in

Review Buku Arah Langkah Karya Fiersa Besari: Tentang Perjalanan, Manusia, Cinta

Gramedia.com

Arah Langkah karya Fiersa Besari – Siapa yang tidak kenal dengan nama Fiersa Besari? Seorang penulis, Youtuber sekaligus musisi asal Indonesia ini berhasil membuat karyanya dicintai oleh banyak masyarakat Indonesia. Mulai dari musik yang ia buat, buku hingga video yang ia unggah di YouTube.

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Sebagai penulis buku, Fiersa Besari telah menerbitkan beberapa buku di antaranya berjudul Garis Waktu (2016), Konspirasi Alam Semesta (2017), Catatan Juang (2017), Arah Langkah (2018), 11:11 (2018) dan Tapak Jejak (2019). Baik buku maupun musik yang ia buat, selalu berhasil menarik banyak perhatian.

Bahkan ia berhasil meraih beberapa penghargaan di tahun 2019 dan 2020 serta beberapa kali masuk nominasi award. Salah satu buku Fiersa Besari yang cukup menarik adalah Arah Langkah.

Nah tentang apa sih buku keempat Fiersa Besari ini? Simak sinopsis dan seputar buku Arah Langkah karya Fiersa Besari.

Profile Fiersa Besari

arah langkah karya fiersa besari
Sumber: Kompas TV

Fiersa Besari lahir pada 3 Maret 1984, ia adalah seorang penulis, YouTuber, sekaligus musisi asal Indonesia. Sebagai seorang penulis, Fiersa telah menulis enam novel. Fiersa Besari juga terlibat sebagai salah satu pendiri dari Komunitas Pecandu Buku.

Sebagai seorang YouTuber, ia aktif mengunggah video tentang kisah pendakiannya. Beberapa episode terkenal miliknya bertajuk Sebuah Jurnal.

Pada bidang musik, Fiersa Besari memulai karirnya sebagai vokalis dari band indie. Sebelum menjadi vokalis, pada tahun 2009, Fiersa mulai rajin merekam serta menyimpan karya-karya musiknya. Hingga pada tahun 2012, Ia memutuskan untuk menjual album yang Ia buat.

Fiersa Besari tergolong sebagai musisi yang cukup produktif, Ia bahkan mengungkapkan bahwa lebih nyaman apabila berkarya melalui tulisan. Menurut Fiersa Besari, tulisan membuat dirinya merasa lebih bebas untuk menuangkan perasaannya.

Berbeda ketika Ia menulis lirik lagu, Fiersa merasa harus mempertimbangkan nada serta harmonisasi instrumen musik yang akan ia gunakan.

Ia pernah memiliki sebuah band bernama Hellfairies, Eat Well Earl atau disingkat menjadi E.W.E, sebuah band yang ia bentuk bersama teman-temannya dengan lagu Standing Next To You.

Namun band tempat Fiersa bermusik harus bubar, karena teman-teman anggotanya mulai sibuk dengan keluarga masing-masing. Karena ditinggal nikah oleh teman-temannya itulah, Fiersa akhirnya mulai menulis lagu balada.

Setelah proses berpikir yang panjang, Fiersa akhirnya berani memutuskan untuk melawan rasa malu dan serius untuk bersolo karir. Lagu berjudul Melangkah Tanpamu adalah embrio dari karya-karyanya. Dari lagu tersebut, album 11:11 kemudian tercipta dan enam tahun kemudian album tersebut menjadi sebuah buku.

Sebelum memutuskan untuk bersolo karier, Fiersa Besari atau yang akrab disapa Bung ini pernah berkenalan berkeliling Indonesia selama tujuh bulan lamanya dalam rangka pencarian jati diri.

Kemudian pada penghujung tahun 2013, setelah pulang dari berkelana, Fiersa Besari rupanya lebih mencintai dunia tulis menulis. Meskipun seringkali terendus aroma cinta pada karya yang ia ciptakan, akan tetapi Fiersa Besari selalu menyisipkan pesan humanisme serta sosial di dalamnya.

Selain menulis, Fiersa Besari juga masih aktif sebagai pemain musik, penangkap gerak serta pegiat alam.

Sinopsis Buku Arah Langkah Karya Fiersa Besari

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Penulis Buku: Fiersa Besari
Judul Buku: Arah Langkah
Penerbit: Media Kita
Jumlah Halaman: 304
Tanggal Terbit: 1 Mei 2018
Harga Buku: Rp 88.000

Bulan April tahun 2013, berawal dengan niat serta tujuan yang berbeda-beda dan salah satunya karena hati yang terluka, tiga pengelana memulai sebuah perjalanan untuk menyusuri daerah-daerah di Indonesia.

Melalui cara-cara yang seru tetap juga menantang, mereka tidak hanya menyaksikan langsung keindahan dari negeri ini, akan tetapi mereka juga harus menghadapi pertarungan dengan kegelisahan yang dirasakan dan dibawa oleh masing-masing.

Buku Arah Langkah bukan hanya sekadar catatan perjalanan belaka yang melukiskan keindahan budaya, alam dan manusia melalui teks dan foto. Tetapi juga memberikan kisah lain tentang kondisi negeri ini yang tidak selalu terlihat bagus seperti yang tayang di layar televisi.

Meski begitu, semua daerah memang memiliki kisahnya yang berbeda-beda. Dan di dalam perbedaan tersebut, cinta dan persahabatan selalu bisa ditemukan.

Resensi Buku Arah Langkah Karya Fiersa Besari

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kisah yang ditulis oleh Fiersa Besari dalam buku Arah Langkah adalah sebuah catatan perjalanannya ketika ia berpetualang mengunjungi daerah-daerah di Indonesia.

Bersama dengan kedua temannya yang bernama Prem dan Baduy, Fiersa Besari pun nekat untuk mewujudkan mimpinya menjelajahi wilayah di Indonesia dengan cara yang tidak dapat dijangkau oleh nalar. Ia memilih untuk ngeteng atau hitchhiking dan menginap di rumah sahabatnya atau orang yang baru ia kenal melalui sosial media.

Selain itu, Fiersa Besari juga mulai mengenal beberapa komunitas yang berkenan untuk menampung dirinya selama melakukan perjalanan traveling nekat tersebut.

“Prem percaya, bahwa angka ganjil artinya adalah keputusan genap untuk mencapai suatu mufakat. Dan musyawarah barang tentu akan menjadi suatu langgangan bagi kami kelak di jalan untuk menuntun ke mana kaki ini akan melangkah. Sehingga, kami dapat mencari kandidat yang cukup gila untuk menggembel bersama kami.”

“Prem dan Baduy tidak main-main ketika berurusan dengan kata traveling. Kami bahkan harus beberapa kali bertemu guna mempersiapkan apa saja yang harus dibawa, mengatur anggaran, merancang skema perjalanan hingga akhirnya memproklamasikan hari keberangkatan. Beberapa bulan kemudian lebih tepatnya, hari ini, petualangan kami pun akhirnya dimulai.”

Pada tahun 2013, Fiersa Besari lebih memilih untuk menghabiskan waktunya untuk menjelajahi Indonesia demi menghapus rasa sedih serta patah harinya. Ia tidak pernah menyangka bahwa perjalanannya kali ini akan sedikit berbeda.

Terbilang cukup nekat, karena bukan hanya durasi perjalanannya saja yang panjang, akan tetapi juga orang serta budaya yang ia temui cukup bermacam-macam.
https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

“Kami bertiga memiliki agenda masing-masing. Ada Prem yang ingin melihat keindahan Indonesia sebelum dirinya harus disibukan dengan dunia kerja, lalu ada Baduy yang ingin menjajal kemampuan menyelamnya di berbagai lautan yang ada di negeri ini. Dan ada aku, seseorang yang berangkat tanpa kesiapan niat maupun tujuan yang pasti. Entah itu mencari jati diri, entah itu melarikan diri.

Apapun itu yang pasti, aku pergi sebab tidak kuat bercengkrama dengan kenangan yang tersimpan pada sudut-sudut kota Bandung, kota yang memperkenalkan diriku dengan dia yang menggoreskan luka paling dalam dengan cara yang paling menyakitkan pula.”

Selama perjalanan tersebut, untuk menghemat biaya makan, Baduy akhirnya mempersiapkan bekal setoples besar berisi tempe kering yang dapat tahan berbulan-bulan. Baduy bilang, “Kita bisa hidup seperti gembel, tapi jangan pernah membohongi isi perut sendiri.”

Perjalanan Fiersa Besari menjadi seorang pecinta alam pun dimulai dari perjalanannya menuju pelosok negeri ini. Ia memulainya dengan keterbatasan, akan tetapi Ia juga menyerap banyak hal serta belajar bahwa hidup bukan hanya tentang dirinya sendiri, akan tetapi juga tentang orang lain, tentang negeri yang Ia cintai serta tentang mimpi-mimpinya yang ingin ia capai dengan lebih tinggi.

“Kamu ingin keliling dunia, Bung?”
“Siapa yang enggak mau keliling dunia?”
“ Kalau aku ingin keliling Indonesia, sambil memotret sebelum akhirnya keliling dunia. Agar aku dapat menunjukan ke orang luar, bahwa negeri kita juga tidak kalah keren. Apa enggak malu tahu banyak tentang Eropa dan Amerika, tetapi tidak tahu ada apa aja di negeri sendiri?”

Sepenggal percakapan di atas terjadi di antara Fiersa Besari dengan temannya bernama Tama, seorang fotografer yang pada tahun 2010, ia mengunjungi Krakatau dan perjalanan tersebut membuat pikirannya berubah perihal perjalanan.

Traveling bagi dirinya bukan hanya tentang mencintai alam belaka, akan tetapi juga untuk mengenal lebih jauh sejarah, budaya serta apa saja yang ada pada masyarakat. Ia ingin mengenalkan Indonesia lebih jauh pada orang-orang di luar negeri, agar Indonesia lebih dikenal dengan keindahan alam yang menawan.

“Indonesia adalah sepercik surga yang Tuhan turunkan di muka bumi ini. Akan sangat merugi apabila diriku hanya bisa melihat pantai, gunung, keanekaragaman budaya serta nilai-nilai historis hanya dari layar kaca. Sejak saat itulah, kalimat Tama berhasil merubah diriku dari anak kota yang bersikap apatis menjadi seorang pegiat alam.”

Pada buku ini pula, Fiersa Besari menceritakan kisah pertemuannya dengan seorang gadis bernama Mia. permulaan pertemuan keduanya adalah ketika Mia memesan CD lagu karya Fiersa. Pada saat itu, ia pun mulai jatuh cintah dan hubungan antara Fiersa dengan Mia berlangsung selama dua tahun lamanya.

Saat itu, Fiersa sudah mulai menabung untuk menikahi perempuan impiannya tersebut. Akan tetapi, kisah pengkhianatan terjadi ketika Fiersa mulai sibuk mengurus studi, traveling dan dunia fotografi.

“Cinta memang buta aksara, oleh karena itu dibutuhkan komitmen antara dua anak manusia untuk menjadikannya mengeja. Dan bersama dengan Mia, aku ingin mengeja.”

Fiersa mengisahkan bahwa Mia mengunjungi tempat-tempat wisata di Bandung bersama dengan sahabatnya yaitu Al. Ia pun tidak tahan menerima pengkhianatan yang dilakukan oleh kekasihnya sendiri dan sahabatnya. Karena hal inilah, perjalanan menjelajah Indonesia bukan hanya tentang menemukan tempat baru, akan tetapi juga memberi kenangan baru untuk melupakan masa-masa yang menyakitkan bagi dirinya.

“Mulai sekarang aku harus mensyukuri realitas yang sebelumnya pernah aku miliki, daripada terus mengejar fiksi yang tidak akan pernah aku miliki.”

Perjalanan Fiersa Besari menjelajahi Indonesia dimulai dari Bandar Lampung, kemudian melanjutkan ke Padang, Bukittinggi, Pulau Nias, Sibolga, Medan, Aceh, dan Pulau Weh. Selama perjalanan tersebut, Fiersa harus berpisah dengan Baduy yang harus membawa rombongan turis asing menuju Papua.

Sementara itu, Ia dan Prem masih melanjutkan perjalanan di Pulau Weh di titik 0 km sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan ke Makassar.

Tidak disangka-sangka, di Pulau Weh, Aceh ia ditawari menghisap lintingan ganja oleh Kang Janes, seorang pemilik pondok tempat ia menginap sekaligus sahabat dari ayah Prem. hingga Ia sadar, bahwa keberadaannya di sana membuat dirinya terlalu nyaman dan lupa akan tujuan traveling-nya.

Bagi Fiersa, Pulau Weh memang menyenangkan, akan tetapi ia kehilangan arah di sana. Hingga akhirnya Ia memutuskan untuk berkeliling di Aceh dan berpisah sementara waktu dengan Prem yang masih ingin menjelajahi keindahan wisata di Pulau Weh.

Perjalanan Fiersa, Baduy, dan Prem ini bukan hanya perjalanan liburan semata, akan tetapi memberikan sisi humanis yang tidak bisa didapatkan apabila mereka hanya sekadar menjadi turis saja. Membaur dengan masyarakat lokal memberikan ketiganya pemahaman baru mengenai banyak aspek dalam hidup, serta arti dari perjalanan itu sendiri.

“Bila saja aku berwisata ala koper, apakah aku akan mendapatkan esensi humanis serta pertuakan wawasan dengan masyarakat lokal? Tentu saja liburan ala koper cukup menyenangkan bagi kebanyakan orang, mereka tidak perlu lelah mengangkat jempol untuk menumpang mobil maupun berpanas-panasan di bus ekonomi.

Akan tetapi, cerita seru tidak akan hadir di hotel bintang lima. Cerita tidak akan hadir pula apabila kita memperlakukan masyarakat lokal sebagai objek foto belaka. Cerita seru akan hadir ketika kita memperlakukan mereka seperti sahabat. Membaurlah, maka mereka akan memperlakukan kita seperti seorang sahabat.”

Review Buku Arah Langkah Karya Fiersa Besari

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/arah-langkah?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi
Buku Arah Langkah akan membawa pembaca lebih mengenal alam, tempat-tempat serta tradisi masyarakat dari berbagai daerah. Fiersa tidak hanya menceritakan tentang pengalamannya ketika travelling berkeliling Indonesia saja, ia juga menyisipkan pesan dan memaknai pesan-pesan yang ia temukan pada setiap perjalanan.

Bagi Grameds yang ingin ikut berkeliling Indonesia, akan tetapi masih ragu, mungkin Grameds bisa memulai dengan membaca buku ini. Karena dalam buku ini, Grameds dapat melihat dan menelusuri setiap sudut Indonesia.

Selain menyajikan kisah seru tentang perjalanan antara Fiersa, Prem, dan Baduy, buku ini juga menyajikan kisah romantis dari Fiersa yang mungkin tidak akan Grameds temukan pada buku-buku Fiersa yang lain.

Tentu saja, buku perjalanan ini telah dilengkapi dengan foto-foto yang sempat Fiersa ambil selama melakukan perjalanan. Sehingga, pembaca akan merasa ikut masuk dan diajak berkeliling bersama ketika membaca buku ini.

Buku ini cocok bagi Grameds yang ingin membaca buku-buku ringan tentang kisah perjalanan, manusia, hingga cinta. Melalui laman Good Read, buku ini memperoleh rating 4.15 dari 5. Masih belum yakin untuk membaca buku ini?

Tentu saja, meskipun buku ini dinilai cukup bagus, akan tetapi buku Arah Langkah karya Fiersa Besari masih memiliki beberapa kekurangan. Beberapa pembaca menuliskan bahwa ada kekurangan pada buku ini.

Ada beberapa halaman yang hilang pada buku ini, yaitu pada halaman 235 hingga 245, dan digantikan dengan halaman yang lain. Sehingga pembaca merasa tidak cukup info ketika ingin membaca lengkap kisah yang ditulis oleh Fiersa ini.

Sedangkan pembaca lain memberikan review, bahwa buku ini dinilai seperti blog travelling seperti biasa dan tidak ada beda. Fiersa juga tidak menjelaskan apakah perjalanan berakhir di situ, atau ia telah menyiapkan sekuel untuk buku Arah Langkah ini.

Terlepas dari kekurangannya, buku Arah Langkah cukup bernilai untuk dibaca. Terutama bagi Grameds yang merasa memiliki nyali ciut dan ingin merasakan bagaimana rasanya travelling keliling Indonesia tanpa hotel dan koper.

Rekomendasi Buku Lainnya

Kado Terbaik

https://www.gramedia.com/products/kado-terbaik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kado-terbaik?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Konspirasi Alam Semesta

https://www.gramedia.com/products/konspirasi-alam-semesta?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/konspirasi-alam-semesta?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Garis Waktu : Sebuah Perjalanan Menghapus Luka

https://www.gramedia.com/products/konspirasi-alam-semestahttps://www.gramedia.com/products/garis-waktu-sebuah-perjalanan-menghapus-lupa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/konspirasi-alam-semestahttps://www.gramedia.com/products/garis-waktu-sebuah-perjalanan-menghapus-lupa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

 

Jika Grameds tertarik membaca buku Arah Langkah karya Fiersa Besari atau buku-buku lainnya, Grameds bisa membelinya di Gramedia.com. Gramedia selalu memberikan produk-produk terbaik agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Baca juga:

Written by M. Hardi