in

5 Rekomendasi Film yang Dibintangi Adipati Dolken

Film Adipati Dolken – Siapa yang tidak kenal dengan sosok yang satu ini, aktor populer tanah air yang memiliki paras tampan. Adipati Koesmadji atau yang lebih dikenal dengan nama Adipati Dolken adalah seorang aktor sekaligus model keturunan Jawa dan Jerman. Adipati Dolken lahir di Jakarta pada 19 Agustus 1991.

Perkenalan Adipati dengan dunia akting bermula saat kakaknya terlebih dahulu terjun ke dunia seni peran. Ia pun melihat bahwa sang kakak bisa menghidupi dirinya sendiri melalui dunia akting. Akhirnya, Adipati mencoba peruntungan dan mendapatkan peran di serial Kepompong yang ditayangkan di SCTV.

Bermula dari situ, karir Adipati dalam dunia seni peran terus terbangun. Hingga sekarang ini, kita bisa mendapati sangat banyak film yang menampilkan Adipati Dolken sebagai pemeran utamanya. Berikut ini akan diuraikan beberapa rekomendasi film yang dibintangi Adipati Dolken.

Rekomendasi Film Adipati Dolken

1. Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets sebagai Adit (2009)

Sumber: Wikipedia

Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets menjadi film layar lebar pertama yang dibintangi Adipati Dolken. Film ini merupakan film Indonesia yang disutradarai oleh Nayato Fio Nuala dan dirilis pada 29 Oktober 2009. Selain menampilkan Adipati Dolken, film ini juga dibintangi berbagai aktor dan aktris ternama lainnya, seperti Arumi Bachsin, Audi Marissa, Michella Putri, Stefan William, Rendy Septino, dan Fildha Elishandi.

Putih Abu-Abu dan Sepatu Kets mengisahkan tentang tiga sahabat, yakni Flory, Kemala, dan Icha. Usia mereka sekitar 15 tahun, dan mereka masih duduk di kelas 1 SMA. Tak pernah ada rahasia di antara mereka bertiga.

Tidak hanya bertiga, mereka juga menjalin persahabatan dengan Dea, teman satu sekolah mereka yang dengan nekat berusaha untuk bunuh diri. Dea depresi akibat pacarnya, Adit telah merekam dan menyebarkan video adegan mesra mereka melalui ponsel dan internet ke seluruh teman-teman sekolah Dea.

Masalah keluarga Flory menjadi yang paling sulit dalam hidupnya, apalagi ketika orang tuanya bercerai akibat ibunya yang ternyata suka sesama jenis. Kemala, selalu saja mencari tahu hal-hal yang dewasa.

Maka dari itu, di antara teman-temannya, dia menjadi orang pertama yang datang bulan dan pacaran. Ia selalu menceritakan apapun yang dia alami. Sedangkan, Icha merasa belum menjadi wanita seutuhnya, karena ia belum menstruasi.

Masalah hidup dan mencari cinta memberikan mereka pelajaran atas banyak hal. Satu persatu persoalan mereka bisa diselesaikan dengan cara mereka sendiri. Mereka sangat menjaga yang namanya harga diri dan tidak mau terjerumus pada hal yang negatif meskipun masalah yang mereka hadapi tidaklah mudah.

Setiap orang pastinya bisa menjadi seorang aktor atau aktris. Namun, untuk menjadi seperti itu, maka dibutuhkan kemampuan dalam berakting. Untuk Grameds yang berkeinginan untuk memiliki akting yang sempurna, maka buku Rahasia Akting Sempurna bisa dijadikan sebagai referensinya.

The Architecture of Love | Di balik Pena

 

2. Perahu Kertas sebagai Keenan (2012)

Sumber: Wikipedia

Perahu Kertas merupakan sebuah film drama Indonesia produksi Starvision Plus bersama Mizan Productions yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Film ini dirilis pada tahun 2012. Perahu Kertas menampilkan Maudy Ayunda dan Adipati Dolken sebagai kedua tokoh utama yang merupakan pasangan.

Film ini diangkat dari novel karya Dewi Lestari yang juga berjudul Perahu Kertas. Lagu tema film ini juga diberi tajuk Perahu Kertas, yang dinyanyikan sendiri oleh Maudy Ayunda.

Perahu Kertas menceritakan pasang surut hubungan dua manusia, yakni Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kugy merupakan seorang gadis yang tomboy, periang, dan percaya bahwa dirinya adalah agen Dewa Neptunus.

Kugy memiliki ritual yang unik, yaitu menulis seluruh curahan hatinya di selembar kertas, yang kemudian dibuatnya menjadi perahu untuk kemudian dihanyutkan ke air. Walaupun Kugy secara sekilas terlihat riang dan slenge’an, tetapi dia mempunyai pandangan hidup yang filosofis.

Keenan adalah pelukis muda berbakat, yang dipaksa untuk kuliah di Fakultas Ekonomi oleh sang ayah. Bersama dengan Noni (Sylvia Fully R), sahabat Kugy sejak kecil, beserta Eko (Fauzan Smith), pacar Noni yang juga merupakan sepupu Keenan, mereka berempat membentuk geng yang kompak. Dari yang awalnya saling mengagumi, Kugy dan Keenan diam-diam menjadi saling jatuh cinta. Namun, banyak hal yang menghalangi mereka.

Tak hanya itu saja, persahabatan Kugy dan Noni kandas saat Kugy, tidak datang ke pesta ulang tahun Noni yang diadakan di rumah Wanda. Hal ini dikarenakan Kugy ingin menjaga perasaannya sendiri.

Suatu hari, Keenan pergi mengunjungi rumah Pak Wayan (Tio Pakusadewo), seorang pelukis yang merupakan teman lama Lena, sekaligus mentornya dalam melukis. Dengan suasana hati yang gundah, kreativitas melukis Keenan buntu. Luhde (Elyzia Mulachela), keponakan Pak Wayan, berhasil mengembalikan semangat Keenan.

Kugy di sisi lain sedang berjuang untuk cepat lulus. Setelah lulus sidang, kakak Kugy yang bernama Karel (Ben Kasyafani) membantu supaya Kugy bisa magang di biro iklan AdVocaDo milik temannya, Remi. Prestasi kerja Kugy cemerlang, yang akhirnya menarik perhatian Remi.

Apakah Grameds ingin menjadi seorang aktor? Untuk menjadi seorang aktor bisa dibilang tidak mudah karena kita juga harus mengetahui berbagai macam wawasan tentang dunia akting. Selain itu, untuk menjadi seorang aktor juga ada beberapa langkahnya. Untuk mengetahui cara sukses menjadi seorang aktor, maka kamu bisa mencari tahunya melalui buku Kunci Sukses Menjadi Aktor

 

3. Sang Kiai sebagai Harun (2013)

Sumber: Wikipedia

Sang Kiai merupakan film drama Indonesia yang dirilis pada tahun 2013. Film ini mengangkat kisah tentang Hadratussyaikh Kyai Haji Hasyim Asy’ari, seorang pejuang kemerdekaan sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama dari Jombang, Jawa Timur.

Film ini dibintangi oleh Adipati Dolken, Christine Hakim, Ikranagara, dan Agus Kuncoro. Film Sang Kiai berhasil terpilih mewakili Indonesia untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dalam Academy Awards ke-86, tetapi tak berhasil lolos nominasi.

Kisah ini bermula ketika Indonesia masih dijajah oleh Jepang. Pendudukan Jepang ternyata tak lebih baik dari masa penjajahan Belanda. Jepang mulai melarang pengibaran bendera merah putih, pemutaran lagu Indonesia Raya, dan memaksa rakyat Indonesia untuk melakukan Seikerei atau menghormat kepada Matahari.

KH Hasyim Asyari yang merupakan tokoh besar agamis pada saat itu menolak untuk melakukan Seikerei, karena menurutnya tindakan itu menyimpang dari aqidah agama Islam. Ia menolak melakukannya, karena sebagai umat Islam, hanya boleh menyembah kepada Allah SWT.

Karena tindakannya yang berani tersebut, Jepang menangkap KH Hasyim Asyari.KH Wahid Hasyim, salah satu putranya pun mencari cara diplomasi untuk membebaskan KH Hasyim Asyari.

Berbeda dengan Harun, salah satu santri KH Hasyim Asyari, yang percaya bahwa cara untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah melibatkan kekerasan. Harun pun mengumpulkan kekuatan santri untuk melancarkan demo yang menuntut kebebasan KH Hasyim Asyari.

Namun, Harun salah strategi. Akibat aksi yang dilakukannya, banyak teman-temannya yang menjadi korban. KH Wahid Hasyim berhasil memenangkan diplomasi terhadap pihak Jepang dengan cara damai. Akhirnya, KH Hasyim Asyari berhasil dibebaskan. Namun, perjuangan melawan Jepang tidak berakhir sampai di situ.

Jepang memaksa rakyat Indonesia untuk memberikan hasil buminya. Jepang memakai Masyumi yang diketuai KH. Hasyim Asy’ari untuk menggalakkan kegiatan bercocok tanam. Bahkan, seruan itu diselipkan di tengah ceramah sholat Jum’at.

Ternyata, hasil tanam rakyat itu harus disetor semua ke pihak Jepang. Padahal, saat itu rakyat Indonesia sedang mengalami krisis beras. Bahkan lumbung pesantren pun hampir kosong. Harun yang melihat masalah yang genting ini merasa bahwa KH. Hasyim Asy’ari mendukung Jepang, yang membuatnya iia memutuskan untuk pergi dari pesantren.

Jepang kalah perang, dan Sekutu mulai datang. Soekarno sebagai presiden masa itu mengirimkan utusannya ke Tebuireng untuk meminta KH. Hasyim Asy’ari membantu mempertahankan kemerdekaan Indonesia. KH. Hasyim Asy’ari menjawab permintaan Soekarno dengan merilis Resolusi Jihad yang kemudian membuat barisan santri dan penduduk Surabaya beramai-ramai melawan sekutu di Surabaya tanpa rasa takut.

Gema resolusi jihad yang didukung oleh semangat spiritual keagamaan tersebut membuat rakyat Indonesia tidak takut mati. Di Jombang, Sarinah membantu para santri perempuan merawat korban perang dan mempersiapkan ransum. Barisan laskar santri pun akhirnya pulang ke Tebuireng menggunakan beberapa truk. KH. Hasyim Asy’ari menyambut kedatangan para santrinya yang gagah berani, tetapi dengan air mata mengambang di matanya.

4. Posesif sebagai Yudhis Ibrahim (2017)

Sumber: IMDb

Posesif merupakan film drama psikologis Indonesia yang dirilis secara luas pada 26 Oktober 2017. Film ini ditulis oleh Gina S. Noer, dan disutradarai oleh Edwin. Di film ini, Adipati berperan sebagai tokoh utama bersama dengan Putri Marino.

Walau sempat menuai kontroversi dalam legalitas filmnya, Posesif berhasil mendapatkan 10 nominasi pada Festival Film Indonesia 2017, dan memenangkan tiga penghargaan, yaitu Sutradara Terbaik untuk Edwin, Aktris Terbaik untuk Putri Marino, dan Aktor Pendukung Terbaik untuk Yayu Unru.

Film ini berpusat pada Lala Anindhita (Putri Marino). Lala adalah siswi teladan di sebuah SMA di Jakarta, juga merupakan atlet loncat indah yang dilatih oleh ayahnya sendiri (Yayu Unru). Lala hanya tinggal berdua dengan ayahnya selepas peninggalan ibunya. Ia merasa dunianya sudah cukup ditemani ayahnya dan kedua temannya, yaitu Rino (Chicco Kurniawan) dan Ega (Gritte Agatha).

Walaupun ayahnya sedikit mengekang, Lala tak terlihat keberatan dan bisa menjalani hidupnya dengan baik. Ketika sedang membantu gurunya, Lala bertemu dengan murid pindahan baru di sekolahnya. Lelaki itu bernama Yudhis Ibrahim (Adipati Dolken), yang langsung mendapat masalah dengan seorang guru killer (Ismail Basbeth).

Lala ketahuan membantu Yudhis, yang membuat keduanya dihukum berjalan dengan tali sepatu yang saling terikat mengitari lapangan sekolah. Walaupun mereka jadi ditertawakan satu sekolah, ini menjadi alasan Lala dan Yudhis menjadi dekat. Lala pun menyetujui ajakan Yudhis untuk berpacaran, dan setelah sekian lama, hidup Lala menjadi berwarna lagi.

Ayah Lala tak keberatan mengetahui putrinya mulai berpacaran, tetapi ia merasa perhatian Lala mulai terbagi secara drastis. Di sisi lain, Yudhis juga mulai menunjukkan gelagat untuk ingin memiliki Lala sepenuhnya alias posesif. Mulai dari menolak panggilan ke ponsel Lala, hingga menyabotase saingan Lala dalam loncat indah.

Secara mengejutkan, Lala sendiri buta akan hal yang benar, dan selalu berpihak kepada Yudhis. Lala pun akhirnya diundang Yudhis ke rumahnya, di mana dia bertemu dengan mamanya, Diana (Cut Mini). Yudhis dan ibunya juga tinggal hanya berdua, sama seperti Lala dan ayahnya.

Transformasi pengetahuan itu tidak harus dengan mengernyitkan dahi, akan tetapi juga bisa dengan santai. Buku yang dikarang oleh penulis bernama Nurul Muslim dan memiliki judul Bikin Film, Yuk! ini adalah hasil belajar film di lokasi shooting yang dikuatkan dengan penelusuran referensi yang tentunya valid.

 

5. Teman tapi Menikah sebagai Ditto (2018)

Sumber: Wikipedia

#TemantapiMenikah adalah sebuah film drama Indonesia yang diproduksi oleh Falcon Pictures. Film ini disutradarai oleh Rako Prijanto, dan menampilkan Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla sebagai tokoh utamanya. Film ini didasarkan pada kisah nyata, cerita perjalanan cinta Ayudia Bing Slamet dengan Muhammad Pradana Budiarto, yang lebih dikenal dengan nama Ditto.

Sejak pertama kali bertemu, Ditto (Adipati Dolken) sudah suka sekali pada Ayu (Vanesha Prescilla). Ini bukan karena Ayu itu artis, tetapi karena Ayu suka bergaya gahar layaknya preman. Sayangnya, selama 11 tahun bersahabat, Ditto selalu gagal untuk keluar dari friendzone.

Apapun usahanya, dari PDKT yang berkedok nge-band, hingga akhirnya menjadi musisi perkusi profesional, Ditto hanya teman makan dan teman curhat saja di mata Ayu. Untungnya, kehidupan cinta Ayu yang berlika-liku, dengan sering diselingkuhi, memastikan sosok Ditto untuk selalu berada di dekatnya, selaku tempat curhat langganan.

Sampai pada suatu hari, Ayu bercerita bahwa ia akan menikah dengan pacarnya yang adalah seorang pria sempurna luar dan dalam. Ditto pun harus memilih untuk menyatakan perasaannya atau merelakan cinta pertamanya menjadi sahabat seumur hidup. Jika saja Ayu tak mengetahui kelemahan Ditto sebagai pacar, yaitu tidak setia, mungkin ia sudah menjalin hubungan dengan Ditto sejak lama.

Selain sejumlah film di atas, Adipati Dolken juga banyak membintangi film lain, serial web, serial televisi, FTV, dan juga video klip. Talentanya di bidang seni peran sudah diakui banyak pihak, yang dibuktikan dengan keberhasilannya meraih berbagai penghargaan. Pada tahun 2013, film Sang Kiai berhasil membawanya meraih Penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Pria Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2013.

Penghargaan ini menjadikan Adipati Dolken sebagai salah satu aktor termuda yang berhasil memenangkan Piala Citra, yakni pada usia 21 tahun. Adipati Dolken juga berhasil meraih sejumlah penghargaan lain, seperti Selebriti Pria Paling Memikat dalam Infotainment Awards 2014, Aktor Favorit dalam Nickelodeon Indonesia Kids’ Choice Awards 2014.

Asia New Star Model Award pada ajang Asia Festival Model Award 2014, dan Actor of the Year pada Indonesian Choice Awards. Ia juga meraih penghargaan Pasangan Terfavorit bersama Vanesha Prescilla dari Indonesian Movie Actors Awards 2019, berkat peran mereka dalam film #TemantapiMenikah.

Wah, berbakat sekali ya aktor berdarah campuran ini. Jadi, film mana yang ingin kalian tonton nih, Grameds? Selain kelima film rekomendasi di atas, masih banyak juga lho film-film yang dibintangi Adipati Dolken.

Grameds, sekian artikel “5 Rekomendasi Film yang Dibintangi Adipati Dolken”. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat bagi Anda. Bagi Grameds yang ingin mempelajari tentang dunia seni peran, Anda bisa belajar dengan membaca berbagai buku yang tersedia di Gramedia.com. Yuk dapatkan bukunya sekarang!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Gabriel

Rujukan”

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Adipati_Dolken
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Putih_Abu-Abu_dan_Sepatu_Kets
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Perahu_Kertas_(film)
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Sang_Kiai
  • https://id.wikipedia.org/wiki/TemanTapiMenikah
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kambodja


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Arum Rifda

Menulis adalah cara terbaik untuk menyampaikan isi pemikiran, sekalipun dalam bentuk tulisan, bukan verbal.
Ada banyak hal yang bisa disampaikan kepada pembaca, terutama hal-hal yang saya sukai, seperti K-Pop, rekomendasi film, rekomendasi musik sedih mendayu-dayu, dan lain sebagainya.