in , , ,

Toko Gramedia yang Ada Cafenya: Tempat Nongkrong & Baca Jadi Satu!

toko gramedia yang ada cafenya – Toko buku kini tidak lagi hanya menjadi tempat membeli buku. Perubahan perilaku konsumen, khususnya Gen Z dan milenial, membuat konsep retail ikut berevolusi menjadi experience-driven space. Salah satu bentuk transformasi tersebut adalah hadirnya toko Gramedia yang ada cafenya.

Konsep ini menggabungkan aktivitas membaca, bekerja, hingga bersosialisasi dalam satu ruang yang nyaman. Tidak hanya meningkatkan pengalaman pelanggan, model ini juga membuka peluang bisnis baru melalui kombinasi penjualan buku dan F&B.

1. Gramedia Matraman (Smiljan Makarya)

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat:
Jl. Matraman Raya No.46–48, Palmeriam, Kec. Matraman, Jakarta Timur

Gramedia Matraman menghadirkan kolaborasi dengan Smiljan Makarya yang mengusung konsep cafe modern di dalam toko buku. Area duduk yang nyaman membuat pengunjung betah berlama-lama, baik untuk membaca maupun bekerja. Lokasinya yang strategis juga membuat traffic pengunjung cukup tinggi.

2. Gramedia Jalma Blok M (Kopi Aloo)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat:
Jl. Sultan Hasanuddin Dalam, Blok M, Jakarta Selatan

Menggandeng Kopi Aloo, Gramedia Jalma Blok M menjadi salah satu titik favorit anak muda. Berlokasi di kawasan lifestyle Blok M, tempat ini sering menjadi venue untuk diskusi komunitas, event kecil, hingga aktivitas kreatif lainnya.

3. Gramedia GAFOY Kelapa Gading (Prose & Petals)

 

 

 

 

 

 

 

 

Alamat:
GAFOY (Gading Festival Open Yard), Kelapa Gading, Jakarta Utara

Konsep di lokasi ini lebih premium dengan sentuhan aesthetic melalui kolaborasi dengan Prose & Petals. Area semi outdoor memberikan pengalaman berbeda dibanding toko buku konvensional, menjadikannya sangat menarik untuk konten sosial media.

4. Purbalingga – Akocoffehub

Alamat :

Jl. Kapten Sarengat No.10B, Purbalingga, Purbalingga Kidul, Kec. Purbalingga, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah 53317

Gramedia berkolaborasi dengan Akocoffehub menjadi contoh bagaimana konsep bookstore cafe bisa berkembang di kota tier 2. Fokusnya tidak hanya pada penjualan, tetapi juga sebagai pusat komunitas dan aktivitas literasi lokal.

Kenapa Konsep Bookstore + Cafe Sangat Menarik?

1. Meningkatkan Waktu Kunjungan

Pengunjung cenderung menghabiskan waktu lebih lama, yang berdampak langsung pada potensi transaksi.

2. Sumber Pendapatan Ganda

Bisnis tidak hanya bergantung pada buku, tetapi juga:

  • Penjualan kopi dan makanan
  • Event komunitas
  • Aktivasi brand

3. Experience Lebih Kuat

Konsumen datang bukan hanya untuk membeli, tetapi untuk menikmati suasana dan aktivitas.

Peluang Kemitraan Gramedia Bookstore Cafe

Konsep ini juga membuka peluang besar bagi investor atau pemilik lokasi untuk bergabung dalam kemitraan Gramedia.

Skema Umum:

  • Sistem revenue sharing
  • Support operasional dan supply buku dari pusat
  • Kolaborasi dengan tenant cafe

Syarat Dasar:

  • Memiliki lokasi strategis
  • Luas ideal mulai 450–500 m²
  • Bangunan siap pakai

Keunggulan:

  • Brand sudah kuat di industri
  • Model bisnis terbukti
  • Bisa menjadi pusat komunitas kota

Insight: Potensi Besar di Kota Non-Metropolitan

Kota seperti Purbalingga menunjukkan bahwa konsep ini tidak harus selalu berada di kota besar. Justru di kota kecil:

  • Kompetisi lebih rendah
  • Loyalitas komunitas lebih tinggi
  • Potensi pertumbuhan jangka panjang besar

FAQ – Books Cafe Bersama Partnership Gramedia?

1. Apakah semua Gramedia ada cafe?

Tidak, hanya beberapa lokasi tertentu yang mengadopsi konsep ini.

2. Siapa yang mengelola cafe di dalam Gramedia?

Biasanya melalui kerja sama dengan brand cafe sebagai tenant.

3. Apakah bisa membuka Gramedia dengan konsep cafe melalui kemitraan?

Ya, konsep ini menjadi salah satu model yang dikembangkan dalam partnership Gramedia.

4. Berapa luas minimal untuk membuka konsep ini?

Idealnya mulai dari 300 m² agar experience tetap optimal.

5. Apakah cocok untuk kota kecil?

Sangat cocok, terutama jika belum ada kompetitor dengan konsep serupa.

Kesimpulan

Konsep toko Gramedia yang ada cafenya adalah evolusi dari retail buku menjadi ruang pengalaman yang lebih relevan dengan kebutuhan masa kini. Dengan kombinasi literasi, lifestyle, dan komunitas, model ini tidak hanya menarik secara bisnis tetapi juga berdampak pada perkembangan ekosistem literasi di Indonesia.

Written by Vania Andini