in

Review Komik Kungfu Boy Legends Karya Takeshi Maekawa

Kungfu Boy Legends atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan Ironfist Chinmi Legends merupakan seri manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Takeshi Maekawa. Kungfu Boy Legends merupakan seri ketiga dari serial manga Ironfist Chinmi. Kungfu Boy Legends diterbitkan oleh Kodansha di Majalah Shonen Bulanan dari September 2006 dan menjadi seri yang masih berlangsung. Setidaknya serial manga Kungfu Boy sudah terdiri dari 24 volume komik. Serial manga ini telah diterbitkan oleh Elex Media Komputindo di Indonesia pada September 2007.

Kisah ini berpusat pada seorang anak laki-laki bernama Chinmi. Chinmi adalah seorang seniman bela diri yang sangat terampil dan sosok yang mulia. Ia menerima pelatihan seni bela diri kungfu dari Kuil Dairin dan berbagai master lainnya di sepanjang perjalanannya. Chinmi akan membantu siapa saja yang membutuhkan tanpa meminta imbalan apa pun.

Novel The Grumpy

Chinmi bahkan rela mempertaruhkan nyawanya dalam banyak kesempatan untuk menolong orang lain. Teknik bela dirinya yang khas adalah Tsuuhaiken, yang ia gunakan dalam berbagai situasi sepanjang melawan musuh-musuhnya, yang semakin lama semakin banyak. Chinmi dikenal memiliki hati yang murni dan tidak dirusak oleh keserakahan.

Dalam kisah pertama, Chinmi harus menyelamatkan Putri Mito, putri dari kerajaan yang tidak disebutkan namanya. Putri Mito masih berusia kira-kira sama seperti Chinmi. Di usianya yang masih muda itu, ia harus mendadak berubah dari sosok yang manja menjadi pemimpin yang bertanggung jawab. Suatu hari, dia melarikan diri untuk mengunjungi Kaisar Cina, karena ia ingin menjadi bebas bagaikan burung.

Namun, dalam perjalanannya itu, ia diculik oleh bandit dan dibawa ke kastil Zeigan. Chinmi yang mengetahui hal ini sontak memiliki misi untuk menolong Putri Mito. Mereka berdua menghadapi situasi sulit yang berisiko tinggi. Apakah Chinmi dapat mengalahkan para musuhnya?

Profil Takeshi Maekawa – Penulis Komik Kungfu Boy Legends

Sumber foto: myanimelist.net

Takeshi Maekawa adalah seorang penulis manga asal Jepang, yang lahir di Asahikawa, Hokkaido, pada 29 Juli 1960. Takeshi Maekawa menjadi seniman manga terkenal melalui karyanya, Kungfu Boy, yang pertama kali dipublikasi di Kodansha pada Desember 1983. Kungfu Boy menjadi manga yang sukses, baik di Jepang sendiri ataupun di negara-negara lain.

Serial Kungfu Boy mampu membawa Takeshi Maekawa menerima penghargaan Kodansha Manga Award pada tahun 1987. Di tengah kesibukannya memproduksi serial Kungfu Boy,Takeshi Maekawa sempat membuat beberapa cerita lainnya yang sedikit berbeda. Mulai dari tema sejarah,sepak bola, billboard, sumo, dan lain sebagainya.

Sinopsis Komik Kungfu Boy Legends

Novel The Grumpy

Kali ini Chinmi kembali menjalankan tugas dari kaisar bersama dengan muridnya yang bernama Gunte. Tugas itu mengharuskan mereka berdua pergi ke beberapa daerah guna memperkenalkan Kungfu Kuil Dairin. Di saat mereka sedang melaksanakan perjalanannya, Putri Mito yang sedang mengadakan kunjungan ke negara tetangga diculik. Putri Mito diculik oleh bandit dari wilayah Mualong yang terkenal dengan kejahatannya, setelah dia tidak mematuhi protokol dan pergi jalan-jalan tengah malam sendirian.

Alasan Putri Mito pergi sendirian tengah malam, karena ia ingin melarikan diri. Putri Mito merasa takut untuk menghadiri upacara dengan kaisar Cina, karena dia sudah dipilih sebagai wakil kerajaannya. Putri Mito hanya ingin bebas seperti burung. Mendengar kabar tersebut, Chinmi dan Gunte langsung menjalankan misi penyelamatan Putri Mito.

Setelah perjalanan yang panjang, Chinmi dan Gunte menemukan bahwa sang putri sedang ditawan oleh panglima perang bandit yang bernama Zeigan dari wilayah Mualong. Putri Mito ditahan di istananya. Beruntungnya, Zeigan memperlakukan Putri Mito dengan cukup baik. Ia tidak menyakiti atau memberikan perlakuan buruk lainnya. Diketahui bahwa Zeigan ternyata memiliki seorang putri yang kira-kira seusia Putri Mito, tetapi putrinya itu menghilang.

Setelah mengalahkan sejumlah penjaga dan preman, Chinmi menemukan lokasi Putri Miho dan mulai menyusup ke kastil yang sangat sulit ditembus. Chinmi menyusup bersama Pengawal Kerajaan sang putri, Komandan Pegu dan Kapten Durato. Chinmi berhasil mengalahkan satu tim yang beranggotakan sepuluh orang, sejumlah anggota pasukan elit panglima perang, juga penjinak monyet seperti dirinya. Dalam pertarungannya, Chinmi mengembangkan teknik Tsuuhaiken untuk mengalahkan lawan tangguh lainnya yang juga dilatih memiliki teknik yang sama.

Gunte dan tim pengiring juga berhasil mengalahkan sejumlah lawan mereka. Tim kemudian berhasil mencegat Putri Mito, tetapi dia ditawan lagi oleh dua orang pria yang dijuluki “Laba-laba Pendulum”. Dua orang ini memanfaatkan teknik mengayun mereka. Putri Mito menyadari berapa banyak orang yang rela mempertaruhkan nyawa mereka untuk melindungi nyawanya. Setelah mereka berhasil merebut kembali sang putri, mereka dihentikan oleh Gantei, sang pemimpin kuat dari sepuluh “Pendekar Bermata Merah”.

Seluruh anggota tim penyelamat ditangkap oleh Gantei beserta anak buahnya, lalu mereka dibawa untuk menghadap Zeigan. Zeigan mengatur duel terakhir antara Chinmi dan Gantei. Ia mengatur taruhan, di mana jika Chinmi menang, Putri Mito akan dibebaskan. Gantei menyerang Chinmi dengan ganas menggunakan teknik sayap hitam yang melibatkan serangan yang dilakukan ketika jungkir balik menggunakan dua pedang yang bisa dilepas.

Akibat lelah setelah pertempuran sebelumnya, Chinmi dipaksa untuk melawan “dengan semua kekuatan satu” untuk mengalahkan Gantei dalam pertempuran iklim terakhir. Chinmi benar-benar kelelahan, dan akhirnya ambruk di medan perang sesaat setelah berhasil mengalahkan Gantei. Putri Mito kemudian dilepaskan oleh Zeigan dengan mengungkapkan bahwa meskipun wilayah kerajaannya adalah tanah tanpa hukum, tetapi mereka akan menepati janji yang telah dibuat.

Zeigan lebih lanjut menyatakan bahwa garis antara yang baik dan yang jahat tak begitu mudah untuk didefinisikan. Seperti menentukan salah atau benar jika seorang pria mencuri untuk menghindari dirinya dari kelaparan, dan seperti seorang pria yang membunuh dalam rangka melindungi hidupnya sendiri. Terdapat banyak orang yang telah menjalani kehidupan istimewa, tetapi belum pernah melihat dunia nyata.

Zeigan kemudian meninggalkan Putri Mito dengan menasehatinya untuk selalu menjaga mata dan hati supaya dekat dengan tanah. Putri Mito sangat berterima kasih kepada semua orang yang rela berjuang untuk menyelamatkannya, terutama Chinmi yang sampai jatuh pingsan setelah pertempuran terakhir. Mereka semua langsung meninggalkan kastil Zeigan.

Setelah sampai di karavan mereka, sang putri secara terbuka menyatakan dirinya bertanggung jawab atas insiden tersebut. Putri Zeigan juga akhirnya kembali setelah 4 tahun lamanya menghilang. Ia kembali bersama anaknya yang baru lahir, dan meminta sang ayah untuk memberikan nama kepada anaknya.

Putri Mito kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya menuju ibu kota Cina untuk bertemu dengan Kaisar Cina, meskipun mereka telah kehilangan hadiah yang tadinya ingin diberikan kepada kaisar. Zeigan yang merasa gembira dengan kepulangan putrinya, kemudian mengembalikan hadiah yang dicurinya. Selain itu, ia juga menjanjikan perlindungan bagi sang putri ketika berada di tanahnya.

Di saat yang sunyi, Putri Mito mengunjungi Chinmi di kamarnya untuk secara pribadi mengundang dia dan muridnya, Gunte untuk datang ke kerajaannya. Putri Mito menyebut Chinmi sebagai juru selamat mereka. Sang putri kemudian pergi dengan cepat, sambil mengatakan bahwa ia tak akan pernah melupakan Chinmi. Setelah pulih, Chinmi meninggalkan prosesi di mana seluruh pasukan memberi hormat kepada Chinmi dan Gunte.

Kelebihan Komik Kungfu Boy Legends

Novel The Grumpy

Pembaca menilai Takeshi Maekawa mampu menyampaikan segala imajinasinya dengan baik. Takeshi Maekawa mampu menggambarkan latar dunia di mana kerajaan masih mendominasi, masyarakat yang akrab dengan seni bela diri, dan segala pergerakan aksi tokoh. Segala detail pertarungan yang terjadi digambarkan dalam ilustrasi yang luar biasa bagus.

Meskipun ide cerita manga Kungfu Boy ini merupakan kisah klasik tahun 1980-an, tetapi pembaca menilai kisah manga Kungfu Boy Legends ini tidak ketinggalan zaman. Baik dari segi kisahnya, desain gambar, dsn nilai-nilai yang membentuknya, manga Kungfu Boy Legends dianggap tidak lekang oleh waktu. Maka itu, tidak heran jika serial manga Kungfu Boy sangat diminati dan bisa berlanjut sampai tiga serial.

Secara keseluruhan, manga Kungfu Boy Legends ini sangat cocok dipilih untuk menghibur anda di kala waktu luang. Plotnya menarik, pertarungannya seru, gambarnya apik, dan memiliki sejumlah pesan moral yang bermakna positif. Selain itu, Kungfu Boy Legends pastinya akan membuat anda penasaran akan kelanjutan kisahnya.

Kekurangan Komik Kungfu Boy Legends

Kekurangan komik Kungfu Boy Legends ini ditimbulkan karena serial ini merupakan lanjutan dari serial sebelumnya. Hal ini membuat para pembaca disarankan untuk membaca serial sebelumnya untuk lebih mengenal para karakter utama dalam serial Kungfu Boy. Namun, jika pembaca mau langsung membaca serial ini juga tidak menjadi masalah, karena kisahnya dapat berdiri sendiri.

Pesan Moral Komik Kungfu Boy Legends

Novel The Grumpy

Dari kisah Kungfu Boy Legends ini kita dapat meneladani sosok Chinmi yang tidak terlena dengan kekuatan dan keahlian yang dimilikinya, menjadi orang yang tulus, dan selalu memiliki keinginan untuk menolong sesama yang membutuhkan. Seluruh sikap ini adalah sikap yang baik untuk diteladani, dan hendaknya bisa diterapkan setiap saat.

Dari alasan kepergian Putri Mito kita juga dapat belajar untuk berani menghadapi tanggung jawab yang diberikan kepada kita. Meskipun, terkadang tanggung jawab tersebut dianggap sangat berat dan kita seperti terpaksa untuk melakukannya. Sebab, ada hal-hal di dunia ini yang tidak dapat dikontrol oleh kita, dan kita harus mampu menghadapinya.

Dari sosok Zeigan, kita dapat belajar bahwa tidak ada orang yang sepenuhnya jahat dan juga tidak ada orang yang sepenuhnya baik. Segala sesuatunya dapat berbeda jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Seperti kata Zeigan juga, garis yang membatasi antara benar dan salah sulit untuk didefinisikan. Jadi, jangan mudah untuk menghakimi orang lain.

Gimana Grameds, sudah merasa penasaran bagaimana pertarungan Chinmi, Guten, dan anggota tim lainnya dalam rangka menyelamatkan Putri Mito? Yuk langsung saja segera dapatkan komik Kungfu Boy Legends karya Takeshi Maekawa ini dengan memesannya di Gramedia.com.

Bagi kalian yang sedang mencari buku lainnya, jangan khawatir. Sebab, Gramedia.com juga menyediakan berbagai buku dalam kategori dan genre lainnya, bahkan juga menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap untuk memberikan informasi yang terbaik dan terlengkap bagi anda. Selamat membaca!

Written by Gabriel