in

Menilik Prospek Investasi Emas bagi Milenial

Prospek Investasi Emas – Sejak pandemi melanda dunia, berbagai instrumen investasi ikut terkena dampaknya. Kerugian besar sering diderita para investor dengan jenis investasi yang berisiko tinggi. Hal ini dikarenakan krisis ekonomi global yang mengguncang banyak negara-negara di dunia.

Meskipun begitu, ada satu instrumen investasi yang cenderung stabil saat perekonomian global mengalami tekanan, yaitu investasi emas. Harga emas memang tercatat mengalami beberapa kali penurunan selama pandemi. Namun, penurunan harga tersebut tidak sebanding dengan kecenderungan kenaikan harga emas. Singkat kata, investasi emas masih sangat menguntungkan di kala pandemi.

Pesona emas sebagai investasi memang tidak pernah luntur. Prospek investasi emas tetap menjanjikan walaupun kondisi perekonomian dunia masih dalam tahap pemulihan. Bahkan, para investor turut mengalihkan aset kekayaannya untuk menghindari kerugian atau berkurangnya nilai aset yaitu dengan investasi emas.

Kini, investasi emas mulai dilirik generasi milenial. Kaum muda semakin yakin dengan instrumen investasi ini karena risikonya yang kecil. Selain itu, investasi emas terbilang sederhana, tidak sulit untuk dipelajari oleh orang awam sekalipun.

Sebelum memulai investasi emas, ada baiknya Grameds memperhatikan penjabaran di bawah ini supaya terhindar dari kerugian yang tidak semestinya.

https://www.pexels.com/

Kelebihan Emas sebagai Investasi

1. Alat Lindung Nilai atau Hedging Investment

Tidak seperti saham atau reksadana yang populer belakangan ini, investasi emas sudah dikenal sejak dahulu kala. Kalangan orang tua kita akrab dengan investasi emas bahkan kerap melakukannya. Ini karena sifat emas yang melindungi nilai kekayaan di masa depan. Aksi tersebut lebih dikenal sebagai tindakan lindung nilai (hedging).

Beberapa studi telah membuktikan bahwa emas dapat digunakan sebagai alat lindung nilai terhadap inflasi. Misalnya, jika kita menyimpan aset kekayaan dalam bentuk uang tunai maka nilainya akan turun dari waktu ke waktu karena harga barang atau jasa yang terus mengalami kenaikan. Namun, apabila tabungan aset dilakukan dalam bentuk investasi emas, maka kita justru mendapatkan keuntungan karena harga emas yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Ini merupakan sifat emas yang terbebas dari risiko inflasi.

Selain terbebas dari risiko inflasi, ada beberapa sifat emas yang membuatnya sebagai primadona hedging investment. Emas juga terbebas dari risiko krisis perbankan karena pembentukan harga emas tidak berkaitan sama sekali dengan sistem perbankan. Harga emas juga cenderung konsisten, misalnya apabila terjadi deflasi, harga emas tidak akan mengalami penurunan yang tajam. Kebijakan pemerintah pun tidak mempengaruhi harga emas kecuali kebijakan yang diputuskan oleh bank sentral Amerika Serikat, The Fed.

2. Likuiditas Tinggi

Emas termasuk dalam tangible asset atau aset berwujud sama seperti aset properti yang berupa tanah atau bangunan. Namun, emas memiliki keunggulan dibandingkan aset berwujud lainnya. Emas memiliki likuiditas tinggi yang berarti mudahnya mencairkan atau mengalihkan emas dalam bentuk uang tunai dengan cepat.

Kondisi ini jelas berbeda dengan konversi aset berwujud lain seperti bangunan. Menjual rumah jelas membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan emas.

Salah satu penyebab likuiditas emas yang tinggi adalah nilai universalitas emas. Misalnya, harga yang diberikan untuk sebuah emas batang seberat satu gram oleh suatu toko emas di Jakarta tidak jauh berbeda atau bahkan sama dengan harga yang diberikan toko emas yang lain di Bandung. Sementara harga sebuah tanah seluas satu hektar di Jakarta akan berbeda dengan harga sebuah tanah seluas satu hektar di Bandung.

3. Safe Haven

Investasi yang dikategorikan sebagai safe haven adalah investasi yang tidak terpengaruh oleh kondisi pasar yang tidak menentu sehingga masih memiliki nilai yang stabil atau bahkan peningkatan. Situasi ini telah terbukti saat pandemi Covid-19 melanda, harga emas konsisten bahkan mengalami peningkatan. Hal ini membuat prospek investasi emas masih cerah.

4. Minim Risiko

Setiap investasi memiliki sifat alamiah risiko dan potensi manfaat (risk and return) yang sejajar. Semakin besar keuntungan yang bisa diperoleh, maka semakin besar juga risikonya (high risk high gain). Apabila investasi tersebut memiliki risiko yang rendah, maka keuntungan yang bisa diperoleh juga rendah (low risk low gain). Emas adalah jenis investasi yang memiliki risk and return yang rendah. Karakteristik emas tersebut menjadikannya sebagai pilihan investasi yang sesuai untuk pemula karena risiko kerugian yang rendah.

5. Investasi Syariah

Gaya hidup syariah atau halal lifestyle menjadi pilihan bagi sebagian orang. Gaya hidup syariah menganjurkan penganutnya untuk menjalankan hidup sesuai dengan anjuran agama Islam termasuk dalam berinvestasi.

Ada beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam melakukan investasi syariah. Investasi syariah mewajibkan investornya untuk memilih jenis investasi yang tidak mengandung unsur spekulasi. Selain itu, investor syariah juga diharuskan melakukan investasi tanpa unsur paksaan atau sukarela dan didasari kejujuran. Karakteristik investasi syariah tersebut bertujuan melindungi investor dari potensi kerugian.

Emas disebut sebagai tipe investasi yang memenuhi kriteria investasi syariah. Emas merupakan investasi yang sifatnya non-spekulatif. Hal ini dikarenakan karakteristik harga emas yang konsisten mengalami peningkatan sehingga tidak membutuhkan spekulasi untuk menakar potensi keuntungan maupun kerugian.

Investasi emas juga biasanya bersifat individual atau dilakukan secara perorangan. Ini membuat investasi emas dilakukan tanpa paksaan atau atas kehendak sendiri.

tombol beli buku

Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Meskipun harga emas terbilang stabil, tapi ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi harga emas, yakni sebagai berikut:

1. Kebijakan Moneter US Federal Reserve

Tidak dapat dipungkiri bahwa dolar sebagai mata uang dunia juga dilirik para pelaku pasar untuk dijadikan pilihan investasi. Pergerakan dolar pun selalu dipantau investor. Sebagai bank sentral Amerika Serikat, US Federal Reserve atau yang dikenal dengan sebutan The Fed memiliki otoritas untuk menetap kebijakan moneter guna menstabilkan perekonomian Amerika.

Apabila The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, maka dolar Amerika akan menguat dan dilihat sebagai pilihan investasi yang lebih menarik ketimbang emas. Kebijakan ini akan membuat harga emas turun. Namun, hal berbeda terjadi jika The Fed menurunkan suku bunga yang akan berdampak pada kenaikan harga emas.

2. Kondisi Perekonomian Nasional dan Global

Ketika sebuah negara mengalami gejolak politik, ekonomi, sosial, bahkan krisis maupun perang biasanya akan berdampak pada menurunnya aktivitas pasar. Masyarakat pun berbondong-bondong mencari sumber pendapatan lebih atau setidaknya mengamankan kondisi keuangan. Emas kerap kali dijadikan sebagai penyelamat karena harganya yang dipastikan melonjak naik dalam situasi tersebut. Hal ini bisa terbukti saat krisis moneter 1998 mengguncang Indonesia.

Kondisi perekonomian global juga turut membentuk harga emas. Selama tahun 2019, Amerika dan Tiongkok terlibat perang dagang yang cukup sengit. Situasi tersebut membuat kondisi perekonomian sempat mengalami ketidakpastian karena kebijakan ekonomi yang kerap berubah di antara dua negara. Sebagai dua negara kuat, perang dagang tersebut turut berdampak pada perekonomian dunia termasuk harga emas global yang mengalami peningkatan sekitar 19 persen.

3. Inflasi

Inflasi adalah kondisi saat barang dan jasa mengalami peningkatan harga secara kontinu yang turut berdampak pada kenaikan harga emas. Emas menjadi pilihan investasi yang populer saat terjadi inflasi karena sifat emas yang terbebas dari risiko inflasi sehingga dapat mempertahankan nilai aset.

Ada empat macam inflasi berdasarkan tingkat keparahannya yaitu inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat, dan hiperinflasi. Inflasi ringan terjadi saat kenaikan harga komoditi berada di bawah angka 10 persen per tahun. Inflasi sedang tercatat jika kenaikan harga berkisar antara 10 hingga 30 persen per tahun.

Sementara itu, saat inflasi berat terjadi biasanya mengganggu kegiatan perekonomian sebab daya beli masyarakat menurun karena kenaikan harga mencapai 30 hingga 100 persen. Sedangkan hiperinflasi terjadi jika kenaikan harga komoditi melampaui 100 persen.

4. Permintaan dan Penawaran Emas

Permintaan dan penawaran adalah sebuah mekanisme pasar yang menentukan harga suatu komoditi.  Permintaan berkaitan dengan perilaku konsumen akan suatu barang dan jasa. Jika permintaan konsumen terhadap emas lebih tinggi daripada penawaran, maka harga emas akan naik. Sebaliknya, apabila penawaran terhadap emas lebih tinggi daripada permintaan konsumen, maka harga emas akan mengalami penurunan.

5. Nilai Tukar Dolar Amerika Serikat

Harga emas juga dipengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan sebaliknya. Ini disebabkan ketergantungan global akan dolar AS sebagai mata uang dunia.

[algolia_carousel page=2]

Konversi rupiah ke dolar AS menjadi salah satu faktor penentu harga emas dalam negeri. Jika rupiah menguat terhadap dolar AS maka harga emas akan mengalami penurunan. Sebaliknya jika rupiah melemah terhadap dolar AS, maka harga emas di pasaran lokal akan meningkat.

6. Harga Emas dalam Dolar Amerika Serikat

Mayoritas transaksi emas dunia dilakukan dengan dolar Amerika Serikat bahkan menyentuh angka 70 persen. Fakta ini membuat harga emas dalam dolar AS sangat mempengaruhi harga emas di negara lain termasuk Indonesia.

tombol beli buku

Tips Memulai Investasi Emas

1. Memilih Emas

Emas yang disarankan untuk disimpan adalah emas berupa batang bukan perhiasan. Alasannya adalah biaya pembuatan emas perhiasan yang dipatok cukup tinggi yaitu mencapai 30 persen dari nilai emas itu sendiri.

Apalagi emas perhiasan terkadang memiliki desain yang rumit dan bisa menyesuaikan permintaan konsumen. Biaya pembuatan emas perhiasan dibebankan kepada konsumen. Sayangnya, biaya pembuatan ini hanya diperhitungkan pada harga jual yaitu saat konsumen membeli, tapi tidak diperhitungkan saat penjualan kembali.

Selain perbedaan biaya pembuatan yang diterapkan pada harga jual dan harga beli, emas perhiasan juga kerap mengalami penurunan harga saat dijual lagi oleh konsumen. Penyebabnya adalah berkurangnya nilai estetika yang terjadi saat pemakaian seperti gesekan dengan kulit atau benda lain, atau reaksi akan keringat. Ini tidak berlaku terhadap perhiasan yang belum pernah atau tidak dipakai.

Perhitungan di atas sangat berbeda dengan harga yang dibanderol untuk sebuah emas batang. Emas batang juga membebankan biaya pembuatan. Namun, biaya pembuatan tersebut sangat rendah dibandingkan dengan biaya pembuatan emas perhiasan. Biaya pembuatan emas perhiasan berkisar delapan sampai sepuluh kali lebih mahal dibandingkan biaya pembuatan emas batang.

Emas batang juga bebas dari nilai koreksi estetika karena fungsinya bukan untuk keindahan atau menunjang penampilan. Dengan demikian, investasi emas batang jauh lebih menguntungkan dibandingkan emas perhiasan.

2. Sesuaikan Budget

Dahulu, emas batang diasosiasikan dengan kaum elit atau masyarakat menengah ke atas. Anggapan itu tidak berlaku lagi semenjak para produsen emas mengeluarkan beragam emas batang dengan bobot yang kecil dimulai dari 0,5 gram sehingga emas mulai menjangkau berbagai macam kalangan masyarakat terutama kaum milenial yang baru ingin belajar investasi.

Meskipun begitu, pembelian emas batang dalam ukuran yang lebih besar akan lebih menguntungkan. Misalnya, membeli sebuah emas batang ukuran 2 gram jauh lebih murah dibandingkan dengan membeli emas batang ukuran 1 gram sebanyak 2 batang.

Tips lain yang bisa diterapkan untuk menyesuaikan anggaran Grameds adalah dengan perhitungan 10 persen penghasilan untuk investasi. Misalnya, Grameds menyisihkan 10 persen penghasilan setiap bulannya untuk alokasi pembelian 1 gram emas. Saat ini beberapa e-commerce juga menyediakan fitur menarik pembelian emas yang bisa dimulai dengan nominal berapapun. Kemudian, nominal itu dikonversikan sesuai harga emas pada hari tersebut.

3. Simpan Emas untuk Jangka Panjang

Mengutip Joko Salim dalam buku Jangan Investasi Emas Sebelum Baca Buku Ini menjelaskan bahwa harga yang digunakan ketika konsumen hendak menjual emas adalah 10 persen dibawah harga beli dari Antam.

Ini berarti emas lebih sesuai dijadikan investasi jangka panjang. Pengamat investasi menyarankan agar investasi emas setidaknya dilakukan dalam jangka waktu 5 tahun. Dalam periode waktu tersebut, investor emas bisa mendapatkan sekitar 85 persen keuntungan dari harga modal awal.

4. Pilih Penjual yang Terpercaya

Pembelian emas awalnya hanya bisa dilakukan melalui toko fisik emas yang tersebar di berbagai daerah. Mengikuti perkembangan zaman, pembelian emas kini bisa dilakukan di situs e-commerce.

Pembelian emas yang dilakukan secara daring tentu saja menimbulkan kekhawatiran bagi banyak orang karena nilai emas yang sangat berharga. Untuk menghindari penipuan, Grameds bisa membeli emas di toko online yang hanya dilabeli sebagai official shop atau toko resmi. Toko jenis ini biasanya dioperasikan langsung oleh produsen tangan pertama. Kelebihan toko resmi dibanding penjual biasa yaitu jaminan keaslian terhadap barang yang dijual bahkan pengembalian uang jika konsumen bisa membuktikan bahwa produk yang diterima tidak asli.

5. Memantau Harga

Grameds bisa memperoleh keuntungan maksimal dari investasi emas jika rutin memantau pergerakan harga emas. Hal ini dilakukan supaya Grameds bisa membeli emas dengan harga semurah mungkin dan menjualnya saat harga sedang tinggi. Biasanya, harga emas selalu diperbarui dalam artikel yang tercantum dalam media berbasis ekonomi.

Tidak hanya dengan memantau harga, pergerakan harga emas juga bisa dilihat dari kebijakan ekonomi. Misalnya, The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunga hingga tiga kali sepanjang tahun 2022. Selama masa itu, konsumen bisa berburu emas dengan harga lebih murah. Jika AS merilis data inflasi, harga emas akan melambung. Hal ini bisa dimanfaatkan apabila Grameds berniat menjual emas.

Nah, itulah ulasan mengenai prospek investasi emas bagi milenial yang dapat berguna apabila kamu hendak menjadi emas sebagai investasi. Investasi ini tentu saja sangat bermanfaat terutama untuk kebutuhan finansial di masa depan. Namun, sebelum menjadikan emas sebagai investasi, jangan asal memilih emas ya… 

Penulis: Anendya Niervana

Baca Juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rifda Arum