in

Cara Budidaya Anggur: Mudah dan Bisa Menjadi Sumber Penghasilan

pixabay.com

Budidaya Anggur – Anggur merupakan buah istimewa yang hampir 96% bagiannya dapat dimakan.Tidak banyak orang yang bisa menolak rasa manis anggur yang khas. Sayang sekali, kebanyakan anggur yang kita makan merupakan hasil impor. Padahal, budidaya anggur termasuk bisnis yang menjanjikan dan mudah dilakukan.

Bagaimana tidak, anggur termasuk buah dengan nilai jual yang tinggi jika dibandingkan dengan jenis buah yang lain. Selain itu, permintaan anggur di Indonesia juga tergolong tinggi.

Kali ini kita akan membahas tentang cara budidaya anggur yang bisa Grameds jadikan peluang, baik sebagai mata pencaharian utama maupun sampingan.

Tips Sukses Budidaya Anggur

1. Syarat Tumbuh

Sebelum membahas tentang langkah-langkah budidaya anggur, Grameds perlu memahami dulu tentang syarat tumbuh tanaman merambat yang satu ini. Jika tidak, kemungkinan besar anggur yang kamu tanam tidak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

Anggur termasuk salah satu tanaman yang biasa tumbuh di daerah yang memiliki ketinggian sekitar 25 mdpl sampai 300 mdpl. Suhu optimal yang diperlukan berkisar antara 25 – 31 derajat Celcius.

Meski biasa tumbuh di dataran yang rendah, tanaman ini memerlukan 75% – 80% kelembaban udara dan intensitas penyinarannya mulai sebesar 50% – 80% atau 7 sampai 8 jam per hari.

Sangat disarankan memilih daerah yang memiliki curah hujan 800 mm per tahun dan 3 hingga 4 bulan kering, agar anggur bisa tumbuh dengan baik. Kemudian usahakan pH tanahnya harus berada di angka 6 sampai 7.

Kabar baiknya, anggur bisa beradaptasi dengan jenis tanah apapun selama tanah tersebut gembur, remah, subur, dan memiliki drainase yang baik. Namun, lebih dianjurkan ditanam di tanah yang teksturnya liat atau liat berpasir.

Grameds mungkin penasaran, sebenarnya bagaimana cara mengolah tanah menjadi media tanam yang baik? Nah, jawabannya bisa kamu temukan di buku Panduan Penggunaan Pupuk Organik yang disusun oleh Untung Suwahyono.

Budidaya Anggur

2. Menyiapkan media semai

Setelah mengetahui syarat tumbuhnya, Grameds harus menyiapkan media yang akan digunakan untuk penyemaian. Entah lewat biji ataupun stek. Media semai yang baik paling tidak harus memiliki ketinggian 5 – 10 centimeter.

Kamu bisa memanfaatkan nampan ataupun wadah lain sebagai media semai ini. Setelah wadahnya siap, lanjutkan dengan langkah-langkah berikut ini:

  1. Masukan tanah yang gembur dan subur sampai tingginya mencapai 3 centimeter
  2. Tambahkan pupuk berkualitas ke dalam tanah, kemudian campur sampai merata
  3. Sirami tanah dan pupuk dengan sprayer hingga menjadi basah dan lembab
  4. Setelah itu, siapkan tangki semprot dan isi dengan air sampai penuh lalu masukkan pupuk cair sebanyak kurang lebih 250 ml. Aduk sampai homogen.
  5. Semprotkan larutan pupuk cair tersebut ke seluruh permukaan tanah secara merata
  6. Ulangi penyemprotan selama beberapa hari, usahakan siram setiap pagi agar hasilnya lebih optimal.

Perlu Grameds ingat, hal paling penting dalam tahapan ini adalah menghasilkan media semai berkualitas yang memenuhi syarat tumbuh bibit anggur. Dengan begitu, anggur yang kamu dapatkan akan memiliki kualitas yang baik pula.

Oleh karena itu, sebaiknya pilih pupuk premium atau yang sudah terbukti berkualitas bagus agar bisa menunjang pertumbuhan bibit.

3. Menanam bibit anggur

Jika kamu serius ingin menekuni budidaya anggur, sebaiknya cari bibit yang bagus dan berasal dari indukan yang berkualitas. Untuk mendapatkan bibit yang sesuai dengan standar, kamu bisa menggunakan dua cara, yaitu: melalui biji anggur (generatif) dan melalui cangkok, okulasi, stek cabang, dan sebagainya (vegetative).

Banyak petani anggur sukses yang menyarankan pembibitan vegetatif karena lebih mudah, cepat, dan bibit yang dihasilkan identik dengan tanaman induknya.

Lalu bagaimana menentukan kualitas dari indukannya? Gampang, kok. Kamu cukup memastikan bahwa indukan tersebut memenuhi empat aspek berikut ini:

  • Indukan untuk bibit harus berumur >1 tahun
  • Indukan tanaman sudah terbukti memiliki kualitas unggulan
  • TIdak memiliki ciri-ciri gangguan penyakit dan hama
  • Bisa tumbuh di tempat yang sudah kamu siapkan

Perbedaan pembibitan generatif dan vegetatif

a. Pembibitan Generatif atau melalui biji anggur

Jika kamu ingin menggunakan bibit anggur yang berbentuk biji, usahakan pilih yang indukannya terbukti dapat menghasilkan buah berkualitas baik. Berikut ini langkah-langkah yang harus kamu lakukan dalam pembibitan generatif atau melalui biji:

  1. Pilih calon indukan yang berkualitas baik dan sudah matang sempurna
  2. Keluarkan biji yang ada di dalam buah anggur nya
  3. Kemudian letakkan biji di wadah yang terbuka lalu angin-anginkan di luar ruangan
  4. Setelah kering, rendam biji dalam campuran larutan pupuk organik selama 30 menit
  5. Larutan untuk menanam biji ini bisa kamu dapatkan dengan cara mencampurkan 50 ml pupuk organik dengan 1 liter air hangat, lalu aduk hingga rata.
  6. Setelah direndam, biji bisa langsung disebarkan di atas media semai yang sebelumnya kamu siapkan.
  7. Siram bibit setiap pagi dan sore hari menggunakan sprayer
  8. Semprotkan 500 ml pupuk organik ke media semai secara merata. Lakukan ini sebanyak satu minggu sekali.
  9. Lanjutkan perawatan bibit dengan cara menyirami, memupuk, menyiangi, dan mencegah serangan hama hingga bibit berumur >2 bulan.
  10. Setelah >2 bulan, cek apakah akarnya sudah mencapai panjang 5 – 10 cm, apakah tanamannya sehat, dan apakah sudah ada 2 tunas? Jika sudah, segera pindahkan ke media tanam.
b. Pembibitan vegetatif (stek)

Dalam artikel ini, kamu akan belajar cara menanam bibit secara vegetatif dengan metode stek. Metode ini dipilih karena prosesnya lebih mudah, tanaman lebih cepat tumbuh, dan sifatnya identik dengan induknya.

Untuk melakukan pembibitan vegetatif, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Cari cabang atau ranting pohon anggur yang berkualitas, usahakan panjangnya sekitar 15 centimeter.
  2. Buat campuran larutan 50 ml pupuk organik dengan 1 liter air hangat.
  3. Rendam cabang/ranting yang sudah kamu siapkan ke dalam larutan pupuk tersebut. Lakukan selama 30 menit.
  4. Selanjutnya tancapkan cabang anggur ke dalam media semai yang sudah kamu siapkan sebelumnya. Pastikan kedalamannya lebih dari 5 centimeter, ya!
  5. Simpan bibit semai di lokasi yang teduh dan tidak terkena cahaya matahari langsung
  6. Siram dengan air secara rutin, ya paling tidak satu kali dalam sehari, deh.
  7. Tunggu selama 1 – 2 minggu, biasanya akan muncul tunas
  8. Jika tunas sudah muncul, berikan campuran 500 ml pupuk organik dengan air.
  9. Rawat bibit sampai berumur >2 bulan
  10. Kalau bibit sudah memenuhi syarat yang dibutuhkan, pindahkan langsung ke lahan yang lebih besar.

Sedikit informasi tambahan buat Grameds, dalam satu hektar tanah kamu bisa menanam sekitar 900 batang anggur dengan menggunakan jarak tanam 3 cm x 3 cm. Kalau jarak tanamnya 5 cm x 4 cm, maka kamu bisa menanam sebanyak 500 batang anggur.

4. Menyiapkan media tanam

Bicara soal media tanam, berarti Grameds butuh tanah yang memenuhi syarat tumbuh tanaman ini yang sudah disebutkan sebelumnya. Dengan kata lain, kamu tidak bisa menanam dengan sembarangan karena pertumbuhannya tidak akan optimal.

Untungnya, sudah ada cara pengolahan tanah yang bisa kamu ikuti. Jadi meskipun tanah di lingkungan sekitar kamu belum memenuhi syarat, kamu masih bisa menyiasatinya. Nah, salah satu penunjang utama dalam perbaikan kualitas tanah adalah pupuk organik yang tepat.

Banyak petani sukses menyarankan penggunaan pupuk organik yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang lengkap. Sebab tanah jenis ini bisa memenuhi kebutuhan hara tanaman anggur dan menyediakan bakteri yang menguntungkan atau apatogen.

Apatogen inilah yang nantinya akan menguraikan bahan-bahan organik di dalam tanah, meningkatkan kesuburan tanah, juga mempercepat perkembangan dan pertumbuhan tanaman anggur. Dengan demikian, tanaman yang kamu tanam lebih kebal dari serangan hama.

Untuk cara pengolahan tanah yang akan menjadi media tanamnya, Grameds bisa mengikuti langkah-langkah berikut ini:

  1. Cangkul tanah supaya jadi gembur dan penyakit yang ada di dalamnya mati oleh sinar matahari
  2. Setelah itu, buat bedengan di seluruh lahan. Ukurannya bervariasi, tergantung dari kondisi lahan milikmu.
  3. Kemudian buat lubang tanam pada bedengan yang telah kamu buat. Ukurannya sekitar 60 cm x 60 cm x 50 cm dengan jarak tanam 3 m x 3 m atau 5 m x 4 m.
  4. Buat saluran air di sekitar bedengan
  5. Taburkan pupuk organik ke semua lubang tanam yang kamu buat, kemudian siram sampai tanahnya jadi basah dan lembab
  6. Campurkan pupuk organik cair dengan air dalam tangki semprot, lalu aduk
  7. Semprotkan campuran tersebut ke seluruh permukaan media tanam yang ada, terutama di bagian lubang tanamnya.

Sebetulnya, dengan bantuan pupuk organik Grameds dapat menghasilkan banyak tanah subur yang nantinya bisa kamu gunakan untuk menanam banyak tumbuhan lain. Informasi-informasi penting tentang kesuburan tanah bisa Grameds dapatkan dari buku Kesuburan Tanah dan Pupuk yang merupakan karya dari Wanti Mindari, Bakti Wisnu Widjajani, Rossyda Priyadarsini.

Budidaya Anggur

5. Memindahkan bibit anggur ke media tanam

Bibit anggur umumnya akan siap dipindahkan ke media tanam dalam waktu beberapa minggu. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sebaiknya lakukan pemindahan bibit di akhir musim hujan, yaitu antara bulan April sampai Juni.

Jadi sebaiknya, lakukan perhitungan dulu sebelum kamu mulai menyiapkan bibit anggur agar nantinya bisa dipindahkan dalam waktu yang tepat. Bagaimana cara memindahkannya?

Pertama, Grameds harus membuat naungan di semua bedengan dengan atap jerami maupun bahan lain yang kamu punya. Setelah itu, gali lubang tanam dengan kedalaman lebih dari 5 centimeter pada bedengannya. Berikan jarak sekitar 3 cm x 3 cm atau 4 cm x 5 cm antara lubang satu dengan yang lainnya.

Setelah lubang tanamnya siap, cabut bibit dari media semainya lalu tanamkan semua bibit pada lubang tanam. Tutup lubangnya dengan tanah sampai bagian akar dan batang bawah dari bibit anggur tertutupi. Terakhir, siram dengan air secukupnya.

Perawatan Budidaya Anggur

Budidaya Anggur
pixabay.com

Dalam budidaya anggur, tahap perawatan memegang peran penting dalam menghasilkan buah yang lebat dan berkualitas. Maka dari itu, tahap ini harus dilakukan dengan intensif. Dalam proses perawatan, Grameds perlu melakukan beberapa langkah, yaitu:

1. Menyiram tanaman anggur

Penyiraman pada tanaman anggur tidak bisa dilakukan sembarangan, apalagi soal intensitasnya. Untuk tanaman yang masih muda, penyiraman bisa dilakukan 1 – 2 kali dalam satu hari.

Lalu saat tanamannya sudah semakin dewasa, penyiraman bisa dilakukan setiap 2 – 3 hari sekali. Ini hanya panduan umum yang diterapkan oleh banyak petani anggur, kamu bisa menyesuaikannya lagi dengan kondisi tanah serta iklim di tempat tinggalmu.

2. Memangkas tanaman anggur

Dengan sifatnya yang mudah merambat, kamu harus rajin memangkas tanaman ini supaya pertumbuhannya lebih terkendali. Kamu bisa melakukan pemangkasan paling tidak 3 minggu – 1 bulan sekali.

Interval ini bertujuan untuk memastikan jumlah cabang dan ranting anggur tidak terlalu banyak. Di samping itu, cara ini juga bisa memaksimalkan perkembangan bunga dan buahnya.

Sebelum dipangkas, sebaiknya jangan siram tanaman selama 2 hari. Setelah pemangkasan selesai, lanjutkan kembali proses penyiraman seperti biasanya.

3. Pendangiran dan Penyiangan

Pendangiran atau penggemburan tanah harus kamu lakukan paling tidak satu kali dalam 1 bulan agar tanah tetap gembur dan akar tanaman bisa menyerap nutrisi dengan lebih mudah.

Sedangkan penyiangan harus kamu lakukan sesering mungkin, akan tetapi maksimalnya 2 minggu sekali. Jika kamu tidak melakukan penyiangan, nutrisi dalam tanah akan diserap oleh hama yang bersembunyi di dalam gulma.

4. Membuat rambatan

Setelah berumur 1 tahun, tanaman anggur memerlukan rambatan agar pertumbuhannya bisa terjaga dan membuahkan hasil yang baik. Sangat disarankan membuat rambatan dengan model para-para.

Untuk membuatnya, bisa dimulai dengan memasang tiang para-para dengan ketinggian 2 – 3,5 meter dan harus disesuaikan dengan jarak tanam anggur. Kemudian buat penopang yang kuat. Bahan untuk penopang ini bisa apa saja, mulai dari bambu, anyaman kawat, hingga kayu. Setelah itu, berikan jarak untuk mata anyaman sekitar 40 centimeter.

Pemupukan Tanaman Anggur

Pemupukan dalam budidaya anggur berfungsi untuk memastikan kebutuhan nutrisi terpenuhi secara maksimal. Secara umum, pemupukan bisa dilakukan dengan cara disebar dan dicampur rata di tanah secara melingkar sejauh 25 centimeter dari batang, kemudian tutup kembali dengan tanah lalu aliri air.

Jenis pupuk yang digunakan berbeda-beda, tergantung dari umur tanamannya. Untuk tanaman yang berusia 10 hari – 3 bulan, gunakan pupuk urea 7,5 gram atau ZA 10 gram pada saat melakukan pemupukan. Berikan jarak waktu sekitar 10 hari untuk setiap pemupukan.

Lalu untuk tanaman yang berusia 3 bulan – 6 bulan, sebaiknya gunakan pupuk urea 15 gram atau ZA 20 gram untuk setiap pemupukan. Lakukan pemupukan dengan interval 15 hari sekali.

Untuk tanaman berumur 6 bulan – 1 tahun, kamu bisa mengikuti panduan berikut ini:

  • Tanaman umur 6 bulan, gunakan pupuk urea 22,5 gram atau ZA 30 gram
  • Tanaman umur 9 bulan, gunakan pupuk urea 33,75 gram atau ZA 45 gram
  • Tanaman umur 12 bulan, gunakan pupuk urea 50 gram atau ZA 60 gram.

Jika Grameds membutuhkan penjelasan yang lebih lengkap, kamu bisa menemukannya di dalam buku Bertanam Anggur di Pekarangan yang ditulis oleh Emi Budiyati, Leni H. Apriyati.

Budidaya Anggur

Pemanenan Budidaya Anggur

Budidaya Anggur
pixabay.com

Jika pemupukan dilakukan dengan baik, anggur akan siap dipanen setelah berusia 8 bulan – 1 tahun. Kemudian, buah berikutnya bisa dipanen 1 – 2 kali dalam satu tahun, tergantung dari pangkas buah dan jenis anggurnya.

Dalam tahap ini, ada beberapa poin penting tentang kualitas buah anggur yang perlu kamu ketahui:

  1. Lakukan pemanenan saat warna buahnya terlihat seragam
  2. Saat memanen, pegang buah dengan hati-hati lalu gunting pada bagian tajuk paling atas dari buah
  3. Sebaiknya hentikan penyiraman paling tidak 2 – 3 hari sebelum panen dimulai
  4. Letakkan buah anggur pada wadah khusus untuk menghindari terjadinya kerontokan.

Perlu Grameds ketahui, kualitas buah anggur bisa berubah dengan cepat tergantung dari perawatannya. Itulah sebabnya, agar kualitasnya tetap terjaga baik buah anggur yang sudah dipanen harus diperlakukan dengan tepat melalui tahapan berikut ini:

  1. Penyortiran
  2. Pengelompokkan atau pengkategorian
  3. Pengemasan
  4. Penyimpanan buah sesuai dengan kelompok atau kategori yang sudah dibuat sebelumnya

Keempat langkah ini harus kamu lakukan dengan hati-hati agar hasil panen bisa sampai ke tangan konsumen dalam kondisi yang maksimal. Artinya, tahapan ini bisa mempengaruhi kualitas dan harga jual anggur yang sudah dipanen.

Demikian cara budidaya anggur yang mudah dan bisa menjadi sumber penghasilanmu. Grameds juga bisa membaca dan mendapatkan buku-buku terkait budidaya anggur dan tanaman lainnya di Gramedia.com agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Penulis: Gilang

BACA JUGA:

  1. 8 Budidaya Tanaman Pangan: Panduan, Jenis, dan Ciri-Cirinya
  2. Budidaya Tanaman Sayuran: Tahapan, Manfaat & Peluang Usaha
  3. Cara dan Teknik Melakukan Budidaya Padi Supaya Optimal dan Menguntungkan
  4. Panduan Budidaya Tanaman Porang yang Menguntungkan
  5. Cara Budidaya Kopi untuk Pemula Lengkap dengan Panduan yang Benar
  6. Tahapan dan Prospek Budidaya Pepaya California


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda