in

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1 Karya Rick Riordan

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword of Summer adalah novel fantasi dewasa muda berdasarkan mitologi Nordik yang ditulis oleh penulis asal Amerika Serikat, Rick Riordan. Novel ini diterbitkan pada 6 Oktober 2015, oleh Disney Hyperion, dan menjadi novel pertama dalam seri Magnus Chase and the Gods of Asgard. Novel ini berpusat pada Magnus Chase, yang merupakan setengah dewa berusia 16 tahun dan yatim piatu serta tunawisma.

Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword of Summer telah diterjemahkan ke dalam 9 bahasa. Novel ini telah diterbitkan dalam Bahasa Indonesia oleh Penerbit Noura pada Oktober 2015. Novel dengan total 360 halaman ini akan mengisahkan perjalanan Magnus yang baru menemukan fakta bahwa dirinya adalah keturunan dewa. Tidak pantas dipilih, tidak pantas mati, seorang pahlawan, tetapi tidak sanggup diemban Valhalla.

Mentari bergerak ke Timur, sembilan hari lagi. Dan Pedang Musim Panas-lah yang membebaskan sang buas dari belenggunya. Sejak kematian sang ibunda oleh penampakan serigala bermata biru, Magnus hidup sebatang kara di jalanan Boston. Dia berusaha bertahan hidup sambil melarikan diri dari para agen sosial dan polisi.

Sampai pada suatu hari, seorang pria asing muncul. Pria itu memberitahu Magnus sebuah rahasia aneh, yakni bahwa Magnus merupakan putra seorang Dewa Nordik. Magnus hanya menertawakan perkataan pria itu. Bagi Magnus, yang kini telah dua tahun hidup di jalanan, mendengarkan hal gila seperti itu adalah hal yang normal.

Namun, ternyata, mitos Viking itu nyata. Magnus diserang oleh makhluk neraka yang muncul tiba-tiba di jembatan. Makhluk itu menginginkan sebuah Pedang Musim Panas yang dapat mempercepat Ragnarok atau kiamat. Serangan itu membuat Magnus harus memilih antara nyawanya atau orang-orang yang berada di sana. Dan, sayangnya, Magnus memilih keputusan yang fatal. Perjuangan Magnus baru saja dimulai, dengan berawal dari kematiannya.

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1

Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword of Summer ini telah menerima ulasan positif dari para kritikus, yang memuji alurnya, humornya, masuknya karakter yang beragam, dan tema dewasa. Novel ini juga berhasil masuk ke dalam daftar Buku Anak-anak Terlaris versi The New York Times dan daftar buku terlaris versi Amazon. Novel ini juga memenangkan Penghargaan Pilihan Goodreads 2015 untuk Kelas Menengah dan Fiksi Anak-anak.

Profil Rick Riordan – Penulis Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1
rickriordan.com

Richard Russell Riordan Junior atau yang dikenal dengan nama Rick Riordan adalah seorang penulis Amerika yang terkenal, karena karyanya, seri Percy Jackson & the Olympians. Karya tulis Rick Riordan telah diterjemahkan ke dalam empat puluh dua bahasa dan terjual lebih dari tiga puluh juta kopi di Amerika Serikat. 20th Century Fox mengadaptasi dua buku pertama dari seri Percy Jackson karyanya sebagai bagian dari serangkaian film, sementara adaptasi oleh Disney+ sedang dalam produksi.

Novel panjang pertama Rick Riordan adalah Big Red Tequila, yang menjadi buku pertama dalam seri Tres Navarre. Terobosan besarnya adalah The Lightning Thief (2005), novel pertama dalam lima volume seri Percy Jackson and the Olympians, yang menempatkan sekelompok remaja modern dalam latar mitologi Yunani-Romawi. Sejak itu, Riordan telah menulis The Heroes of Olympus, sekuel dari seri Percy Jackson: The Kane Chronicles, sebuah trilogi dengan premis serupa yang berfokus pada mitologi Mesir, dan Magnus Chase and the Gods of Asgard, yang sekali lagi merupakan trilogi dengan premis serupa yang berfokus pada mitologi Nordik.

Rick Riordan juga membantu Scholastic Press dengan mengembangkan seri The 39 Clues dan spin-off-nya, dan menulis buku pertamanya yang berjudul The Maze of Bones. Buku terbaru karyanya adalah Daughter of the Deep, yang berhasil diterbitkan pada tahun 2021. Saat ini, Ia sedang menulis buku The Sun and the Star bersama dengan Mark Oshiro, yang rencananya akan dirilis pada 2 Mei 2023.

Rick Riordan lahir dan besar di San Antonio, Texas. Dia merupakan lulusan dari Alamo Heights High School. Ia pada awalnya mengikuti program musik di North Texas State University, dengan keinginan untuk menjadi gitaris. Rick kemudian dipindahkan ke University of Texas di Austin dan belajar bahasa Inggris dan Sejarah. Rick Riordan menerima sertifikasi mengajar dalam mata pelajaran itu dari University of Texas di San Antonio. Ia kemudian mengajar Bahasa Inggris dan Ilmu Sosial selama delapan tahun di Presidio Hill School di San Francisco.

Rick Riordan menikah dengan Becky Riordan pada tahun 1985. Dari hasil pernikahannya, mereka memiliki dua putra yang bernama Haley dan Patrick. Mereka pindah dari San Antonio ke Boston pada Juni 2013, bersama dengan putra sulungnya, Haley, yang mulai kuliah di Boston.

Rick Riordan telah menciptakan beberapa seri buku yang sukses. Seperti, Tres Navarre, yakni serial misteri dewasa tentang mata pribadi Texas. Seri ini berhasil memenangkan Penghargaan Shamus, Anthony, dan Edgar. Kemudian, Rick juga berhasil menyusun ide untuk seri Percy Jackson sebagai cerita pengantar tidur tentang pahlawan Yunani kuno untuk putranya Haley.

Haley telah didiagnosis dengan ADHD dan disleksia, yang menginspirasi Rick Riordan untuk membuat protagonis tituler hiperaktif dan disleksia.Rick Riordan menerbitkan novel pertama dalam seri The Lightning Thief, pada tahun 2005. Seri itu diikuti empat sekuel, dengan seri terakhirnya berjudul The Last Olympian, yang terbit pada tahun 2009.

Sebelum Percy Jackson, Rick Riordan telah menulis seri Tres Navarres, yakni serangkaian novel misteri untuk pembaca dewasa. Seri Percy Jackson & the Olympians-nya menampilkan anak berusia dua belas tahun tituler yang menemukan bahwa dia adalah putra modern dewa Yunani kuno Poseidon. 20th Century Fox kemudian membeli hak film dan merilis dua adaptasi film fitur antara 2010 dan 2013.

Menyusul kesuksesan Percy Jackson, Rick Riordan menciptakan The Kane Chronicles, yang menampilkan panteon Mesir modern dan dua protagonis bersaudara baru, Sadie dan Carter Kane. Rick Riordan juga membuat seri sekuel Percy Jackson yang berjudul The Heroes of Olympus. Selain itu, Rick Riordan juga membantu membuat seri buku anak-anak yang berjudul The 39 Clues, dan seri mitologi Dewa Nordik yang berjudul Magnus Chase And The Gods Of Asgard.

Sinopsis dan Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1

Pros & Cons
Pros Cons
  • Menawarkan kisah yang menarik sekaligus mendidik.
  • Narasi yang disajikan detail, tetapi mengalir, dan ringan.
  • Penulis menyelipkan pesan yang memberikan pembelajaran kepada pembaca.
  • Karakter utama dan pendukung dapat menarik hati pembaca.
  • Sejumlah terjemahan dinilai kurang pas.

Kisah ini dimulai pada hari ulang tahun protagonis Magnus Chase yang ke-enam belas tahun. Magnus Chase telah tinggal di jalanan Boston sejak kematian ibunya Natalie dua tahun lalu. Setelah mengetahui bahwa Randolph, sang paman, tiba-tiba mengirim pamannya yang lain, Frederick beserta sepupu Annabeth untuk mencarinya, Magnus mencari jawaban dengan menerobos masuk ke rumah Randolph. Randolph menangkap Magnus dan mengantarnya ke Jembatan Longfellow, dan mengatakan bahwa Magnus adalah putra dewa Norse, yang menjadikannya target musuh magis yang tidak disebutkan namanya.

Randolph memberi tahu anak itu bahwa dia harus secara ajaib mengambil pedang kuno yang bernama Sumarbrander atau “Pedang Musim Panas”, yang disembunyikan di Pelabuhan Boston untuk melindungi dirinya sendiri. Raksasa api yang dikenal sebagai Surt pun tiba-tiba muncul, dan mulai menghancurkan jembatan. Magnus menyerang Surt dengan pedang itu, supaya para pejalan kaki lain bisa melarikan diri.

Ketika dia menyadari bahwa dia akan mati, dia berhasil melukai raksasa itu dan menjatuhkan diri mereka berdua dari jembatan. Magnus meninggal karena benturan dengan air. Setelah itu, Magnus terbangun di sebuah tempat bernama Hotel Valhalla sebagai einherjar, di mana dia diberitahu bahwa dia akan menghabiskan pelatihan keabadian untuk Ragnarok atau hari kiamat.

Magnus diperkenalkan ke Valkyrie yang membawanya ke Valhalla, Sam, dan teman einherjar barunya. Selama pesta penyambutan Magnus, ketiga Norn mengucapkan Magnus sebagai putra Frey dan menyampaikan ramalan yang membingungkan. Dewan penguasa hotel mengusir Sam si Valkyrie, karena dianggap “salah memilih” Magnus.

Malam itu, teman Magnus, Hearth dan Blitz, tiba dan mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya adalah peri dan kurcaci. Mereka meyakinkan dia untuk meninggalkan hotel. Di Midgard, ketiganya bergabung dengan Sam. Kelompok tersebut bertemu dengan dewa Mimir, yang menugaskan mereka untuk menemukan Pedang sebelum Surt dan membawanya ke pulau Fenris Wolf.

Mereka mengambil pedang dari dewi laut bernama Ran, dan melakukan perjalanan ke Nidavellir untuk mengamankan ikatan baru untuk Serigala. Selama pencarian, Magnus mengalami penglihatan mimpi tentang Loki, dan bahkan dewi Hel menawarkan untuk menyatukannya kembali dengan mendiang ibunya. Ini menjadi sebuah penawaran yang sulit dia tolak.

Setelah jalan memutar ke Jotunheim, di mana mereka membantu dewa Thor dan Magnus menemukan kekuatan magis baru, mereka akhirnya tiba di pulau Fenris. Meskipun diserang oleh sekelompok Valkyrie, beberapa teman sekelas Magnus, dan Surt, mereka berhasil mengubah Serigala. Magnus memiliki visi singkat tentang ayahnya Frey sebelum kembali ke Hotel Valhalla untuk diadili karena ketidaktaatannya.

Namun, sebelum dia dapat dihukum, teman sekelas Magnus X berdiri dan menyatakan dirinya sebagai dewa Odin, yang menyamar. Odin memberi penghargaan kepada masing-masing pahlawan secara bergantian, akhirnya menawarkan Magnus kesempatan untuk hidup kembali atau memilih kehidupan setelah kematian yang berbeda. Magnus menolak penawaran itu, tetapi ia kembali ke Boston untuk berbincang dengan Annabeth, sepupunya.

Keduanya kemudian mengadakan pemakaman untuk Natalie Chase dan saling bercerita mengenai kehidupan masing-masing sebagai dewa. Sementara itu, di epilog, Loki menghukum Randolph karena tidak bisa menghentikan Magnus untuk mengikat kembali Fenris. Loki seperti memberi ancaman bahwa keluarga Randolph akan berada dalam bahaya kalau pria itu tak mau bekerja sama.

Kelebihan Berdasarkan Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1

Pembuka seri Magnus Chase ini memberikan hiburan yang berbeda dan segar. Rick Riordan dinilai sukses dalam menyusun cerita yang menarik dan juga mendidik. Narasi kisah ini dituliskan dengan rinci, tetapi sangat mengalir, juga ringan. Hal ini membuat pembaca berhasil membayangkan setiap adegannya dalam imajinasi mereka. Narasi yang mudah dipahami ini juga membuat pembaca merasa antusias dalam membaca novel yang cukup tebal ini.

Seperti buku karya Rick Riordan yang lainnya, novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer ini juga berisi tentang satu misi utama dan beberapa misi sampingan yang kompleks. Dari penyelesaian misi tersebut, Rick Riordan menyelipkan pesan yang memberikan pembelajaran kepada pembaca.

Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer menyajikan paket lengkap dengan karakter pahlawan dan karakter pendukung yang menarik, petualangan yang penuh aksi dan seru, adegan-adegan penuh kejutan, pembelajaran mitologi, dan humor yang tepat sasaran. Ini adalah buku pembuka seri yang mampu memperkenalkan mitologi dewa Nordik dengan menarik.

Kekurangan Berdasarkan Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer

Review Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1

Kekurangan pada novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer terletak pada beberapa terjemahan yang dinilai kurang tepat. Hal ini banyak ditemukan pada bagian lelucon, yang mungkin diakibatkan perbedaan lelucon budaya Barat dengan budaya Timur.

Pesan Moral Novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer

Melalui novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer, kita diingatkan untuk menjaga keseimbangan antara kekuatan otak dan otot, serta menggunakan kekuatan tersebut di waktu dan situasi yang tepat. Selain itu, kisah ini juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya kerja sama tim dan untuk selalu setia kawan. Lalu, memaknai bahwa perbedaan bukan sebuah penghalang, melainkan hal yang dapat menyatukan dan memperkuat tim.

Kisah ini juga mengajarkan mengenai takdir, bahwa takdir memang tidak dapat diubah. Namun, kita dapat mengubah detail dari takdir, atau makna dari takdir tersebut. Sebab, segala sesuatu, sifat baik atau buruk, bergantung kepada pola pikir diri kita sendiri.

Nah, itu dia Grameds ulasan novel Magnus Chase And The Gods Of Asgard #1: The Sword Of Summer karya Rick Riordan. Bagi kalian yang penasaran akan petualangan Magnus Chase dalam memahami dunia dewa, kalian bisa mendapatkan buku ini hanya di Gramedia.com.

Rating: 4.24

Written by Gabriel