Pkn

Pengertian Nilai Dasar Pancasila dan Contohnya

Pengertian Nilai Dasar
Written by Ananda

Pengertian Nilai Dasar – Pancasila sebagai dasar negara mengandung arti bahwa Pancasila adalah sumber dari segala nilai, norma, dan aturan hukum dan peraturan yang berlaku dan ditegakkan di Indonesia. Artinya peraturan perundang-undangan yang berlaku harus berdasarkan Pancasila. Baik tertulis (UUD) maupun tidak tertulis (adat). Sebagai dasar negara, Pancasila memiliki kekuatan hukum untuk menahan semua warga negara.

Yang dimaksud dengan mengikat adalah segala peraturan dan ketentuan yang berkaitan dengan pembuatan peraturan perundang-undangan berdasarkan Pancasila bersifat mengikat dan wajib. Dengan kata lain, Indonesia seharusnya tidak memiliki satu peraturan atau undang-undang yang bertentangan dengan Pancasila. Pancasila sebagai dasar negara telah menjadi konvensi nasional sebagai sumber dari segala sumber hukum yang tetap dan tidak berubah.

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara secara jelas tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945. Orang Indonesia kemudian menyebutnya “Pancasila”. Ini berarti 5 prinsip atau 5 pedoman. Ideologi Pancasila selalu mengandung nilai-nilai yang erat kaitannya dalam konteks hak asasi manusia (HAM), perubahan sosial, pemerintahan dan sistem ketatanegaraan untuk mencapai tujuan tersebut.

Karena nilai-nilai tersebut erat kaitannya dengan nilai dasar Pancasila, lalu apa sebenarnya pengertian nilai dasar Pancasila? Bagi yang belum mengetahui apa itu nilai dasar Pancasila, pembahasan ini memberikan definisi tentang nilai dasar Pancasila. Selain pengertian nilai- nilai dasar Pancasila, berikut ini juga termasuk pembahasan tentang contoh nilai- nilai dasar yang terkandung dalam Pancasila:

Pengertian Nilai Dasar Pancasila

Pengertian nilai dasar pancasila merupakan hakikat (sifat) dari pelajaran pancasila yang bersifat universal, sehingga nilai-nilai inti tersebut meliputi cita-cita, tujuan, dan nilai-nilai luhur yang sejati. Nilai-nilai dasar tersebut tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, yang meliputi nilai-nilai inti ideologi Pancasila. Pembukaan UUD 1945 merupakan norma dasar yang merupakan tatanan hukum tertinggi sebagai sumber hukum positif, sehingga negara berstatus sebagai norma dasar atau aturan negara.

Pengertian Nilai DasarIr. Soekarno lah yang pertama kali menyebut Pancasila untuk membangkitkan lima pokok dasar negara pada sidang BPUPKI. Nama ini diberikan oleh Sukarno atas saran seorang ahli bahasa. Sebagaimana ditetapkan oleh para pendiri dan pembentuk negara, tujuan utama pembangunan Pancasila adalah dasar negara. Oleh karena itu, fungsi pokok Pancasila adalah sebagai dasar negara. Setiap negara dibangun di atas filosofi tertentu. Filsafat adalah pengejawantahan atau pencerminan cita-cita dan kepribadian suatu bangsa. Filosofi setiap negara tergantung pada cita-cita, jiwa, perspektif, dan idealismenya.

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa dasar bangsa adalah landasan filosofis atau landasan filosofis bangsa. Filosofi suatu bangsa merupakan pedoman cara berpikir, cara pandang dan nilai-nilai setiap bangsa dan rakyat, dan pemahaman tentang suatu bangsa mencerminkan watak dan individualitas masyarakatnya. Sulit untuk sepenuhnya dan sepenuhnya meniru filosofi negara lain karena satu negara memiliki kepribadian dan kepribadian yang berbeda.

Menurut Profesor Notonagoro, Pancasila menempati kedudukan khusus dalam hukum dan kehidupan berbangsa sebagai dasar negara. Itu adalah prinsip yang sangat mendasar. Oleh karena itu, kedudukan Pancasila bersifat tetap dan tidak dapat diubah. Karena nilai inti ini dikodifikasikan dan dikaitkan dengan kelangsungan hidup negara, maka Pembukaan UUD 1945 dituangkan dalam ketentuan UUD 1945 dan dilaksanakan oleh penyelenggara negara serta kewajiban dan kekuasaannya.

Nilai Dasar Pancasila sebagai dasar falsafah negara berarti bahwa penyelenggaraan negara harus mematuhi nilai inti Pancasila dalam segala hal. Nilai-nilai pancasila adalah nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai kerakyatan, dan nilai keadilan. Pancasila adalah pedoman hidup dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pancasila sebagai way of life berarti nilai Pancasila sebagai pedoman hidup sehari-hari. Semua segmen dan aktivitas masyarakat dan penyelenggara negara harus konsisten dengan nilai-nilai dasar Pancasila.

Oleh karena itu, ruang lingkup Pancasila sebagai way of life lebih besar daripada fungsinya sebagai landasan nasional. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bersumber dari nilai-nilai luhur budaya bangsa dan meramaikan Pembukaan dan Ketentuan UUD 1945. UUD 1945 sebagai dasar hukum tertulis merupakan dasar penyelenggaraan negara untuk mewujudkan cita-cita Negara yang sejalan dengan tujuan nasional yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila.

Sudah menjadi tugas dan kewajiban seluruh warga negara untuk menghayati, memahami dan mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila Shirara secara konsisten dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan berbangsa. Pancasila dikategorikan sebagai nilai spiritual yang secara utuh dan serasi mencakup nilai-nilai lain, baik nilai materi, nilai kehidupan, nilai kebenaran/realitas, nilai estetika, dan nilai agama.

Profesor Dr. Notonegoro membagi nilai dasar Pancasila menjadi tiga bagian, yakni Nilai material, yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia, Layak hidup yang berguna bagi manusia untuk dapat melakukan aktivitas dan aktivitas, dan Nilai spiritual yang menunjukkan segala sesuatu yang berguna bagi spiritualitas manusia.

Nilai spiritual ini dapat dibagi menjadi empat jenis seperti berikut ini:

  • Nilai kebenaran bersumber dari unsur akal manusia
  • Nilai keindahan yang muncul dari unsur rasa keindahan manusia
  • Nilai kebaikan atau nilai moral yang berakar pada unsur kemanusiaan (Orang-orang dari semua dimensi)
  • Nilai Religius, yaitu nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai spiritual yang tinggi dan mutlak. Nilai-nilai agama ini berakar pada keyakinan atau keyakinan manusia

Selain itu, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah sebagai berikut ini:

  1. Nilai-nilai agama termasuk dalam perintah pertama Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Nilai kemanusiaan termasuk dalam perintah kedua kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Indonesia Perintah ketiga persatuan termasuk Persatuan Bangsa
  4. Dengan berpedoman pada hikmat musyawarah/perwakilan, perintah keempat kewarganegaraan memuat nilai kewarganegaraan
  5. Perintah Kelima untuk Keadilan Sosial Seluruh Indonesia memuat nilai Keadilan Sosial

Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Dasar Negara

Nilai Pancasila sebagai dasar negara terletak pada posisinya sebagai sumber dari segala sumber hukum provinsi- provinsi atau daerah di Indonesia. Sebagai sumber segala hukum, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman hidup, kesadaran, cita-cita hukum, dan cita-cita moral. Ini berlaku untuk semua bidang kehidupan. Nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara tercantum dalam Pembukaan UUD 1945. Pembukaan UUD 1945 memuat nilai-nilai Pancasila dan memuat empat pokok pikiran. Empat perspektif utama tersebut adalah penyempurnaan sila Pancasila sebagai berikut ini :

  1. Keyakinan besar yang pertama menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara kesatuan, yaitu negara yang melindungi Indonesia seluruhnya dan tanah air Indonesia seluruhnya dan mengalahkan perseorangan. Dan kelompok. Ini adalah pemurnian dari sila ketiga pancasila.
  2. Pandangan kedua menyatakan bahwa negara ingin mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bangsa berarti berkewajiban mewujudkan kesejahteraan bersama seluruh warganya, mencerdaskan kehidupan rakyatnya, dan ikut serta dalam mewujudkan ketertiban dunia yang berdasarkan perdamaian abadi dan keadilan sosial. Ini adalah penyempurnaan dari Perintah Kelima.
  3. Pandangan ketiga menyatakan bahwa negara berdaulat berdasarkan demokrasi dan musyawarah/perwakilan. Pandangan ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Ini adalah penyempurnaan dari Perintah Keempat.
  4. Pandangan keempat menyatakan bahwa bangsa didasarkan pada satu tuhan menurut kemanusiaan yang adil dan beradab. Ide dasar ini berarti bahwa negara Indonesia mendukung nilai-nilai kemanusiaan dan agama dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Ini adalah penyempurnaan dari perintah pertama dan kedua, dan keempat poin utama ini adalah fondasi dasar berdirinya suatu bangsa. Selain itu, keempatnya akan diimplementasikan dalam bentuk ketentuan UUD 1945.

Ketentuan UUD 1945 ini dijelaskan lagi di bawah ini dalam bentuk berbagai peraturan perundang-undangan. Oleh karena itu, implementasi atau perwujudan nilai-nilai Pancasila dalam berbagai peraturan perundang-undangan tidak secara langsung mengikuti perintah masing-masing Pancasila. Namun, hal ini dilakukan dengan ketentuan UUD 1945.

Dengan kata lain, ketika pemerintah dan DPR mengesahkan berbagai undang-undang, tidak secara langsung berkaitan dengan pandangan Pancasila, tetapi semata-mata dengan UUD 1945. mengapa demikian? Pasal UUD 1945 itu sendiri pada hakikatnya merupakan rincian yang lebih rinci dan operasional dari nilai-nilai Pancasila.

Contoh Nilai Dasar Pancasila

Kelima sila Pancasila tersebut dijabarkan dalam 36 butir amalan sebagai pedoman praktis pelaksanaan Pancasila. Selengkapnya tentang Pancasila dapat dilihat dalam Ketetapan MPR Ekaprasetia Pancakarsa No. II/MPR/1978. Berikut ini contoh nilai dasar pancasila yang bisa Grameds pahami dalam berbangsa dan bernegara:

1. Contoh Nilai Dasar Pancasila Sila Ke-1 “Ketuhanan Yang Maha Esa”

  • Bangsa Indonesia telah menyatakan iman dan pengabdiannya kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Masyarakat Indonesia beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa menurut agama dan kepercayaannya, menurut prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Mengembangkan sikap hormat dan bekerjasama antara pemeluk Tuhan Yang Maha Esa yang satu dengan pemeluk agama lain
  • Meningkatkan kerukunan antar umat beragama dan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Agama dan kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa merupakan masalah yang mempengaruhi hubungan manusia dengan Tuhan Yang Maha Esa
  • Saling menghormati kebebasan beragama sesuai dengan agama dan kepercayaannya
  • Jangan memaksakan agama atau kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain.

2. Contoh Nilai Dasar Pancasila Sila Ke-2 “Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab”

  • Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa
  • Mengakui semua kesetaraan manusia, persamaan hak, dan tanggung jawab manusia tanpa diskriminasi berdasarkan ras, asal usul, agama, kepercayaan, jenis kelamin, status sosial, warna kulit, dan sebagainya
  • Menumbuhkan cinta timbal balik untuk rekan-rekan kita
  • Menumbuhkan sikap saling toleransi dan saling menghargai
  • Bersikap non-diskriminatif terhadap orang lain
  • Melindungi nilai-nilai kemanusiaan
  • Semangat untuk kegiatan kemanusiaan
  • Berani membela kebenaran dan keadilan
  • Masyarakat Indonesia merasa menjadi bagian dari kemanusiaan secara keseluruhan
  • Menumbuhkan sikap hormat dan bekerjasama dengan ras lain

3. Contoh Nilai Dasar Pancasila Sila Ke-3 “Persatuan Indonesia”

  • Persatuan, kesatuan, dan kepentingan serta keamanan nasional dan nasional dapat diposisikan sebagai kepentingan bersama daripada kepentingan individu dan kelompok
  • Bersedia siap berkorban untuk kepentingan negara dan negara, bila diperlukan
  • Menumbuhkan cinta untuk bangsa dan negara
  • Menumbuhkan rasa kebanggaan bangsa Indonesia dan kampung halaman
  • Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial
  • Pembangunan persatuan Indonesia berdasarkan Bhinneka Tunggal Ika
  • Memajukan perkumpulan-perkumpulan demi persatuan dan kesatuan umat

4. Contoh Nilai Dasar Pancasila Sila Ke-4 “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam musyawarah perwakilan”

  • Sebagai warga negara, semua orang Indonesia memiliki kedudukan, hak dan kewajiban yang sama
  • Kamu tidak bisa memaksakan kehendak pada orang lain
  • Memprioritaskan pertimbangan ketika membuat keputusan untuk keuntungan yang lebih besar
  • Konsultasi konsensus ditutupi oleh semangat keluarga
  • Menghormati dan mendukung keputusan yang dibuat sebagai hasil musyawarah
  • Menerima dan melaksanakan hasil konsultasi dengan itikad baik dan tanggung jawab
  • Dalam konseling, kepentingan bersama lebih diutamakan daripada kepentingan individu dan kelompok
  • Konsultasi dilakukan dengan akal sehat dan hati nurani
  • Keputusan yang diambil secara moral bertanggung jawab kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat kemanusiaan, serta nilai-nilai kebenaran dan keadilan perlu mengedepankan persatuan dan kesatuan untuk kepentingan umum
  • Mengandalkan perwakilan terpercaya untuk bernegosiasi

5. Contoh Nilai Dasar Pancasila Sila Ke-5 “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”

  • Melakukan perbuatan mulia yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan gotong royong
  • Bersikap adil terhadap orang lain
  • Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban
  • Menghormati hak orang lain
  • Saya senang membantu orang lain berdiri
  • Jangan menggunakan kepemilikan perusahaan yang mengancam orang lain
  • Jangan menggunakan hak milik untuk kemewahan atau gaya hidup mewah
  • Jangan menggunakan kepemilikan untuk merugikan atau merugikan kepentingan umum
  • Suka bekerja keras
  • Suka menghargai karya orang lain yang berkontribusi pada kemajuan dan kemakmuran semua orang
  • Menikmati kegiatan untuk mencapai kemajuan yang adil dan keadilan sosial

Nilai-nilai inti Pancasila di atas merupakan kajian ilmiah yang dilakukan dan diarahkan pada kegiatan sehari-hari yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila. Semoga generasi penerus tumbuh sebagai pribadi yang berwatak dan berjiwa Pancasila dalam berbangsa dan bernegara. Tumbuhnya mereka yang menjiwai Pancasila mendorong tumbuhnya manusia yang sehat dan bermartabat sesuai budaya dan adat istiadat yang berkembang di Indonesia sebagai jiwa kerakyatan Indonesia.

BACA JUGA

  1. Pengamalan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-Hari 
  2. Memaknai Pancasila Sebagai Sumber Nilai 
  3. Makna, Penerapan, & Lambang Sila ke-1 
  4. Makna, Penerapan, & Lambang Sila ke-2 
  5. Makna, Penerapan, & Lambang Sila ke-5 

Rekomendasi Buku

Bagi Grameds yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang nilai-nilai Pancasila, Gramed dapat membaca rekomendasi buku-buku di bawah ini.

1. Pendidikan Pancasila karya Dr. H. Ishaq, S.H., M.Hum.

Pengertian Nilai Dasar

Pendidikan Pancasila diharapkan mampu membuat masyarakat Indonesia memahami, menganalisis, dan menanggapi persoalan masyarakat secara berkelanjutan dan konsisten, berdasarkan cita-cita dan cita-cita bangsa Indonesia. Tujuan dari buku referensi ini adalah untuk membantu mahasiswa atau masyarakat umum dalam proses belajar tentang Pendidikan Pancasila. Namun, materi yang disajikan dalam buku ini bersifat fundamental dan cocok sebagai referensi bagi masyarakat luas dan seluruh warga negara Indonesia.

2. Dasar Negara Pancasila karya Bambang Suteng Sulasmono

Pengertian Nilai Dasar

Buku Dasar Pancasila ini merupakan hasil pemutakhiran dari edisi terbatas Kajian Dasar Pancasila yang diterbitkan beberapa tahun lalu oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kewarganegaraan dan Demokrasi (P3KD) FKIP SWCU. Buku ini lebih ramping dari pendahulunya, dengan penghilangan pasal-pasal tentang implementasi Pancasila dan revisi UUD 1945. Perangkat penilaian hasil belajar juga disajikan di akhir setiap bab untuk menilai pemahaman faktual, prinsip-prinsip konseptual dan aplikasinya, dan kemampuan siswa untuk mengungkapkan pendapatnya.

3. Pancasila Dasar Negara Paripurna karya Prof. Dr. Tukiran Taniredja, M.M. dan Prof. Dr. Suyahmo, M.Si.

Pengertian Nilai Dasar

Buku ini menjelaskan rumusan Pancasila sebagai dasar negara sejak awal, menjelaskan Pancasila di awal kemerdekaan, Pancasila di era Sukarno, Pancasila di era Suharto, Pancasila di masa reformasi, dan menyempurnakan makna Pancasila bagi negara Indonesia.

4. Kearifan Lokal Pancasila Butir-Butir Filsafat Keindonesiaan

Pengertian Nilai Dasar

Buku ini terdiri dari 35 esai filosofis yang bersumber dari berbagai tema kearifan lokal di seluruh Indonesia. Esai kedua hingga kedelapan menjelaskan kearifan lokal, mulai dari tema Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, permusyawaratan, demokrasi hingga keadilan. Esai dalam buku ini diharapkan bisa menjadi “butir emas” filsafat Indonesia.

Nah, itulah penjelasan tentang pengertian nilai dasar pancasila, mulai dari konsep dan contohnya. Sebagai dasar negara, pancasila tentu memiliki sistem nilai yang kompleks. Untuk memahaminya, Grameds tentu membutuhkan referensi dan literatur yang banyak. Grameds bisa akses koleksi buku Gramedia tentang nilai-nilai Pnacasila di www.gramedia.com atau www.ebooksgramedia.com, selamat belajar. #SahabatTanpabatas.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien