in

Cumi-Cumi Raksasa: Spesies Langka di Laut yang Bukan Sekadar Mitos

Sumber: Kompas.com

Cumi-cumi raksasa – Cumi-cumi raksasa (Architeuthis dux) merupakan salah satu invertebrata terbesar yang ada di dunia dan termasuk ke dalam kelompok moluska purba yang disebut dengan sefalopoda, yang termasuk juga gurita, sotong, dan nautilus. Perkiraan ukuran cumi-cumi raksasa maksimum 13 m untuk betina, sedangkan 10 m untuk jantan, dari sirip posterior ke dua ujung tentakel. Panjang mantelnya sendiri sekitar 2 m.

Jumlah cumi-cumi raksasa sendiri masih menjadi perdebatan, tetapi menurut penelitian genetik terbaru, menunjukkan hanya ada satu spesies.

Keberadaan hewan cephalopod atau dikenal dengan giant squid ini, memiliki habitat di zona laut dalam (deep sea) dan terdistribusi di sekitaran perairan samudera yang memiliki iklim sedang sampai subtropis, seperti Samudra Hindia, Atlantik, dan Pasifik.

Habitat si cumi-cumi raksasa, berada di bawah ngarai laut yang memotong landasan kontinen, di mana itu merupakan tempat yang sama dengan habitat paus sperma, dengan begitu, menjelaskan juga asosiasi kedua makhluk raksasa ini yang saling bergantian menjadi predator atau mangsa sesama.

Cumi-cumi raksasa merupakan hewan avertebrata, moluska, dan sefalopoda terbesar yang ada sampai saat ini. Struktur tubuh dari cumi-cumi raksasa terdiri dari kepala yang memiliki mantel, tubuh, delapan lengan, dan dua tentakel yang panjang.

Sirip-sirip kecil pada mantel memiliki fungsi untuk lokomosi, dengan adanya aliran air yang masuk melalui corong yang dapat mendorong kontraksi otot untuk menggerakan tubuhnya yang besar secara cepat.

Cumi-Cumi Raksasa di Laut Dalam

Cumi-cumi raksasa
Sumber: Litbang.kemendagri.go.id

Meski ukurannya yang besar serta fakta bahwa manusia sudah mengetahui tentang cumi-cumi raksasa selama berabad-abad, tetapi baru di tahun 2004 cumi-cumi raksasa pertama difoto di habitat aslinya oleh peneliti Jepang. Cumi-cumi raksasa hidup di laut dalam.

Setelah itu, cumi-cumi raksasa kembali tertangkap oleh kamera di habitat alaminya di Teluk Meksiko pada tahun 2019. Belum lama ini, di pantai Kommetjie, Afrika Selatan, pengunjung dikejutkan dengan sebuah pemandangan langka, yaitu adanya bangkai cumi-cumi raksasa yang berkilau di pasir Long Beach. Tubuhnya sekitar 2.2 m, dengan panjang tentakel sekitar 3,5 m.

Cumi-cumi raksasa suka memakan ikan dan spesies cumi lainnya. Mereka menangkap mangsanya menggunakan dua tentakel. Nah, salah satu hewan yang bisa memangsa cumi-cumi raksasa ini adalah paus sperma.

Legenda Cumi-Cumi Raksasa Sejak Zaman Yunani Kuno

Cumi-cumi raksasa
Sumber: Nationalgeographic.grid.id

Cumi-cumi raksasa adalah sebuah istilah yang kadang digunakan untuk menggambarkan spesimen cumi-cumi yang sangat besar. Tetapi, secara ilmiah hanya cumi-cumi dari genus Architeuthis yang bisa dianggap sebagai cumi-cumi raksasa.

Tidak seperti benda-benda yang ada di luar angkasa yang banyak dieksplorasi, masih banyak juga makhluk yang hidup di kedalaman laut yang juga masih menjadi misteri. Salah satunya cumi-cumi raksasa ini. Cerita mengenai cumi-cumi raksasa seperti tak ada habisnya. Legenda dari hewan laut ini sudah muncul sejak masa Yunani dan Romawi Kuno.

Dalam buku Monster of The Sea, disebutkan bahwa Filsuf Yunani Kuno Aristoteles menyebutkan cumi-cumi raksasa adalah sebuah hewan laut yang memiliki bentuk yang panjang dan lebih besar daripada teuthis.

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-animalia-paus-vs-cumi-cumi-raksasa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSel

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-animalia-paus-vs-cumi-cumi-raksasa?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Sedangkan seorang Romawi Kuno yang bernama Pliny the Elder mengatakan bahwa cumi-cumi raksasa adalah jenis cumi-cumi yang mempunyai panjang lebih dari 9 m dan memiliki berat lebih dari 300 kg.

Selain itu, penggambaran adanya cumi-cumi raksasa juga menginspirasi bangsa Nordik. Bangsa Nordik menyebut cumi-cumi raksasa ini dengan bahasa Kraken.

Dalam cerita rakyat di kawasan Nordik (Eropa Utara), Kraken digambarkan sebagai sebuah raksasa, dan di dalam berbagai cerita digunakan sebagai salah satu bentuk perwujudan dari sebuah monster yang menghantui lautan dari Norwegia sampai Islandia, dan juga sampai ke Greenland. Menurut legenda, hewan ini memiliki tentakel yang sangat panjang dan paling ditakuti oleh para pelaut, karena Kraken terkenal suka menyerang kapal para pelaut dengan tentakel dan kekuatannya. Namun, hal ini diyakini dari banyak laporan ilmiah kelautan (pseudoscientific)—termasuk sebuah arsip resmi beberapa angkatan laut—yang mengatakan bahwa makhluk mitologi tersebut dipastikan dapat menyerang dengan kuat, jika cum-cumi raksasa itu sudah ada di depan mata.

Legenda Kraken dikisahkan sebagai sebuah makhluk yang mengerikan dengan tubuh sebesar pulau yang mengintai para pelaut di samudera. Kabarnya, jika makhluk ini gagal menyerang sebuah kapal, makhluk tersebut akan berenang memutari sekitarnya, untuk menciptakan pusaran yang dahsyat sehingga mampu menyeret apapun ke dalam lautan.

Legenda juga mengatakan bahwa Kraken sangat haus akan daging yang merupakan sumber makanannya. Makanya, saat ia menyerang kapal, makhluk tersebut mampu melahap semua awaknya sekaligus.

Akan tetapi, terlepas dari reputasi makhluk yang menakutkan, Kraken juga bisa membawa manfaat. Salah satu manfaatnya adalah kepercayaan mengenai sekumpulan ikan yang mengikuti di atas punggungnya, dan bisa muncul di permukaan air laut saat makhluk tersebut bereaksi.

https://www.gramedia.com/products/mengenal-hewan-laut?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/mengenal-hewan-laut?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Dengan begitu, bagi para nelayan yang berani bisa mengambil risiko dengan cara mendekati binatang buas itu untuk mendapatkan tangkapan yang sangat besar dan banyak.

Jika kita lihat jauh dari sejarahnya, kisah mengenai Kraken ini pertama kali muncul dan ditulis pada 1180 tahun silam oleh Raja Sverre yang berasal dari Norwegia. Seperti kebanyakan legenda, Kraken mulai menampakkan dirinya dengan tampilan nyata, berdasarkan pada penampakan binatang sungguhan, yaitu berupa cumi-cumi raksasa.

Untuk para navigator kuno, laut dinilai sangatlah berbahaya, karena mampu menyembunyikan segerombolan monster di kedalamannya yang tidak bisa kita bayangkan. Setiap perjumpaan dengan seekor hewan yang tidak dikenal, bisa mendapatkan sisi mitologis dari cerita para pelaut. Dari situlah, semua kisah misterius mengenai makhluk ini berkembang sampai ke era modern.

Mengenal Si Cumi-cumi Raksasa

Cumi-cumi raksasa
Sumber: Hai.grid.id

Mengutip dari Live Science, meskipun digambarkan sebagai seekor makhluk raksasa, namun kenyataannya cumi-cumi raksasa mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingkan dengan penggambaran pada mitologi Kraken. Karena, pada dunia nyata, cumi-cumi raksasa yang terbesar di dunia ini mampu tumbuh dengan panjang sekitar 14 m.

Terlepas dari ukuran tubuhnya yang jumbo, cephalopoda ini memang merupakan makhluk laut yang sangat misterius karena keberadaannya yang hampir tidak pernah terlihat. Sekarang, dari sebuah penelitian yang dipublikasikan secara daring, dalam jurnal Deep Sea Research Part 1: Oceanographic Research Papers melakukan sebuah analisis mengapa cumi-cumi raksasa sangat sulit untuk ditemui.

Para peneliti menyebutkan kalau penyebab sulitnya ditemukan cumi-cumi raksasa adalah karena matanya yang sangat besar. Cumi-cumi raksasa mampu hidup ribuan kaki di bawah permukaan laut. Sangat sedikit sinar matahari yang mampu menembus kedalaman itu.

Untuk beradaptasi, cumi-cumi raksasa mengembangkan mata terbesarnya di dunia hewan. Masing-masing mata pada cephalopoda itu sebesar bola basket, bisa dikatakan tiga kali diameter hewan lain. Nah, mata besarnya ini tidak hanya membantu cumi-cumi raksasa berjalan di sekitaran laut yang dalam dan gelap saja, tetapi juga membuatnya sangat sensitif terhadap cahaya terang yang dipasang oleh peneliti kelautan pada kapal selam dan kamera bawah air mereka.

Kepekaan pada cahaya itulah yang sekiranya mampu menjelaskan alasan cumi-cumi raksasa sulit ditemukan di habitat aslinya. Karena, saat kendaraan peneliti mencapai habitat cumi-cumi raksasa, mereka telah melarikan diri dari cahaya dan juga getaran yang dihasilkan dari kendaraan si peneliti.

Untuk mengakali pencahayaan yang lebih, para peneliti akhirnya mematikan lampu pada kapal selam mereka selama mereka membuat dokumentasi pada tahun 2012 silam. Setelah mencapai kedalaman yang peneliti inginkan, kapal selam yang bernama Medusa itu mematikan lampunya, lalu berhenti bergerak, membiarkan si cumi-cumi raksasa itu datang sendiri. Selain itu, tim peneliti juga menerangi kamera mereka dengan lampu merah yang redup.

Lalu, untuk menarik perhatian si cumi-cumi raksasa, peneliti juga melengkapi kapal selam mereka dengan umpan khusus yang disebut dengan E-Jelly. E-Jelly merupakan sebuah umpan yang berupa lingkaran kecil dengan lampu neon biru pada ujung-ujungnya, kemudian berputar dan bisa menirukan gerakan ubur-ubur bercahaya.

Umpan tersebut akhirnya berhasil menarik cumi-cumi raksasa keluar dari kegelapan pada tahun 2012 dan 201. Cumi-cumi raksasa saat itu juga sempat terkecoh dan melakukan penyerangan terhadap umpan yang digunakan peneliti. Namun, hal itu menguntungkan, karena akhirnya peneliti bisa mengukur tentakel cumi-cumi raksasa yang memiliki panjang 1,8 m.

Nah, metode ini sangat berguna untuk penelitian lanjutan di masa depan, mengingat banyak hal yang harus dipelajari tentang perilaku cumi-cumi raksasa di habitat aslinya mereka.

Spesies Hewan Langka di Laut Dalam

https://www.gramedia.com/products/super-amazing-cerita-cerita-fakta-sains-tentang-hewan-laut?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi
https://www.gramedia.com/products/super-amazing-cerita-cerita-fakta-sains-tentang-hewan-laut?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

1. Cumi-cumi Vampir

Cumi-cumi vampir (Vampyroteuthis infernalis) merupakan jenis cephalopoda yang berada di kedalaman laut antara 2000 dan 4000 kaki. Mereka memiliki kulit berwarna coklat kemerahan dengan mata biru besar yang berbentuk piring.

Tidak seperti cumi-cumi pada umumnya, cumi-cumi vampir tidak memiliki kantung tinta pertahanan. Sebaliknya, cumi-cumi ini mampu melebarkan lengan dan jaringnya dalam posisi pertahanan serta menggunakan organ pemancar cahaya di ujung lengan yang berfungsi untuk membingungkan pemangsa. Saat mangsanya bingung, mereka langsung melarikan dir dengan cepat.

2. Pink See-through Fantasia

Namanya terdengar unik, ya. Pink see-through fantasia adalah spesies teripang yang tembus pandang dengan warna merah muda. Mulut, anus, serta ususnya, semua bisa terlihat dari luar. Teripang jenis ini ditemukan sekitar 1.5 mil jauhnya di Laut Sulawesi, di Pasifik Barat, timur Kalimantan.

Para peneliti ini menyebutkan bahwa hewan ini hanya sedikit di dunia. Meskipun begitu, mereka memiliki taktik bertahan hidup yang dapat menunjukkan evolusinya yang cukup lama, yaitu bioluminesensi untuk menangkal para mangsa.

Bioluminesensi adalah sebuah kemampuan makhluk hidup mengeluarkan cahaya dari dalam tubuhnya sendiri dengan suatu reaksi kimia tertentu.

3. Isopoda Raksasa

Isopoda merupakan kelompok dari krutasea. Isopoda raksasa ini ditemukan di bawah perairan yang dingin dan juga dalam, mampu tumbuh menjadi ukuran yang sangat besar. Isopoda raksasa menyerupai cacing kayu besar, mereka memakan hewan yang jatuh dari permukaan laut.

Keberadaan hewan ini masih menjadi misteri sejak ratusan tahun yang lalu. Para peneliti yakin kalau isopoda raksasa tumbuh sangat besar untuk bertahan hidup karena mereka harus menahan tekanan di dasar lautan yang sangat kuat.

4. Ikan Gigi Taring

Ikan gigi taring memiliki bentuk yang sangat menyeramkan. Ikan ini memiliki gigi yang panjang dan runcing, dengan bentuk mulut yang oval. Ikan ini memiliki gigi terbesar dibandingkan dengan ukuran gigi spesies laut lainnya.

Ikan gigi taring ini merupakan karnivora atau pemakan daging. Hewan ini menggunakan giginya yang tajam untuk memangsa ikan, udang, dan krutasea. Spesies ini bisa ditemukan di kedalaman laut hingga 16.000 kaki, namun paling sering ditemukan di kedalaman 1.500 dan 5.600 kaki.

5. Viperfish

Viperfish merupakan predator yang sangat ganas. Hewan ini memiliki gigi bertaring yang sangat besar sampai mulutnya sendiri tidak bisa menutupi gigi-giginya itu. Hewan ini bisa tumbuh dengan panjang 30 sampai 60 sentimeter.

Umumnya ditemukan di kedalaman mulai dari 400 m sampai 1 km. Hewan ini memiliki leher yang fleksibel, sehingga memungkinkan menekuk kepalanya ke belakang dan menjulurkan rahang bawahnya untuk menangkap cumi-cumi, ikan, serta krutasea. Menangkap mangsa bagi viperfish bukanlah hal yang sulit karena ia memiliki rahang yang besar.

6. Stoplight Loosejaw

Stoplight loosejaw adalah ikan naga laut yang biasanya ditemukan pada kedalaman mulai dari 500 m sampai 1 km. Ikan ini adalah satu-satunya ikan yang mampu menghasilkan bioluminescence merah. Cahayanya ini tidak terlihat oleh predator dan juga mangsa, kemungkinan memiliki fungsi seperti obor untuk mencari udang serta ikan kecil.

Cahayanya ini juga bisa digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dengan loosejaw lainnya. rahang dari ikan ini memiliki engsel, sehingga mulutnya bisa terbuka sangat lebar dan mampu menusuk mangsa dengan giginya yang tajam seperti jarum.

7. Black Seadevil

Black seadevil betina memiliki ukuran gigi yang besar dan organnya berwarna terang pada tangkai di antara matanya. Sedangkan yang jantan, jauh lebih kecil dan memiliki lubang hidung yang besar, yang dapat digunakan untuk mengendus pasangannya dalam kegelapan.

Setelah ikan jantan menemukan betinanya, ikan ini akan menempel di bagian bawah betina dengan giginya. Ikan tersebut akan tetap berada di sana sebagai parasit, yang mengambil makanan dari betina sampai dibutuhkan untuk membuahi telur. Seadevil mempunyai perut yang memungkinkannya untuk menelan mangsa yang lebih besar dari dirinya. Ikan ini biasanya ditemukan di kedalaman mulai dari 250 m hingga 2 km.

Rahasia Mengapa di Laut Dalam Banyak Binatang dengan Ukuran Raksasa

Sumber: Merahputih.com

Grameds, pada bagian terdalam dan terdingin dari lautan, makhluk laut terutama kelompok invertebrata bisa tumbuh dengan mencapai ukuran yang sangat besar. Cumi-cumi, cacing, laba-laba laut, serta jenis hewan tanpa tulang punggung lainnya bisa tumbuh dengan ukuran raksasa di bawah laut. Fenomena ini disebut dengan gigantisme.

Sebagian besar makanan para hewan laut berasal dari perairan yang lebih dangkal dan hanya sebagian kecil yang berada di kedalaman laut. Nah, ketika makanan langka, ternyata memiliki ukuran yang besar memiliki keuntungan saat berburu mangsa, karena hewan yang berukuran lebih besar, bisa bergerak lebih cepat dan lebih jauh untuk mencari makanan. Mereka mempunyai metabolisme yang lebih efisien dan lebih baik dalam hal menyimpan makanan.

Jadi, ketika ada sebuah bangkai besar yang hanyut ke perairan yang lebih dalam, si predator besar bisa mengonsumsi lebih banyak dan juga menyimpan energi yang ia dapatkan untuk waktu yang lebih lama.

Suhu dingin pada laut juga bisa memicu gigantisme dengan memperlambat metabolisme hewan. Makhluk yang berada di ekosistem ini sering tumbuh sangat lambat, seperti hiu Greenland. Hiu yang bergerak lambat ini bisa tumbuh sampai panjang 7,3 m dengan berat mencapai 1,4 metrik ton. Untuk mencapai pertumbuhan tersebut, diperlukan waktu berabad-abad.

 

https://www.gramedia.com/products/200-fakta-penting-hewan-habitatnya-lautan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomend

https://www.gramedia.com/products/200-fakta-penting-hewan-habitatnya-lautan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Grameds, dunia laut memang menyimpan begitu banyak keajaiban yang menakjubkan, ya. Tak terkecuali adanya spesies hewan langka yang ada di laut dalam. Ternyata banyak juga hewan-hewan laut yang jarang kita ketahui, karena faktanya, hewan-hewan laut yang umumnya kita kenal, hanyalah sebagian kecil dari jumlah spesies yang ada di lautan.

Jika Grameds ingin mengetahui lebih dalam tentang cumi-cumi raksasa dan hewan laut lainnya, amu bisa membaca buku-buku yang ada di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas Gramedia selalu memberikan produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Nurul Ismi Humairoh

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi