in

Mengenal Kucing Siberia dan Ciri Khas-Nya Dibandingkan Jenis Lain!

Sumber: Unsplash

Kucing Siberia – Siapa sih yang tidak menyukai kucing? Meskipun tingkah lakunya terkadang sedikit menyebalkan dan membuat kita menggelengkan kepala, makhluk ini selalu berhasil membuat kita merasa gemas dan tidak jarang berhasil membuat kita memaafkan perilaku menyebalkannya tersebut.

Tingkah laku kucing memang terkadang suka membuat seseorang heran bercampur dengan rasa gemas. Sebagai contoh, ada kalanya mereka menolak untuk diberikan elusan di kepala dan memilih untuk menyendiri. Namun, setelah beberapa saat, sang kucing akan kembali dan meminta kita untuk memberinya perhatian dan kasih sayang.

Tingkah laku di atas tidak jarang membuat pemilik kucing tergelitik. Selain itu, contoh tersebut adalah salah satu dari banyak sekali alasan untuk semakin menyayangi kucing peliharaan. Oleh karena itu, tidak heran jika menganggap kucing sebagai hewan peliharaan paling populer di Indonesia.

Faktor lain yang membuat seseorang semakin menyayangi kucing peliharaannya adalah karena kucing tersebut terlihat lucu terlepas jenis kelamin kucing. Ini membuat majikannya, selain merasa gemas karena tingkah laku kucing tersebut, juga dibuat gemas karena penampilannya yang lucu.

Lucu atau tidaknya suatu kucing memang akan dikembalikan kepada pemilik atau orang yang melihat kucing tersebut. Misalnya, ada yang menganggap bahwa kucing kampung lebih lucu dari kucing ras. Namun, sebaliknya, ada pula yang lebih menyukai kucing ras dibandingkan kucing kampung.

Perbedaan ini tentunya tidak ada masalah, mengingat preferensi orang terhadap kucing tidak selalu sama. Pada artikel kali ini, kita akan mencoba membahas salah satu kucing ras yang terkenal akan keindahan dan kelucuannya, yakni Kucing Siberia.

Mengenal Kucing Siberia

kucing siberia
Sumber: kids.grid.id

Siberia sendiri merupakan sebuah daerah yang berada di Rusia dan kebetulan, kucing ini memang berasal dari Rusia, sebelum akhirnya dibawa ke Amerika Serikat sekitar tahun 1980-an dan menjadi salah satu kucing ras yang banyak dipelihara di negara tersebut, dan perlahan menyebar ke berbagai penjuru dunia.

Perlu diketahui juga bahwa nama asli dari Kucing Siberia adalah “Kucing Hutan Siberia“, yang kabarnya mengacu kepada lokasi kali pertama kucing jenis ini ditemukan. Akan tetapi, untuk mempersingkat penyebutan, semakin banyak orang yang menyebutnya sebagai “Kucing Siberia” saja.

Menurut penelitian, Kucing Siberia merupakan salah satu jenis kucing tertua yang menjadi nenek moyang dari banyak kucing domestik berambut panjang dan tebal lainnya. Salah satu jenis kucing lain yang juga merupakan nenek moyang kucing berambut panjang dan tebal adalah Kucing Hutan Norwegia.

Keduanya memiliki cukup banyak kemiripan, mulai dari bentuk tubuh, kemampuannya dalam melompat, dan tentunya, rambutnya yang panjang dan tebal. Nantinya dalam artikel ini, akan ada pembahasan mengenai Kucing Hutan Norwegia.

Kembali ke Kucing Siberia, bulunya yang panjang dan tebal ini terkadang tidak bisa ditoleransi oleh banyak orang. Di sejumlah wilayah yang memiliki iklim panas dan lembab seperti Indonesia, rambut Kucing Siberia bisa dengan cepat berjamur atau rontok. Ini dikarenakan Kucing Siberia terbiasa hidup di lokasi dengan iklim dingin, sesuai dengan lokasi asal kucing ini ditemukan.

Kendati demikian, rambut Kucing Siberia ternyata jarang menyebabkan alergi bagi sejumlah orang. Penelitian mengatakan kalau tingkat alergi manusia lebih rendah jika berhadapan dengan Kucing Siberia dibandingkan dengan beberapa ras kucing lainnya, sehingga kucing ini terbilang ramah dipelihara bagi banyak masyarakat.

Selain itu, bagi yang memang tidak memiliki alergi terhadap kucing, kalian dapat merasakan keindahan dan kehalusan rambut Kucing Siberia. Warna rambut kucing ini bervariasi layaknya berbagai jenis kucing lainnya. Meskipun begitu, tetap harus berhati-hati dengan potensi rambut rontok, khususnya di tempat panas.

Hal terkenal lain mengenai Kucing Siberia adalah kemampuannya untuk melompat serta berlari dengan lincah. Kucing Siberia memiliki sedikit lengkungan di punggung mereka, karena kaki belakang mereka sedikit lebih panjang dari kaki depan. Ini menjadi alasan di balik kelincahan dan tubuh atletis mereka.

Sedikit berbeda dengan ras kucing lainnya, Kucing Siberia biasanya mencapai usia reproduksi jauh lebih cepat, yakni sekitar usia 5 bulan. Peneliti menduga kalau usia Kucing Siberia yang tergolong cepat untuk kawin ini mengikuti usia kawin kucing hutan liar pada umumnya.

Meskipun bisa kawin di usia yang tergolong muda, tetapi Kucing Siberia dianggap sebagai orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Mereka akan menemani, dan mengasuh anak-anak mereka sampai mereka bisa berjalan dan mencari makan sendiri, dan sering terlihat berada di sarang bersama dengan anak-anaknya.

Satu hal yang perlu Grameds ketahui mengenai Kucing Siberia adalah fakta kalau mereka dapat dikatakan cukup setia dengan pasangannya. Ini berbeda dengan kebanyakan kucing, yang bisa mencari pasangan lain untuk kawin. Terdapat banyak Kucing Siberia, khususnya kucing betina, yang hanya mau kawin dengan Kucing Siberia jantan yang kali pertama mengawininya.

Tadi sudah disebutkan bahwa pemeliharaan Kucing Siberia harus berhati-hati karena rambutnya bisa rontok, terlebih di iklim panas. Meskipun begitu, tampaknya hal ini tidak menyurutkan keinginan pecinta kucing di Indonesia untuk memelihara Kucing Siberia.

Banyak dari mereka yang sudah memahami betul cara merawat Kucing Siberia dengan baik. Mulai dari meletakkan mereka di tempat ber-AC, mengelap dubur pasca mereka buang air besar agar kotorannya tidak menempel di rambut, rajin menyisir rambut, dan memandikannya secara rutin.

Memelihara hewan peliharaan seperti Kucing Siberia ini dapat menjadi pengalaman menarik bagi Grameds. Terlebih, setelah kalian mengetahui seluk-beluk mengenai kucing ini. Buku “Seri Edukasi Britannica: Hewan Peliharaan” dapat menjadi bahan bacaan tambahan bagi Grameds yang ingin menggali informasi lebih dalam mengenai hewan peliharaan.

https://www.gramedia.com/products/seri-edukasi-britannica-hewan-peliharaan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/seri-edukasi-britannica-hewan-peliharaan?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Kucing Ras Lucu Lainnya

Dapat dikatakan bahwa Kucing Siberia merupakan salah satu ras kucing yang populer di Indonesia. Meskipun begitu, kucing jenis ini bukanlah satu-satunya jenis kucing yang banyak dicari oleh penggemar kucing fanatik di negara ini. Masih ada beberapa kucing ras lain yang menjadi favorit penggemar kucing.

Mengurus kucing ras bukanlah sesuatu yang mudah, karena memerlukan kesabaran, perhatian lebih, serta uang yang tidak sedikit untuk memenuhi kebutuhan mereka. Meskipun demikian, hal ini tidak menghalangi keinginan para pecinta kucing ini.

Di bawah ini, setidaknya ada 7 jenis kucing lain yang kerap dipelihara oleh orang-orang di Indonesia. Orang-orang ini tidak harus selalu penyuka kucing saja, melainkan juga kalangan lain yang memang ingin memelihara kucing serta sanggup membayar kebutuhan kucing mereka. Simak pembahasan berikut.

Kucing Anggora

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Dapat dikatakan bahwa ras Kucing Anggora merupakan salah satu ras kucing yang paling populer di Indonesia. Kucing ini juga merupakan salah satu dari sekian banyak kucing yang merupakan nenek moyang dari kucing rambut panjang dan tebal, kali ini berasal dari daerah Ankara, Turki.

Kucing Anggora dikenal dengan rambut panjangnya yang berwarna putih layaknya salju. Kucing Anggora juga terkenal sebagai kucing yang ramah dan penuh perhatian terhadap majikannya. Mereka juga bisa diajak beraktivitas fisik karena senang berlarian dan melompat, apalagi jika masih di usia muda.

Kucing Persia

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Selain Kucing Anggora, Kucing Persia juga merupakan jenis kucing ras lain yang menjadi peliharaan banyak orang. Sesuai dengan namanya, Kucing Persia berasal dari wilayah Persia, yang kini merupakan negara Iran. Kucing ini kali pertama dibawa ke Italia, sebelum akhirnya disebarluaskan ke negara-negara lain.

Namun, orang awam sering menyamakan Kucing Persia dengan Kucing Anggora, meskipun kenyataannya keduanya memiliki sejumlah perbedaan spesifik. Beberapa perbedaan yang dapat ditemukan pada keduanya adalah moncong Kucing Persia lebih pendek dibandingkan Kucing Anggora, dan ukuran telinga Kucing Persia lebih kecil dan tumpul.

Kucing Himalaya

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Kucing Himalaya sebenarnya merupakan salah satu jenis dari keluarga Kucing Persia. Hampir seluruh fitur tubuh Kucing Himalaya mirip dengan Kucing Persia. Perbedaan mencolok dapat ditemukan di sejumlah titik warna pada kucing serta warna mata Kucing Himalaya yang umumnya berwarna biru.

Belum jelas kenapa kucing ini dinamakan sebagai “Kucing Himalaya”, karena kucing ini juga awalnya ditemukan di daerah Persia. Dikarenakan perbedaannya yang cukup tipis dengan Kucing Persia pada umumnya, beberapa organisasi menganggap kalau Kucing Himalaya masuk ke dalam ras Kucing Persia.

Kucing Hutan Norwegia

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Seperti yang sudah disinggung ketika membahas Kucing Siberia, Kucing Hutan Norwegia juga merupakan salah satu jenis kucing yang menjadi nenek moyang kucing berambut panjang dan tebal. Dan sama seperti Kucing Siberia, kucing jenis ini juga terbiasa hidup pada suhu dan iklim dingin.

Kucing Hutan Norwegia memiliki banyak kemiripan dengan Kucing Siberia. Selain rambutnya yang banyak dan tebal, kucing ini juga memiliki badan besar dan atletis. Hal ini juga yang membuat kucing ini ramah dengan manusia, dan bisa diajak untuk bermain serta melakukan aktivitas fisik.

Kucing Maine Coon

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Berasal dari wilayah Maine, Amerika Serikat, Kucing Maine Coon adalah kucing ras sekaligus kucing peliharaan berukuran terbesar di dunia. Panjang rata-rata dari Kucing Maine Coon bisa mencapai 40 centimeter, dan berat badannya berkisar antara 6 kilogram sampai dengan 8 kilogram.

Meskipun ukurannya yang besar, Kucing Maine Coon justru dikenal dengan sifat lembut dan ramahnya. Mereka terkenal cukup pintar dan dapat diajarkan berbagai macam kebiasaan maupun trik untuk kucing. Hal menarik mengenai Kucing Maine Coon adalah banyak di antara mereka suka bermain air, di mana mayoritas kucing justru membencinya.

Kucing British Shorthair

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Sesuai dengan namanya, Kucing British Shorthair berasal dari Negara Inggris. Meskipun begitu, ada catatan sejarah menunjukkan bahwa Kucing British Shorthair adalah salah satu ras kucing domestik pertama yang ditemukan, yakni ketika Zaman Romawi kuno.

Ciri khas Kucing British Shorthair adalah rambutnya yang pendek tetapi lebat. Rambut pendeknya ini membuatnya lebih mudah untuk dimandikan dan di sisir, cocok bagi pecinta kucing yang ingin merawat kucing ras dengan simpel. Terlebih, tingkah laku Kucing British Shorthair juga ramah dan santai.

Kucing Bengal

kucing siberia
Sumber: Unsplash

Kucing Bengal memiliki sejarah yang cukup menarik dibandingkan beberapa kucing ras jenis lain. Rupanya, kucing ini merupakan hasil kawin silang dari kucing totol liar Asia dengan kucing rumahan biasa. Perkawinan silang yang dilakukan oleh pecinta kucing bernama Jean Mill inilah yang melahirkan ras Kucing Bengal.

Oleh sebab itulah, rambut Kucing Bengal dipenuhi totol layaknya kucing totol. Kucing Bengal juga memiliki struktur badan atletis layaknya kucing liar tersebut. Itulah sebabnya mereka dikenal sebagai kucing yang ramah, energik dan senang bermain dengan manusia.

Selain beberapa kucing ras di atas, Grameds masih bisa menemukan banyak lagi berbagai jenis kucing ras beserta keunikan dan ciri khasnya tersendiri. Bagi kalian yang memang ingin mengetahui lebih lanjut akan topik tersebut, bisa membaca buku “NG Kucingpedia“.

https://www.gramedia.com/products/ng-kucingpedia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/ng-kucingpedia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Tips Merawat Kucing

Berdasarkan deskripsi dari kucing-kucing ras di atas, Grameds mungkin berpikir kalau mengurus kucing ras bukanlah sesuatu yang mudah dan bisa dilakukan secara langsung. Tiap kucing ras memiliki keunikannya tersendiri, sehingga tiap dari mereka memiliki perbedaan cara pengurusan dari satu kucing dengan lainnya.

Meskipun demikian, faktanya hampir tiap kucing memiliki perawatan yang sama satu sama lain. Keperluan seekor kucing dapat dikatakan tidak berbeda jauh dengan kucing lainnya, dan yang membedakan adalah hal-hal spesifik yang nantinya pasti akan dipelajari dan diketahui oleh pemilik kucing.

Untuk itu, sebagai sesi penutup kali ini, Grameds akan mendapatkan sedikit informasi dasar terkait tips merawat kucing. Semoga saja tips-tips ini bisa bermanfaat bagi Grameds yang ingin atau mungkin sedang mengurus kucing. Berikut penjelasannya.

Memberi Makanan yang Sesuai

Tidak semua kucing memiliki diet yang sama. Hal ini biasanya tergantung dari faktor ras, ukuran badan, umur, hingga penyakit yang diidap kucing. Alangkah baiknya, jika kalian mendiskusikan ini dengan dokter hewan agar mengetahui makanan yang cocok untuk kucing.

Usahakan Melakukan Vaksin

Layaknya manusia, kucing juga bisa terkena berbagai penyakit. Oleh karena itu, melakukan vaksin terhadap kucing adalah sesuatu yang patut diusahakan untuk meminimalisir penyakit yang kucing itu bisa dapatkan. Vaksin steril juga sebaiknya dilakukan agar kucing tidak kawin sembarangan.

Bawa ke Dokter Secara Rutin

Meskipun tidak sedang terkena penyakit apa-apa, tetapi membawa kucing ke dokter setiap beberapa saat sekali bisa membantu kalian untuk mengetahui keadaan kucing peliharaan. Siapa tahu, ternyata ada hal yang sedang dialami kucing dan luput dari perhatian kalian.

Mandikan Kucing dengan Rutin

Sudah menjadi rahasia umum bahwa mayoritas kucing benci dengan air. Meskipun begitu, ini bukan alasan untuk tidak memandikan kucing. Sama seperti manusia, memandikan kucing peliharaan dapat membuatnya menjadi bersih dan meminimalisir adanya infeksi dari kuman atau virus di sekitarnya.

Beri Kucing Perhatian Cukup

Hal terakhir yang mungkin sering luput dari perhatian adalah kurang memberi kasih sayang cukup terhadap kucing peliharaan. Padahal, kucing tetap memerlukan pendekatan dari majikannya. Kucing yang dekat dengan majikan biasanya akan lebih mudah diatur serta tidak mudah sakit.

Dari sejumlah tips di atas, Grameds dapat menyimpulkan bahwa merawat kucing perlu ketelatenan, kesabaran, dan pemahaman mendalam terhadap kucing. Kalian yang tertarik untuk merawat hewan peliharaan seperti ini, bisa mencoba membaca buku “Cara Benar Dan Hemat: Kitab Lengkap Merawat Hewan Kesayangan” untuk mendapatkan pengetahuan tambahan terkait perawatan hewan, khususnya kucing.

https://www.gramedia.com/products/cara-benar-dan-hemat-kitab-lengkap-merawat-hewan-kesayangan-1?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Cukup sekian artikel pembahasan mengenai Kucing Siberia dan kucing ras lain yang lucu dan menggemaskan. Semoga saja artikel ini bisa bermanfaat bagi Grameds pecinta kucing atau kalian yang tertarik untuk memelihara kucing di rumah kalian.

Kalian bisa menemukan artikel dan buku-buku rekomendasi seputar kucing lainnya persembahan Gramedia, #SahabatTanpaBatas, di situs Gramedia.com. Tetaplah rajin membaca, Grameds, karena kalian bisa mendapatkan informasi dan ilmu #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by M. Hardi