in

7 Fakta Menarik Kucing Pallas dan Cara Merawatnya yang Benar!

Sumber: Pixabay

Kucing Pallas – Kesan pertama yang akan dirasakan saat melihat kucing pallas ini adalah wajahnya yang lucu dan menggemaskan. Namun, apakah Grameds sudah tahu jenis kucing yang satu ini? Sekilas memang seperti kucing hutan, tapi jika diperhatikan dengan seksama, ada perbedaan yang cukup menonjol. Nah, untuk mengenal kucing pallas secara lebih mendalam, yuk simak penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Kucing Pallas?

kucing pallas
meongers.com

Selama ini, kucing gendut yang dapat menampilkan ekspresi wajah mungkin hanya bisa kita temukan di film ataupun kartun saja. Namun, ternyata ada spesies kucing pallas atau yang dikenal dengan nama kucing manul dengan karakteristik menggemaskan dan lucu yang keberadaannya cukup sulit ditemukan. Kucing pallas ini dinobatkan sebagai hewan yang paling ekspresif di dunia. Sekilas, jenis kucing ini terlihat seolah sedang marah kepada semua orang yang melihatnya. Ekspresi marahnya juga cukup beragam, bisa jutek, garang, atau kaget.

Nama Pallas sendiri diperoleh dari seorang naturalis Jerman bernama Peter Simon Pallas yang pertama kali mendeskripsikan spesies ini pada tahun 1776. Sementara itu, nama manul berasal dari bahasa Mongolia dan nama ilmiahnya sendiri yaitu Otocolobus manul yang memiliki arti telinga jelek. Kucing pallas ini terlihat seakan mempunyai badan yang gemuk.

Namun sebenarnya, ukurannya tidak jauh dari kucing domestik pada umumnya, dengan panjang tubuh antara 46 sampai 65 dan panjang ekor 21 sampai 31 cm. Untuk beratnya sendiri sekitar 2,5 sampai 4,5 kg.

Akan tetapi, kucing yang satu ini terlihat lebih kekar dibandingkan dengan kucing rumahan, karena mempunyai bulu yang lebat. Ukuran badannya juga relatif besar dari kucing-kucing pada umumnya. Hal itulah yang membuat kucing ini terlihat mirip dengan tokoh binatang fantasi Ghibli yakni Cat Bus di anime My Neighbor Totoro.

Kucing Pallas merupakan kucing yang memiliki bulu terpanjang dari semua spesies kucing yang ada di dunia. Bulu mereka hampir dua kali lebih panjang di bagian perut dan ekor dibandingkan di bagian atas dan samping. Hal tersebut dapat membantu menjaga kucing agar tetap hangat ketika mereka berburu di salju atau tanah beku.

Panjang dan kerapatan bulu kucing pallas ini juga akan berubah secara musiman, dimana bulu tersebut dapat tumbuh lebih panjang dan lebat saat musim dingin. Selain itu, mereka juga akan melewati dua fase warna tubuh. Di musim dingin, bulu mereka akan berwarna abu-abu, sedangkan di musim panas, bulu mereka akan berubah menjadi bergaris dan berwarna kuning tua.

Mereka juga mempunyai pola cincin hitam di bagian ekor dan bintik-bintik hitam yang tersebar di bagian dagu mereka, serta garis-garis yang melintas di area mata ke pipi. Selain mempunyai bentuk telinga yang tidak biasa, kucing ini juga mempunyai biji mata atau pupil yang berbeda dari kucing pada umumnya. Jika biasanya pupil kucing berbentuk garis vertikal ketika di tempat terang, lain dengan biji mata kucing pallas yang selalu berbentuk bulat.

Kucing pallas ini mempunyai habitat di seluruh Asia Tengah, dari mulai Irian Barat sampai Cina Barat. Di dalam kisaran tersebut, kucing pallas lebih suka dengan lingkungan yang dingin dan kering di stepa berbatu dan juga padang rumput di ketinggian sampai 15.000 kaki.

Ciri-ciri Kucing Pallas

Ciri-ciri kucing pallas umumnya sama dengan kucing domestik yang mempunyai panjang tubuh sekitar 46 sampai 65 dengan berat badan 2,5 sampai 4,5 kg. Hal yang membedakan antara kucing pallas dan kucing pada umumnya ada di perawakannya yang terkesan lebih besar karena didukung dengan adanya bulu tebal. Sehingga kucing pallas terlihat lebih proporsional dan besar.

Adapun ciri lain dari kucing liar ini yaitu warna bulunya yang berwarna kekuning-kuningan dengan pola vertikal gelap yang mendominasi di sebagian tubuhnya. Selain itu, ciri lainnya ada disekitar mata mereka yang terlihat lebih menonjol dengan bentuk bulat dengan warna pipi putih bergaris tipis warna hitam di bagian sudut mata. Warna khas lainnya yang terlihat sebagai ciri-ciri kucing pallas adalah dagu dan juga organ pencernaan yang cenderung putih dan semakin keabu-abuan di bagian bawah.

Di Balik Pena: Curahan Hati Natasha Rizky dalam Buku “Kamu Tidak Istimewa”

https://www.gramedia.com/products/conf-panduan-lapangan-kucing-kucing-liar-di-indonesia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/conf-panduan-lapangan-kucing-kucing-liar-di-indonesia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Fakta-fakta Kucing Pallas

kucing pallas
pixabay

Seperti yang kita tahu bahwa kucing adalah hewan yang sudah banyak dipelihara orang selain anjing. Hewan berbulu ini mempunyai sifat yang lucu dan menggemaskan. Sehingga bisa membuat siapa saja ingin memeliharanya. Dari sekian banyak jenis kucing yang ada, pastinya ada beberapa yang mungkin masih asing untuk Grameds.

Misalnya saja, kucing pallas yang sangat menggemaskan dan berbulu lebat. Jenis kucing ini disinyalir adalah perwujudan tokoh Cat Bus yang ada di anime Totoro. Banyak orang yang beranggapan bahwa Cat Bus si kucing yang memiliki badan gemuk dan ekspresi yang menggemaskan ini mirip dengan kucing pallas. Nah, berikut ini adalah beberapa fakta mengenai kucing pallas yang perlu kamu pahami, antara lain:

1. Arti Nama dari Kucing Pallas

Kucing pallas memperoleh nama mereka dari seorang naturalis asal Jerman yang mana pada tahun 1776 Ia mengklasifikasikan kucing sebagai Felis Manul. Nama ilmiah dari kucing pallas yang dimodifikasi dan sekarang ini menjadi Otocolobus Manul yang berasal dari Bahasa Yunani. Otocolobus sendiri artinya bertelinga jelek.

2. Habitat dan Karakteristik

Kucing pallas yang mempunyai berat sekitar 2,2 hingga 4,5 kg ini mempunyai bentuk tubuh yang ringkas, berkaki pendek, berbulu sangat lebat, dan memiliki wajah berjanggut dengan ekspresi seperti Grumpy Cat. Habitat kucing pallas ini biasanya ada di pegunungan, padang rumput stepa, dan juga medan semi-gurun.

Mereka bisa ditemukan di negara Cina Barat, India, Mongolia, Pakistan, Tajikistan, Kazakhstan, Kirgistan, dan juga Rusia. Umumnya, mereka berada di ketinggian antara 3.000 hingga 5.000 meter dan berbagi habitat dengan macan tutul salju.

Bulu yang sangat tebal itu membantu kucing pallas agar tetap hangat saat suhu mencapai minus 50 derajat Celcius. Jenis kucing ini akan memangsa berbagai macam hewan pengerat, reptil, serangga, dan juga bangkai.

3. Memiliki Bulu Seperti Mantel

Tubuh yang kekar ditambah dengan bulu yang tebal seperti mantel memberikan ilusi ukuran mengenai kucing pallas ini. Dengan panjang tubuhnya yang kurang dari 2 kaki yakni 30-an cm, itu artinya tidak lebih besar dari kucing rumah biasa. Akan tetapi, bulunya yang lebat membuat mereka terlihat lebih besar dari kucing pada umumnya.

Mantel bulu yang terlihat sangat unik tersebut justru membentuk esensi kecantikan dari jenis kucing tersebut. Para pecinta kucing tentu jatuh cinta ketika melihat bulunya yang lebat, tubuhnya yang gemuk dan pendek, lucu, dan juga imut menggemaskan.

Namun, bulu seperti mantel ini tak hanya membuatnya terlihat lucu dan menggemaskan. Lebih dari itu, bulu yang sangat panjang di sekitar perut mereka dapat membantu tubuh tetap terasa hangat meski di musim dingin ataupun ketika berburu di lahan yang beku.

Pola warna bulu kucing ini juga terus berubah bergantung dengan musim. Selama musim dingin, warna bulu kucing pallas menjadi abu-abu. Kemudian ketika musim gugur, bulu mereka akan berganti menjadi warna merah merona.

4. Bentuk Pupil Vertikal

Terdapat beberapa fakta yang unik mengenai mata dari kucing pallas. Sebuah studi menemukan bahwa bentuk pupil yang dimiliki oleh kucing pallas mungkin secara langsung terkait dengan peran hewan tersebut sebagai predator atau pemangsa dalam rantai makanan. Hewan yang memiliki pupil bulat diidentifikasi sebagai pemburu penyergap yang lebih aktif di siang hari atau larut malam.

Di sisi lain, hewan yang ditahbiskan dengan bentuk pupil vertikal ini lebih sering dibandingkan tidak mencari mangsa yang mengejar mangsanya. Tak hanya itu saja, ditemukan pula bahwa predator yang berburu lebih dekat ke tanah seperti kucing rumah mempunyai pupil vertikal.

5. Pelari yang Buruk

Meski sangat baik dalam menyergap mangsanya, kucing pallas merupakan pelari yang sangat buruk. Oleh sebab itu, kucing pallas ini bukan pemburu yang mengejar mangsanya dari jarak jauh. Kemampuan lari mereka yang sangat buruk itu sebagian besar disebabkan oleh bentuk tubuh mereka yang pendek, kokoh, dan juga berisi.

Kucing pallas ini tidak seperti kucing liar pada umumnya, yakni tidak mempunyai kaki belakang yang kuat dan panjang yang bisa membantu mereka berlari lebih cepat. Saat dikejar oleh pemangsa, kucing pallas akan bersembunyi di sekitar batuan besar, tumbuh-tumbuhan yang panjang, dan juga celah-celah kecil.

6. Cara Bersosialisasi dan Berkembang Biak

Kucing pallas berkembang biak antara Bulan Desember dan Maret. Musim kawin mereka cenderung lebih singkat dan kucing betina biasanya akan melahirkan antara Bulan Maret dan Mei setelah periode kehamilan yang berkisar 60 sampai 80 hari. Kucing pallas umumnya mempunyai tiga sampai empat anak kucing. Namun, terkadang kucing pallas betina bisa melahirkan sampai delapan anak kucing. Selain itu, anak-anak kucing pallas juga bisa tumbuh dengan sangat cepat.

Terlepas dari periode kawin yang sangat singkat tersebut, sebagian besar kucing pallas juga menjalani kehidupannya sendiri. Mereka terkenal sangat teritorial dan sulit untuk dipahami. Antara kucing jantan dan betina biasanya akan menggunakan aroma mereka untuk menandai wilayah mereka. Mereka menghabiskan sebagian besar waktunya di gua dan di celah-celah. Mereka akan keluar di waktu senja terutama jika mereka akan berburu.

7. Mempunyai Berbagai Suara

Mereka bisa menggeram dan berteriak, tapi ketiak sedang merasa senang atau bersemangat, mereka akan membuat suara yang mirip dengan suara anjing kecil. Kucing pallas juga mirip seperti kucing lainnya yang bisa mendengkur atau purr.

https://www.gramedia.com/products/kisah-kisah-kucing-cat-stories-cover-baru-2019?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/kisah-kisah-kucing-cat-stories-cover-baru-2019?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Cara Merawat Kucing Berbulu Lebat

Mempunyai hewan peliharaan seperti kucing di rumah tentu bisa dijadikan sebagai teman bermain yang menyenangkan. Selain itu, kucing yang berbulu lebat selalu mempunyai daya tarik orang. Kucing dengan bulu yang sangat lebat akan terlihat lebih lucu dan menggemaskan ya. Oleh sebab itu, penting untuk kamu yang mempunyai kucing berbulu lebat agar merawat bulunya dengan benar.

Jika kamu hanya membiarkan bulu kucing begitu saja, maka hal tersebut bisa menjadikan bulu-bulu mereka menjadi lebih mudah rontok dan kotor. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk merawat kucing yang berbulu lebat.

1. Sering Menyisir Bulu Kucing

Benda yang paling penting yang harus kamu punya saat memelihara kucing berbulu lebat adalah sisir khusus kucing. Sisir tersebut akan sangat membantu menjaga bulu kucing supaya lebih terawat dengan baik. Jadi, kamu harus menyisir bulu kucing setiap hari menggunakan sisir khusus itu.

Setelah selesai, pastikan untuk membersihkan sisir tersebut agar tetap bersih dan tidak menyebabkan masalah pada kucing saat digunakan kembali. Menyisir bulu kucing ini dapat membantu mengangkat bulu yang rontok dan kotoran yang menempel di bulu. Cara tersebut akan membuat bulu kucing menjadi lebih rapi dan mengurangi kemungkinan bulu rontok tertelan.

2. Rutin Grooming

Langkah berikutnya yang dapat membuat bulu kucing sehat yaitu dengan melakukan grooming dengan rutin. Kamu bisa melakukan grooming setiap dua minggu sekali dengan kondisi kulit dan bulu yang sehat. Grooming adalah cara supaya bulu kucing terjaga kebersihannya dari kotoran ataupun parasit. Jika tidak bisa melakukan grooming secara rutin, maka cobalah untuk memandikan kucing di rumah dengan rutin.

3. Berikan Vitamin dan Juga Makanan Sehat

Untuk menjaga kondisi bulu agar tetap sehat dan cantik, kamu juga perlu memberikan vitamin dan makanan sehat pada kucing. Kucing juga memerlukan asupan nutrisi yang bukan hanya untuk kesehatan tubuh, namun juga bulunya. Kamu dapat memilih makanan yang mengandung omega-3 dan omega-6 untuk menjaga kesehatan bulu dan kulitnya.

4. Jangan Biarkan Kucing Merasa Stres

Menjaga kondisi mental kucing juga dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan bulu mereka. Jadi, kamu harus rutin mengajak kucing peliharaan bermain dengan beberapa permainan sederhana. Selain itu, kamu juga bisa mengajak bermain di halaman rumah sembari berlarian atau sekadar diusap dengan lembut. Cara tersebut bisa membuat kucing nyaman dan tidak mengalami stres yang dapat mengganggu kondisi kesehatan sampai bulunya.

5. Mengajak Kucing Berjemur

Sinar matahari tak hanya menyehatkan untuk manusia, namun juga untuk kucing. Sehingga, kamu perlu mengajak kucing berjemur di pagi hari sebagai salah satu cara untuk menjaga kesehatan bulunya. Sinar matahari akan membantu menghilangkan jamur, bakteri, ataupun parasit yang menempel di bulu ataupun kulitnya.

6. Jaga Kebersihan Kandang

Kandang kucing yang bersih juga bisa meringankan kamu untuk melakukan perawatan lainnya, khususnya mandi. Sebab, bila kandang kucing bersih pastinya kucing peliharaan akan lebih nyaman dan badan tidak terlalu kotor. Selain itu, kucing juga tidak akan mudah terserang penyakit.

7. Perhatikan Konsumsi Air

Kucing juga sangat perlu memperoleh asupan air dan makanan yang cukup. Berikan kucing kamu akses air yang segar setiap hari. Selain itu, kamu juga akan melihat kucing lebih banyak minum ketika mereka makan makanan kering. Kucing dewasa dan kucing menyusui juga lebih rentan mengalami dehidrasi dibandingkan dengan kucing lain. Sehingga, kamu perlu memperhatikan dehidrasi pada kucing, seperti mata cekung, lesu, dan juga lebih mudah terengah-engah.

https://www.gramedia.com/products/ng-kucingpedia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/ng-kucingpedia?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Penutup

Demikian penjelasan mengenai kucing pallas, fakta-fakta uniknya dan beberapa cara yang bisa kamu terapkan dalam merawat kucing berbulu lebat. Seperti yang sudah kita bahas di atas bahwa kucing pallas adalah jenis kucing yang memiliki beberapa keunikan dibandingkan dengan jenis kucing lainnya. Kebiasaan pola hidupnya yang lebih suka menyendiri di tempat sepi seperti gua justru membentuk karakteristik yang tidak biasa.

Bagi Grameds yang ingin mengetahui secara lebih mendalam tentang jenis kucing lainnya dapat membaca buku-buku terkait dengan mengunjungi Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Humam

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Novi Veronika

Saya semakin mencintai dunia menulis ini karena membuat saya semakin bisa mengembangkan ide dan kreativitas, serta menyalurkan hobi saya ini. Selain hal umum, saya juga menyukai tulisan tentang pendidikan dan juga administrasi perkantoran.