seperti Perahu Kertas dan Supernova. Dua novel ini memiliki gaya penulisan yang berbeda. Namun, gaya bahasa Dee pada seri Supernova cukup khas, berupa deskriptif. Namun, pada seri Supernova 5: Gelombang, Dee menggunakan gaya bahasa yang berbeda. Sehingga pembaca dapat merasakan adanya kebaruan dalam seri Supernova yang membuat novel ini mudah untuk diikuti.

Selain karena gaya bahasa, proses penulisan yang panjang dengan menggunakan riset serta penelitian, tentu saja point plus dari novel ini adalah cerita menarik yang disajikan oleh Dee Lestari.

Dee Lestari adalah seorang penulis pemikir yang mampu menyajikan kisah-kisah fiksi ilmiah yang mungkin akan sulit Grameds temui dari karya penulis Indonesia lainnya. Alur cerita yang disajikan tidak membosankan ataupun monoton. Grameds akan mendapatkan kejutan-kejutan ketika membaca seri Supernova.

Novel Supernova 5: Gelombang cocok untuk Grameds yang suka dengan seri fiksi ilmiah yang penuh tantangan serta misteri. Lalu, apakah kamu tertarik untuk mengoleksi novel Supernova karya Dee Lestari?

Apabila Grameds ingin membaca dan memiliki novel Supernova 5: Gelombang (2014) atau seri Supernova yang lain dan karya dari Dee Lestari, Grameds bisa membeli buku-buku karya Dee Lestari dan beberapa penulis Indonesia lainnya di gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan buku-buku menarik untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Jangan ragu untuk membeli buku di gramedia.com karena dijamin buku berkualitas dan original! Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan dapatkan bukunya sekarang juga!

Penulis: Khansa

Written by Nandy