in

Review Komik Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 Karya Tetsuo

Rating: 3.72

 

Di antara berbagai jenis buku, komik memang sangat digemari oleh banyak orang, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa semuanya suka dengan komik. Salah satu alasan komik banyak disukai adalah karena di dalamnya terdapat ilustrasi gambar dan cerita yang menarik, sehingga menjadikannya pilihan yang tepat untuk menghibur diri dalam mengisi waktu luang.

The Skull Starts Moving in The Dark Night

button cek gramedia com

The Skull Starts Moving in The Dark Night adalah sebuah seri manga Jepang karya Tetsuo. Untuk versi bahasa Indonesia, komik ini diterbitkan oleh M&C! Publishing pada 28 Januari 2024. M&C! Publishing merupakan bagian dari divisi ritel dan penerbitan grup Kompas Gramedia. Selain komik ini, M&C! Publishing juga telah menerbitkan berbagai judul dan jenis buku lainnya. Komik Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 ini memiliki ketebalan 216 halaman.

Cerita komik Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 ini mengisahkan tentang seorang lelaki tua kesepian yang menderita penyakit mematikan. Ia berteman dengan sebuah keluarga yang terdiri dari tiga orang, kemudian ia menemukan alasan baru untuk hidup meskipun hari-harinya sudah terhitung. Situasi hidupnya langsung berubah secara drastis dan penuh tantangan.

Penasaran dengan cuplikan cerita komik Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1? Tenang saja Grameds, Gramin sudah menyediakan sinopsis dan ulasan lengkap komik ini di bawah. Mari kita simak bersama di bawah ini!

Sinopsis Buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1

Ginzo Fujimura, seorang pria berusia 89 tahun, ia divonis hanya memiliki sisa hidup selama lima bulan lagi karena penyakitnya yang semakin memburuk. Tanpa keluarga di usia senjanya, Ginzo merasa tidak ada alasan untuk bertahan hidup lebih lama. Saat dia sudah menyerah dan menunggu ajal menjemput, dia bertemu dengan sebuah keluarga muda yang menjadi tetangga barunya. Melalui interaksi yang hangat dengan keluarga muda tersebut, Ginzo yang selama ini terbiasa hidup dalam kesepian perlahan-lahan merasakan perubahan dalam dirinya.

The Skull Starts Moving in The Dark Night

button cek gramedia com

Namun, kedamaian itu tidak berlangsung lama. Suatu hari, Ginzo menemukan rumah keluarga kecil itu dalam keadaan berantakan, dan mereka semua tergeletak bersimbah darah. Pria tua yang sebelumnya telah menyerah pada hidupnya itu bangkit dari kepedihan untuk membalas dendam kepada siapa pun yang telah menghancurkan kebahagiaan kecilnya.

Kelebihan dan Kekurangan Buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1

The Skull Starts Moving in The Dark Night

button cek gramedia com

Pros & Cons

Pros
  • Sampul buku yang eye-catching.
  • Ilustrasi yang berkualitas dan bagus.
  • Premis cerita yang menarik.
  • Plot cerita yang sederhana namun menghentak.
  • Perkembangan karakter yang sangat baik.
Cons
  • Alur cerita yang cepat.

Kelebihan Buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1

The Skull Starts Moving in The Dark Night

button cek gramedia com

Buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 karya Tetsuo ini memiliki beberapa kelebihan bagi pembaca yang membuatnya menonjol di antara manga lainnya. Pertama, sampul bukunya sangat menarik dengan dominasi warna kuning memberikan kesan mencolok dan berbeda dari kebanyakan sampul manga, yang biasanya menggunakan palet warna gelap. Pada bagian tengah sampul, terdapat ilustrasi wajah seorang pria tua dengan ekspresi serius dan garis-garis wajah yang tegas, mencerminkan karakter utama dalam cerita ini.

Kedua, ilustrasi dalam manga ini memiliki kualitas yang sangat tinggi, dengan gaya seni yang mendetail dan realistik membuat pengalaman membaca komik ini menjadi sangat berkesan. Selain itu, tema balas dendam yang diusung dalam komik ini dapat membuat pembaca tertarik membaca komik ini, ditambah dengan kombinasi emosi seperti kerinduan, kemarahan, dan keputusasaan sangat terasa di dalam komik ini membuat pembaca terhanyut dalam lautan emosi.

Plot yang sederhana tapi menghentak juga memberikan dampak yang lebih besar dari apa yang diharapkan oleh pembaca. Terakhir, perkembangan karakter utama, Ginzo Fujimura yang sangat mengagumkan. Dari seorang kakek tua yang lemah dan putus asa, ia berubah menjadi sosok yang bertekad kuat untuk membalas dendam ketika kebahagiaannya direnggut. Transformasi ini kian menambah kedalaman cerita ini menjadi lebih seru lagi.

Kekurangan Buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1

The Skull Starts Moving in The Dark Night

button cek gramedia com

Walaupun buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 ini memiliki banyak kelebihan, buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 ini tak luput dari kekurangan. Alur cerita komik ini berjalan dengan sangat cepat. Hal ini dapat membuat pengalaman membaca menjadi berkurang karena pergerakan cerita yang cepat dapat mengganggu pace pribadi pembaca dalam menyelesaikan komik ini.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Pesan Moral Buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1

The Skull Starts Moving in The Dark Night

button cek gramedia com

Melalui buku dan tokoh dalam karya-karyanya,Tetsuo menyampaikan pesan moral yang sangat kuat kepada pembacanya. Lewat karakter utama, dari Ginzo Fujimura, yang bertransformasi dari seorang kakek tua yang lemah dan putus asa menjadi sosok yang bertekad kuat untuk membalas dendam, Tetsuo menggambarkan bahwa balas dendam, meskipun bertentangan dengan prinsip banyak orang, terkadang balas dendam itu diperlukan untuk memberikan pembelajaran kepada mereka yang telah berbuat jahat kepada kita atau orang yang kita sayang.

Tetsuo juga memberikan pesan moral bahwa dalam beberapa situasi, tindakan balas dendam bukan hanya tentang pembalasan semata, tetapi juga tentang mencari keadilan dan memberikan pelajaran kepada orang-orang yang sudah berbuat jahat. Melalui perjalanan Ginzo, pembaca diajak merenungkan bahwa balas dendam muncul dari keputusasaan dan rasa kehilangan mendalam yang sudah tidak dapat dibendung lagi. Dalam hal ini, balas dendam menjadi mekanisme untuk memulihkan harga diri dan mengembalikan keseimbangan moral yang telah dirusak oleh perbuatan jahat orang lain.

Selain itu, cerita pada buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 ini juga mengajarkan bahwa tindakan balas dendam harus dipertimbangkan dengan sangat hati-hati, karena meskipun bisa memberikan kepuasan sementara, balas dendam juga bisa membawa konsekuensi yang berat untuk diri kita sendiri. Tetsuo dengan cerdas menggambarkan dilema moral ini, mendorong pembaca untuk melihat lebih dalam tentang sifat manusia dan reaksi emosional yang muncul dalam menghadapi ketidakadilan. Dengan demikian, melalui narasi yang kuat dan karakter yang kompleks, Tetsuo berhasil menyampaikan pesan moral yang mengajak pembaca untuk merenungkan makna keadilan dan balas dendam dalam kehidupan nyata.

Grameds, itu dia sinopsis, ulasan, dan pesan moral dari buku Akasha: The Skull Starts Moving in The Dark Night – Season 1 karya Tetsuo. Yuk langsung saja Grameds, dapatkan komik ini hanya di Gramedia.com! Selain komik ini, Gramin juga sudah menyiapkan rekomendasi komik lini Akasha lainnya yang tidak kalah menarik di bawah ini! Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu siap memberikan informasi dan produk terbaik untuk kamu.

Penulis: Gabriel

 

Rekomendasi Buku

Akasha: Trace, Recollections of A Forensic Researcher 1

Akasha: Trace, Recollections of A Forensic Researcher 1

button cek gramedia com

Sebuah penyelidikan, seringkali dilakukan di ruang Laboratorium Penelitian Forensik. Ruangan yang dimiliki divisi kriminal, di bawah institusi kepolisian. Meski berada di bawah kepolisian, sebuah penyelidikan tak dilakukan demi institusi atau korban. Penyelidikan, dilakukan demi menyelidiki kebenaran dan itu menjadikannya sebagai fasilitas yang unik. Ruang penyelidikan, kriminalitas, kepolisian, dan korban, merupakan kombinasi menarik sekaligus latar utama dari komik Trace: Recollections of a Forensic Researcher karya Kei Koga. Laboratorium forensik atau “Labfor” merupakan sebuah fasilitas yang unik. Walaupun milik kepolisian, tempat tersebut didirikan semata-mata demi menyelidiki kebenaran, bukan demi korban atau institusi mana pun. Sebagai petugas forensik bidang ilmu kedokteran, Reiji Mano harus meneliti berbagai kasus tanpa mendengarkan penilaian siapa pun. Itu semua demi menemukan kepingan-kepingan kebenaran.

Sebagai petugas Labfor, Reiji Mano harus mengabaikan ucapan siapa pun dan hanya fokus terhadap bahan pengujian, seperti bercak darah di TKP kasus mutilasi, isi perut orang tua-anak yang tewas bersama, dan mayat seorang lansia yang sudah membusuk. Prinsipnya: “Pemeriksaan bukanlah cara untuk membuktikan analisis. Justru hasil pemeriksaanlah yang menjadi fakta sesungguhnya.” Serial ini dikatakan unik dalam genre kriminal dan misteri. Karena sebagian besar buku komik genre ini lebih fokus pada investigasi detektif dalam kasus langsung. Sementara itu, Trace menjelaskan bagaimana para ilmuwan forensik melakukan tinjauan bukti untuk mendukung penyelidikan detektif dan membantu menangkap pelaku.

AKASHA: Wotakoi : Love is Hard for Otaku 1

AKASHA : Wotakoi : Love is Hard for Otaku 1

button cek gramedia com

Wotakoi: Love Is Hard for Otaku adalah seri web manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Fujita. Tokoh utamanya adalah Narumi, seorang pekerja kantoran yang menyembunyikan gaya hidup fujoshinya, dan Hirotaka, seorang karyawan perusahaan yang tampan dan cakap yang merupakan otaku. Keduanya tampak sempurna untuk satu sama lain, tetapi cinta sulit untuk seorang otaku. Yuk, kita simak ceritanya dalam komik Wotakoi : Love is Hard for Otaku volume 1!

Wotakoi : Love is Hard for Otaku merupakan judul dari sebuah komik yang ditulis oleh Fujita. Komik ini menghadirkan kisah cinta yang sangat rumit antara dua karakter yaitu Narumi Momose yang merupakan seorang otaku sekaligus maniak game dan gadis cantik bernama Hirotaka Nifuji. Komik ini memiliki alur cerita yang mampu membuat pembaca ikut mengalir dengan kisah yang dihadirkan, pembaca akan merasakan keseruan yang tidak biasa.

Komik ini juga menggunakan gaya bahasa yang mudah dimengerti, sehingga pembaca tidak akan kebingungan dengan kisah yang dihadirkan. Konflik cerita yang dihadirkan penulis dalam komik ini juga tersusun dengan sangat rapi, sehingga pembaca dapat merasakan emosi yang beragam. Selain itu, ilustrasi yang memukau juga ikut mewarnai kisahnya, mampu memanjakan mata pembaca dengan sangat baik dan dapat memberikan kesan yang menakjubkan. Bagi para penggemar komik, khususnya komik dengan tema romance, Wotakoi : Love is Hard for Otaku tidak boleh untuk kalian lewatkan.

AKASHA: Revenge Club 1

AKASHA : Revenge Club 1

button cek gramedia com

Berhati-hatilah dengan perundungan. Kita tidak pernah tau perasaan seseorang yang tersakiti. Komik Akasha: Revenge Club menceritakan tentang pembalasan dendam seorang siswi SMP yang mendapatkan perundungan dari teman di sekolahnya. Komik ini dapat membukakan mata kita terhadap kejamnya pembalasan. Simak kisahnya dalam komik Revenge Club volume 1!

Revenge Club merupakan judul dari sebuah komik yang ditulis oleh Anajiro. Komik ini akan menceritakan tentang tokoh yang bernama Mutsumi. Ia mendapatkan kekerasan yang sangat brutal dan tidak manusia dari teman sekelasnya. Keluar dari sekolah juga tak menghentikan perundungan yang dia terima, karena terus merembet ke rumahnya. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk melawan balik, dia kembali ke kelas sambil mengenakan rompi penuh berisi bom.

 

Sumber: 

  • https://www.goodreads.com/book/show/208005580-the-skull-starts-moving-in-the-dark-night
  • https://en.wikipedia.org/wiki/M%26C

Written by Gabriela

Hai, saya Gabriel. Saya mengenal dunia tulis menulis sejak kecil, dan saya tahu tidak akan pernah lepas dari itu. Sebab, segala informasi yang kita dapat setiap hari, salah satunya berbentuk tulisan. Sebuah kebanggaan tersendiri bagi saya untuk bisa turut memberikan informasi melalui tulisan saya.

Membuat karya tulis akan selalu menyenangkan bagi saya, karena saya bisa terus belajar melalui kata-kata. Setiap kali menulis, saya akan terlebih dahulu membaca sumber untuk memperoleh informasi yang tepat. Keseluruhan proses merangkai kata tersebut adalah proses pembelajaran yang tak berkesudahan.

Saya suka menulis review buku, karena setiap buku menyajikan dunia yang baru dan memberikan banyak pengetahuan baru. Saya juga suka menulis tentang dunia kuliner dan trivia, karena ada banyak fakta unik, tips, dan juga trik yang bisa saya coba praktikkan.

Keahlian
Review buku
Kuliner
Trivia

Pendidikan
Universitas Multimedia Nusantara

Linkedin: Gabriela Estefania
Instagram: @gaby_tandean