Sastra

Pengertian Pantun: Tujuan, Fungsi, Jenis, Ciri-ciri dan Contoh Pantun

pengertian pantun
Written by Ahmad

Kalian pasti sudah tahu apa itu pantun, namun belum mengerti tentang pengertian pantun secara istilah dan berbagai macam jenisnya. Gramedi.com kali ini akan share seputar pantun, agar bisa menjadi literatur bagi kalian yang ingin mencari referensi seputar pantun yang masih merupakan puisi lama ini.

“Masak aer biar mateng!”

“Cakep!”

Mungkin kita tak asing dengan pantun di atas. Safri , seorang komedian di salah satu televisi swasta sering meneriakkannya

Atau bagi anak-anak sosok Jarjit di serial Upin-Ipin juga kental dengan pantunnya.
Dia selalu memulai dengan kalimat
” dua, tiga …” sebagai pembuka pantun

Atau mungkin akhir-akhir ini kita sering dengar juga di televisi sebuah pantun

“Ikan hiu makan tomat
“I love you so much”

Pantun kini kembali familiar di telinga kita. Apakah pantun itu? Sejauh mana kita mengenal pantun? Bagaimana kalau kita mengenal lebih dalam lagi tentang pantun?

Pengertian Pantun

Pantun merupakan salah satu bentuk karya sastra yang terikat dengan aturan.

Awal mulanya Pantun adalah sastra lisan, masyarakat tempo dulu terbiasa berbalas pantun. Mereka mengucapkan langsung secara lisan tanpa pikir panjang. Namun Seiring waktu berjalan, sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Adalah Haji Ibrahim Datuk Kaya Muda Riau, seorang sastrawan yang hidup sezaman dengan Raja Ali Haji yang pertama kali berhasil membukukan sastra lisan ini. Antologi pantun yang pertama itu diberi berjudul “Perhimpunan Pantun-Pantun Melayu”

Ciri unik dari sebuah pantun lain adalah pantun tidak menyertakan nama penggubahnya (anonim). Hal ini dikarenakan penyebaran pantun dilakukan dari mulut ke mulut.

Pantun juga merupakan puisi lama, yang sudah melegenda di Nusantara. Nyaris semua daerah memiliki pantun. Pantun sendiri berasal dari bahasa Minangkabau. Kata aslinya adalah Pantun yang jika diterjemahkan penuntun.

Ternyata meskipun serupa ,di daerah lain namanya berbeda. Dalam bahasa Jawa, pantun dikenal dengan Parikan.Sementara dalam bahasa Jawa kuno, Tuntun yang berarti benang atau Atuntun yang berarti teratur dan Matuntun yang berarti memimpin.

banner-promo-gramedia

Di daerah tatar Sunda , pantun disebut Paparikan. Sementara bagi suku Batak pantun mereka sebut Umpasa. Pantun juga terdapat dalam bahasa Pampanga, Tuntun yang berarti teratur.

Sedangkan dalam bahasa Tagalog ada Tonton yang berarti bercakap menurut aturan tertentu. Bahasa Toba adapula kata Pantun yang berarti kesopanan dan kehormatan.

Biasanya, pantun dibangun oleh empat larik (atau empat baris bila dituliskan), tiap larik memiliki 8-12 suku kata.

Contoh:
Ikan hiu makan tomat

I-kan hi-u ma-kan to- mat ,(8 suku kata)

Kemudian Pantun bersajak akhir mempunyai pola a-b-a-b
Contoh:
Ikan hiu makan tomat (a)
Tomat matang dari pohon (b)
Jika kamu mau tobat (a)
Pada tuhan kamu memohon (b)

ataupun a-a-a-a
Alias akhirannya sama
Contoh:
Bunga mawar bunga melati
Paling suka warna merah hati
Luka memar bisa diobati
Luka cinta membuat mati

Bisa juga memilih berakhiran a-a-b-b atau a-b-b-a yaitu selang seling
Misalkan

Buah apel buah tomat
Dipotong ukuran kecil-kecil
Usah memikir beban berat
Jadikanlah seperti kerikil

Tapi ingat jangan akhirannya a-a lalu b- b ya atau sebaliknya . Jadi jangan seperti ini simak deh,

Burung Beo terbang tinggi
Berpapasan dengan Kenari
Berusahalah sekuat tenaga
Agar semua doa jadi nyata

Walaupun isinya bagus, kurang enak kan terdengarnya ya kan?

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa pengertian pantun menurut para ahli diantaranya:

1. Abdul Rani (2006:23)

Abdul Rani mendeskripsikan pantun sebagai berikut:

  • Terdiri dari 4 baris
  • Tiap baris terdiri dari 9-10 kata
  • 2 baris pertama disebut sampiran, sementara 2 baris berikutnya disebut isi pantun

2. Fang (1993:95)

Pantun muncul pertama kali dalam sejarah melayu. Pantun terdapat dalam beberapa hikayat-hikayat yang melegenda.

Pantun serupa karma dari kata parik dalam bahasa Jawa. Parik sendiri artinya pari atau paribahasa. Dalam bahasa melayu peribahasa. Sementara di India sendiri pantun serupa Umpama atau Seloka.

3. Dr. R. Brandstetter

Pantun berasal dari akar kata “tun” dimana banyak suku bangsa nusantara yang memilikinya.

Seperti dalam bahasa Pampanga, tuntun memiliki arti teratur. Bahasa Tagalog pun memiliki “tonton” yang bermakna cakap menurut aturan tertentu.

Sementara dalam bahasa Jawa kuno, tuntun yang memiliki arti benang atau atuntun yang dimaknai sebagai keteraturan dan matuntun yang artinya memimpin.

Bahasa Toba pun punya kata pantun. Pantun bermakna kesopanan dan kehormatan.

banner-promo-gramedia

4. Surana (2010:31)

Surana menyatakan pantun sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik, yang berima silang (a-b-a-b). Larik pertama dan kedua dikategorikan dengan sampiran atau bagian objektif.

Umumnya sampiram berupa sebuah lukisan alam atau hal apa saja sekiranya dapat diambil sebagai suatu kiasan

5. Edi dan Farika (2008:89)

Pantun adalah bentuk puisi lama yang sudah dikenal luas dalam berbagai bahasa di nusantara. Di dalam bahasa Jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa sunda pantun dikenal sebagai paparikan.

6. Alisyahbana (2004:1)

Pantun adalah puisi lama yang begitu dikenal oleh orang jaman dahulu Pantun sangat dikenal pada masyarakat lama.

Pantun mempunyai ciri-ciri seperti tiap bait terdiri dari empat baris.

Setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata. Dimana baris pertama dan kedua disebut dengan sampiran
Sementata baris ketiga dan keempat disebut dengan isi.

7. Hidayat (2010:1)

Pantun adalah salah satu jenis puisi melayu lama yang sudah dikenal secara luas di tanah air kita.

8. Sunarti (2005:11)

Pantun merupakan salah satu bentuk puisi lama, memiliki keindahan tersendiri dari segi bahasa, yang salah satu ciri keindahan bahasa dalam pantun ditandai oleh rima a-b-a-b.

9. R.O Winstedt

Pantun itu bukan hanya sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, tapi juga sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan ,asmara, cinta, kasih sayang , rindu bahkan dendam dari penuturnya.

10. Kamus besar Bahasa Indonesia (2008:1016)

Pantun ialah suatu bentuk puisi Indonesia “melayu”, tiap bait “kuplet” terdiri dari sebuah empat baris yang bersajak “a-b-a-b”, pada tiap larik biasanya terdiri atas sebuah empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk suatu tumpuan “sampiran” saja sedangkan pada baris ketiga dan keempat ialah isi; pribahasa sindiran.

Unsur-unsur Pantun

Pantun sejatinya memiliki 2 unsur. Unsur apa sajakah?

1. Unsur intrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur yang berasal dari struktur pantun itu sendiri.

Unsur intrinsik dalam pantun diantaranya tokoh, tema, amanat, setting atau latar tempat dan waktu, plot atau alur, dan lain sebagainya. Ciri khas pantun sebagai unsur intrinsik adalah rima. Rima dalam pantun mempunyai akhiran yang serupa sehingga mampu menjadi daya tarik tersendiri bagi para pendengarnya.

Contohnya:
Pak mamat pergi mancing
Mancing ikan bareng kucing
Kepala teramat pusing
Ingin makan tak ada piring

banner-promo-gramedia

Nah disini sampiran dengan rima yang nanti akan menjadi sesuatu yang menarik untuk dibaca

2. Unsur ekstrinsik pantun

Unsur ekstrinsik merupakan unsur yang berasal dari luar struktur pantun. Unsur ekstrinsik ini bisa disebut jugai latar belakang atau sebuah keadaan yangnmenjadi penyebab terbentuknya pantun.

Unsur ekstrinsik menjadi bagian yang sangat penting yang akan menentukan isi pantun. Unsur ini menjadi penguat diperlukan unsur intrinsik yang merupakan struktur pantun itu sendiri.

Peranan dan Fungsi Pantun

Untuk apa sebenarnya pantun itu?

Pertama, Pantun tercipta sebagai alat pemelihara bahasa.

Kedua, jika orang masih menggunakan pantun,itu artinya dia telah berusaha menjaga fungsi kata serta mampu menjaga alur berfikir. Meskipun akan memberikan nasihat, namun orang yang berpantun akan memilih perkataan sebelum mengutarakan.

Ketiga pantun melatih seseorang berfikir tentang makna yang ingin disampaikan kata sebelum mengucapkan pada orang yang dituju agar tidak menyakitkan.

Keempat, orang yang akan berpantun akan terlatih untuk berfikir asosiatif. Dia akan hati-hati dalam mengambil suatu kata, karena kata yang dipilihnya akan memiliki kaitan dengan kata yang lain.

Kelima, dalam segi pergaulan, pantun memiliki fungsi yang kuat, itulah mengapa pantun tetap enak untuk dimainkan dalam berkomunikasi.

Membuat pantun tidak mudah ,ketika orang akan membuat pantun, orang tersebut harus berfikir dahulu agar apa yang disampaikan tetap dalam koridor pantun.

Nah, keenam pantun menunjukkan kecepatan seseorang dalam berfikir dan memainkan kata- kata. Meskipun, secara umum peran sosial pantun merupakan alat penguat penyampaian pesan.

Ketujuh Peranan pantun adalah bahwa pantun mampu menjadi penjaga dan media kebudayaan untuk memperkenalkan serta memastikan nilai-nilai masyarakat tetap ada.

Kok bisa? filosofi pantun sebenarnya menjadi awal mula munculnya Kedekatan nilai sosial. Filosofi pantun yang melekat sekali yaitu “pantang melantun” .

Pantang melantun mengisyaratkan bahwa pantun akrab dengan nilai-nilai sosial dan bukan hanya sekedar imajinasi. Di belahan Nusantara, di Sumatera Barat tepatnya suku Minangkabau, pantun digunakan dalam berbagai acara adat.

Acara yang menggunakan pantun antara lain acara manjapuik marapulai (menjemput mempelai pria), batagak gala (upacara penobatan gelar), batagak penghulu (upacara penobatan penghulu), atau dalam pidato upacara adat lainnya.

Struktur Pantun

Pantun memiliki dua bagian. Bagian pertama adalah sampiran.nah bagian keduanya isi. Sampiran seperti mempersiapkan bagian isi dengan rima dan irama yang sama.

Sampiran bisa jadi tak ada hubungannya dengan isi. Namun sampiran memberikan gambaran seperti apa nanti bunyi isi pantun. Kalimat dalam sampiran biasanya dibuat unik agar pendengar tertarik.

Isi pantun adalah inti dari pikiran pembuat pantun. Apa yang ingin disampaikan pembuat pantun dituangkan disitu. Tapi jangan sampai rimanya tak sama dengan sampiran agar enak didengar

Jenis Jenis Pantun dan Contohnya

Ternyata pantun memiliki beberapa jenis. Berikut jenis pantun beserta contohnya.

1. Pantun Kiasan

pantun kiasan

Pantun jenis ini biasanya isi pantun berbentuk kiasan jadi, artinya tidak langsung terlihat namun tersirat

Contoh:
Berjalan dalam gelap
Dapatkan ular warna hitam
Berkenalan tanpa menatap
Bagai meraba dalam kelam

2. Pantun cinta

pantun cinta

Pantun ini berisi pesan-pesan tentang cinta, keromantisan ,perasaan rindu antara dua insan yang sedang dimabuk asmara.

Pantun ini bisa juga digunakan untuk merayu.
Ini dia contoh pantunnya

Walaupun laut dikayuh
Tapi mengapa terasa rata
Walaupun kamu jauh
Tetapi mengapa aku cinta

3. Pantun Nasehat

pantun nasihat

Pantun nasihat biasanya berisi pesan moral atau bermakna untuk mendidik. Pesan -pesan dalam pantun ini juga menebar kebaikan.

Jalan-jalan ke kota Bandung
Jangan lupa mengisi saku
Kalau kamu sedang bingung
Jangan lupa membaca buku

4. Pantun jenaka

pantun jenaka

Pantun jenaka biasanya digunakan untuk menghibur. Kadang pantun ini juga digunakan untuk saling menyindir namun dalam suasana hangat dan akrab

Ada kera mirip buaya
Keduanya naik pedati
Dikira mirip luna maya
Ternyata yang dilirik Mpok Ati

5. Pantun Teka-teki

pantun teka teki

Pantun yang satu ini bisa menghangatkan suasana karena mengajak pendengarnya untuk berpikir. Pantun ini memiliki pertanyaan di bagian isi .

Kalau tuan sekuat halilintar
Pakai baju begitu gaya
Kalau tuan memang pintar
Hewan apa yang sangat kaya

6. Pantun agama

pantun agama

Pantun ini mengingatkan pada tuntunan agama. Hubungan manusia dengan sang pencipta dan nilai-nilai religi yang kuat
Contoh pantun agama:

Ketika peniti patah
Jangan gantikan dengan busa
Ketika hati melemah
Jangan lupakan Yang Maha Esa

7. Pantun Peribahasa

Pantun ini tentu saja penuh dengan peribahasa.

Siapa yang tak mengenal pantun peribahasa yang satu ini

Berakit-rakit ke hulu
Berenang-renang ke tepian
Bersakit-sakit dahulu
Bersenang-senang kemudian

Klasifikasi dan Ciri-ciri Pantun

Klasifikasi pantun

a. Berdasarkan usia

Pantun anak-anak
Pantun orang muda
Pantun orang tua

b. Berdasarkan isi

Pantun Jenaka
Pantun nasehat
Pantun teka-teki
Pantun kiasan

Ciri-ciri pantun

Berikut adalah ciri-ciri pantun:

Memiliki 4 baris, 2 sampiran dan 2 baris isi
Setiap baris memuat 8-12 suku kata
Sampiran adalah pengantar untuk menyampaikan isi pantun. Meskipun kadang tak ada hubungannya dengan isi namun rima sampiran menjadi penunjuk rima isi
Berakhiran a-a-a-a atau a-b-a-b bisa juga b-a-b-a

Contoh pantun dan penjelasannya

Agar lebih memahami lebih dalam kita kupas contoh-contoh pantun berdasarkan klasifikasi pantun

1. Contoh Pantun Anak-anak

a. Pantun sukacita

Pantun ini akan menggambarkan perasaan suka dari anak-anak
Contoh:
Burung kenari burung perkutut
Terbang riang kesana kemari
Hatiku takkan cemberut
Ayahku pulang hati berseri

Pantun ini menggambarkan kebahagiaan seorang anak melihat ayahnya datang

b. Pantun dukacita

Pantun ini menunjukkan rasa sedih atas apa yang terjadi

Untuk apa membeli kera
Lebih baik beli parkit
Sedih hati tak terkira
Melihat nenek terbaring sakit

Pantun ini berisi kesedihan seorang cucu melihat nenek tercintanya sakit

2. Contoh Pantun jenaka

Pantun yang satu ini bisa digunakan untuk mengakrabkan suasana. Meskipun kadang saling sindir, namun karena dibawa penuh canda maka pantun ini bisa mencairkan suasana
Ini dia contoh pantun jenaka

Pohon manggis di tepi rawa
Di sana tokek memakai topi
Nenek meringis sambil tertawa
Gigi kakek jatuh ke kopi

Tentu akan sangat lucu melihat kejadian dalam pantun ini. Seorang nenek tak dapat menahan tawa melihat gigi palsu kakek jatuh ke dalam cangkir kopi.

3, Contoh Pantun anak muda

Pantun penuh asmara atau rayuan menjadi ciri khas pantun anak muda.
Ini dia beberapa pantun yang cukup jadul alias lama namun tetap enak untuk dibagi :

Adu gundu di depan tamu
Belah kayu kebasahan
Aku rindu kepadamu
Apakah kamu merasakan

Pantun ini berisi kerinduan yang mendalam seseorang pada yang dia sayangi dan ingin tahu apakah orang yang disayangi merasaannya

Dari mana datangnya lintah
Dari sawah turun ke kali
Dari mana datangnya cinta
Dari mata turun ke hati

Ini pantun begitu mengena. Ya katanya cinta datang karena sering bertatapan. Dari tatapan mata menjalarlah rasa ke hati

Atau dulu juga ada pantun rayuan yang mantap jika ingin dipakai sekarang

Begini bunyinya

Beribu bintang di langit
Hanya satu yang bercahaya
Beribu wanita cantik
Hanya kamu yang aku cinta

Wah bisa “klepek-klepek” wanita jika dirayu menggunakan pantun ini. Siapa yang takkan merona kalau dipuji sebagai satu-satunya yang dicinta.

Masih banyak pantun yang bisa dipelajari maknanya. Jangan ragu untuk menggunakan pantun dalam berkomunikasi menggunakan pantun. Dengan begitu kita telah memelihara budaya leluhur kita.

Membuat pantun itu tak sulitkan, gimana siap mencoba?

Baca juga artikel lain :

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien