in

Cara Mengobati Bisul dengan Alami dan Gejalanya

Cara mengobati bisul – Bisul merupakan penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri yang terjadi pada folikel-folikel rambut atau kelenjar minyak. Bisul akan tampak seperti benjolan merah kecil yang ada pada kulit dan berisi nanah serta menimbulkan rasa nyeri bagi penderitanya. Bisul atau disebut pula dengan furunkel biasanya timbul di bagian punggung, tengkuk, ketiak atau bahkan muka.

Hal ini terjadi dikarenakan pada bagian tubuh tersebut, sering mengalami gesekan dan banyak berkeringat. Selain itu, bisul juga dapat muncul di kelopak mata yang dikenal pula dengan sebutan bintitan. Penyebab bisul bisa bermacam-macam, akan tetapi biasanya disebabkan oleh Staphylococcus aureus yaitu sejenis bakteri yang umumnya ditemukan di kulit atau di dalam hidung.

Bagi penderita bisul, infeksi kulit satu ini tentunya tidak akan menyenangkan dan akan membuat penampilan menjadi kurang menarik.  Ada beberapa cara mengobati bisul secara alami yang bisa Grameds coba untuk meredakan bisul dan mengembalikan penampilan Grameds. Simak tips-tipsnya dalam artikel berikut ini.

Apa Itu Bisul? 

 

Sumber: Nakita.ID-Grid.ID

Bisul merupakan benjolan merah yang muncul pada kulit dan terasa sakit serta berisi nanah. Benjolan ini muncul akibat dari infeksi bakteri yang memicu inflamasi pada folikel rambut. Folikel rambut adalah lubang yang menjadi tempat rambut tumbuh. Bagian tubuh yang sering terkena bisul antara lain adalah wajah, leher, ketiak, bahu, bokong, serta paha.

Kondisi bisul ini pada umumnya terjadi akibat bagian-bagian tubuh tersebut sering mengalami gesekan serta berkeringat. Hal yang perlu diperhatikan dari bisul adalah bisul juga bisa terjadi pada kelopak mata. Banyak orang menyebut kondisi satu ini dengan bintitan.

Jenis-Jenis Bisul

Bisul memiliki beberapa jenis, di antaranya adalah sebagai berikut:

1. Furunkel atau Karbunkel

Furunkel atau karbunkel adalah jenis bisul yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Furunkel pada umumnya lebih kecil daripada karbunkel.  Sementara itu, karbunkel merupakan masalah kulit yang lebih serius. Karbunkel umumnya melibatkan sekelompok folikel rambut, sehingga memiliki ukuran lebih besar dari furunkel biasa.

Selain itu, karbunkel juga bisa memiliki satu atau bahkan lebih pada lubang kulit, oleh karena itu karbunkel dapat menimbulkan gejala seperti demam maupun kedinginan. Jika seseorang memiliki banyak karbunkel pada kulit, maka kondisi ini dikenal sebagai karbunkulosis dan harus segera diobati oleh dokter.

2. Jerawat Kistik

Jerawat kistik merupakan salah satu jenis bisul yang terbentuk ketika minyak dan sel kulit mati menyumbat folikel rambut, yang dapat menciptakan tempat di mana bakteri dapat tumbuh dan berkembang. Jerawat kistik akan mempengaruhi jaringan kulit yang lebih dalam dibandingkan jerawat biasa. Jerawat kistik paling sering terjadi pada wajah dan umumnya dialami oleh anak-anak remaja.

3. Hidradenitis Suppurativa

Hidradenitis suppurativa adalah suatu kondisi di mana bisul berulang kali muncul di bawah ketiak atau di daerah selangkangan. Infeksi dimulai pada kelenjar keringat dan folikel rambut yang tersumbat. Pada kasus hidradenitis suppurativa ringan, hidradenitis suppurativa dapat disembuhkan dengan perawatan di rumah.

Filosofi: Bentuk Refleksi diri Natasha Rizky melalui buku “Kamu Tidak Istimewa”

Akan tetapi, bisul dengan kondisi yang cukup parah biasanya memerlukan prosedur operasi untuk dapat mengangkat kelenjar keringat yang terlibat agar mampu menghentikan peradangan kulit.

4. Kista Pilonidal 

Kista pilonidal merupakan sejenis bisul yang cukup unik yang muncul pada lipatan pantat atau bokong. Kista jenis ini sering dimulai dengan infeksi kecil di dasar area kulit, yaitu tempat rambut tumbuh atau folikel rambut.

Ketika mengalami iritasi serta tekanan, maka lama-kelamaan area yang meradang pun akan menjadi besar dan berubah menjadi benjolan keras, nyeri, dan lunak yang membuat penderitanya merasa tidak nyaman ketika duduk. Kista pilonidal biasanya sering terjadi karena penderita duduk terlalu lama.

Penyebab dan Gejala Bisul

Sumber: Gird Health-Grid.ID

Bakteri Staphylococcus aureus merupakan penyebab utama bisul. Bakteri ini pada umumnya berada pada kulit atau di dalam hidung manusia, akan tetapi bakteri satu ini tidak selalu menyebabkan infeksi.

Infeksi dapat terjadi ketika bakteri masuk ke folikel rambut melalui luka gores atau gigitan serangga. Namun, perlu diperhatikan bahwa bakteri dari bisul ini dapat menyebar ke bagian tubuh yang lainnya, bahkan ke bagian tulang. Dalam beberapa kasus, penyebaran dari bakteri satu ini bisa menyebabkan sepsis, yaitu infeksi pada organ dalam tubuh seperti jantung.

Ada beberapa faktor yang diduga menjadi penyebab dan meningkatkan risiko seseorang terserang bisul, di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Melakukan kontak secara langsung dengan penderita bisul, contohnya karena tinggal serumah dan sering bertemu.
  2. Memiliki daya tahan tubuh yang lemah, contohnya karena menderita penyakit tertentu seperti HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes
  3. Mengalami beberapa masalah kulit, contohnya seperti kulit berjerawat, mengalami eksim, atau scabies.
  4. Tidak menjaga kebersihan, baik itu kebersihan pribadi maupun lingkungan.
  5. Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik, seperti menderita diabetes atau kekurangan gizi.
  6. Terpapar oleh beberapa senyawa kimia berbahaya yang berpotensi dapat menyebabkan terjadinya iritasi pada kulit.

Selain itu, beberapa masyarakat juga beranggapan bahwa mengonsumsi telur dapat menyebabkan munculnya bisul atau bintitan. Akan tetapi, hal ini belum terbukti benar dan masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut lagi.

Bisul biasanya tidak timbul secara tiba-tiba, tetapi juga disertai oleh beberapa gejala yang dirasakan oleh penderitanya. Ketika seseorang mengalami bisul, maka penderita akan merasakan adanya benjolan pada kulit yang  berisi nanah dan ditandai dengan beberapa gejala atau tanda sebagai berikut:

  • Muncul benjolan dengan warna merah yang berisi nanah dan pada awalnya hanya berukuran kecil, tetapi semakin lama semakin membesar.
  • Kulit di sekitar benjolan merah tersebut akan ikut tampak memerah, bengkak dan terasa cukup hangat ketika disentuh.
  • Benjolan yang muncul pada permukaan kulit akan terasa sakit atau nyeri, terutama ketika benjolan tersebut disentuh.
  • Benjolan merah tersebut memiliki mata atau titik putih atau titik dengan warna kuning pada bagian puncaknya, titik tersebut disebut pula dengan pustula yang lalu akan pecah dan mengeluarkan nanah di dalamnya.

Sebagai tambahan catatan, pada umumnya benjolan yang timbul karena bisul hanyalah satu. Apabila timbul dalam jumlah cukup banyak dan berkumpul menjadi satu, maka kondisi tersebut disebut sebagai bisul sabut atau karbunkel yang menandakan infeksi cukup serius. Kondisi karbunkel ini sering ditemukan pada orang dengan usia lanjut atau paruh baya dan memiliki daya tahan tubuh lemah.

Cara Mengobati Bisul

Sumber: Kompas Health

Bisul merupakan salah satu infeksi yang sering terjadi dan umumnya tidak berbahaya, kecuali bisul muncul dengan jumlah cukup banyak dan dalam satu tempat. Meskipun tidak berbahaya, tetapi kehadiran bisul ini tentunya mengganggu, terutama karena bisul akan terasa sakit ketika disentuh dan dapat mengganggu penampilan.

Selain itu, bisul yang dibiarkan terlalu lama atau tidak segera ditangani oleh dokter maupun pengobatan rumahan dikhawatirkan akan membuat bisul tersebut mengeras dan dibutuhkan prosedur khusus untuk mengatasinya.

Oleh karena itu, ada baiknya apabila bisul segera ditangani. Salah satu cara mengobati bisul adalah dengan melakukan pengobatan rumahan menggunakan bahan maupun alat yang mudah ditemukan. Berikut beberapa cara mengobati bisul secara alami yang bisa Grameds coba.

1. Kompres dengan air hangat

Menurut WebMD, mengompres bisul dengan air hangat dapat mengurangi rasa sakit dan membantu mengeluarkan nanah dari kulit. Bisul akan pecah seiring waktu usai beberapa kali mendapatkan kompres hangat dan biasanya membutuhkan waktu 10 hari setelah munculnya bisul.

Grameds dapat membuat kompres hangat dengan cara merendam kain dalam air hangat, kemudian diperas. Ketika bisul mulai kering, bersihkan dengan sabun antibakteri hingga semua nanah telah hilang dan bersihkan dengan menggunakan alkohol untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi dan mempercepat proses penyembuhan.

2. Menggunakan minyak esensial seperti tea tree oil

Menurut lama Health Line, minyak atsiri tea tree memiliki sifat antibakteri dan antiseptik yang cukup kuat, sehingga dapat membantu mengobati infeksi bakteri yang menjadi penyebab bisul.

Namun, minyak tea tree tidak dapat dioleskan secara langsung ke kulit dikarenakan dapat menimbulkan efek terbakar pada kulit. Untuk menggunakan minyak tea tree oil, campurkan lima tetes minyak tea tree dengan satu sendok teh minyak kelapa atau minyak zaitun.

Kemudian, masukkan minyak tea tree yang telah diencerkan tersebut ke kapas dan oleskan ke daerah kulit yang muncul bisul sebanyak 2-3 kali sehari. Lanjutkan proses ini setiap hari hingga bisul terlihat “matang”, pecah, serta hilang sepenuhnya.

3. Menggunakan bubuk kunyit

Sama seperti minyak esensial tea tree, bubuk kunyit memiliki sifat antibakteri dan anti-inflamasi yang dapat membantu menyembuhkan bisul dan menghilangkannya dengan cepat.

Bubuk kunyit telah digunakan sebagai salah satu bahan pembersih darah alami selama ribuan tahun yang lalu dalam pengobatan timur. Grameds dapat memilih untuk mengonsumsi bubuk kunyit, menggunakannya secara topikal atau dioleskan untuk mengobati bisul, atau dengan cara keduanya.

Untuk mengkonsumsinya bubuk kunyit, Grameds perlu merebus satu sendok teh bubuk kunyit dalam air atau susu jika suka, lalu minum ramuan tersebut 3 kali sehari setelah dingin. Untuk menggunakannya secara topikal atau dioleskan, campur bubuk kunyit dengan air atau jahe untuk membuatnya menjadi masker, lalu Grameds bisa mengoleskannya ke daerah yang muncul bisul setidaknya sebanyak 2 kali sehari secara rutin.

4. Menggunakan garam epsom

Garam epsom terbukti memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk kemampuan garama satu ini untuk mengobati bisul. Garam epsom dapat membantu mengeluarkan nanah dan menyebabkan bisul lebih cepat mengering.

Untuk menggunakan garam epsom, larutkan garam epsom dalam air yang hangat dan rendam kain kompres di dalamnya. Lalu, oleskan kompres garam tersebut ke daerah yang biasanya muncul bisul selama kurang lebih 20 menit. Lakukan langkah ini setidaknya 3 kali sehari secara rutin atau hingga bisul hilang.

5. Menggunakan minyak jarak

Minyak jarak mengandung senyawa yang disebut asam risinoleat, yang memiliki sifat anti-inflamasi yang cukup kuat. Selain itu, minyak jarak juga memiliki sifat antibakteri yang kuat, sehingga minyak jarak menjadi salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk mengobati bisul. Grameds bisa mengoleskan sedikit minyak jarak langsung ke daerah bisul setidaknya sebanyak 3 kali sehari sampai bisul hilang.

6. Menggunakan neem oil atau minyak nimba

Minyak mimba, juga dikenal sebagai lilac India, memiliki sifat antiseptik, antibakteri, dan antimikroba yang dapat membantu mengobati infeksi kulit, tidak terkecuali pada bisul.

Untuk mengobati bisul dengan menggunakan minyak mimba, Grameds bisa mengoleskan minyak nimba secara langsung ke daerah yang terkena bisul sebanyak 3-4 kali sehari. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum maupun sesudah melakukan tindakan pengobatan bisul dengan menggunakan minyak nimba ini.

7. Bawang putih

Obat alami untuk bisul yang cukup terkenal dan diyakini dapat mengempiskan bisul adalah bawang putih. Cara menggunakannya adalah dengan mengoleskan bawang putih ke kulit. Kandungan pada bawang putih dapat merangsang sirkulasi darah serta mempercepat penyembuhan luka karena bisul secara alami.

Namun, perlu diingat bahwa bawang putih dapat memberikan efek panas pada kulit. Oleh karena itu, bahan ini tidak dianjurkan digunakan terlalu sering karena dapat membuat kulit tidak nyaman terutama pada kulit anak-anak.

8. Madu 

Obat alami untuk bisul yang juga cukup terkenal adalah madu. Madu secara tradisional dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri, yang dapat mengurangi pembengkakan dan perasaan tidak nyaman di kulit. Oleh karena itu, diyakini dapat membantu bisul cepat pulih. Madu juga bersifat antimikroba, sehingga dapat mencegah bisul kambuh.

Untuk menggunakannya, bisa dengan mengoleskan 100% madu ke daerah bisul. Setelah mendiamkan selama kurang lebih 10 hingga 15 menit, bilas madu dengan air hingga bersih. Lakukan langkah ini sebanyak 2-3 kali sehari agar hasil maksimal.

9. Minyak Kelapa

Selain minyak jarak, minyak kelapa juga dipercaya dapat digunakan sebagai obat alami untuk bisul. Minyak kelapa memiliki sifat anti bakteri dikarenakan minyak ini mengandung asam lemak contohnya seperti asam laurat.

Grameds hanya memerlukan minyak kelapa untuk dapat menggunakannyai. Caranya adalah dengan mengoleskan sedikit minyak ke daerah bisul. Anda bisa menggunakannya sebanyak 1-2 sendok makan yang dioleskan ke bisul. Lakukan langkah ini sebanyak 2 kali sehari.

10. Obat Herbal China

Menurut Medi Advice, obat herbal China seperti teh dandelion atau bunga krisan mampu mengurangi panas yang ada di dalam tubuh. Panas di dalam tubuh diduga dapat menyebabkan munculnya bisul di kulit. Bahan-bahan tersebut dapat menghentikan penyebaran infeksi dan tentunya dapat mempercepat penyembuhan bisul.

Apabila bahan alami tidak menjadi pilihan, Grameds masih dapat mengobati bisul dengan menggunakan obat bisul tanpa resep dokter.

Menurut Buku Obat-obatan Sederhana untuk Gangguan Sehari-hari (2010) karya Drs. H. T. Tan & Drs. Kirana Rahardja, bisul dapat ditangani dengan dengan menutup bisul dengan menggunakan salep ichtiol 10 persen yang memiliki daya untuk menyerap kembali bisul “muda” atau “mematangkan” bisul yang telah berkembang.

Selain salep tersebut, Grameds juga bisa mengobati bisul dengan menggunakan salep yang mengandung timbal oksida (Ung. diachylon). Kedua salep ini dapat bekerja sebagai antiradang, antibakteri yang lemah, sekaligus sebagai antigatal dan dapat dibeli bebas di apotek. Salep dapat digunakan dengan kasa atau plester dan perlu diganti sebanyak 2 kali sehari dan dibersihkan dengan wasbenzine.

Lalu, setelah bisul pecah atau matang, Grameds bisa memijat bisul dengan menggunakan kasa atau kapas hingga nanah keluar.

Itulah beberapa cara mengobati bisul dengan cara alami dan beberapa salep yang bisa Grameds gunakan untuk meredakan bisul. Grameds bisa mengetahui info lebih lanjut tentang pengobatan herbal untuk menyembuhkan bisul dengan membaca buku.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, gramedia.com menyediakan berbagai macam buku berkualitas dan tentu saja original untuk Grameds! Jadi segera beli bukunya sekarang juga. Membaca banyak buku dan artikel tidak akan pernah merugikan kalian, karena Grameds akan mendapatkan informasi dan pengetahuan #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Rujukan:

  • https://health.kompas.com/read/2020/07/26/150700268/6-cara-mengobati-bisul-secara-alami?page=all
  • https://www.alodokter.com/bisul
  • https://www.halodoc.com/kesehatan/bisul
  • https://www.orami.co.id/magazine/obat-bisul-alami


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy