in ,

Cara Berlangganan Majalah Forbes

Cara Berlangganan Majalah Forbes – Apakah Grameds adalah salah satu orang yang mengamati perkembangan ekonomi dan bisnis? Nah, siapa sih yang tidak ingin tahu tentang update terbaru soal ekonomi, dimana isu tersebut membahas tentang kebutuhan semua orang dan juga dunia bisnis yang sangat kompleks. Itulah sebabnya banyak orang yang ingin berlangganan media yang membahas tentang isu ekonomi atau bisnis, seperti majalah, koran, situs khusus atau buku tentang ekonomi dan bisnis.

Majalah Forbes adalah salah satu media yang khusus meliput seputar perkembangan ekonomi dan bisnis. Grameds tentu saja bisa berlangganan majalah ini jika tidak ingin ketinggalan tentang berita  ekonomi dan bisnis terbaru, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Lalu bagaimana cara berlangganan Majalah Forbes? dari berbagai tempat, salah satu cara berlangganan majalah forbes adalah di Gramedia Digital.

Mengapa memilih berlangganan di Gramedia Digital? Berikut ini penjelasan tentang pengertian, harga, dan cara berlangganan Majalah Forbes, buku tentang ekonomi bisnis dan alasan mengapa kamu harus berlangganan di Gramedia Digital.

https://www.pexels.com/

Mengenal Apa Itu Majalah Forbes

Majalah Forbes Indonesia adalah salah satu majalah bisnis terkemuka dengan kualitas terbaik. Majalh Forbes sebenarnya adalah majalah internasional yang cakupannya luas. Termasuk Majalah Forbes Indonesia memberikan wawasan dan informasi penting yang mencakup dunia bisnis lokal hingga global, dari taipan mapan hingga startup terkecil serta saran investasi, wawasan tentang strategi, dan fitur gaya hidup.

Majalah Forbes Indonesia menerbitkan fitur eksklusif yang diproduksi oleh tim penulis dan editor berpengalaman, hingga tim redaksi terbesar di tanah air. Melalui hal itu, Majalah Forbes Indonesia memberikan informasi yang sangat berharga bagi komunitas ekonomi dan bisnis. Dalam peredarannya, Majalah Forbes memiliki perjalanan panjang dalam menyuguhkan isu perkembangan ekonomi bisnis.

majalah forbes indonesia

majalah forbes indonesia

Sejarah Majalah Forbes

Terletak di Jersey City, New Jersey, Majalah Forbes adalah salah satu majalah bisnis terbesar di Amerika. Majalah ini mencakup artikel asli tentang industri, keuangan, investasi, dan topik pemasaran atau ekonomi bisnis lainnya. B. C Forbes awalnya adalah seorang kolumnis untuk surat kabar Hearst dan rekannya, Walter Drey adalah Manajer Umum Majalah Wall Street . Keduanya mendirikan Majalah Forbes pada 15 September 1917. Ini adalah kemitraan di mana Majalah Forbes menyediakan uang dan Drey berkontribusi dengan keahlian penerbitannya.

Fakta menarik dari majalah Forbes adalah nama aslinya, yakni Devoted to Doers and Doings. Drey kemudian menjadi wakil presiden di perusahaan penerbitan Forbes B. C, sementara B. C Forbes menjadi pemimpin redaksi.

Fakta unik lainnya dari B. C Forbes adalah memegang jabatan ini sampai kematiannya pada tahun 1954. Sepanjang tahun 1920-an, Majalah Forbes adalah satu-satunya majalah bisnis di Amerika Serikat . Namun, pada tahun 1930-an, dua majalah bisnis lainnya, yakni Businessweek dan Fortune yang bergabung ke pasar yang mulai menurunkan sirkulasi keterbacaan Majalah Forbes di masyarakat.

Pada tahun 1929, kehancuran pasar bukanlah satu-satunya masalah yang dihadapi majalah Forbes. Adanya pesaing baru di pasar yang pendekatannya berorientasi berita dan analisis perusahaan yang panjang dan mendalam mengalahkan gaya subjektif pengusaha sebagai pahlawan Forbes yang tidak lebih mutakhir saat itu.

Uniknya, iklan dalam majalah Forbes turun dari 1216 halaman pada tahun 1929 menjadi hanya 269 halaman. Kemudian, pada tahun 1940-an saat melihat peningkatan sirkulasi majalah ketika Malcolm S. Forbes masih bekerja dengan ayahnya memprakarsai beberapa perubahan yang termasuk mempekerjakan staf pekerja yang akan bekerja secara eksklusif untuk The Magazine, dan juga memulai Institut Penasihat Investor Forbes.

majalah forbes indonesia

majalah forbes indonesia

Sepanjang tahun 1970-an, majalah ini menikmati kesuksesan. The Magazine akhirnya meluncurkan “Forbes Richest 400” yang populer pada tahun 1982, yang berisikan daftar 400 orang terkaya di Amerika.

Pada tahun 1972, sirkulasi majalah Forbes memiliki 625.000 jauh lebih banyak daripada Fortune. Langganan saja menghasilkan kurang lebih 4,5 juta dolar dan iklan menghasilkan 20 juta dolar pada tahun 1976. Terbitan pertama majalah Forbes adalah berisi profil panjang dalam ungkapan yang banyak digunakan saat itu, yakni “orang-orang besar” seperti Charles Mitchell yang akan mengubah leluhur Citigroup National City Bank dan National City Company menjadi perusahaan jasa keuangan nasional pertama di Amerika, dan Jay Gould Jay Gould, spekulan dan manipulator saham.

Pada tahun-tahun berikutnya, persaingan untuk The Magazine semakin ketat. Pada tahun 1978, majalah Fortune menerapkan format dua kali sebulan yang melipatgandakan pendapatannya selama 6 tahun ke depan. Bahkan dengan pendapatan tertinggal mencapai 84 juta dolar dan Majalah Forbes tetap menjadi majalah paling menguntungkan kedua setelah Playboy. Itu bisa dengan mudah membanggakan bahwa “satu dari lima pembaca Forbes adalah seorang jutawan“.

Pada 1990-an, majalah bekerja keras untuk mengikuti skenario perubahan teknologi. Edisi Jepang diluncurkan pada Maret 1992, edisi bahasa Mandarin diumumkan pada tahun 1993; dan pada tahun 1998 Forbes Global Business and Finance, edisi internasional berbahasa Inggris diluncurkan di bawah kepemimpinan mantan Perdana Menteri Kanada, Brian Mulroney.

Namun, tantangan Internet tetap ada, dan dengan ini, Majalah meluncurkan suplemen triwulanan teknologi baru Forbes ASAP pada tahun 1992, dan kemudian pada pertengahan 1990-an, Forbes pindah ke kehadiran online, bernama “Forbes Digital Tool“.

Tiga tahun lalu, Integrated Whale Media Investments, yang dipimpin oleh TC Yam, membeli saham mayoritas di The Magazine, memungkinkan perusahaan untuk lebih berkembang di sisi digital dan pindah ke area lain. Hingga saat ini, editorial The Magazine lebih kuat dari sebelumnya.

majalah forbes indonesia

majalah forbes indonesia

Harga Majalah Forbes

Harga majalah Forbes yang bisa kamu dapatkan jika berlangganan di Gramedia Digital beragam. Bergantung kamu memilih jenis paket langganannya. Berikut ini daftar harga berlangganan majalah Forbes di Digital Gramedia:

  1. Eceran Rp45.000 Kamu akan mendapatkan Forbes Indonesia Januari 2022.
  2. Full Premium Package Rp89.000 kamu bisa membaca ribuan buku dan majalah terpopuler
  3. Full Premium Package Rp999.000 kamu bisa membaca ribuan buku dan majalah terpopuler selama 1 tahun
  4. 1 Edisi  atau 1 Bulan Rp45.000 kamu akan mendapatkan Majalah Forbes Indonesia Januari 2022

majalah forbes indonesia

majalah forbes indonesia

Alasan Mengapa Berlangganan Di Gramedia Digital

Setelah mengulas dari perkenalan pengertian dan sejarah majalah Forbes diatas, apakah Grameds makin tertarik membaca Majalah Forbes? Jika iya, Grameds tentu saja bisa melakukan cara berlangganan Majalah Forbes di Gramedia Digital.

Pertanyaan selanjutnya yang mungkin saja diajukan adalah, mengapa harus berlangganan di Gramedia Digital. Berikut ini adalah alasan mengapa harus berlangganan Majalah Forbes di Gramedia Digital:

  1. Di Gramedia Digital akan update edisi terbaru Majalah Forbes
  2. Ada banyak paket berlangganan yang lebih murah, bahkan bisa mengakses buku dan referensi tentang ekonomi dan bisnis lainnya. Kamu bisa bisa akses khusus untuk membaca berbagai koleksi e-book, e-magazine, e-newspaper sepuasnya.
  3. Ada banyak jenis paket langganan, bahkan jika kamu hanya ingin mengakses satu edisi majalah saja. Ada empat pilihan paket langganan di Gramedia Digital, yakni kids package, fiction package, non-fiction package, dan full premium package
  4. Banyak harga promo berlangganan di Gramedia Digital saat ini, bahkan hingga 70%
  5. Cara berlangganan Majalah Forbes mudah dan cepat

Nah, itulah beberapa alasan mengapa kamu harus berlangganan Majalah Forbes di Gramedia Digital. Apakah kamu tertarik berlangganan Majalah Forbes di Gramedia? Berikut ini beberapa  edisi Majalah Forbes terbaru yang bisa kamu akses jika berlangganan di Gramedia Digital, dan kamu bisa terus update edisi terbarunya.

majalah forbes indonesia

majalah forbes indonesia

Cara Berlangganan Majalah Forbes Di Gramedia Digital

Apakah Grameds sudah yakin untuk berlangganan majalah Forbes di Gramedia Digital? Nah, berikut ini adalah cara berlangganan majalah Forbes di Gramedia Digital:

1. Buka Website Gramedia Digital Di www.ebooksgramedia.com, Lalu Klik “Premium

2. Klik “Subscribe Now

3. Pilih Salah Satu Paket Langganan Yang Kamu Inginkan, Kemudian Klik “Buy Now

4. Periksa Ringkasan Pesanan dan Klik Pilihan “Lanjutkan Ke Pembayaran

5. Kemudian Kamu Perlu Memastikan Telah Memiliki Device aplikasi Gramedia Digital Untuk Bisa Membacanya

6. Lalu, Pilih Metode Pembayaran Yang Ingin Kamu Lakukan Dan Klik Pilihan “Lanjutkan Ke Pembayaran

7. Setelah Itu Selesaikan Pembayaran, Maka Paket Langganan Premiummu Siap Digunakan. Kamu Perlu Melakukan Pembayaran Dalam Waktu Kurang Dari 24 Jam supaya pesanan kamu bisa segera di proses

8. Jika Sudah Selesai Proses Pembayaran, Maka Kamu Sudah Bisa Membaca Koran, majalah, Buku Digital Sepuasnya

9. Jika Kamu Hanya Ingin Berlangganan Majalah Forbes Saja, Maka Pilih “Majalah

10. Temukan Majalah Forbes Edisi Terbaru, Lalu Klik. Setelah Itu Klik Pilihan “Tambahkan

11. Jika Muncul Top Up, Klik “Lanjutkan Checkout

12. Setelah Itu, Kamu Akan Diarahkan Untuk Login Ke Website Tersebut. Maka Isi Akun Gmail Yang Sudah Terdaftar, Lalu Klik Masuk. Jika Kamu Belum Pernah Mendaftar, Maka Kamu Bisa Registrasi Akun Terlebih Dahulu

13. Jika Berhasil Masuk, Maka Kamu Akan Diarahkan Kembali Untuk Melanjutkan Berlangganan

14. Setelah Itu, Pada Ringkas, Pastika Sudah Mencentang Pilihan Bahwa Kamu Memiliki Akses Device Gramedia Digital dan Memilih Metode Pembayaran. Kemudian Klik “Lanjutkan Ke Pembayaran

15. Lalu Segeralah Melakukan Pembayaran, Maka Kamu sudah bisa mengakses khusus Majalah Forbes 1 Edisi

Nah, itulah cara berlangganan Majalah Forbes di Gramedia Digital. Mudah Bukan?

Jika Grameds memilih paket berlangganan yang premium, maka tentu saja dapat lebih banyak mengakses referensi di e-books Gramedia, termasuk buku tentang ekonomi dan bisnis lainnya. Indonesia memiliki buku-buku esai terbaik tentang ekonomi dan bisnis. Selain berita tentang bisnis, barangkali tertarik dengan isu ekonomi bisnis yang lebih luas dan kritis.

Rekomendasi Buku Ekonomi Bisnis

tombol beli buku

Kerangka  Psikologi Bisnis didasarkan pada konferensi pemikiran / ide dan wawasan yang konstruktif  dari empat bidang ilmu pengetahuan dan praktik: psikologi kerja dan organisasi, manajemen bisnis, manajemen personalia strategis, dan ekonomi perilaku. .Dengan kata lain, buku ini merupakan pendekatan antara bidang psikologi dan administrasi bisnis. Singkatnya, cara untuk melihat ekonomi dari sudut pandang psikologis baik pada tingkat individu, tim, organisasi  dan sosial, dan “industri” psikologi diperlukan dan bermanfaat bagi masyarakat modern saat ini (ekonomi digital / IoT). 

tombol beli buku

Buku ini menjelaskan  teori daya saing dan pertumbuhan inklusif secara komprehensif dan up-to-date. Ada pula penjelasan  Indonesia dalam meningkatkan daya saing. Buku ini ditujukan untuk pembaca yang membahas pertanyaan empiris dan masalah, seperti pertumbuhan terintegrasi Indonesia, masyarakat miskin, sumber daya manusia dan infrastruktur yang menunjukkan peran modal sosial dalam pengembangan komprehensif pembangunan inklusif yang kompetitif, inklusi keuangan, UMKM dan ekonomi Syariah. Dalam buku ini juga Membahas tata kelola yang baik dalam konteks pembangunan inklusif dalam Daya saing ekonomi. 

tombol beli buku

Indonesia adalah ekonomi terbesar di Asia Tenggara, tetapi tetap menghadapi kendala dalam pembangunan infrastruktur. Negara demokrasi ini terikat oleh berbagai kepentingan sempit dan politik lokal. Buku ini memberikan analisis kritis terhadap situasi politik yang menghambat investasi infrastruktur. 

Berdasarkan survei menyeluruh dengan menggunakan berbagai sumber literatur, survei ini tidak sependapat dengan penjelasan umum bahwa tingkat investasi  rendah dan  proses liberalisasi reformasi lambat dilaksanakan Jamie S. dengan pendekatan sosiologi politik pembangunan infrastruktur. 

Davidson mengatakan, penyebab utama terhambatnya investasi infrastruktur jalan tol bukanlah lemahnya sistem formal dan rendahnya kapasitas pajak negara, melainkan pengejaran lapak pensiunan dan gagalnya mempererat hubungan antara pemerintah pusat dan daerah menganggapnya selaras dengan perjuangan antara bangsa dan masyarakat atas tanah. 

Davidson menunjukkan bahwa mendapatkan kebijakan yang tepat sama pentingnya dengan menetapkan harga yang tepat dan menerapkan pengamanan kelembagaan yang tepat untuk pembangunan infrastruktur. Penjelasan inovatif ini akan sangat membantu mahasiswa Asia Tenggara, pembuat kebijakan, dan berbagai pemangku kepentingan yang tertarik dengan dinamika ekonomi politik Indonesia dalam pembangunan infrastruktur. 

tombol beli buku

Buku ini dijabarkan dalam empat pilar utama: kredibilitas fiskal, produktivitas dan daya saing, likuiditas ekonomi, dan kualitas pertumbuhan ekonomi. Buku ini merupakan rangkuman pemikiran dan  saran para ekonom pada Lokakarya Ekonom Indonesia ke-100 yang diadakan secara tertulis setelah 6 Desember 2016. 

Pertama, pengeluaran pemerintah tidak produktif dan harus mengumpulkan uang melalui utang, yang mengakibatkan peningkatan keseimbangan primer yang hampir tidak terkendali. Kebijakan fiskal akan lebih andal apabila dapat memenuhi tiga fungsi  yaitu fungsi stabilisasi/stimulasi, fungsi alokasi, dan fungsi distribusi/keadilan secara seimbang. 

Kedua, rendahnya produktivitas, daya saing industri, dan kekuatan inovatif Indonesia merupakan konsekuensi wajar dari rendahnya kualitas penelitian dan pengembangan  (R&D). Revolusi Industri 4.0 atau Revolusi Digital dan industri kreatif akan membentuk perkembangan sektor industri. Ke depan, mutlak diperlukan peningkatan kemampuan sumber daya manusia dan sumber daya keuangan. 

Ketiga,  likuiditas ekonomi yang ketat, terutama karena defisit anggaran pemerintah yang sangat besar. Pemerintah perlu secara serius mempertimbangkan alternatif dari sistem mata uang bebas  saat ini, setidaknya untuk memungkinkan pemerintah dan Bank Indonesia memanfaatkan alat pasar yang lebih baik daripada spekulan. Keempat,  penurunan bertahap kemiskinan dan pengangguran selama dua tahun terakhir tidak terlepas dari melebarnya ketimpangan pendapatan.

Penulis: Lala Nilawanti

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait Cara Berlangganan Majalah Forbes

  1. Sederet Manfaat Berlangganan Majalah Digital
  2. Cara Berlangganan Majalah Pulsa
  3. Asyiknya Membaca Ebook di Gramedia Digital!
  4. Yuk Kenali Manfaat Perpustakaan Digital
  5. Cara Berlangganan Tabloid Kontan
  6. Fakta Unik Majalah Bobo
  7. Aplikasi Membaca Novel Secara Gratis


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Rifda Arum