in

15 Tips Agar Suara Tidak Fals Saat Bernyanyi

pixabay

Tips agar suara tidak fals – Suara yang bagus dan tidak fals ketika bernyanyi tidak bisa didapatkan oleh semua orang. Hanya sebagian orang saja yang memiliki suara merdu, indah, dan bagus yang dapat mereka gunakan untuk melantunkan nada-nada. Kelebihan tersebut merupakan sebuah seni yang tentunya harus diapresiasi. Mungkin tidak semua orang mendapatkan suara yang bagus dari lahir, namun untuk mendapatkan suara yang bagus tentunya juga bisa dilatih.

Apalagi bagi mereka yang berkeinginan menjadi seorang penyanyi. Seorang penyanyi tentu dituntut untuk bisa menyanyikan lagu dengan merdu, bahkan penyanyi biasanya juga memiliki ciri khas suaranya tersendiri. Yang paling penting adalah penyanyi tentu tidak boleh fals suaranya. Suara penyanyi harus bagus, kesalahan teknik sedikit saja akan membuat suaranya menjadi fals dan tidak enak didengar.

beli sekarang

Nortier Simanungkalit adalah komponis besar yang tidak hanya diakui di Indonesia, tetapi juga di dunia internasional. Dengan bakat musikal yang luar biasa, ketekunan berkarya, dan kerja keras, ia menciptakan ratusan komposisi dan mencapai prestasi yang layak dibanggakan oleh negeri ini. Sampai akhirnya ia membuat e-book mengenai teknik vokal dalam paduan suara yang bisa kalian pelajari.

Oleh karena itu, kali ini Gramedia akan membagikan tips kepada para Grameds mengenai agar suara tidak fals saat bernyanyi. Untuk tahu lebih lengkapnya apa saja tips yang diberikan, mari simak ulasan berikut ini!

1. Santai

Tahap yang paling awal agar kamu tidak fals dalam bernyanyi adalah ciptakan rasa tenang dan santai ketika kamu ingin bernyanyi. Dengan adanya ketenangan dalam diri maka bernyanyi akan lebih merasa tidak ada beban dan kamu juga bisa menyuguhkan penampilan terindahmu di panggung.

Perasaan santai ini akan membuat kamu mudah untuk menyentuh nada-nada vokal dengan baik, khususnya pada nada yang tinggi. Selain itu, kamu juga perlu melakukan latihan rutin dalam nada dari rendah ke tinggi agar memiliki hasil yang maksimal. Latih juga mentalmu agar kamu memiliki perasaan tenang ketika bernyanyi.

2. Jangan Memaksa Nada Tinggi

Jika kamu ingin bernyanyi dengan nada yang tinggi, kamu tidak boleh memaksakannya dengan suara yang keras. Kamu harus bisa mengontrol suara kamu dengan menenangkan diri. Biarkan suara kamu naik perlahan dari rendah ke tinggi, namun juga perlu mengontrolnya. Jika kamu terus memaksakannya langsung dengan suara tinggi maka suara tersebut bisa jadi sumbang.

3. Latihan Pernapasan

Biasakan bernapas melalui diafragma dan lakukan selama beberapa minggu. Jangan menarik napas dari dada, karena hal tersebut akan membuat kamu terengah-engah. Saat Anda bernapas dengan benar, perut bagian bawah mengembang alih-alih tulang rusuk kamu.

4. Melakukan Pernapasan Dengan Benar

Beberapa teknik pernapasan dasar membantu seseorang mempelajari berbagai nada yang dapat dicapai dengan suaranya. Selain itu, latihan pernapasan membantu melatih paru-paru dan pita suara untuk menjaga nada lebih lama saat dilantunkan. Kemudian, kamu dapat melakukan latihan pernapasan untuk menghindari kerusakan pada tenggorokan yang dapat memengaruhi performa dalam bernyanyi.

Secara umum, penyanyi yang baik tahu waktu yang tepat untuk berlatih latihan pernapasan. Ada beberapa teknik pernapasan yang dapat menenangkan tenggorokan dan mempersiapkan kamu untuk menyanyikan lagu yang baik:

a. Mengendurkan Tenggorokan

Mengendurkan tenggorokan dapat membantu penyanyi untuk lebih mengembangkan variasi nada dalam bernyanyi. Variasi ini tentunya sebuah kreativitas dari penyanyi yang dapat dinikmati juga oleh penonton. Tentunya untuk bisa melakukannya harus latihan pernapasan secara bertahap.

b. Tarik Napas Perlahan

Bayangkan udara yang kamu hirup terasa berat dan tebal. Teknik pernapasan ini dapat menggerakkan udara tidak hanya di bawah pusar, tetapi juga ke diafragma suara. Tarik napas lalu hembuskan. Metode ini dapat diulang sebanyak yang kamu inginkan sesuai dengan kebutuhan.

Baca Juga: Tips Agar Suara Lebih Bagus

banner-promo-gramedia

C. Tarik Napas dalam 4 Hitungan

Tarik napas, hitung sampai 4, lalu hembuskan dengan menimbulkan suara mendesis, lalu hitung sampai 4. Latihan pernapasan ini dapat dilakukan dengan mengalikan dengan angka yang telah dilakukan sebelumnya. Misalnya, 6 hitungan masuk dan 10 kali embusan napas dengan mendesis. Kemudian 6 hitungan masuk, 12 keluar, dan seterusnya.

Metode ini membantu melatih paru-paru dan tubuh untuk menahan nada yang lebih lama dengan sedikit pernapasan. Tujuannya adalah untuk menciptakan bentuk nada yang halus dan seragam. Karena itu, saat kamu menghembuskan napas, baik volume maupun nada tidak berubah.

4. Pemanasan Otot Tenggorokan

Setelah berhasil menyelesaikan latihan pernapasan, langkah selanjutnya adalah pemanasan otot. Hal ini dilakukan karena kamu perlu meregangkan otot tenggorokan agar hangat dan siap untuk bernyanyi. Berlatihlah dengan perlahan dan hati-hati. Berikut adalah langkah untuk pemanasan otot.

A. Kosongkan Paru-Paru Melalui Mulut

Buka mulut kamu dan tarik napas perlahan. Cara tersebut untuk melenturkan otot perut. Setelah beberapa siklus pernapasan maka kamu dapat menambah suara desis pada pernapasan. Saat kamu telah melebihi batas, hembuskan napas lagi dan latih dengan berbagai suara seperti “ssst” dan “ffff”. Langkah ini dapat dilakukan untuk meregangkan area pita suara yang berbeda.

B. Tutup Mata dan Bernapas Normal

Pastikan bahu santai dan jaga agar paru-paru kamu penuh dengan setiap kamu menghirup napas. Kemudian, sambil menghembuskan napas, pertahankan bentuk paru-paru yang mengembang dan bekerja untuk mengosongkan paru-paru sepenuhnya. Prosedur ini mungkin sulit, tetapi ini adalah tempat yang baik untuk memulai.

C. Buang Napas Dengan 4 Hitungan

Langkah ini dilakukan dengan memiringkan kepala sehingga telinga kiri mencapai bahu. Lalu, hitung sampai 4. Kemudian, angkat kepala kamu untuk kembali ke posisi awal. Ulangi untuk telinga kanan dan lanjutkan sesuai kebutuhan.

5. Perhatikan Posisi Tubuh

Postur tubuh yang benar dapat memengaruhi performa suara. Saat bernyanyi, pastikan kamu berdiri tegak dengan kaki terbuka selebar bahu dan lutut sedikit ditekuk. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan pingsan. Kemudian, dengan kepala terangkat, turunkan bahu untuk mengendurkan perut. Kondisi santai membantu kamu menciptakan lagu yang tepat dan menyenangkan.

6. Paham Tentang Jangkauan Suara

Untuk pria, ketiga suara tersebut dibagi menjadi tenor (tinggi), baritone (antara tinggi dan rendah), dan bass (rendah). Sedangkan untuk wanita, saat ini ada sopran (tinggi), mezzo-sopran (antara tinggi dan rendah), dan alto (rendah).

Kamu dapat berlatih dari nada rendah hingga tinggi, tergantung pada kemampuan kamu. Hal ini dilakukan untuk memahami jangkauan suara. Tidak disarankan untuk memaksakan suara tertentu menjadi keras, karena dapat merusak pita suara.

7. Skala Vokal

Skala yang dimaksud adalah rangkaian nada yang menaikkan nada kemudian menurunkannya kembali. Melatih suara kamu sesuai dengan pola skala tertentu akan membantu kamu dalam mengembangkan kontrol suara yang akurat. Latihan ini adalah singkatan dari Solfege dan juga dikenal sebagai Solfa, umumnya dikenal sebagai skala “do-re-mi”.

8. Jaga Tenggorokan Untuk Terhidrasi

Bernyanyi seperti aktivitas lainnya, membutuhkan relaksasi otot-otot tenggorokan. Minum air hangat dan hindari susu kental atau limun sebelum bernyanyi. Hal ini dikarenakan minuman jenis ini membentuk massa lendir yang dapat mencegah seseorang bernyanyi dengan benar. Langkah ini dilakukan oleh Christina Aguilera. Dia makan madu di di sela-sela pertunjukannya. Metode ini adalah salah satu tips profesional yang dapat kamu pelajari dalam pelajaran menyanyi.

9. Jangan Buta Nada

Buta nada rupanya dialami oleh sebagian orang. Gangguan ini khas ketika penyanyi tidak bisa mencocokkan nada yang digunakan dan biasanya sama sekali tidak sadar. Hal sederhananya adalah orang-orang seperti ini tidak dapat membedakan antara dua nada berbeda yang dimainkan pada sebuah instrumen.

10. Pernapasan Dari Hidung

Penempatan lidah dan langit-langit lunak yang tidak tepat sering menjadi penyebab pada kualitas nyanyian yang berasal dari pernapasan hidung. Mempelajari cara mengontrolnya sambil bernyanyi akan membantu meningkatkan kualitas suara kamu.

Untuk menghindari hal ini, kamu dapat melihat ke cermin dan membuka mulut lebar-lebar untuk melihat tenggorokan tempat uvula menggantung. Uvula melekat pada atap lunak mulut, dan saat menguap kamu akan melihat uvula. Uvula ini bergerak ke atas. Hal yang memungkinkan terjadi juga untuk membuat suara-suara tertentu (seperti suara kata “bernyanyi”) untuk membuat lidah bersentuhan dengan langit-langit lunak.

Pada dasarnya, semua ini membuktikan bahwa semua orang dapat mengontrol ukuran, bentuk mulut, dan tenggorokan yang dapat memengaruhi kualitas suara dan lagu.

11. Perhatikan Diksi Sebuah Lagu

Diksi yang dimaksud adalah pilihan cara dalam menyanyikan sebuah lagu. Di bawah ini adalah salah satu tips yang dapat kamu lakukan untuk melatih pilihan nyanyian lagu Anda.

  • Lakukan secara lambat dan ucapkan sepatah kata. Beberapa penyanyi pengucapannya terlalu cepat. Tujuannya saat ini adalah untuk memperkuat pita suara dan mengembangkan tubuh untuk bernyanyi yang sehat.
  • Saat bernyanyi, pastikan kamu pendengar dapat mendengar huruf pertama dan terakhir dari setiap lagu. Kemudian kata-kata pertama dan terakhir dari lirik. Dengan ini, lagu biasanya akan mudah dimengerti.
  • Berlatih berbicara sebelum bernyanyi. Ucapkan setiap kata dengan jelas, seolah-olah kamu sedang membaca puisi (biasanya musik). Bahkan sesaat ingin mulai dalam menyanyi, kamu dapat kembali dan terus berlatih pengucapan yang jelas dalam waktu kapan saja (ini adalah suatu keharusan).

12. Merekam Saat Bernyanyi

Biasakan merekam suara kamu sendiri saat bernyanyi dan lihat apakah suara kamu bagus atau tidak. Buka pikiran kamu dan dengarkan suara kamu dengan saksama. Jangan mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa itu terdengar benar dan bagus. Selalu koreksi kekuranganmu saat bernyanyi. Dengan dilakukannya terus menerus maka kamu akan menemukan cara bernyanyi yang benar dan tidak fals.

13. Mendengarkan Nada dalam Sebuah Lagu

Metode mendengarkan nada lagu ini membantu kamu lebih memahami nada yang sering diucapkan namun tidak konsisten. Hal ini dilakukan untuk mmembuat pendengaran kamu peka dalam hal nada. Berikut adalah hal-hal yang dapat membuat peka pendengaran.

  • Pitch seimbang;
  • Nada keseluruhan (sesuaikan sesuai kebutuhan saat bernyanyi). Ini untuk mengetahui jenis dan jangkauan suara kamu;
  • Volume yang seimbang;
  • Jika kamu berduet atau band, kamu harus dapat memilih suara individu dari sesama penyanyi dan teman band;
  • Dengarkan sepenuhnya sambil bernyanyi (atau kamu dapat mendengarkan dengan seksama saat bernyanyi).

14. Tekun dalam Latihan

Bakat memanglah sangat berguna, tetapi ketekunan dalam latihan juga suatu hal yang penting. Kembangkan referensi lagu, teknik vokal, kekuatan vokal, dan jam terbang di atas panggung. Terus pelajari cara “menjual lagu kamu” kepada penonton dengan melatih bahasa tubuh kamu, sehingga penonton dapat menikmati suara serta penampilan kamu secara keseluruhan. Jangan pernah menyerah ketika berlatih.

15. Menikmati Saat Bernyanyi

Yang terpenting dari semua tips di atas adalah menikmatinya. Nikmati dirimu ketika sedang bernyanyi dan tunjukkan kepercayaan diri kamu dengan senyuman kecil. Ketika kamu merasa nyaman dengan apa yang kamu lakukan maka kamu akan bersenang-senang tanpa beban dalam melakukannya.

banner-promo-gramedia

BACA JUGA:

Demikianlah mengenai tips agar suara tidak fals yang telah Gramedia berikan kepada para Grameds. Semoga dengan adanya artikel ini dapat menjadi inspirasi untuk tetap berusaha menjaga kualitas suara yang kalian miliki jika kalian ingin meningkatkan kualitas suara yang kalian miliki.

Jika kalian tertarik untuk mempelajari lebih dalam mengenai persoalan teknik vokal dalam bernyanyi, kalian bisa membeli dan membaca buku-buku di Gramedia terkait hal tersebut. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas telah menyediakan buku-buku berkualitas yang bisa kalian miliki. Yuk, Grameds, beli bukunya sekarang juga!

beli sekarang

E-book in merupakan kisah tentang Catharina Wiriadinata Leimena, seorang guru legendaris yang dikenal akan kiprahnya dalam musik Nusantara selama lebih dari setengah abad. Catharina menekuni aliran seni vokal “bel canto” (menyanyi indah) yang hanya ada satu dua di negeri ini. Inisiatifnya mementaskan opera sejak tahun 1970-an memperlihatkan passion dan konsistensinya dalam memajukan musik asal Italia ini.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ricky Atthariq