in

Review Buku Jodohku dalam Proposal Karya Nafiah Al Marab

Jodohku dalam Proposal merupakan sebuah buku karya Nafiah Al Marab. Buku fiksi sastra yang memiliki total 184 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Tinta Medina pada April 2016. Sesuai dengan judulnya, buku ini menyajikan kisah singkat mengenai bagaimana seseorang menemukan jodoh melalui media proposal.

Berbicara tentang jodoh memang selalu menjadi topik yang menarik. Kisah ini berpusat pada seorang wanita bernama Laranjani. Laranjani dapat dikatakan sudah berusia matang sebagai seorang perempuan. Terdapat sebuah budaya yang unik di lingkungan tempat tinggalnya, yakni ia harus menemukan jodoh melalui proposal.

Laranjani terjebak dalam sebuah kebimbangan. Sebagai seseorang yang taat akan segala aturan, Ia harus menerima siapapun yang mengajukan proposal sebagai jodohnya. Namun, di sisi lain, ia memiliki pria yang sudah mencuri hatinya.

Apakah Laranjani pada akhirnya mampu mendapatkan jodoh yang terbaik bagi dirinya? Bagi Grameds yang ingin mendapatkan informasi lebih tentang buku ini, baca dulu yuk artikel ulasan buku Jodohku dalam Proposal ini hingga selesai!

Profil Nafiah Al Marab – Penulis Buku Jodohku dalam Proposal

Nafiah Al Marab ternyata merupakan nama pena dari seorang perempuan kelahiran 10 Mei 1985 yang bernama Sugiarti. Nafiah merupakan lulusan dari jurusan kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Riau. Ia diketahui berdomisili di Pekanbaru. Sejak tahun 2009, ia sudah memiliki keinginan untuk mendedikasikan dirinya menggeluti dunia kepenulisan dan sastra.

Hal ini dimotivasi oleh keinginan Nafiah yang mau mencatatkan dirinya sebagai bagian dari kaum perempuan yang ikut terlibat dan memajukan dunia kepenulisan dan sastra. Secara terkhusus di wilayah Riau, dan secara umum di Tanah Air. Maka itu, mulai dari tahun 2009, Nafiah Al Marab mulai bergabung di komunitas kepenulisan Forum Lingkar Pena Riau.

Dari keterlibatannya di komunitas tersebut, Nafiah Al Marab telah menghasilkan berbagai karya tulis, seperti cerita pendek, esai, antologi puisi, novel, resensi, opini, dan masih banyak yang lainnya. Penulis yang satu ini dalam kesehariannya bekerja sebagai penulis artikel online. Selain sibuk menjadi penulis artikel online, Nafiah juga diketahui aktif berperan di Forum Lingkar Pena Wilayah Riau.

Bahkan, ia juga tercatat sebagai Ketua Forum Lingkar Pena (FLP) Wilayah Riau, serta pengelola Sekolah Menulis Rumah Prosa yang juga dinaungi oleh Forum Lingkar Pena Riau. Sejak bulan November 2017, Nafiah dipercaya sebagai anggota divisi Kaderisasi dari Badan Pengurus Pusat (BPP) Forum Lingkar Pena yang ada di Jakarta, untuk periode tahun 2017 sampai 2021.

Sebagai seorang penulis, Nafiah telah berhasil mendapatkan sejumlah penghargaan, baik dari tingkat lokal maupun nasional. Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya, yakni:

  • Menjadi juara I Lomba Penulisan Puisi Madrasah Aliah Nurul Falah Indragiri Hulu (2002)
  • Menjadi wakil dari mahasiswa jurusan kimia Universitas Riau pada seminar nasional Student Grant IM HERE Project DIKTI, Hotel Saphir Yogyakarta (2009)
  • Juara I Lomba menulis surat Kartini untuk GUBRI, Pertamina Goes to Campus Universitas Riau (2009)
  • Juara I lomba menulis resensi buku pesta sejuta buku Bandar Serai MTQ Riau (2009)
  • Juara Harapan II Lomba Penulisan Cerpen Remaja Balai Bahasa Pekanbaru (2009)
  • Pemenang naskah buku lomba Curhat Jalan Raya, Penerbit Leutika Yogyakarta (2010)
  • Lolos seleksi antologi bersama “Islam Mengajarkan Tradisi Menulis” yang akan diterbitkan oleh Penerbit Cendekia (2010)
  • Semi finalis Enterpreneur Nokia Fellowship (2011)
  • Nominator Terbaik Lomba Penulisan Cerpen Pemuda Tingkat Nasional, Kementrian Pemuda dan Olah Raga Tahun (2011)
  • Juara 3 Lomba Penulisan Essay Tingkat Nasional Tema Palestina yang diadakan Kajian Zionisme Internasional (KAZI) dan FLP Depok tahun 2011, Kategori Cerpen Favorit LMCR PT. Rohto Tingkat Nasional (2011)
  • Pemenang Lomba “Leutika in your Blog” penerbit Leutika Yogyakarta (2011)
  • Pemenang Lomba Resensi Buku Penerbit Pustaka Puitika Yogyakarta (2012)
  • Pemenang II tingkat nasional Lomba Penulisan Kriteria Presiden Indonesia Masa Depan yang ditaja oleh PPWI dan Badan Pengawas Pemilu Nasional (2012)
  • Pemenang Lomba Penulisan Cerpen se-FLP Riau (2012)
  • Nominator Anugerah Sagang Kategori Buku Pilihan Sagang (2012), dan masih banyak lagi yang lainnya.

Berbagai penghargaan yang berhasil didapatkan Nafiah menjadi buah manis dari perjuangannya. Sebab, demi mendedikasikan dirinya menjadi penulis, Nafiah diketahui sempat mengikuti sejumlah pelatihan kepenulisan. Beberapa di antaranya, yaitu Diklat Jurnalistik Tingkat Dasar Bulletin Ar-Royyan Universitas Riau (2004), Pelatihan Karya Tulis Ilmiah, UKMI Ar-Royyan Universitas Riau (2004), Pelatihan Teknik Penulisan Cerpen dan Puisi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Riau (2008).

Mengikuti Pelatihan Kepenulisan Forum Lingkar Pena Cabang Pekanbaru dwi mingguan (2008), Seminar setengah hari “Mengenang Setengah Abad Karya Sutan Takdir Alisyahbana” Pepustakaan Bahasa dan Sastra Indonesia oleh FKIP Universitas Riau (2008), Pelatihan Kewirausahaan P2K2 Universitas Riau (2008), Temu Penulis Badan Perpustakaan dan Arsip Wilayah Riau (2008), Seminar Nasional “Sastra Obat Luka-Luka Bangsa” Taman Budaya Solo Jawa Tengah (2009), dan Seminar Nasional “Kampanyekan Menulis” bersama Asma Nadia, Pekanbaru (2009). Selain yang telah disebutkan, Nafiah banyak mengikuti pelatihan lainnya, dirinya benar-benar produktif untuk terus belajar demi menjadi penulis yang handal.

Nafiah Al Marab telah berhasil menerbitkan beberapa karya di antaranya Beberapa karyanya yang telah dibukukan diantaranya, yaitu:

  • Buku Kumpulan Cerita Remaja Balai Bahasa Pekanbaru (2009),
  • Lagu Opick Inspirasi (2010),
  • Why Self Publishing (2010),
  • Curhat Jalan Raya (2010),
  • Antologi Dua Warna (2010),
  • Kerdam Cinta untuk Palestina (2010),
  • Antologi Fiksi Mini Selaksa Makna Ramadhan (2010),
  • Antologi Puisi Munajat Sesayat Doa (2010),
  • Menulis Tradisi Intelektual Muslim (2010),
  • Fragmen Waktu (Antologi Puisi Pilihan Riau Pos 2010),
  • Killer Nyentrik tapi Asyik (2011),
  • Antologi Kumpulan Surat Cinta untuk Murabbi Season 1 (2011),
  • Keajaiban Menulis (2013),
  • Catatan Cinta Tanah Melayu (2013),
  • Surat Cinta untuk Murobbi Season 2 (2013),
  • Memahat Mega Makna (2014),
  • Dapur Ampuh (2014),
  • Novel Jodohku dalam Proposal (Tinta Medina, 2016),
  • Antologi Riwayat Asap (2016),
  • Novel Lelaki Pembawa Mushaf (Tinta Medina, 2016),
  • Kumpulan Seri Fabel Islami (2016),
  • Perempuan, Sastra dan Melayu, Kumpulan Cerpen Perempuan Hujan, Riwayat Asap (2016),
  • Novel Luka Perempuan Asap (Tinta Medina, 2017),
  • Antologi Matahari Sastra Riau (2017),
  • Antologi Puisi Metamorfosis Rimba (2017),
  • Novel Suraya: Perempuan Bermata Syair (Bhuana Ilmu Populer, Gramedia, 2018),
  • Buku Nikah Aja Biar Kaya (Penerbit Qibla tahun 2018),

Sinopsis Buku Jodohku dalam Proposal

Pros & Cons

Pros
  • Buku ini menyajikan premis yang menarik dan dunia yang memiliki budaya yang unik.
  • Konflik yang dihadirkan dalam kisah ini dinilai relevan dengan masalah yang kerap dihadapi masyarakat.
  • Kisah ini dituliskan dengan gaya yang santai dan mengalir.
  • Nafiah juga mampu untuk membangun karakter yang menarik hati pembaca.
  • Penulis juga memberikan sebuah pelajaran tentang makna cinta melalui kisah ini.
Cons
  • Tempo alur terkesan tergesa-gesa.
  • Akhir cerita seperti dipaksakan agar cepat selesai.

 

Pemuda Tampan Itu Memang Jodohku

Kisah mengenai jodoh memang selalu memiliki daya tarik yang tak bisa ditolak. Ini adalah sebuah kisah mengenai jodoh Laranjani, seorang perempuan yang umurnya dapat dikatakan sudah matang. Laranjani berada di tengah lingkungan yang mengharuskan dirinya untuk menemukan jodoh dengan media proposal.

Laranjani adalah sosok yang taat dengan seluruh aturan hidup yang ia yakini. Ia selalu berusaha keras untuk menjaga kesucian niat dalam membina mahligai kehidupan rumah tangga. Sampai ketika saatnya tiba, Laranjani tidak dapat menolak sosok pria dalam proposal yang telah diajukan oleh bosnya di kantor.

Duka pun menyelimuti dirinya sejak ia membaca nama calon yang tertera dalam proposal itu. Sosok lelaki itu bernama Fatih. Sedangkan, sosok yang ia dambakan untuk dapat menjadi pendamping hidupnya bukanlah orang yang namanya tercatat di dalam proposal itu, melainkan Rifky.

Namun, begitulah sosok perempuan bernama Laranjani. Ia akan menerima takdir, karena keinginan hatinya yang begitu kuat untuk menjalin cinta yang tulus dalam kehidupan rumah tangga. Oleh karena itu, Tuhan juga tidak pernah menyia-nyiakan kesabaran dan keikhlasan hati hambanya dalam menjalani hidup.

Apakah Fatih akan menjadi jodoh bagi Laranjani hingga habis masa? Atau mungkin jodoh Laranjani adalah Rifky, sang cinta lama yang tak kesampaian? Tuhan sangat adil dengan rencana-Nya. Bagaimana kisah Laranjani dalam menjalani hidupnya? Yuk temukan jawabannya dalam novel yang luar biasa ini.

Kelebihan Buku Jodohku dalam Proposal

Sebagai salah satu karya penulis yang telah menerbitkan puluhan karya, tentunya kualitas novel Jodohku dalam Proposal ini memiliki banyak kelebihan. Melihat dari sinopsis di atas, dapat diketahui bahwa premis kisah ini begitu menarik, di mana Nafiah membentuk sebuah dunia yang memiliki budaya yang sangat unik. Budaya yang mengharuskan masyarakatnya menemukan jodoh dengan media proposal.

Konflik yang dihadirkan dalam kisah ini juga menarik, di mana dihadirkan konflik batin yang dinilai relevan dengan permasalahan yang kerap ditemukan masyarakat. Kisah ini juga dituliskan dengan gaya yang santai dan alurnya mengalir, sehingga pembaca dapat menikmatinya.

Nafiah juga dianggap mampu untuk membangun karakter yang menarik hati pembaca, baik itu karakter utama, maupun karakter pelengkap. Nafiah juga memberikan sebuah pelajaran tentang makna cinta. Secara keseluruhan, buku Jodohku dalam Proposal ini merupakan kisah yang sangat ringan dan memiliki makna yang dalam.

Kekurangan Buku Jodohku dalam Proposal

Selain kelebihan, pembaca juga masih menemukan adanya kekurangan dalam kisah Jodohku dalam Proposal ini. Pembaca menemukan bahwa tempo alur kisah ini terkesan sangat tergesa-gesa. Dan, bagian penutup cerita ini juga dinilai seperti dipaksakan untuk segera mengakhiri kisah ini. Namun, kisah ini tetap bisa dinikmati oleh pembaca.

Pesan Moral Buku Jodohku dalam Proposal

Dari kisah Jodohku dalam Proposal ini, kita dapat belajar bahwa cinta bukan sesuatu yang bersifat transaksional. Transaksional dalam arti, cinta tak dapat dibeli, seperti metode pencarian jodoh pada kisah ini yang memanfaatkan media proposal. Cinta adalah sebuah perasaan yang tak dapat didefinisikan, yang bersifat suci dan istimewa.

Melalui kisah ini juga, kita dapat belajar untuk melakukan segala sesuatu yang kita yakini benar. Dalam kisah ini, Laranjani seperti tertekan oleh aturan yang dikonstruk oleh masyarakat, dan mungkin memiliki ketakutan akan dinilai buruk jika tidak mengikuti aturan tersebut. Ini adalah sebuah permasalahan yang sering dihadapi masyarakat, di mana seseorang takut akan pendapat orang lain.

Nah, itu dia Grameds ulasan buku Jodohku dalam Proposal karya Nafiah Al Marab. Bagi kalian yang penasaran akan bagaimana nasib Laranjani, kalian bisa segera mendapatkan novel ini hanya di Gramedia.com. Selamat membaca!

Rating: 3.15

Written by Nandy