in

Review Novel Tales of Mystery and Terror

Siapa yang tak tahu Edgar Allan Poe? Namanya sangatlah tidak asing dan pastinya para pecinta buku sudah pernah mendengar namanya. Poe adalah seorang yang sangat aktif menulis puisi dan ia juga sangat senang untuk menuliskan cerpen yang bertemakan horor. 

Artikel kali ini akan membahas tentang salah satu karyanya yang berjudul Kisah-kisah Tengah Malam. Sebenarnya, buku ini adalah buku yang berisi cerita terjemahan dari cerita klasik bahasa Inggris dengan judul buku aslinya adalah Tales of Mystery and Terror.

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Di buku ini memiliki 13 cerpen yang ditulis oleh Poe. Tentunya, ada tiga buah cerpen Poe yang sudah terkenal sebelumnya. Cerpennya adalah; The Black Cat, The Fall of The Usher, dan juga Tell-Tale Heart. Semua cerita terkenal Poe itu sudah ada dalam buku Kisah-kisah Tengah Malam ya.

Tentang Buku 

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Judul: Kisah-kisah Tengah Malam

Judul Asli: Tales of Mystery and Terror

Penulis: Edgar Allan Poe

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tanggal Terbit: 24 April 2022

Jumlah Halaman: 248 halaman

ISBN: 9786020661025

Pros & Cons

Pros
  • Cerita dikemas dengan sangat menarik dan sangat sulit ditebak akhirnya.
  • Penggambaran detail dari Edgar Allan Poe tentang latar suasana, waktu, dan tempat kejadian sangat mencekam dan bisa membuat pembaca membayangkannya.
  • Pemilihan karakter tokoh dengan adegan yang dibuat sangatlah mendukung satu sama lain dan menjadikan buku ini memiliki kekuatan.
  • Kaitan emosi dari karakter dan pembaca sangat kuat, hingga bisa saling terhubung dan seakan-akan masuk ke dalam ceritanya.
Cons
  • Dimana ada beberapa judul cerita dalam buku ini yang sangat bertele-tele dan membuat buku ini terasa sangat berat untuk dibaca.

Buku ini mengisahkan tentang seorang lelaki yang disebut sebagai aku. Diceritakan kalau Aku adalah sosok yang sangat membenci seorang pria tua yang mempunyai mata seperti mata burung bangkai. 

Anehnya si Aku tetap merawat pria tua ini walau dirinya membenci si pria tua. Namun, suatu hari karena tidak tahan lagi dengan mata yang dimiliki pria tua itu dan juga dengan suara detak jantungnya membuat si Aku akhirnya membunuh pria tua tersebut. Lalu untuk menghilangkan semua jejak, si aku mutilasi mayat dari pria tua itu. 

Review Buku Kisah-kisah Tengah Malam

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Buku ini banyak sekali disebutkan sebagai salah satu buku horor gotik khas dari Poe. Yap, dimana cerita yang disajikan akan terasa horor, sadis, dan juga mencekam. Berikut ini adalah beberapa kategori yang dapat menggambarkan 13 cerita yang terdapat dalam Kisah-kisah Tengah Malam.

1. Horor dan Sadis (Ringan)

Kategori ini akan lebih membahas tentang cerita yang menyeramkan tapi juga sangat sadis. Horor yang dimaksudkan bukanlah horor yang ke arah gaib atau cerita makhluk astral.

Dikatakan ringan memang karena ceritanya masih dapat dibilang biasa saja, tidak begitu menyeramkan dan mencekam. Kisah atau cerpen yang masuk dalam kategori ini adalah  Gema Jantung yang Tersiksa atau dengan judul aslinya Tell-Tale Heart.

Cerita ini mengandung adegan-adegan menyeramkan dan mutilasi tubuh. Namun, tidak semenakutkan yang kamu bayangkan. Jadi, dapat dikatakan kalau cerita ini masih terbilang ringan. 

2. Horor dan Sadis (Berat)

Jika kamu membaca cerpen yang berjudul Kucing Hitam dan juga Jurang dan Pendulum. Mungkin kamu harus menyiapkan hati dan mental untuk membacanya. Seperti kategorinya, kedua cerita ini sangat menyeramkan, bahkan bisa membuat kamu terbawa masuk dan merasa sangat ketakutan. 

Poe dengan sangat hebat bisa membuat cerita ini sangat terasa sangat nyata dan benar-benar terjadi. Kucing Hitam, mengisahkan seorang Aku yang sangat menyukai binatang, tetapi suatu saat menjadi salah seorang yang tidak waras karena alkohol, hingga akhirnya Aku membunuh semua kucing dan binatang. 

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Lain hal dengan kisah Jurang dan Pendulum. Jika membayangkan kisah ini, kamu akan merasa mual dan juga gemetaran. Pasalnya, adegan dari penyiksaan yang digambarkan dalam cerita Juragan dan Pendulum sangat sadis.

Apakah kamu bisa membayangkan jika tubuhmu harus dimakan oleh tikus-tikus yang kelaparan dan kamu secara sadar melihat kejadian tersebut? Bukankah sangat menyeramkan?

3. Memiliki Cerita yang Bertele-tele

Cerita dengan kalimat dan kata yang berputar-putar sering kali membuat pembaca merasa bingung dan berat saat membaca alur dari ceritanya. Rupanya, Poe juga melakukan hal ini sebagai salah satu upaya untuk menceritakan secara detail tentang segala sesuatu yang mendukung supaya cerita dapat terbayangkan oleh pembacanya.

Ada tiga cerita dalam buku Kisah-kisah Tengah Malam yang masuk dalam kategori ini. Cerita yang pertama adalah Pesan dalam Botol. Tak seperti yang kamu bayangkan. Pesan dalam botol bukanlah cerita tentang orang yang tersesat, atau orang yang dengan sengaja mengirimkan pesan melalui botol dan membiarkannya hanyut di lautan luas. 

Dengan kemampuannya, Poe menyajikan cerita ini dengan sangat kompleks bahkan dapat dikatakan cukup membingungkan. Mengejutkannya adalah Poe memasukan nama Batavia. Yap, Jakarta pada masa lampaunya. Bukankah ini menarik?

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Cerita kedua yang masuk dalam kategori ini adalah Mengarungi Badai Maelstrom. Dimana para pembaca seakan-akan diteror dengan kisah “teror yang sesungguhnya” yang dikisahkan oleh Poe dalam judul ini. 

Saking bertele-telenya, Poe menjelaskan deskripsi awal inti cerita ini sampai memakan 28 halaman. Tentunya, dengan ikatan emosi pembaca dan karakter tokoh, membuat kamu merasakan aura yang menyeramkan saat membayangkan kisah ini. 

Yap, cerita terakhir yang masuk dalam kategori ini adalah William Wilson. Apakah kamu sudah pernah membaca buku yang berjudul Black Swan? Yap, cerita William Wilson ini hampir mirip dengan buku Black Swan (inti ceritanya).

Mengisahkan tentang perjalanan hidup seorang anak yang tumbuh dari kecil hingga besar. Anehnya adalah ketika Poe secara sengaja selalu mempertemukan anak ini dengan anak di luar sana yang seakan-akan mengalami masa yang sama dengan anak dari tokoh utama cerita ini.

4. Kisah Miris

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kategori selanjutnya adalah cerita yang memiliki akhir yang sangat tragis dan juga miris. Cerita yang menyayat hati. Judul yang masuk dalam kategori ini adalah Hop-Frog, Kotak Persegi Panjang, dan juga Obrolan dengan Mummy.

Sebenarnya, ketiga judul ini memiliki kesamaan pada alurnya yang sangat miris. Banyak sekali adegan yang menceritakan tentang ketidakadilan dan perasaan tidak menyenangkan.

Ketika kamu selesai membaca ketiga cerita ini, kamu akan merasa sangat sakit. Emosi yang dibuat oleh Poe dalam tiga judul ini sangat menyentuh hati. Cerita yang seram, tetapi tetap ada unsur melankolis yang membuat cerita ini semakin menyedihkan.

Akhir dari ketiga cerita ini berbeda. Ada yang berakhir dengan bahagia, tetapi ada juga yang menyesakkan. Karakter Poe tetap terlihat dan tidak hilang, meskipun alur ceritanya sedikit berbeda dengan cerita yang lainnya.

5. Akhir Cerita Menggantung Dengan Sedih

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Pada kategori selanjutnya, yaitu akhir cerita yang menggantung dan sangat menyedihkan. Terdapat dua judul cerpen yang masuk ke dalam kategori ini. Judul yang pertama adalah Potret Seorang Gadis.

Mengisahkan tentang misteri lukisan dari seorang gadis di sebuah istana yang terletak di Pegunungan Apennines. Lukisan itu sangat lah hidup dan juga begitu indah. Seperti biasanya tokoh utama, si Aku sangatlah penasaran dengan segalanya. 

Termasuk pada kisah dari ilmuan yang melukis lukisan tersebut. Akhir cerita dari kisah ini sangat pilu dan menyayat hati. Judul yang kedua adalah Pertanda Buruk. 

Dikisahkan kalau New York, kota tempat si Aku ini tinggal, tengah diserang oleh wabah kolera yang sangat mematikan. Rasa takut dari si Aku ini membuat dirinya dapat melihat sesuatu yang tidak dapat dilihat oleh orang lain. 

Akhir dari cerita Pertanda Buruk sangatlah menggantung dan membuat penasaran para pembacanya.

6. Cerita Horor dan Dunia Gaib

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Ternyata ada juga judul cerita yang benar-benar menceritakan tentang horor misteri dari dunia gaib atau hantu yang tidak masuk akal. Poe mengisahkan cerita horor seperti ini dalam dua judul cerpennya.

Judul yang pertama adalah Setan Merah. Dimana dikisahkan kisah aneh dan membingungkan tentang pembunuhan dan teror yang terjadi pada setiap pukul 12 malam di gereja.

Teror ini juga berasal dari salah satu ruangan yang ada dalam gereja. Dimana semua interiornya berwarna hitam dan dilengkapi dengan jendela besar berwarna merah dan berlumuran darah.

Sedangkan, dalam cerita Misteri Rumah Keluarga Usher ini Poe tidak langsung menceritakan tentang hantu. Poe membuat alurnya sangat mengejutkan dan sangat mencekam. Cerita Poe akhiri dengan penuh misteri dan juga suasana gaib yang sangat kental.

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kelebihan dan Kekurangan Buku Kisah-kisah Tengah Malam

Buku ini memiliki rating yang tinggi loh, yaitu 4,24 dari Goodreads. Dimana para pembaca memberikan ulasan yang sangat jujur tentang buku menarik nan unik yang satu ini.

Dapat dikatakan Poe adalah seorang penulis yang sangat hebat. Dengan karakteristiknya yang sangat khas dengan cerita misteri dan horor, Poe bisa membuat pembaca sangat terkagum dengan buku ini.

Pasalnya, Poe sangat pintar untuk membuat cerita pendek ini menjadi seperti cerita utuh yang sangat dalam penjelasannya. Kelebihan lain adalah setiap kata yang digunakan oleh penerjemah buku ini sangat bagus.

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kamu sebagai pembaca dengan sangat mudah akan memahami dan mengerti setiap kata yang menjelaskan semua tentang latar suasana, waktu, dan situasi yang sedang terjadi dalam alur cerita. 

Tak heran jika deskripsi buku ini pada akhir halamannya, menyebutkan bahwa Edgar Allan Poe  adalah seorang master horor gotik. Bagaimana tidak? Ceritanya sangatlah menghantui pikiran dan bayang-bayang pembacanya.

Namun, ada juga kekurangan yang ditemukan dalam buku ini. Dimana ada beberapa kata yang sedikit ambigu tentang penokohan yang diterjemahkan dalam buku ini. Yap, tetapi kekurangan ini tidak menutup rasa banga akan bagusnya dari cerita ini.

Oh ya, selain itu, karena gaya penulisan Edgar Allan Poe yang memang sangat mendetail, menyebabkan cerpen ini terasa seperti novel pada umumnya. Dimana kamu akan merasa seperti sudah membaca setengah dari novel utuh untuk satu cerita yang dikisahkan oleh Edgar Allan Poe. 

Seperti review yang telah dilakukan di atas. Bahwa ada beberapa cerita pendek yang masuk dalam kategori bertele-tele. Yap, ceritanya yang sudah dikemas dengan Edgar Allan Poe dengan berat, membuat pembaca merasa bosan karena penjelasan detail dari Edgar Allan Poe.

Buku ini dikemas dengan gaya cerita horor luar negeri yang membuat buku ini menjadi semakin menarik. Tahukah kamu mengapa Edgar Allan Poe lebih banyak memakai sudut pandang “Aku” dalam hampir setiap ceritanya?

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Yap, pasalnya, dengan sudut pandang Aku. Kamu sebagai pembaca seakan-akan secara sengaja dibawa masuk oleh Edgar Allan Poe ke dalam setiap ceritanya. Dengan kata “Aku”, kamu akan benar-benar merasakan bahwa kamu yang sedang mengalami kejadian tersebut.

Buku ini sangatlah direkomendasikan bagi kamu yang memang senang dengan buku yang bertemakan gotik, horor, dan juga misteri. Kisah-kisah Tengah Malam atau sering disebut juga sebagai Tales of Mystery and Terror ini sangat mengagumkan loh.

Kamu bisa secara langsung terkoneksi dan masuk ke dalam buku ini. Memang agak berat, tetapi sangat worth it untuk kamu baca. 

– 

Demikianlah akhir dari review buku Classic: Kisah-kisah Tengah Malam dengan judul asli Tales of Mystery and Terror karya dari Edgar Allan Poe ini. Semoga dengan review yang diberikan pada artikel ini dapat membantu kamu ya.

Semoga dengan setiap ulasan yang diberikan dapat memberikan kamu rasa ketertarikan untuk membeli dan membaca buku ini secara detail dan menyeluruh. Dengan rating 4,24, buku ini dapat dikatakan sebagai buku yang sangat direkomendasikan untuk kamu.

https://www.gramedia.com/products/lc-tokyo-revengers-01?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Jadi, jika kamu ingin membaca buku seputar kisah horor, misteri, dan juga thriller. Kamu bisa mendapatkan bukunya di Gramedia.com loh. Caranya mudah sekali. 

Cukup kunjungi laman www.gramedia.com dan ketik buku yang kamu inginkan pada kolom “Pencarian”, maka kamu dapat membeli dan memiliki buku tersebut.

Jangan lupa selalu membiasakan diri untuk membaca ya, Grameds! Mulailah dari yang sederhana seperti membaca novel dan cerpen. Dengan kebiasaan tersebut akan melatih kamu untuk mengembangkan imajinasi dan juga menambah kosa kata kamu loh.

Jadi, tingkat literasi yang kamu miliki juga semakin baik. Jadi, semangat dan sama-sama budayakan baca untuk Indonesia yang lebih baik. Selamat membaca, Grameds!

Written by Mega