in

Biografi Airlangga Hartarto: Kungfu, Karir, & Menteri Perekonomian RI

Kompas.com

Biografi Airlangga Hartarto – Dr. (H.C.) Ir. Airlangga Hartarto, M.B.A., M.M.T kini menjabat Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia. Tokoh politik yang digadang-gadang akan maju menjadi kuda hitam dalam kontestasi Pilpres 2024 ini, memiliki kisah hidup yang menarik. Airlangga Hartarto juga sosok yang gemar menulis dan jago Kungfu, lho!

Menteri yang mengidolakan sosok Mahatma Gandhi ini mengaku banyak terpengaruh oleh nilai-nilai yang dibawa oleh tokoh kemerdekaan India tersebut. Kesederhanaan dan keteguhan dalam memegang prinsip untuk menggerakkan masyarakat tanpa menggunakan kekerasan, memberi pengaruh besar dalam membentuk karakter kepemimpinannya hingga saat ini. Simak Biografi Airlangga Hartarto berikut ini.

Biografi Airlangga Hartarto

  1. Lahir : Surabaya, 1 Oktober 1962
  2. Kewarganegaraan : Indonesia
  3. Istri : Yanti K. Isfandiary
  4. Orang Tua : (alm) Ir. Hartarto Sastrosoenarto (Ayah), R. Hartini Soekardi (Ibu)
  5. Anak-anak : Adanti, Audi, Bianda, Ravindra, Dines, Latasha, Maisara, dan Natalie
  6. Pendidikan:
    • SMA Kanisius, Jakarta (1981)
    • Fakultas Teknik Mesin, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1987)
    • University of Pennsylvania, Philadelphia, USA (1993)
    • Monash University Australia, dengan gelar yang diraih Master of Business Administration (1996)
    • University of Melbourne Australia, dengan gelar yang diraih Master of Management Technology(1997)

Penghargaan di Bidang Pendidikan

  • Honorary Doctorate in Development Policy, The Korea Development Institute, School of Public Policy and Management, South Korea (2019)
  • Doctor Honoris Caussa, bidang Manajemen Olahraga, Universitas Negeri Semarang (2020)

Riwayat Organisasi dan Politik

  • Ketua PII (Persatuan Insinyur periode 2006-2009
  • Ketua Dewan Insinyur PII periode 2009-2012
  • Anggota Majelis Wali Amanah Universitas Gadjah Mada tahun 2002-2012
  • Wakil Ketua Umum Keluarga Alumni UGM (KAGAMA) Tahun 2005-2009
  • Anggota Dewan Penasihat KAGAMA (2009-2014)
  • Ketua UKM Koperasi DPP Partai Golkar (2011-2014)
  • Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Tahun 2004-2009, dan Tahun 2009-2014
  • Ketua Umum Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) tahun 2005-2008, 2008-2011, dan 2011-2014
  • Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia tahun 2017-2021
  • Ketua Umum Partai Golkar tahun 2017-sekarang

Karier

  • Awal karir setelah lulus kuliah di PT Graha Curah Niaga (1987)
  • Presiden Komisaris PT Fajar Surya Wisesa (FASW) tahun (1987)
  • Presiden Direktur PT Jakarta Prime Crane (1991)
  • Presiden Komisaris PT Ciptadana Sekuritas (1994)
  • Presiden Direktur PT Bisma Narendra (1994)
  • Ketua Kompartemen Agro Industri Kadin (1999-2004)
  • Komisaris PT Sorini Corporation Tbk Pandaan (2004)
  • Wakil Bendahara Partai Golkar periode 2004-2009
  • Ketua Komisi VI DPR-RI periode 2009-2014
  • Menteri Perindustrian Indonesia Kabinet Kerja (2016-2019)
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Kabinet Indonesia Maju (2019-2024)

Penghargaan

  • 56th Lee Kuan Yew Exchange Fellow atas prestasi yang mampu mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Singapura (2017)
  • Satya Lencana Wira karya (2014)
  • Australian Alumni Award for Entrepreneurship (2009)
  • ASEAN Engineering Honorary Fellow, yang diserahkan oleh ASEAN Federation of Engineering Organization di Myanmar (2004)

Masa Kecil Airlangga Hartarto

Lahir dari keluarga yang lekat dengan Orde Baru di bawah Kepemimpinan Soeharto, Airlangga Hartarto tumbuh di lingkungan keluarga yang berhubungan erat dengan dunia politik. Ayahnya, Ir. Hartarto Sastrosoenarto, mengawali jabatan politiknya sebagai Menteri Perindustrian Kabinet Pembangunan VI.

Beliau kemudian berpindah-pindah posisi, di antaranya sebagai Menteri Koordinator bidang Produksi dan Distribusi Kabinet Pembangunan VI, serta Menteri Koordinator Pengawasan, Pembangunan, dan Pendayagunaan Aparatur Negara Kabinet Pembangunan VII. Ayah Airlangga Hartarto adalah sosok kepercayaan Presiden Soeharto di masa itu.

Sebagai seorang anak dari keluarga yang kenal dekat dengan Soeharto, Airlangga Hartarto belajar menjadi pribadi tangguh, pekerja keras, disiplin, dan memiliki motivasi tinggi untuk meraih cita-cita. Terinspirasi dari sosok sang Ayah yang selama belasan tahun menduduki jabatan Menteri, Airlangga akhirnya berhasil mengikuti jejak sang Ayah di tahun 2016-2019 sebagai Menteri Perindustrian Indonesia Kabinet Kerja.

Ir. Hartarto adalah Menteri yang pertama kali mencetuskan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, yang mengatur tentang pembangunan industri berlandaskan demokrasi ekonomi, percaya kemampuan diri sendiri, mengedepankan manfaat, dan kelestarian lingkungan hidup.

Selama menjabat di Kementerian, Ir. Hartarto gencar menentang ekspor bahan mentah, dan mendesak para pengusaha atau pemilik bisnis agar hanya mengekspor hasil olahan saja. Prinsipnya ini dilatarbelakangi oleh sejarah pada zaman kolonial, saat VOC berhasil memperdaya rakyat Indonesia dengan membayar murah bahan-bahan mentah yang diekspor ke Eropa.

Meski sang Ayah adalah orang terkemuka pada masa itu, Airlangga mengaku tidak pernah kehilangan sosok ayah. Ayahnya yang seorang pejabat selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga, seperti berlibur ke tempat-tempat wisata di sekitar Jakarta, atau ke luar kota seperti Bandung dan Bali.

Di masa kecilnya, ayah Airlangga lebih banyak berperan mendorongnya untuk terjun ke dunia pendidikan. Cita-citanya menjadi seorang insinyur, yang kemudian diwujudkan dengan menjadi sarjana teknik mesin Universitas Gadjah Mada.

Semasa SMA di Kolese Kanisius, Airlangga Hartarto sudah aktif mengikuti organisasi hingga menjadi Ketua OSIS. Saat kuliah pun, ia pernah menjabat Ketua Umum Senat Mahasiswa Fakultas Teknik UGM. Saat menjabat Ketua Keluarga Alumni Fakultas Teknik UGM tahun 2003, ia menjadi pemrakarsa Herman Johannes Award, sebuah penghargaan bagi masyarakat yang mampu menciptakan inovasi teknologi.

Airlangga kecil juga terpengaruh oleh semangat juang pamannya, Letkol Eddy Sukardi yang dinobatkan sebagai pahlawan kemerdekaan asal Jawa Barat. Letkol Eddy yang dalam silsilah Sunda adalah uwa dari Airlangga, berhasil memenangkan peristiwa yang dikenal sebagai Palagan Bojongkokosan, yakni pertempuran yang terjadi di sepanjang jalur Bojongkokosan (Sukabumi-Cianjur) pada Desember 1945 hingga Maret 1946, di mana pasukan Inggris berhasil dipukul mundur oleh Resimen III TKR di bawah komando Letkol Eddy Sukardi.

Berkat jasa dan pengorbanan Letkol Eddy untuk merebut kembali kemerdekaan Indonesia, namanya kini diabadikan sebagai nama jalan di Kota Sukabumi. Pemilihan nama Letkol Eddy Sukardi ini diinisiasi oleh Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat, sebagai penghormatan jasanya semasa hidup.

Bakti dan pengorbanan Letkol Eddy untuk Indonesia menjadi motivasi Airlangga kecil untuk mengikuti jejak sang uwa. Kiprahnya di dunia politik menjadi salah satu cara agar dapat membuat berbagai kebijakan yang adil dan bermanfaat bagi masyarakat.

Karakter ‘someah’, yang berarti ramah, sopan, bersikap baik dan menghargai setiap orang tanpa memandang kedudukan dan jabatan, selama ini telah melekat pada darah ‘urang’ Sunda. Airlangga sebagai seorang pemimpin dengan darah Sunda tentu mewarisi karakter ini, dan mempengaruhi pola komunikasinya kepada masyarakat, yang selama ini dikenal terbuka dan toleran. Sikap ini perlu dimiliki oleh seorang tokoh politik karena akan berpengaruh pada caranya dalam membuat kebijakan yang adil dan mengedepankan kepentingan masyarakat.

Airlangga Hartarto Dibentuk dari Nilai Luhur Mahatma Gandhi dan Kungfu

Airlangga Hartarto juga mengagumi ajaran luhur dari tokoh kemerdekaan India, Mahatma Gandhi. Salah satunya adalah tentang tujuh hal yang harus dihindari dalam hidup, yaitu kaya tanpa bekerja, kesenangan tanpa kesadaran, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moral, ilmu tanpa kemanusiaan, penghargaan tanpa pengorbanan, dan politik tanpa prinsip.

Perjuangan Mahatma Gandhi dalam merebut kemerdekaan dengan cara-cara yang damai, tanpa kekerasan dan penuh toleransi. Ajaran Gandhi yang juga menjadi inspirasi bagi Airlangga Hartarto adalah bahwa setiap orang yang memiliki amanah, harus melakoni dan menuntaskan setiap tugas yang sudah dipercayakan.

Saat ini, sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, ia tengah memprioritaskan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2022 yang sejak tahun 2020 telah direalisasikan sebagai dampak dari pandemi COVID-19. Ada tiga langkah konkret yang telah dilakukan Airlangga, yakni meningkatkan daya saing ekonomi masyarakat, pemerataan ekonomi dan pengurangan kesenjangan, dan meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi.

Pada 9 September 2020, tepatnya pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas), Menteri yang juga penggemar ilmu bela diri Kungfu asal Tiongkok ini, memperoleh penghargaan sebagai Pembina Olahraga Berprestasi dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Penghargaan ini ia dapatkan atas prestasinya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI).

Airlangga Hartarto
tribunnews.com

Sejak kecil, Airlangga sudah bercita-cita menjadi pendekar kungfu. Ia mulai berlatih di GOR Bulungan, Jakarta Selatan dan menjadi murid Kungfu bersama dengan Sekjen PB WI, Ngatino. Gaya kepemimpinan yang lembut, ramah, mengedepankan persatuan dan kesatuan banyak ia pelajari dari Kungfu.

Selama menjabat sebagai pemimpin PB WI, Airlangga tercatat mampu mengantarkan atlet wushu Indonesia meraih juara pada beberapa event internasional, mulai dari SEA Games XXIX/2017 di Kuala Lumpur, Malaysia, Asian Games 2018 saat Indonesia menjadi tuan rumah, hingga SEA Games 2018 di Filipina. Belasan medali emas, perak, dan perunggu berhasil direbut oleh atlet wushu Indonesia selama tiga tahun berturut-turut.

Selama memimpin PB WI, Airlangga menekankan pada pemahaman tentang pembinaan olahraga berjenjang dan berkesinambungan. Ia secara konsisten memprioritaskan peningkatan kualitas pelatih dan melakukan regenerasi atlet, demi meningkatkan prestasi olahraga bela diri, khususnya wushu di masa mendatang.

Tak berhenti di wushu, kecintaan Airlangga dengan olahraga bela diri juga ditunjukkan dengan menjadi Pembina Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (PP KBI). Di bawah binaannya, tim kick boxing Indonesia berhasil meraih dua medali emas dan enam perunggu pada SEA Games XXXI Vietnam 2021.

Karier Bisnis dan Politik Airlangga Hartarto

Mengawali karier sebagai seorang pengusaha setelah lulus kuliah, berhasil mengantarkan Airlangga mendapatkan relasi bisnis dan koneksi dengan orang-orang berpengaruh. Ia memulai karier bisnisnya sebagai pemilik perusahaan di bidang distribusi pupuk, PT Graha Curah Niaga di tahun 1987. Kemudian, ia melanjutkan karier sebagai presiden komisaris di PT Fajar Surya Wisesa (FASW) di tahun yang sama.

Keberhasilannya dalam memimpin kedua perusahaan tersebut mengantarkannya meraih posisi Presiden Direktur di PT Jakarta Prime Crane pada tahun 1991. Kemampuannya dalam memimpin bisnis dengan cemerlang terus dilanjutkan, dengan menjabat sebagai direktur pada beberapa perusahaan, diantaranya PT Ciptadana Sekuritas (1994), PT Bisma Narendra (1994), Ketua Kompartemen Agro Industri Kadin (1999-2004), dan Komisaris PT Sorini Corporation Tbk Pandaan (2004).

Karier Airlangga di bidang politik dimulai pada tahun 1998 saat ia pertama kali masuk ke dalam Partai Golkar. Sang pebisnis ulung ini rupanya juga pandai berpolitik. Kemampuannya di bidang manajerial, mempengaruhi orang, dan mengatur karyawannya selama menjadi pebisnis ia terapkan pula di bidang politik, hingga pada tahun 2004 ia ditunjuk sebagai Wakil Bendahara Partai Golkar periode 2004-2009.

Percobaannya dalam memperoleh peruntungan di bidang politik akhirnya berbuah manis. Ia berhasil masuk ke dalam jajaran parlemen DPR RI periode 2009-2014. Sebagai anggota parlemen, Airlangga pernah menjadi anggota komisi VII DPR RI yang membidangi energi, lingkungan hidup, dan riset teknologi periode 2006-2009.

Kariernya terus meningkat hingga akhirnya berhasil menjabat Ketua Komisi VI DPR RI yang membidangi sektor perdagangan, perindustrian, koperasi, UKM, dan BUMN periode 2009-2014. Perjalanan politiknya terus merangkak naik hingga ia dipilih sebagai Ketua Umum Partai Golkar di tahun 2017. Kemudian, pada tahun 2019, Airlangga pun terpilih secara aklamasi oleh seluruh anggota Musyawarah Nasional Partai Golkar, dan kembali menjabat Ketua Umum partai beringin itu hingga kini.

Posisi Partai Golkar sebagai poros dukungan Jokowi pada Pilpres 2014, membuat Airlangga berhasil mendapatkan jabatan strategis sebagai Menteri Perindustrian, menggantikan Saleh Husein pasca reshuffle Kabinet Indonesia Kerja 1 tahun 2016. Cita-citanya untuk mengikuti jejak sang ayah pun terwujud di tahun 2016 ini. Airlangga Hartarto resmi menjadi Menteri Perindustrian RI ke-28.

Pada kontestasi Pilpres kedua di tahun 2019, Jokowi kembali terpilih menjadi Presiden, yang kemudian berhasil menggeser naik posisi Airlangga Hartarto menjadi Menteri Perekonomian RI. Di Bulan Maret 2020, tepatnya saat pandemi COVID-19 masuk ke Indonesia, Airlangga harus membuat kebijakan-kebijakan strategis yang berfokus pada Pemulihan Ekonomi Nasional.

Berbagai kebijakan telah dilakukan oleh Airlangga, misalnya dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi UMKM untuk membantu meningkatkan produksi dan distribusi, meningkatkan daya saing, dan melakukan penyerapan tenaga kerja. Upaya-upaya strategis ini pun menuai hasil positif. Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik pada 7 Februari 2022, Ekonomi Indonesia di tahun 2021 berhasil tumbuh sebesar 3,69%, meningkat dari tahun 2020 yang mengalami kontraksi cukup drastis di angka 2,07 persen.

Berdasarkan rilis pada akhir 2021 dan awal 2022 dari leading indicator, pendapatan per kapita Indonesia sudah kembali ke level normal, dan prospek ekonomi pun kembali meningkat. Tak hanya itu, nilai rupiah di tahun 2022 ini juga sudah mulai stabil, dan IHSG berhasil meningkat di atas 7.000, rekor tertinggi sebagai dampak positif penanganan COVID-19 dan program pemulihan ekonomi yang optimal.

Di awal 2022, program prioritas Airlangga sebagai Menko Ekon adalah stabilitas harga pangan dan menjamin ketersediaan bahan pasokan, sesuai dengan program prioritas dalam Agenda Pembangunan Nasional tahun 2022-2024 yakni ketahanan pangan.

Buku-Buku Karya Airlangga Hartarto

Di tengah kesibukannya menjadi menteri dan ketua partai politik, Airlangga rupanya juga gemar menulis, terbukti dengan beberapa buku yang berhasil diterbitkannya yakni “Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia” pada 2004, “Merajut Asa: Membangun Industri, Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkeadilan” terbit pada 2016, dan satu buku lainnya yang terbaru, dengan judul Pembiayaan UMKM, yang terbit pada Januari 2022.

1. Merajut Asa: Membangun Industri, Menuju Indonesia yang Sejahtera dan Berkelanjutan

Merajut Asa
Merajut Asa

https://www.gramedia.com/products/smama-klsx-ilmu-pengetahuan-alam-kur-merdeka?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

2. Pembiayaan UMKM

Pembiayaan Umkm
Pembiayaan Umkm

https://www.gramedia.com/products/smama-klsx-ilmu-pengetahuan-alam-kur-merdeka?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

3. Strategi Clustering dalam Industrialisasi Indonesia

Strategi Clustering Dalam Industrialisasi Indonesia

https://www.gramedia.com/products/smama-klsx-ilmu-pengetahuan-alam-kur-merdeka?utm_source=bestseller&utm_medium=bestsellerbuku&utm_campaign=seo&utm_content=BestSellerRekomendasi

Airlangga dalam Kontestasi Pilpres 2024

Nama Airlangga Hartarto kerap kali disebut dalam kontestasi Pilpres 2024. Keberhasilannya sebagai menteri dalam meningkatkan kembali perekonomian Indonesia di tahun 2021, juga memimpin Partai Golkar sampai tahun 2022 ini, membuat publik mengarahkan perhatiannya pada Airlangga, bersanding dengan para elite politik lain seperti Agus Harimurti Yudhoyono, dan Puan Maharani.

Survei dari Indometer menyebutkan, elektabilitas Partai Golkar ada dalam posisi lima besar dengan nilai 5,6%. Sedangkan berdasarkan survei dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), nama Airlangga Hartarto sendiri ada di angka 3,2%, bersaing dengan Agus Harimurti Yudhoyono (12,5%), dan Puan Maharani (3.9%). Survei ini dilakukan pada 20-27 April 2022 terhadap 1.200 responden di seluruh provinsi, dan dipilih secara multistage random sampling.

Kesimpulan

Perjalanan karier bisnis dan politik Airlangga Hartarto bisa dibilang sukses membawa perubahan bagi Bangsa Indonesia. Indeks perekonomian nasional yang terus meningkat meski sempat turun drastis adalah bukti nyata bahwa setiap kebijakan yang dibuatnya adalah demi kepentingan masyarakat Indonesia.

Nah, itulah biografi Airlangga Hartarto mulai dari perjalanan karier di bidang bisnis hingga politik yang saat ini tengah menjabat sebagai Menteri Perekonomian Republik Indonesia. Jika Grameds memiliki ketertarikan untuk mengetahui lebih lanjut tentang Airlangga Hartarto atau membaca buku-buku yang diterbitkan oleh Airlangga, kamu bisa mendapatkannya di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami selalu menyediakan produk berkualitas agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Lintang Budiyanti Prameswari



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda