in

Review Komik Boruto Karya Ukyo Kodachi dan Masashi Kishimoto

Siapa yang tidak kenal dengan anime legendaris Naruto? Ya, anime asal Jepang yang mengisahkan seorang anak laki-laki yang merupakan ninja. Bagi para penggemar Naruto, pastinya mengetahui bahwa pada awalnya, kisah ini diterbitkan dalam bentuk manga. Para penggemar Naruto juga tentunya mengetahui nama Boruto, yang merupakan anak dari Naruto.

Boruto: Naruto Next Generations adalah serial manga Jepang yang ditulis oleh Ukyo Kodachi dan Masashi Kishimoto, serta diilustrasikan oleh Mikio Ikemoto. Manga Boruto memulai serialisasi bulanan dengan Kodachi sebagai penulis dan Kishimoto sebagai pengawas editorial di majalah manga shonen Shueisha, Weekly Shonen Jump, pada bulan Mei 2016. Kemudian, serialisasi ini sempat dipindahkan ke majalah bulanan Shueisha, V Jump pada Juli 2019.

Pada November 2020 Ukyo Kodachi mengundurkan diri, dan Masashi Kishimoto mengambil alih sebagai penulis. Boruto merupakan spin-off dan sekuel dari Naruto yang ditulis oleh Masashi Kishimoto. Manga ini mengikuti eksploitasi putra dari Naruto Uzumaki yang bernama Boruto Uzumaki, bersama dengan tim ninjanya.

Boruto berawal dari usulan Shueisha kepada Masashi Kishimoto untuk membuat sekuel Naruto. Namun, Masashi Kishimoto menolak tawaran ini, kemudian mengusulkan mantan asistennya, Mikio Ikemoto, untuk menariknya. Ukyo Kodachi, penulis film Boruto: Naruto the Movie kemudian membuat plot manga ini. Ukyo Kodachi dan Mikio Ikemoto, mereka berdua lah yang bertanggung jawab atas produksi manga Boruto.

Sebuah adaptasi serial televisi anime Boruto kemudian mulai ditayangkan di TV Tokyo pada tanggal 5 April 2017. Berbeda dengan manga yang kisahnya dimulai dengan menceritakan kembali film Boruto, versi anime dimulai sebagai set prekuel sebelum Boruto dan teman-temannya menjadi ninja. Serangkaian novel ringan juga telah ditulis berdasarkan manga ini.

Meski memiliki nada yang lebih ringan dari Naruto, serial ini dimulai dengan mengisyaratkan masa depan yang gelap. Setting ini diusulkan oleh Masashi Kishimoto untuk memberi manga dampak yang lebih besar dan mengambil pendekatan yang berbeda dari yang disajikan di film Boruto. Dalam skenario ini, Mikio Ikemoto menggambar Boruto yang lebih tua, tetapi dia percaya desain ini dapat berubah setelah manga mencapai titik ini. Pada awal 2019, Mikio Ikemoto menyatakan hubungan antara Boruto dan Kawaki akan menjadi fokus utama plot karena akan berlanjut sampai pertarungan mereka di flash forward.

Pada November 2020 diumumkan bahwa setelah 51 bab dan 13 volume, Ukyo Kodachi akan mengundurkan diri sebagai penulis dan Masashi Kishimoto akan mengambil alih tugas menulis secara penuh. Sementara Mikio Ikemoto melanjutkan sebagai ilustrator dimulai dengan bab 52 di majalah V Jump edisi Januari mendatang, yang diterbitkan pada 21 November 2020.

Manga Boruto secara umum diterima dengan baik di Jepang. Kompilasi manga ini muncul sebagai penjualan terbaik beberapa kali. Dalam minggu perilisan manga Boruto, volume pertama berhasil terjual sebanyak 183.413 eksemplar. Serial Boruto ini telah memiliki satu juta kopi yang dicetak pada Januari 2017. Antara tahun 2017 dan 2018, manga ini menjadi manga terlaris ke-8 dari Shueisha.

Volume pertama manga Boruto juga terjual dengan baik di Amerika Utara. Seri manga Boruto ini juga menjadi manga serial terlaris ke-6 pada tahun 2017 menurut ICv2. Pada musim gugur 2018, Boruto tetap menjadi manga terlaris ke-4 di Amerika Utara.

Naruto adalah seorang shinobi muda yang berbakat, tetapi memiliki sikap nakal yang tidak dapat diperbaiki. Dia berhasil mencapai mimpinya untuk menjadi ninja terhebat di desanya, dan sekarang wajahnya terukir di atas monumen Hokage. Namun, ini bukan cerita tentangnya. Generasi ninja baru siap meneruskan perjuangannya, dipimpin oleh anak Naruto sendiri, Boruto!

Perang besar ninja sudah lama berakhir. Bertahun-tahun telah berlalu sejak Naruto dan Sasuke bekerja sama untuk mengalahkan Kaguya, nenek moyang chakra dan ancaman terbesar yang pernah dihadapi dunia ninja. Saat ini Desa Konohagakure memasuki era penuh kedamaian.

Generasi baru shinobi tidak mengalami kesulitan yang sama seperti pengalaman masa lalu orang tuanya. Mungkin itu penyebab Boruto lebih suka bermain video game daripada berlatih. Namun, ada salah satu hasrat yang membara di lubuk hati bocah ninja ini, yaitu keinginan untuk mengalahkan ayahnya!

Profil Ukyo Kodachi dan Masashi Kishimoto – Penulis Komik Boruto

Sumber foto: kuyou.id dan myanimelist.net

Ukyo Kodachi adalah seorang novelis, seniman manga, dan penulis skenario Jepang. Ukyo Kodachi tumbuh sebagai putra seorang dokter, jadi ia memiliki ketertarikan dengan dunia sains sejak usia dini. Dia memulai karirnya dengan menulis game role-playing meja, sebelum akhirnya memulai debut sebagai novelis pada tahun 2008 dan penulis skenario pada tahun 2013.

Pada tahun 2013, ia mulai bekerja sebagai penulis skenario untuk berbagai serial anime dengan Neppu Kairiku Bushi Road. Dua tahun kemudian, pada tahun 2015, Ukyo Kodachi membantu penulis Naruto, Masashi Kishimoto dengan skenario untuk Boruto: Naruto the Movie. Bermula dari sini, ia kemudian mendapatkan posisi penulis untuk seri utama, Boruto: Naruto Next Generations.

Dia memegang posisi sebagai penulis manga Boruto dari volume awal sampai rilis volume ke-14. Setelah itu, Masashi Kishimoto kembali mengambil alih. Manga Boruto sukses secara komersial di Jepang, dan menjadi manga terlaris ke-8 dari Shueisha pada tahun 2017 dan 2018. Seri Boruto juga tampil dengan baik secara internasional, terutama di Amerika Utara, yang mana seri ini menjadi manga serial paling laris ke-6 pada tahun 2017. Pada musim gugur 2018, seri Boruto juga menjadi manga terlaris ke-4 di Amerika Utara.

Masashi Kishimoto lahir di Prefektur Okayama, Jepang pada tanggal 8 November 1974. Ia memiliki saudara kembar identik bernama Seishi Kishimoto. Pada saat Masashi Kishimoto masih duduk di sekolah dasar, ia mulai menonton anime Kinnikuman dan Dragon Ball bersama saudara kembarnya. Dalam beberapa tahun berikutnya, Masashi Kishimoto mulai mengidolakan pencipta asli Dragon Ball, Akira Toriyama.

Ia sangat menikmati seluruh karya yang dibuat Akira Toriyama. Meskipun ia tidak mampu membeli Weekly Shonen Jump di mana manga Dragon Ball diterbitkan, ia mengikuti seri tersebut berkat meminjam dari seorang teman sekolahnya yang berlangganan majalah tersebut. Pada saat SMA, Masashi Kishimoto mulai kehilangan minat pada manga, karena ia fokus bermain baseball dan bola basket di sekolahnya. Namun, setelah melihat poster untuk film animasi Akira Toriyama, ia kembali terpesona dengan cara ilustrasinya dan ingin meniru gaya pembuat serial tersebut, yakni Katsuhiro Otomo.

Selama tahun-tahun terakhirnya di Universitas Kyushu Sangyo, Masashi Kishimoto menghabiskan waktu untuk menggambar manga dan pergi ke perguruan tinggi seni, dengan harapan bisa menjadi seniman manga. Ketika memasuki perguruan tinggi, Masashi Kishimoto memutuskan untuk mencoba membuat manga Chanbara, karena Weekly Shonen Jump belum menerbitkan judul dari genre itu. Namun, pada tahun yang sama, Masashi Kishimoto mulai membaca Blade of the Immortal karya Hiroaki Samura dan Rurouni Kenshin karya Nobuhiro Watsuki, yang ternyata telah menggunakan genre tersebut.

Pada tahun kedua ia kuliah, Masashi Kishimoto mulai menggambar manga untuk kontes majalah. Namun, ia mencatat bahwa karyanya mirip dengan manga seinen yang ditujukan untuk demografi orang dewasa daripada manga shonen yang dibaca oleh anak-anak dan remaja. Ia sangat ingin menulis manga untuk Shonen Jump yang menargetkan demografis muda. Masashi Kishimoto menemukan gayanya tidak cocok untuk majalah tersebut.

Ketika ia menonton serial anime Hashire Melos!, ia terkejut oleh desain karakter yang digunakan oleh para animator. Bermula dari situ, ia mulai meneliti karya-karya dari para animator. Dia kemudian bertemu dengan Tetsuya Nishio, desainer dari adaptasi anime dari manga Ninku, yang dianggap berpengaruh besar. Masashi Kishimoto kemudian meniru cara menggambar dari beberapa desainer karakter dari serial anime, sampai ia menyadari bahwa gayanya mulai menyerupai seri shonen.

Sinopsis Komik Boruto

Kisah ini dimulai dengan Uzumaki Boruto yang masih remaja menghadapi musuh bernama Kawaki selama penghancuran desanya. Anak dari Hokage Ketujuh, Naruto Uzumaki, merasa marah karena ayahnya menempatkan kepentingan desa di atas keluarganya. Saat itu, Boruto menjadi anggota tim ninja yang dipimpin oleh Konohamaru Sarutobi, bersama Sarada Uchiha, Sakura Uchiha, dan Mitsuki.

Sasuke kembali ke desa untuk memperingatkan Naruto tentang ancaman yang akan datang terkait dengan menyimpulkan motivasi Kaguya tsutsuki. Boruto meminta Sasuke untuk melatihnya untuk ujian Chunin yang akan datang, supaya membuat ayahnya terkesan. Selama ujian, Momoshiki dan Kinshiki tsutsuki menculik Naruto sehingga mereka dapat menggunakan Kurama untuk menghidupkan kembali Pohon Ilahi yang sekarat dari dimensi asalnya.

Boruto, Sasuke dan empat Kage berangkat untuk menyelamatkan Naruto. Pertempuran berakhir ketika Momoshiki, mengorbankan Kinshiki untuk meningkatkan kekuatannya sendiri, dikalahkan oleh Boruto dan Naruto dengan bantuan Sasuke. Momoshiki bertahan cukup lama untuk menyadari potensi penuh Boruto sambil memperingatkannya tentang kesengsaraan di masa depan. Setelah pulih dari pertarungannya, Boruto memutuskan untuk menjadi seperti Sasuke di masa depan, sambil mempercayakan Sarada untuk mengikuti mimpinya menjadi Hokage berikutnya.

Kelebihan Komik Boruto

Pembaca menilai bahwa manga ini diawali dengan baik dengan memperkenalkan Boruto secara detail. Mulai dari menggambarkan alam semesta Boruto, memperkenalkan tokoh-tokoh baru, dan memperkenalkan diri Boruto sebagai pahlawan baru.

Untuk kelanjutan kisah Boruto di volume-volume berikutnya, tentunya akan seru dan selalu menarik seperti kisah generasi sebelumnya, Naruto. Pembaca akan terus dibuat penasaran akan kelanjutan kisah perjuangan pahlawan baru ini.

Melihat dari sisi desain gambar, pembaca merasa secara keseluruhan seninya masih mirip dengan Naruto. Hanya saja pastinya memiliki sedikit perbedaan, karena diilustrasikan oleh orang yang berbeda pula.

Kekurangan Komik Boruto

Kekurangan komik Boruto ini terletak pada pembangunan karakter para tokohnya. Memang para tokoh dalam manga ini merupakan anak-anak dari para tokoh utama di manga Naruto, tetapi pembaca banyak yang berekspektasi karakter ini akan berbeda. Namun, karakter para tokoh ini dianggap mirip dengan karakter orang tua mereka. Hal ini kemudian kurang memuaskan ekspektasi para pembaca.

Lalu, beberapa pembaca juga merasa bahwa plot manga Boruto ini berjalan cukup cepat. Namun, ini terkait dengan preferensi pembaca. Secara keseluruhan, kisah Boruto sangat menarik dan wajib untuk ditelusuri berkelanjutan.

Pesan Moral Komik Boruto

Dari kisah ini kita dapat belajar bahwa karakter anak dibentuk oleh orang tua, bagaimana sikap orang tua kepada anak sangat memengaruhi pribadinya. Seperti Boruto yang tidak mendapatkan perhatian dari sang ayah, sehingga dia kerap membuat masalah. Dari sini kita dapat belajar untuk tidak menyalahkan karakter seseorang sebagai individu.

Orang tua hendaknya bisa mengevaluasi lebih lanjut tentang cara mendidiknya, sikapnya sendiri, dan lingkungan tempat tumbuh kembang anak. Dari kisah ini juga kita dapat belajar untuk rela berjuang demi mempertahankan hal yang kita miliki. Selain itu, kita hendaknya selalu setia kepada orang-orang yang hadir dalam hidup kita.

Bagi kalian yang ingin mengenal sosok Boruto lebih dalam, yuk langsung saja dapatkan komik Boruto: Naruto Next Generations karya Ukyo Kodachi dan Masashi Kishimoto hanya di Gramedia.com.

Written by Gabriel