in

Makna, Penerapan & Lambang Sila ke-2

Makna Sila ke-2, Penerapan Sila ke-2 & Lambang Sila ke-2 – Tak bisa dipungkiri kalau negara tidak memiliki harapan dan cerminan pasti akan mudah terpecah belah atau mungkin menjadi kehancuran. Oleh karena itu, setiap negara perlu untuk memiliki harapan dan cerminan bangsanya. Biasanya kedua hal tersebut tercantum di dasar negara.

Pancasila menjadi pedoman dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia. Maka dari itu Pancasila dikatakan sebagai Dasar negara Indonesia.  Di dalam Pancasila terdapat harapan dan cerminan bangsa Indonesia.

Harapan itu akan terwujud jika bangsa dan negara Indonesia mau bekerja sama. Sedangkan, cerminan merupakan kondisi sikap, perilaku, sifat, kebudayaan, dan lain-lain yang ada di Indonesia.

Harapan bangsa dan negara Indonesia tercantum di salah satu sila yang ada di Pancasila, yaitu sila ke-2. Dengan sila ke-2 ini, harapan bangsa dan Indonesia sangat tergambar dengan jelas yakni ingin membuat kesamaan derajat sesama manusia Indonesia.

Ingin tahu lebih jelas tentang sila ke-2? Pengertian, lambang, hingga perilaku dan sikap yang perlu diterapkan akan menjadi pembahasan di artikel ini. Grameds, simak penjelasan tentang sila ke-2 ini sampai habis ya.

Pengertian Sila ke-2 Pancasila

Mungkin masih ada sebagian orang yang belum tahu bunyi dari sila ke-2. Hal seperti sangat disayangkan karena jika tidak mengetahui bagaimana kita bisa menerapkan nilai-nilai Pancasila dikehidupan sehari-hari. Tidak adanya perilaku dan sikap yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila akan membuat Indonesia rentan terhadap yang namanya konflik.

Pancasila ada lima, di setiap silanya akan ada nilai yang bisa dipakai dalam kehidupan bermasyarakat. Sedangkan sila ke-2 adalah sila yang didalamnya terdapat nilai kemanusiaan. Adapun bunyi sila ke-2 yaitu “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab”. Sila ke-2 ini tidak akan berfungsi dengan baik jika banyak bangsa Indonesia yang tidak menerapkannya dalam kehidupan bermasyrakat, sangat disayangkan bukan?

Oleh karena itu, sudah seharusnya sebagai warga negara yang berkeinginan hidup tentram, aman, dan damai sesama masyarakat, maka harus menerapkan nilai dari sila ke-2 ini. Bahkan, lebih baik lagi jika kita punya seorang anak, sudah memberikan nilai sila ke-2 sejak dini. Nilai Pancasila yang sudah ditanamkan sejak dini akan mudah dimengerti dan kelak ketika dewasa sudah terbiasa menerapkan nilai-nilai Pancasila terutama sila ke-2.

Namun, untuk menerapkannya nilai sila ke-2 Pancasila memang tidak mudah. Maka dari itu, agar nilai sila ke-2 mudah dipahami, sebaiknya kita berkenalan dulu dengan sila ke-2. Mulai dari lambang sila ke-2 hingga fungsi dari sila ke-2.

Jadi, selamat membaca dan simak penjelasannya, Grameds.

Lambang Sila ke-2

Lambang sila ke-2 dan penjelasannya

Lambang utama dari sila ke-2 adalah rantai berwarna emas dengan warna dasar merah. Rantai dari lambang sila ke-2 terdapat dua bentuk yaitu bentuk bulat dan persegi. Berikut penjelasan makna lambang dari sila ke-2.

1. Bentuk Rantai Bulat dan Persegi

Rantai bulat pada sila ke-2 mempunyai makna laki-laki. Laki-laki selalu identik dengan yang namanya kekuatan. Seperti yang diucapkan Bung Karno “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”. Dari kalimat Bung Karno sudah tergambarkan betapa kuatnya seorang laki-laki terutama dalam membela negara.

Saat ini, sudah banyak cara untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia. Salah satu cara tersebut adalah dengan memenangkan kejuaraan tingkat dunia. Baik itu, kejuaraan Olimpiade olahraga atau akademik.

banner-promo-gramedia

Dari lambang rantai berbentuk bulat ini, maka sudah semestinya laki-laki yang ada di Indonesia turut membantu Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, untuk membuat Indonesia ke arah yang lebih baik dibutuhkan juga peran wanita.

Peran wanita tidak kalah penting dalam membangun Indonesia. Jika ketika kembali lagi ke masa lalu, ada banyak sekali wanita-wanita kuat dan hebat yang membantu Indonesia untuk Merdeka. Begitu pun di masa sekarang yang sudah banyak wanita-wanita hebat yang berhasil mengharumkan nama Indonesia dikancah dunia, seperti dua ganda putri bulutangkis Indonesia yang sudah memenangkan emas Olimpiade Tokyo, Jepang.

Maka dari itu, bisa dikatakan bahwa peran laki-laki dan wanita di Indonesia sangat menentukan dalam membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Singkatnya, laki-laki dan wanita harus saling bergotong royong untuk menuju Indonesia lebih baik!

2. Bentuk Rantai yang Tidak Putus

Rantai yang terputus-putus mempunyai makna kalau rantai tersebut sangat tidak kokoh dan kuat. Sedangkan rantai yang tidak putus, atau bahkan hingga saling terhubung, maka rantai tersebut sangat kuat dan kokoh sehingga tidak mudah dipisahkan. Rantai yang tidak putus itulah yang menjadi lambang dari sila ke-2 Pancasila.

Dengan kata lain, sila ke-2 mempunyai makna persatuan dan kesatuan yang dimiliki oleh Indonesia. Seperti ketika Indonesia ingin merdeka dibutuhkan kerja sama dan saling bahu membahu untuk mewujudkan kemerdekaan Indonesia.

Singkatnya, sila ke-2 memberikan nilai bahwa untuk menjadi bangsa dan negara yang kuat dan kokoh, maka persatuan dan kesatuan harus dijaga. Cara yang dapat dilakukan untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia adalah saling menghargai, saling menghormati, dan bergotong royong. Lalu, sudahkah Anda melakukan ketiga hal tersebut?

3. Warna Dasar Merah

Di Indonesia warna merah berarti berani dan kuat, seperti bendera Indonesia yang memiliki warna merah. Bukan hanya di bendera Indonesia, warna dasar lambang sila ke-2 juga berwarna merah. Warna dasar merah pada lambang sila ke-2 dapat dimaknai bahwa untuk membuat Indonesia lebih maju dan baik dibutuhkan keberanian dan kekuatan dari putra dan putrinya. Itulah mengapa warna merah dipilih sebagai warna dasar dari lambang sila ke-2.

Seperti yang kita tahu bahwa dalam membangun sebuah negara ke arah yang lebih baik dibutuhkan keberanian dan kekuatan. Oleh karena itu, putra dan putri Indonesia harus mulai saling bergotong royong.

Nilai-Nilai Sila ke-2

Sila ke-2 dari Pancasila memiliki beberapa nilai yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Simak nilai-nilai sila ke-2 di bawah ini.

tombol beli buku

1. Kesopanan dan Beradab

Nilai pertama dari sila kedua yaitu kesopanan dan adab. Seperti yang sudah diketahui oleh banyak orang bahwa sila ke-2 berbunyi “Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab”. Dari bunyi sila ke-2, maka bangsa Indonesia perlu berperilaku dan bersikpa sopan dan berada sesama manusia lainnya.

Apa jadinya jika dalam bermasyarakat setiap manusia tidak memiliki rasa sopan dan beradab? Tentunya akan ada banyak manusia yang berperilaku dan bersikap dengan etika yang tidak baik.

Oleh karena itu, Indonesia membuat Pancasila supaya nilai-nilainya bisa menjaga ketentraman bangsa Indonesia. Terlebih pada sila ke-2 yang di mana mengajarkan kita untuk beretika baik terhadap sesama manusia.

2. Rasa Empati dan Kasih Sayang

Nilai kedua dari sila ke-2 yaitu rasa empati dan kasih sayang. Pada dasarnya manusia akan ikut merasakan kesedihan ketika rasa empati dan kasih sayangnya tersentuh. Dengan adanya kedua rasa tersebut, bangsa Indonesia akan mudah untuk saling tolong menolong.

Tidak semua masyarakat Indonesia hidup berkehidupan yang cukup dan tenang. Bagi mereka yang memiliki hidup kurang cukup dan tidak bisa hidup dengan tenang sangat membutuhkan perhatian dari orang lain supaya hidup yang dijalaninya menjadi lebih semangat.

Adanya sila ke-2, rasa empati dan kasih sayang masyarakat Indonesia menjadi meningkat. Rasa empati dan kasih sayang ini sangat diperlukan dalam membantu kehidupan orang lain terutama mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan kita.

3. Kesamaan Derajat Sesama Manusia

Nilai keempat dari sila ke-2 yaitu nilai kesamaan derajat manusia. Dengan adanya nilai, maka sudah semestinya sesama manusia tidak saling menunjukkan siapa yang lebih baik atau siapa yang lebih buruk.

Meskipun Indonesia memiliki keberagaman suku, ras, budaya, dan agama, bukan berarti sesama manusia saling menjatuhkan. Di mata negara dan hukum, semua manusia mempunyai derajat yang sama. Dengan kata

Oleh karena itu, sila ke-2 memberikan nilai-nilai kehidupan berupa persamaan derajat manusia. Adanya nilai ini, bangsa Indonesia perlu mengakui bahwa setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama.

banner-promo-gramedia

4. Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Nilai kelima dari sila ke-2 yaitu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Kemanuasiaan harus dijunjung tinggi supaya tidak ada tindak kekerasan. Adanya tindakan kekerasan di suatu negara menandakan bahwa negara tersebut sedang tidak baik-baik saja.

Tuhan menciptakan berbagai macam sifat dan karakter manusia. Oleh karena itu, sebagai sesama makhluk hidup ciptaan Tuhan Yang Maha Esa, maka sudah seharusnya tidak saling menjatuhkan. Dengan kata lain, kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Adanya nilai ini membuat kita tersadar bahwa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan akan memberikan manfaat, seperti kehidupan yang tenang karena tidak perlu membanding-bandingkan, membuat bahagia orang lain karena dapat memberikan bantuan, kehidupan tentram dan makmur akan sering dirasakan, dan masih banyak lagi.

Rekomendasi Buku Terkait Sila Ke 2

tombol beli buku

Dalam buku ini, penulis menunjukkan masalah itu. Namun, meski saling berbeda, mereka harus mengejar dan mencari pengertian keadilan yang mungkin bisa diraih.

Buku ini ingin mengajak para pembaca memahami ide-ide dasar dalam keadilan, seperti ide fairness, imparsialitas, dan politik. Pemahaman dan penerapan prinsipprinsip keadilan sangat penting bagi bangsa Indonesia yang sangat majemuk agar kesatuan kita tetap bertahan dan bermakna, meski tentu tidak pernah sempurna. Tidak hanya memahami keadilan, penulis juga mengajak kita ikut memperjuangkannya dalam kehidupan keseharian dan bernegara.

 

Kearifan lokal, Pancasila, dan filsafat Keindonesiaan merupakan tema-tema yang menjadi kerinduan para penulis buku ini. Kami, para pembelajar yang tergabung dalam Asosiasi Filosof-filosof Katolik Indonesia (AFKI), sungguh mencintai “Keindonesiaan” dan berusaha menemukan pesan-pesan kearifannya untuk revitalisasi makna Pancasila, yang oleh Bung Karno disebut, perekat atau penjaga keutuhan bangsa Indonesia.

Buku ini terdiri dari 35 esai filosofis, berasal dari berbagai “Kearifan Lokal” yang membentang luas dan indah di seluruh tanah Indonesia. Esai kedua sampai kedelapan mengurai kearifan lokal “Ketuhanan”; kesembilan – keempat belas, “Kemanusiaan”; kelima belas – kedua puluh satu, “Kebersatuan”; kedua puluh dua – kedua puluh enam, “Musyawarah dan demokrasi”; dan kedua puluh tujuh – ketiga puluh dua, “tata Keadilan”. Adalah harapan kami, semoga esai-esai ini menjadi “butir-butir emas” Filsafat Keindonesiaan.

 

banner-promo-gramedia

tombol beli buku

Saat pembangunan Indonesia diharapkan memberikan kehidupan layak bagi semua golongan masyarakat, sudah selayaknya kita kembali pada cita-cita kemerdekaan Indonesia.

 

Penerapan Sila ke-2 dalam Kehidupan Sehari-hari

Bagaimana contoh perilaku dan sikap sila ke-2 dalam kehidupan sehari-hari? Di bawah ini akan diberikan contoh-contoh sikap dan perilaku yang yang mencerminkan sila ke-2.

1. Bersikap Adil Untuk Diri Sendiri atau Orang Lain

Bersikap adil untuk diri sendiri dan orang lain adalah contoh perilaku yang mencerminkan sila ke-2. Awal-awal memang susah untuk melakukan hal seperti itu, tetapi jika kita sudah terbiasa melakukannya perlahan-lahan berskikap adil akan mudah dilakukan.

Bersikap adil dapat dimulai dengan cara selalu melihat suatu hal dengan sisi objektif. Dengan kata lain, tidak menguntungkan satu pihak saja. Terlebih lagi bagi para penegak hukum yang sangat perlu menanamkan sikap dan perilaku adil untuk diri sendiri atau orang lain dalam kehidupannya.

2. Tidak Memilih-milih Pertemanan

Perilaku yang bisa kamu lakukan untuk mencerminkan sila ke-2 adalah selalu berteman dengan siapa saja. Dengan kata lain, tidak memilih-milih teman berdasarkan agama, ras, suku, kaya, miskin, dan sebagainya. Sikap dan perilaku membeda-bedakan orang lain sangatlah tidak baik dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk menerapkan perilaku ini, bisa kamu lakukan ketika menjalani hidup di lingkungan baru, seperti sekolah baru. Ketika kita berpindah ke sekolah baru, sebaiknya kamu tidak memilih-milih pertemanan. Semakin banyak teman akan membuat kita semakin bahagia.

3. Melakukan Kegiatan Kemanusiaan

Setiap manusia pasti akan membutuhkan bantuan orang lain. Terlebih lagi ketika ada bencana yang datang di suatu daerah. Sudah pasti masyarakat sekitar situ akan sangat membutuhkan bantuan dari orang lain. Maka dari itu sudah banyak kegiatan kemanusiaan yang membantu korban bencana alam.

Ikut kegiatan kemanusiaan ini merupakan perilaku dan sikap yang mencerminkan sila ke-2. Oleh karena itu, kamu jangan pernah malu jika ikut kegiatan kemanusiaan karena ketika ikut kegiatan tersebut berarti kamu seseorang yang pancasilais.

4. Tidak Main Hakim Sendiri

“Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab” adalah bunyi dari sila ke-2. Jadi, sudah seharusnya kita sebagai bangsa yang baik tidak melakukan kekerasan kepada orang lain. Begitu pun main hakim sendiri juga tidak boleh dilakukan. Ketika kamu sudah melakukan main hakim sendiri, maka kamu sama saja sudah melakukan tindak kekerasan.

Bahkan, main hakim sendiri tidak mencerminkan sila ke-2. Oleh karena itu, perilaku dan sikap tidak main hakim sendiri harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi apakah kamu sudah menerapkan perilaku dan sikap tidak main hakim sendiri?

 

5. Menghormati Orang Tua

Sudah seharusnya bagi seorang anak untuk menghormati orang tua. Dengan menghormati orang tua, maka kamu sudah menerapkan perilaku dan sikap yang mencerminkan sila ke-2. Bahkan, ketika kamu menghormati orang tua, maka orang tua akan lebih sayang terhadap kamu.

6. Berperilaku Baik Terhadap Orang Lain

Perilaku yang mencerminkan sila ke-2 berikutnya adalah berperilaku baik kepada orang lain. Dengan melakukan hal ini, maka orang lain akan menghargai diri kita. Bukan hanya itu, persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia akan terus terjaga.

Berperilaku baik ini bisa dilakukan dengan cara tidak berbuat seenaknya terhadap orang lain. Tindakan semena-mena terhadap orang lain bisa membuat orang lain marah dan kecewa. Bahkan, tidak menutup kemungkinan akan terjadi sebuah konflik.

7. Bersikap Hormat dan Bekerja Sama dengan Bangsa Lain

Dalam menjalin komunikasi internasional kita harus saling memberi hormat kepada bangsa lain supaya dapat melakukan kerja sama. Kerja sama antar kedua negara akan memberikan manfaat bagi suatu negara terutama untuk memajukan suatu negara.

 

Fungsi Sila ke-2 dalam Kehidupan

1. Menjaga Keadilan

Adanya sila ke-2 ini berfungsi untuk menjaga keadilan yang ada di Indonesia. Keadilan harus dijaga karena setiap manusia memiliki derajat yang sama terutama di mata hukum. Jika tak ada Pancasila atau sila ke-2 kemungkinan besar sesama manusia kan berbuat curang dan jahat.

2. Mencegah Terjadinya Tindakan Kekerasan

Sila ke-2 sangat berfungsi untuk mencegah terjadinya tindakan kekerasan. Tindakan kekerasan yang terjadi di Indonesia bisa menyebabkan konflik yang terjadi di lingkungan masyarakat. Lebih parahnya lagi bisa memecah belah sesama bangsa Indonesia. Intinya, tindakan kekerasan harus dicegah supaya bangsa dan negara Indonesia tidak terpecah belah.

3. Membuat Kesetaraan Derajat Sesama Manusia

Beberapa orang sering membeda-bedakan derajat orang lain tak terkecuali di Indonesia. Oleh karena itu bangsa dan negara Indonesia membuat sila ke-2 ini supaya tidak ada yang membeda-bedakan orang lain. Dengan kata lain, sila ke-2 berfungsi untuk menjadikan seluruh bangsa Indonesia memiliki derajat yang sama.

5. Menjaga Norma-Norma dan Kebudayaan

Fungsi sila-2 umumnya seputar manusia, tetapi sila ke-2 memiliki fungsi di luar dari tentang manusia, yaitu menjaga norma-norma dan kebudayaan yang sudah ada di Indonesia sejak lama. Norma-norma dan kebudayaan yang terus dijaga, maka bangsa dan negara Indonesia tidak kehilangan jati dirinya.

Kesimpulan

Sila ke-2 ini mengajarkan kita sebagai bangsa Indonesia untuk berperilaku dan bersikap adil terhadap sesama manusia. Adanya sikap dan perilaku seperti itu akan membuat kehidupan bermasyarakat lebih damai dan tentram. Kedamaian dan ketentraman bisa memunculkan keharmonisan di lingkungan sosial. Oleh karena itu, jangan pernah bosan untuk jadi seorang pancasilais.

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Restu