in

Panduan Cara Budidaya Ikan Patin

Ikan Patin atau Pangasius merupakan ikan sejenis lele, yaitu ikan berkumis yang memiliki daging bertekstur lembut serta ringan dan tidak terlalu hambar. Ikan Patin merupakan ikan air tawar yang biasa dikonsumsi karena memiliki harga yang cukup terjangkau namun bernilai gizi baik.

Ikan Patin memiliki kandungan nutria asam amino, glisin, leusin, isoleusin, histidine, serin, treonin serta prolin yang tinggi. Ikan Patin siam merupakan salah satu jenis ikan Patin yang memiliki kandungan gizi yang telah disebutkan lebih tinggi dibandingkan dengan ikan Patin jenis lain.

Karena nilai gizi dari ikan Patin tersebut, ikan Patin pernah  dikampanyekan oleh mantan Menteri Kelautan dan Periklanan , Susi Pudjiastuti untuk dikonsumsi terutama ikan Patin lokal. Dari  kandungan ikan Patin tersebut, ikan Patin dapat bermanfaat bagi tubuh untuk mencegah penyakit kardiovaskular, menurunkan kolesterol, menyehatkan otot, dapat menjaga kesehatan tulang hingga menyehatkan janin serta bayi,

Memiliki nilai ekonomis yang cukup serta nilai gizi tinggi ikan Patin menjadi salah satu ikan yang paling umum serta sering dibudidayakan. Untuk membudidayakan ikan Patin, Anda tentu perlu mengenal jenis-jenis ikan Patin agar Anda mampu menerapkan cara perawatan yang tepat dan benar.

 

Jenis-Jenis Ikan Patin 

Ada 10 jenis ikan Patin yang biasa ditemukan di Indonesia. Masing-masing jenis ikan Patin tersebut tentu memiliki keunggulan yang berbeda, bentuk hingga tekstur daging yang sedikit berbeda. Namun kali ini penulis akan membahas mengenai dua jenis ikan Patin lokal yang telah masuk dalam sistem informasi benih KKP.

 

1. Pangasius Sutchi (Pangasius Djambal)

Pangasius Sutchi (Pangasius Djambal) Ikan Pangasius Djambal merupakan produk unggulan yang berasal dari sungai Batanghari, Provinsi Jambi, Indonesia. Ikan Patin Djambal memiliki potensi untuk dijadikan sebagai komoditas ekspor, hal ini dikarenakan ikan Patin jambal memiliki warna daging yang putih serta terlihat hampir sama seperti Pangasius bocourti.

 

Pangasius Djambal ini memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi, sehingga mendapatkan banyak perhatian serta diminati oleh pembudidaya ikan. Pangasius Djambal memiliki beberapa kelebihan sebagai berikut ini.

 

  1. Responsive terhadap makanan tambahan.
  2. Memiliki pertumbuhan yang relatif cepat, dalam kurun waktu enam bulan Pangasius Djambal dapat mencapai panjang 35 cm hingga 40 cm.
  3. Tidak membutuhkan air mengalir untuk dapat tumbuh.
  4. Dapat bertahan hidup walaupun habitat memiliki kandungan oksigen yang rendah.

Ikan Patin Djambal memiliki ukuran kepala yang cukup panjang serta melebar ke arah punggung. Mata ikan Patin jambal berukuran sedang dengan mulut subterminal yang kecil serta melebar ke arah samping. Gigi ikan Patin jambal cukup panjang serta ikan ini memiliki sungut yang memanjang sampai ke belakang tubuh ikan. Tubuh ikan Patin jambal berwarna abu-abu sedikit hitam, sedangkan pada bagian perut berwarna pucat dengan sirip transparan.

Pangasius Djambal merupakan ikan omnivora, artinya ia adalah pemakan segala namun biasanya Pangasius Djambal memakan ikan kecil, cacing, serangga, biji-bijian, udang kecil hingga mollusca.

 

banner-promo-gramedia

2. Ikan Patin Pasupati (Pangasius sp)

Ikan Patin Pasupati (Pangasius sp)Ikan Patin pasupati merupakan hasil persilangan antara Patin siam betina dengan Patin jambal. Persilangan tersebut memiliki tujuan agar terlahir ikan Patin yang memiliki daging berwarna putih, berbobot besar seperti ikan Patin jambal serta memiliki produktivitas telur tinggi dengan jumlah telur 100.000 per kgnya.

Pangasius sp merupakan ikan Patin yang berasal dari Sukamandi, Subang, Jawa Barat dan pertama kali diperkenalkan pada tahun 2006 oleh Loka Riset Pemuliaan dan Teknologi Budidaya Perikanan Air Tawar (LRPTBAT). Pasupati sendiri merupakan akronim dari kalimat Patin Super Harapan Pertiwi.

Ikan Patin Pasupati merupakan salah satu komoditi ekspor, karena banyaknya permintaan ikan Patin berdaging putih di luar negeri. Namun, ikan Patin pasupati memiliki sifat kurang baik yang dibawa oleh indukannya yaitu Patin Djambal dan Patin Siam. Ikan Patin Pasupati tidak dapat bertahan terhadap kondisi perairan kurang baik seperti ikan Patin jambal, larva ikan Patin pasupati bersifat kanibal seperti ikan Patin siam.

Rentannya ikan Pasupati terhadap kondisi lingkungan serta perubahan suhu membuat ikan ini memiliki ketahanan hidup yang relatif rendah, namun Anda dapat mengatasi hal tersebut dengan cara memelihara suhu air hangat berkisar 28 derajat celcius hingga 32 derajat celcius. Kestabilan suhu tersebut dapat dicapai dengan membudidayakan ikan pasupati di green house, Anda perlu mengingat bahwa ikan pasupati membutuhkan air keruh agar Anda dapat memanen ikan pasupati berdaging putih, semakin bening air tempat ikan pasupati tersebut dibudidayakan maka warna daging ikan Pasupati akan semakin keruh atau gelap.

 

Buku Rekomendasi Panduan Cara Budidaya Ikan Patin

Agar Anda dapat sukses membudidayakan serta mendapatkan hasil panen yang memuaskan, Anda dapat membaca buku-buku mengenai budidaya ikan Patin baik melalui buku fisik maupun baca melalui aplikasi e-reader Gramedia Digital atau beli melalui Gramedia.com. Salah satu buku yang dapat Anda baca adalah sebagai berikut:

Panduan Praktis Budidaya Patin Perkasa | S01231

Panduan Praktis Budidaya Patin Perkasa | S01231

tombol beli buku.

Permintaan suplai ikan patin skala nasional terus meningkat setiap tahun. Dari periode 2014-2018 terjadi peningkatan serapan ikan patin nasional hingga lebih dari 20% Tentunya ini membuat prospek budidaya patin tetap menjanjikan.

Hal itu harus diiiringi dengan pasokan benih yang memadai dan berkualitas. Namun, sebagian pembudidaya masih mengeluhkan benih patin yang ditebar tidak baik kualitasnya. patin perkasa hadir sebagai solusinya. Patin Perkasa merupakan patin siam unggul hasil seleksi di balai riset pemuliaan. Bobot tubuhnya lebih besar dan tumbuh lebih cepat daripada patin jenis lainnya

 

Sukses Budi Daya Ikan Patin Secara Intensif

Sukses Budi Daya Ikan Patin Secara Intensif

tombol beli buku

Ikan patin menjadi sangat populer karena mudah dibudidayakan, pertumbuhannya cepat, dan mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan, mulai dari kolam air tawar hingga Keramba Jaring Apung (KJA) di perairan umum, seperti waduk, sungai, dan danau. Keunggulan ikan patin antara lain ukurannya besar, pertumbuhannya cepat, mampu merespons pakan buatan, dagingnya lezat, mengandung protein tinggi, dan kolesterol rendah,

Teknologi budi daya ikan patin berkembang kegiatan pembenihan dan pembesaran. Di Indonesia, terdapat tiga jenis ikan patin, yaitu patin lokal atau jambal, Bangkok atau siam, dan pasupati. Ketiga jenis ikan patin tersebut mempunyai prospek yang cerah, baik untuk pasar domestik dan ekspor. Oleh sebab itu, budi daya dan pengolahan perlu lebih ditingkatkan dengan memerhatikan faktor isu pasar global dan wawasan wirausaha.

Wirausaha ikan patin diwujudkan dalam empat prinsip bisnis, yaitu berorientasi pasar (market oriented) dalam prospek wirausaha komoditas, menguntungkan (profitalitas) dalam perspektif analisis usaha, efisien memfokuskan fasilitas budi daya ikan yang tersedia, dan berteknologi maju untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna mulai dari budi daya, pascapanen, hingga pengolahan hasil.

 

Cara Mudah Membuat Kolam Ikan Patin

Cara Mudah Membuat Kolam Ikan Patin

tombol beli buku

Pada proses budi daya ikan, pembudidaya sering kali hanya memusatkan perhatian pada unsur-unsur yang bersifat krusial seperti pakannya. Pakan memang merupakan unsur yang cukup dominan dalam kesuksesan budi daya ikan.

Namun, ada yang tak kalah penting yaitu pembangunan kolam. Kolam ikan patin berfungsi sebagai tempat dalam pendederan hingga proses pembesaran. Selain itu, kolam juga memiliki pengaruh yang cukup besar terutama dalam kelancaran proses pembesaran ikan, yakni kolam yang sesuai ketentuan akan berdampak pada kualitas ikan baik dari segi bobot maupun kesehatan ikan itu sendiri. Untuk itu, perlu sekali kita mengetahui cara mudah membuat kolam ikan patin.

banner-promo-gramedia

 

Cara Membudidayakan Ikan Patin

1. Mempersiapkan kolam untuk budidaya

Seperti halnya membudidayakan ikan varietas lain, Anda perlu mempersiapkan kolam sebagai tempat untuk ikan budidaya Anda. Untuk ikan Patin, Anda dapat menggunakan beberapa media seperti kolam, kolam terpal maupun jaring apung atau terpal.

Apabila Anda menggunakan keramba, Anda perlu memerhatikan kondisi air pada danau maupun waduk untuk membesarkan benih ikan Patin. Ada dua jenis keramba yang biasa digunakan yaitu keramba dasar yang dipasang di dasar perairan, keramba bawah permukaan air.

Keramba sebagai media pembesaran bibit ikan Patin  juga perlu dipersiapkan terlebih dahulu. Anda perlu menentukan tempat di mana keramba akan dipasang. Kemudian Anda perlu memerhatikan kondisi keramba yang akan dipasang, selanjutnya Anda perlu memastikan bahwa konstruksi dari keramba yang akan dipasang dapat menahan arus serta kuat.

Namun, apabila Anda akan menggunakan media kolam terpal sebagai tempat budidaya ikan Patin, Anda perlu memerhatikan tata ruang, saluran air, kualitas air, suhu air, pH air dan sebagainyan.

Mempersiapkan kolam untuk tempat budidaya sangatlah penting, karena akan menunjang proses perawatan bibit serta perkembangan bibit hingga masa panen. Apabila kolam yang Anda miliki tidak cukup baik, maka akan memungkinkan membawa penyakit kepada ikan Patin serta menyebabkan hasil panen yang tidak baik.

 

2. Memilih bibit ikan Patin

Setelah proses persiapan kolam atau media sebagai tempat budidaya ikan selesai, tahapan selanjutnya adalah memilih bibit ikan Patin. Anda perlu memilih bibit ikan Patin yang memiliki kualitas terbaik, agar resiko terkena penyakit lebih sedikit. Selain itu Anda perlu menentukan jenis ikan Patin yang mana yang akan Anda budidayakan. Sebaiknya sebagai pemula Anda memilih salah satu jenis dari ikan Patin, apabila Anda sudah terlatih atau ahli Anda dapat menambah jenis ikan Patin lain.

 

Berikut beberapa karakteristik atau ciri-ciri dari bibit ikan Patin yang memiliki kualitas baik.

  • Ukuran kepala serta badan bibit seimbang, tidak terlalu besar maupun terlalu kecil.
  • Bibit ikan bergerak dengan lincah.
  • Memiliki warna tubuh yang cerah.
  • Pastikan bibit ikan berasal dari indukan ikan yang berkualitas atau memiliki sertifikasi.
  • Menanyakan penggunaan antibiotic, vitamin hingga probiotik dari bibit ikan agar Anda dapat mengenali penyebab terjangkitnya hama maupun penyakit apabila menyerang ikan Patin Anda.

 

3. Memberi pupuk sebelum menebar benih ikan

Pemberian pupuk ini perlu Anda lakukan apabila Anda memilih menggunakan kolam lumpur atau tanah sebagai media pembudidayaan ikan Patin. Pemberian pupuk bertujuan untuk merangsang pertumbuhan makanan alami ikan, sehingga meningkatkan produktivitas kolam.

Seperti yang telah penulis jelaskan sebelumnya, ikan Patin merupakan ikan air tawar omnivora, sehingga apabila Anda tumbuh pakan alami di kolam budidaya ikan, maka dapat mengurangi biaya pakan. Anda dapat menebarkan pupuk hijau bahkan pupuk kendang sebanyak 500 gr hingga 700 gr untuk merangsang pertumbuhan pakan alami seperti tumbuh-tumbuhan.

 

3. Mengisi air berkualitas baik



Ikan Patin memang sedikit ‘rewel’ dibandingkan dengan ikan air tawar yang biasa dibudidayakan lainnya. Anda perlu mengontrol kualitas air agar ikan Patin merasa nyaman dan tidak sakit. Anda dapat menambahkan emolin atau blitzich ke dalam kolam agar menghambat pertumbuhan jamur, selain itu Anda perlu memerhatikan suhu air yang berkisar 26-28 derajat celcius serta memeriksa pH air, pH air yang baik untuk ikan Patin adalah 6,5 sampai 7 tidak terlalu asam serta tidak terlalu basa.

 

4. Menyebarkan benih ikan Patin

Setelah keempat tahapan Anda lakukan, serta seluruh set kolam telah selesai Anda dapat menyebarkan benih ikan Patin ke dalam kolam. Untuk kolam berukuran 1 m Anda dapat menebar benih sebanyak 20 hingga 30 ekor saja, sebaiknya Anda tidak menyebar terlalu banyak benih agar kondisi kolam tidak terlalu padat, sehingga dapat menghambat pertumbuhan ikan.

Anda perlu memberikan treatment aklimatisasi serta memastikan bahwa pakan alami seperti plankton telah tumbuh dalam kolam. Berikut beberapa tahapa treatment aklimatisasi untuk benih ikan Patin.

 

  • Memastikan kolam memiliki kedalaman sekitar 50 cm.
  • memasukan plastic yang berisi benih ikan Patin ke dalam kolam selama 20 menit untuk menyesuaikan suhu.
  • Anda dapat melakukan proses penebaran benih pada sore atau pagi ketika suhu air tidak terlalu panas.
  • Menyesuaikan kepadatan benih dengan ukuran kolam.

 

5. Memberikan pakan berkualitas serta rutin

Pemberian pakan tentu akan memengaruhi pertumbuhan ikan, apabila Anda memberikan pakan yang berkualitas maka ikan Patin dapat tumbuh dengan maksimal serta mencapai target berat sesuai dengan permintaan pasar.

Menumbuhkan pakan alami di kolam budidaya ikan akan membuat ikan Patin merasa tidak bosan serta Anda dapat menghemat biaya pakan. Selain pakan alami tentu Anda perlu menambah pakan ikan dengan menggunakan pelet. Pilihlah pelet yang memiliki kandungan protein tinggi, Anda dapat memberikan pakan lain seperti kerrang, keong dan lain-lain.

Anda perlu memerhatikan kandungan pakan yang akan Anda berikan. Usahakan bahan baku pakan ikan tidak mengandung karoten yang terlalu tinggi, serta proses produksi pakan ikan higienis. Gunakan pakan dengan kandungan yang sudah sesuai dengan SNI serta tekstur pakan tidak mudah hancur dalam air.

 

6. Merawat ikan Patin

Proses perawatan atau pemeliharaan ini perlu Anda lakukan dengan tekun dan rajin setiap hari hingga masa panen tiba. Selama masa perkembangan ikan, yaitu dari bibit hingga layak panen Anda perlu melakukan pergantian air selama 2 hingga 3 kali dalam seminggu. Cara pengurasan air tersebut harus Anda lakukan secara bertahap, jangan kosongkan seluruh air dalam kolam, agar ikan tidak kaget. Anda perlu segera menambahkan air setelah volume serta debit air berkurang.

Selain mengganti air kolam secara berkala, Anda juga perlu memerhatikan ikan apabila terjangkit penyakit atau hama. Anda perlu mengetahui gejala awal ketika ikan sakit agar tidak terjadi penyebaran. Anda dapat melakukan pencegahan hama dengan menggunakan sinar lampu, dengan begitu ikan Anda terbebas dari hama maupun penyakit.

 

7. Masa panen

Ikan Patin hasil budidaya dapat Anda panen setelah 5 hingga 6 bulan setelah penyebaran benih. Dibandingkan jenis ikan air tawar lain seperti lele dan nila, ikan Patin memang membutuhkan waktu yang cukup lama agar bisa dipanen.

Selama proses panen, Anda perlu melakukan panen dengan hati-hati serta memerhatikan beberapa hal berikut ini.

  • Menguras kolam sebanyak 1/3 bagian dari kolam.
  • Memanen dengan menggunakan jaring.
  • Memanen dengan hati-hati, karena ikan Patin memiliki patil.
  • Memasukan ikan hasil panen dalam air bersih dengan temperatur air 20 derajat celcius.
  • Memanen pada pagi atau sore hari.
  • Memuaskan ikan Patin sehari sebelum masa panen.
  • Memanen dengan menggiring ikan ke salah satu sisi  kolam menggunakan jaring.
  • Sebelum mengemas hasil panen, cuci ikan hingga bersih dan beri es selama pengiriman ikan.
  • Hindari memanen ikan Patin ketika matahari terik.
  • Hindari pula melakukan pengangkutan ikan pasca panen pada siang hari atau ketika matahari terik.
  • Berikanlah es yang cukup agar tidak terjadi pembusukan pada ikan Patin yang telah dipanen.

Harga ikan Patin di pasaran dapat mencapai Rp 30.000 per ekornya bergantung seberapa berat ikan Patin. Selain menjual per-ekor Anda dapat menjual ikan Patin menjadi hasil olahan ikan.

Idealnya, ikan Patin yang layak panen memiliki berat sekitar 500 gr hingga 1kg. Untuk mencapai berat tersebut dalam sekali panen, Anda perlu memerhatikan pakan, nutrisi tambahan yang dimakan oleh ikan Patin hingga kondisi lingkungan. Ikan Patin adalah jenis ikan yang mudah panik, sehingga Anda perlu memilih tempat budidaya yang tenang dan tidak berisik agar tidak membuat ikan stress, sehingga memengaruhi perkembangan ikan.

 

Manfaat Ikan Patin Lokal 

Kedua ikan Patin lokal yang dimiliki oleh Indonesia yaitu ikan Patin Djambal serta ikan Patin Pasupati merupakan komoditi ekspor yang banyak diminati oleh masyarakat luar negeri. Selain karena warna serta tekstur dagingnya, ikan Patin jambal serta pasupati digemari karena memiliki nilai gizi walaupun harganya cukup terjangkau di pasaran. Berikut beberapa manfaat yang dapat Anda dapatkan apabila mengkonsumsi ikan Patin.

 

1. Mencegah kardiovaskular

Ikan Patin atau Pangasius memiliki kandungan lemak tak jenuh mencapai 50% dari total keseluruhan gizinya. Lemak tak jenuh tersebut dapat mengurangi kandungan lemak jenuh yang telah menumpuk serta menyumbat pembuluh darah, sehingga dapat mencegah penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung serta stroke.

 

2. Menurunkan kolesterol

Selain mencegah penyakit kardiovaskular, lemak tak jenuh pada ikan Patin juga dapat menurunkan kolesterol.

 

3. Menyehatkan janin serta bayi

Selain kandungan lemak tak jenuh yang baik bagi tubuh, ikan Patin juga baik apabila dikonsumsi oleh ibu hamil. Hal ini karena ikan Patin mengandung DHA serta asam omega-3 yang dapat menjaga Kesehatan ibu hamil serta menurunkan resiko bayi lahir dengan kelainan bawaan.

Setelah Anda mengetahui jenis-jenis ikan Patin dari Indonesia serta manfaatnya, apakah Anda tertarik untuk mulai mencoba membudidayakan ikan Patin lokal? Apabila Anda dapat merawat serta membudidayakan dengan baik, Anda dapat meraup keuntungan yang cukup besar terlebih lagi apabila Anda berhasil mengekspor ikan Patin. Simak cara membudidayakan ikan Patin berikut ini agar Anda dapat membudidayakan ikan Patin dengan baik.

 

Artikel Terkait Budidaya Ikan Patin

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy