Biologi

13 Fungsi Darah Bagi Tubuh Manusia Serta Kelainan pada Darah

Written by ziaggi

Fungsi darah – Halo sobat Grameds, pernahkah Anda bertanya-tanya apa sebenarnya fungsi darah dalam tubuh manusia? Tidak dapat disangkal bahwa darah adalah bagian penting dari tubuh manusia. Namun, seberapa pentingkah keberadaan darah dalam tubuh dan apa sebenarnya fungsi darah sendiri ? Fungsi darah bagi tubuh manusia sangatlah penting. Darah adalah kombinasi plasma dan sel-sel yang beredar ke seluruh tubuh. Mengutip Sehatq.com, aliran darah pada orang dewasa setara dengan 7% dari berat badan orang tersebut.

Memiliki jumlah darah yang cukup berperan sangat penting dalam menjaga metabolisme tubuh. Perlu dipahami bahwa salah satu fungsi darah adalah menyediakan zat-zat penting yang dibutuhkan oleh tubuh seperti; gula, oksigen, dan hormon.

Fungsi ini didukung dengan adanya organ yang bertugas memompa darah. Organ ini merupakan jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh untuk memenuhi kebutuhan oksigen dan nutrisi.

Simak terus penjelasannya pada pembahasan berikut mengenai fungsi darah dalam tubuh manusia. Namun sebelum itu, sebaiknya anda mengetahui terlebih dahulu apa itu pengertian darah.

Pengertian Darah

Darah adalah cairan yang terdapat di dalam pembuluh darah yang memiliki fungsi mengatur keseimbangan asam dan basa,mentransportasikan O2, karbohidrat, dan metabolit, mengatur suhu tubuh dengan cara konduksi atau hantaran, membawa panas tubuh dari pusat produksi panas (hepar dan otot) untuk didistribusikan ke seluruh tubuh, dan pengaturan hormon dengan membawa dan mengantarkan dari kelenjar ke sasaran.

Darah tidak hanya mengandung hormon, oksigen, nutrisi dan kotoran di dalam tubuh. Darah adalah rumah bagi plasma, sel, dan protein. Inilah yang membuat darah lebih kental daripada air.

Jika diamati lebih dekat, darah lebih dari sekadar cairan yang membantu hidung mengalir. Namun, itu juga merupakan cara untuk mengirimkan berbagai hal dalam tubuh manusia. Selain itu, darah sebenarnya tidak sepenuhnya cair. Darah terdiri dari padatan dan cairan.

Bagian padat dari darah mengandung banyak sel darah yang berbeda. Bagian darah yang cair disebut plasma. Plasma terdiri dari garam, protein, dan air. Plasma membuat setidaknya 55% dari total komposisi darah.

Ada juga tiga jenis sel darah di dalam darah. Ada sel darah merah yang membawa oksigen. Trombosit bertanggung jawab untuk pembekuan darah. Sel darah putih bertugas untuk mempertahankan tubuh terhadap berbagai penyakit yang dapat menyerang tubuh.

Sel darah ini terbuat dari sumsum tulang. Sel darah merah dapat hidup selama sekitar 120 hari. Trombosit dapat bertahan hingga enam hari. Sel darah putih hidup kurang dari sehari.

Fungsi Darah pada Tubuh Manusia

Darah manusia adalah cairan dalam tubuh yang digunakan untuk membawa oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel ke seluruh tubuh. Darah juga memasok nutrisi ke jaringan tubuh, mengangkut produk sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan pembangun sistem kekebalan yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit. Hormon dari sistem endokrin juga beredar dalam darah.

Darah manusia berwarna merah, dari merah terang saat kaya oksigen menjadi merah tua saat kekurangan oksigen. Warna merah darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan yang mengandung zat besi dalam bentuk heme tempat molekul oksigen mengikat.

Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup, artinya darah mengalir melalui pembuluh darah vena dan beredar melalui jantung. Darah dipompa oleh jantung ke paru-paru untuk mengeluarkan produk sisa metabolisme berupa karbondioksida dan mengambil oksigen melalui arteri pulmonalis, kemudian kembali ke jantung melalui vena pulmonalis.

Darah kemudian dibawa ke seluruh tubuh melalui aorta. Darah membawa oksigen ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah kecil yang disebut kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui vena kava superior dan inferior. Berikut beberapa fungsi darah bagi tubuh manusia:

1. Memasok Oksigen ke Sel-sel dan Jaringan

Salah satu fungsi pertama dan utama darah adalah mengangkut oksigen. Udara yang masuk ke dalam tubuh dan mengandung oksigen akan masuk ke paru-paru. Kemudian udara akan melalui beberapa proses. Kemudian oksigen akan masuk ke pembuluh kapiler tubuh manusia.

Langkah selanjutnya adalah oksigen memasuki plasma. Oksigen berdifusi ke dalam sel darah merah, juga dikenal sebagai eritrosit. Hal ini terjadi karena fungsi sel darah merah yang mengandung hemoglobin atau Hb untuk mengikat oksigen dalam darah.

Proses ini disebut deoksidasi. Oksigen dalam tubuh akan diubah menjadi HbO2. Perubahan dapat terjadi pada tingkat sekitar 97%. Sisanya akan berada di plasma. Kemudian diangkut dan didistribusikan ke jaringan dalam tubuh manusia.

2. Mengedarkan Hormon

Darah juga memiliki fungsi untuk mengedarkan hormon ke dalam tubuh. Hormon diperoleh dengan adanya stimulus atau rangsangan. Rangsangan tersebut dapat berasal dari luar tubuh manusia atau dari dalam tubuh manusia itu sendiri.

Darah akan membawa hormon-hormon ini. Kemudian kelenjar eksokrin akan mengambil hormon yang tidak bermanfaat. Kemudian akan dihilangkan di saluran khusus tubuh manusia.

Sementara darah akan membawa hormon yang telah disaring sebelumnya ke saluran normal. Artinya tidak ada aliran khusus yang dibutuhkan oleh kelenjar eksokrin.

Darah berfungsi dalam sistem pencernaan dan fungsi sistem endokrin. Nutrisi yang telah selesai dicerna akan diserap dalam aliran darah lewat pembuluh kapiler di usus halus. Beberapa nutrisi yang diangkut seperti; asam amino, asam lemak, vitamin, mineral, dan glukosa. Nutrisi tersebut akan diedarkan oleh darah ke sel-sel tubuh.

3. Menyerang Bakteri dan Kuman

Darah juga digunakan untuk menyerang bakteri dan kuman yang masuk ke dalam tubuh manusia. Fungsi ini dapat terjadi karena fungsi leukosit atau leukosit. Ada lima sel darah putih dalam tubuh manusia. Ini termasuk neutrofil, limfosit, basofil, monosit, dan eosinofil.

Darah putih atau leukosit yang paling besar adalah neutrophil. Jumlahnya bisa mencapai 60%. Neutrophil memiliki fungsi untuk menyerang kuman dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh manusia. Meskipun begitu, sel darah putih lainnya juga tetap memiliki peran lainnya. Seperti menyerang kuman, memproduksi antibodi, serta membuang sisa-sisa sel yang sudah rusak.

4. Mengedarkan Sari Makanan

Fungsi darah selanjutnya adalah mengangkut dan mendistribusikan sari makanan. Darah beredar di seluruh bagian tubuh dengan menyebarkan sari makanan dari penyerapan oksigen. Sari-sari makanan itu juga didapat dari protein, beberapa vitamin atau karbohidrat yang didapatkan dari makanan yang sudah dikonsumsi.

Proses pengangkutan dan penyebaran sari makanan ini terjadi setelah proses dari pencernaan makanan terjadi. Sebelum sari-sari makanan disebarkan, sari makanan tersebut terlebih dahulu akan melewati organ hati. Hal ini terjadi untuk menyaring semua racun dan zat berbahaya lainnya yang ada di dalam darah.

Setelah proses penyaringan itu, barulah nutrisi atau sari makanan diedarkan ke seluruh tubuh manusia. Ini akan membantu tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup dan merata.

5. Menyembuhkan Luka

Darah juga dapat menyembuhkan luka. Ini adalah salah satu fungsi dari adanya darah dalam tubuh manusia. Bagian darah yang berperan dalam penyembuhan luka disebut trombosit. Trombosit memiliki peran untuk menyembuhkan luka pada bagian kulit ari manusia.

Selama proses ini, trombosit melepaskan zat yang dikandungnya. Zat ini bergabung dengan vitamin K untuk membentuk darah menjadi beku. Setelah trombosit membeku, perlahan-lahan trombosit akan berusaha menutupi luka pada kulit ari manusia.

Jika jumlah trombosit dalam darah berkurang, hal ini akan berpengaruh pada saat luka. Luka menjadi sulit diobati. Karena pada bagian ini tidak ada zat yang mampu menutupi luka dan menyebabkan darah menggumpal.

6. Mengatur Suhu Tubuh

Darah juga berfungsi mengatur suhu tubuh manusia. Suhu tubuh akan dijaga stabil pada 36 derajat hingga 37 derajat Celcius. Suhu tubuh juga dipengaruhi oleh peredaran darah. Suhu tubuh manusia tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Namun, itu dipengaruhi oleh sistem peredaran darah manusia.

Sebagai akibat dari oksidasi darah, panas dihasilkan di dalam tubuh. Jika oksidasinya baik, maka suhu tubuh juga akan cenderung baik. Jika oksidasinya tidak baik, maka suhu di dalam tubuh juga akan cenderung buruk.

Darah menyerap dan mendistribusikan panas ke seluruh tubuh. Cairan ini akan membantu menjaga homeostasis. Dengan melepaskan atau menahan panas. Homeostasis adalah pengaturan kondisi dalam tubuh manusia. Seperti kadar air, suhu dan kadar karbon dioksida.

Pembuluh darah juga dapat melebar dan berkontraksi sebagai respons terhadap organisme asing. Seperti bakteri atau hormon di dalamnya. Juga, ketika ada perubahan kimia.

Tindakan ini akan menyebabkan darah mengirimkan lebih banyak panas ke kulit manusia. Panas dapat hilang ke udara. Pembuluh darah dapat menyempit, yang akan memiliki efek mengurangi kehilangan panas melalui kulit setelah suhu tubuh kembali normal.

7. Membawa Sisa Oksidasi Sel Tubuh

Fungsi darah selanjutnya adalah mengangkut limbah oksidatif seluler. Oksidasi sel-sel ini dilakukan karena tidak berguna bagi tubuh, sehingga dikeluarkan dari tubuh. Ini bisa dilihat saat bernafas.

Di sana, terjadi pengangkutan oksigen. Oksigen dibawa oleh darah ke jantung. Kemudian, jantung akan mengalami proses dan akan beredar di seluruh bagian tubuh. Setelah dikeluarkan dari organ jantung, oksigen yang menghasilkan karbon dioksida akhirnya dikeluarkan oleh darah. Eliminasi terjadi pada saat ekspirasi bersamaan dengan ekshalasi.

8. Membuang Zat-Zat Sisa Metabolisme Sel

Fungsi darah selanjutnya adalah membuang limbah dari metabolisme atau ekskresi seluler. Hal ini terjadi karena tidak semua zat pembawa darah bermanfaat bagi tubuh manusia. Beberapa zat yang tidak memiliki fungsi metabolisme akan diangkut oleh darah ke organ ekskresi. Zat-zat tersebut akan mengalir ke dalam sistem ekskresi atau ekskresi. Seperti hati, ginjal dan kulit.

9. Penyimpanan Kuman

Darah memiliki fungsi lain, yaitu menyimpan kuman. Selain itu, darah juga dapat menjaga tubuh tetap bugar dan sehat. Pencegahan penyakit darah dilakukan melalui trombosit darah, juga dikenal sebagai trombosit darah.

Chip darah ini digunakan untuk mengubur patogen agar tidak menyebar ke seluruh tubuh manusia. Darah akan mengendalikannya. Kuman penyakit juga akan terbunuh oleh serpihan darah. Inilah yang membuat tubuh manusia lebih sehat.

10. Melawan Berbagai Penyakit

Sel darah putih atau leukosit adalah komponen darah yang bertanggung jawab untuk melawan penyakit. Jumlah sel darah hanya rendah. Sekitar satu persen dari volume darah yang bersirkulasi. Namun, sel darah putih atau sel darah putih ini dapat berkembang biak. Sel darah putih ini berkembang biak selama peradangan atau infeksi menjadi lebih banyak.

Ada lima jenis sel darah putih, yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, limfosit, dan monosit. Neutrofil adalah jenis sel darah putih yang paling melimpah, berjumlah sebanyak 60-70 persen dari semua sel darah putih.

11. Membawa Air

Volume tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air. Air ini ditemukan dalam plasma. Air dalam tubuh manusia akan mengalir melalui pembuluh darah dan kapiler. Hal ini akan memungkinkan air mencapai seluruh organ atau bagian tubuh manusia.

Kebutuhan air dalam tubuh manusia akan membantu mencegah segala macam gangguan kesehatan yang mungkin timbul. Selain itu, juga dapat membantu proses pencernaan. Fungsi lain dari air dalam tubuh adalah dapat membantu sistem metabolisme yang terjadi pada tubuh manusia.

12. Menjaga Kadar Asam Basa Cairan Tubuh

Darah juga berfungsi menjaga kadar asam dan basa cairan atau pH dalam tubuh manusia. Fungsi ini dilakukan untuk mencegah kerusakan jaringan tubuh. Kerusakan ini dapat terjadi karena dapat disebabkan oleh senyawa penyangga.

13. Mengangkut Limbah ke Ginjal dan Hati

Fungsi lain dari darah adalah mengangkut limbah tubuh ke ginjal dan organ hati. Fungsi darah adalah untuk mengangkut limbah ke organ yang bertanggung jawab untuk membuang dan memproses limbah tersebut untuk eliminasi. Organ tersebut adalah ginjal dan hati.

Di ginjal, zat seperti asam urat, urea dan kreatinin disaring dari plasma darah. Substansi kemudian memasuki ureter. Kemudian dikeluarkan dari tubuh dalam bentuk urin.Hati juga membuang racun dari darah. Darah kaya vitamin adalah hasil penyerapan dari organ pencernaan, setelah itu dibersihkan oleh hati. Vitamin tersebut kemudian didistribusikan ke sel-sel tubuh.

Kelainan pada Darah

Kelainan pada Sel Darah Merah

Gangguan darah tergantung pada bagian darah yang terganggu dan penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa kelainan darah yang mempengaruhi sel darah merah:

1. Anemia

Anemia terjadi ketika jumlah sel darah merah sangat rendah, yang dapat disebabkan oleh pendarahan yang berlebihan, kekurangan zat besi atau kekurangan vitamin B12. Ketika anemia parah, orang tersebut akan terlihat pucat, mudah lelah, dan sering mengalami kesulitan bernapas.

2. Anemia aplastik

Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang tidak menghasilkan cukup sel darah, termasuk sel darah merah. Penyebab anemia aplastik tidak diketahui, tetapi diduga disebabkan oleh infeksi virus, penyakit autoimun, efek samping obat, kemoterapi, dan kehamilan.

3. Anemia hemolitik autoimun

Pada anemia hemolitik autoimun, sistem kekebalan tubuh menjadi terlalu aktif dan menghancurkan sel darah merah, menyebabkan anemia. Kondisi ini disebabkan oleh penyakit autoimun, yaitu kondisi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang dirinya sendiri.

4. Anemia sel sabit

Kondisi ini membuat sel darah merah lengket dan kaku, sehingga menghalangi aliran darah. Penyakit sel sabit adalah penyakit yang diturunkan. Orang dengan kondisi ini dapat mengalami kerusakan organ dan rasa sakit yang tak tertahankan.

5. Polisitemia vera

Polisitemia vera terjadi ketika darah menjadi terlalu kental karena sumsum tulang membuat terlalu banyak sel darah merah. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah, stroke, dan serangan jantung.

Kelainan pada Sel Darah Putih

1. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker darah di mana sel darah putih menjadi ganas dan diproduksi secara berlebihan di sumsum tulang. Penyebab pasti dari kondisi ini masih belum diketahui.

2. Multiple myeloma

Multiple myeloma adalah kanker darah yang terjadi ketika sel darah putih menjadi ganas. Pada kondisi ini, sel darah putih memproduksi, memperbanyak, dan melepaskan protein abnormal yang dapat merusak organ.

3. Sindrom myelodysplastic

Sindrom myelodysplastic adalah kelainan darah yang mempengaruhi sumsum tulang. Kondisi ini terjadi ketika sumsum tulang tidak dapat membuat sel darah yang sehat.

4. Limfoma

Limfoma adalah kanker darah yang berkembang di kelenjar getah bening. Sel darah putih pada penderita limfoma menjadi ganas, menyebar secara tidak normal, dan berkembang biak secara tidak terkendali.

Penulis: Ziaggi Fadhil Zahran

Baca juga:

Darah: Pengertian, Komponen, Jenis Golongan, dan Fungsi

Fungsi Ginjal, Bagian-Bagian Pada Ginjal, dan Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

Ketahui Fungsi Air Bagi Manusia, Hewan, dan Tumbuhan

Pengertian dan Fungsi Membran Sel

Pengertian, Fungsi, dan Gangguan Sistem Ekskresi pada Manusia



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien