in

Apa Alien itu Ada? Ini Fakta-fakta Tentang Keberadaan Alien

Apa Alien itu Ada? – Awalnya, manusia memiliki keyakinan bahwa hanya mereka dan planet bumi yang menjadi satu-satunya tempat tinggal di dunia. Namun, seiring berkembang zaman, keyakinan manusia sebagai makhluk satu-satunya pun perlahan berubah. Hal itu dikarenakan para peneliti telah menemukan galaxy Bima Sakti.

Pemukannya galaxy Bima Sakti ini menjadi titik awal penemuan lainya, seperti exoplanet atau berbagai planet yang ada di luar tata surya. Di saat yang sama pula, para peneliti mulai memunculkan pertanyaan, dengan banyak planet yang ada di luar bumi, apakah ada makhluk lain yang hidup di luar Bumi?

Pertanyaan itu semakin menjadi kenyataan setelah ditemukannya lebih dari 4.000 exoplanet. Para peneliti akhirnya semakin yakin apabila manusia bukanlah makhluk satu-satunya di semesta ini. Dari sinilah, muncul istilah alien sebagai makhluk hidup yang berada di luar planet bumi.

Pertanyaan tentang “Apa alien itu ada?” masih menjadi misteri hingga sekarang. Para peneliti luar angkasa meyakini bahwa keberadaan alien yang selama ini dicari memang benar-benar ada. Namun, para peneliti belum mampu memberikan bentuk dan wujud alien secara nyata.

Nah, bagi Kamu yang bingung terkait ada atau tidaknya alien. Mari kita bahas pertanyaan tersebut dari berbagai pendapat dan bukti ilmiahnya.

A. Apa Alien itu Ada?

Pertanyaan ini mungkin menjadi salah satu teka-teki besar sepanjang sejarah manusia. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada badan penerbangan yang salah satu misinya untuk mencari hingga menemukan berbagai tanda kehidupan dari planet lain, mereka adalah NASA.

Setelah dibentuk pada sekitar tahun 1969, NASA atau National Aeronautics and Space Administration ini telah melakukan banyak hal untuk menjawab pertanyaan tentang keberadaan alien. Hanya saja, NASA belum menemukan adanya tanda-tanda kehidupan di beberapa planet yang sudah diteliti.

Berdasarkan apa yang diunggah NASA dalam situs resminya pada 10 September 2021 lalu, NASA juga belum melihat bukti yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah terkait adanya kehidupan di luar bumi. Walaupun belum menemukan bukti terkait kebenaran adanya alien atau kehidupan lain di luar Bumi, NASA tetap melakukan berbagai penjelajahan untuk menjawab misteri tersebut.

Salah satu astronom yang berasal dari Amerika Serikat, Carl Sagan berpendapat, bahwa alam semesta sesungguhnya merupakan tempat yang cukup besar dan luas. Apabila hanya ada manusia di tempat seluas ini, maka ada pemborosan ruang yang terbilang mengerikan.

Sementara itu, Enrico Fermi, seorang fisikawan yang berhasil memenangkan Hadiah Nobel memberikan pendapatnya terkait pertanyaan tentang alien. Dalam Fermi Paradox explainer yang ditulis oleh perwakilan dari Search For Extraterrestrial Intelligence atau biasa disebut SETI Institute di Mountain View, California dan diunggah di situs Space pada 18 Desember 2021 lalu,

“Fermi memiliki pemahaman bahwa peradaban apa pun yang menggunakan teknologi roket dalam jumlah sederhana dan insentif kekaisaran yang tidak seberapa bisa dengan sangat cepat menjajah seluruh galaksi.” Tentu pendapat ini menunjukan bahwa teknologi roket menjadi bukti kemajuan peradaban.

Dalam artikel tersebut, Fermi juga menyatakan bahwa dalam beberapa puluh juta tahun, masing-masing sistem bintang dapat dibawa ke bawah sayap kekaisaran. Proyek yang berjalan sampai puluhan juta tahun mungkin terdengar seperti proyek yang panjang. Namun, sebetulnya hal itu bisa terhitung cukup sikat apabila dibandingkan usia galaksi, yang mana berusia seribu kali lebih banyak.

Setelah Fermi wafat pada tahun 1954, eksplorasi dan penjelasan ide tentang pemikiran Fermi jatuh ke orang lain, seperti Michael Hart. Michael Hart pada akhirnya berhasil menulis artikel yang menjawab pertanyaan tentang keberadaan aline, artikel tersebut berjudul “Sebuah penjelasan untuk tidak adanya makhluk luar angkasa di Bumi”.

Artikel karya Michael Hart ini dipublikasikan melalui jurnal Triwulanan Royal Astronomical Society (RAS) pada 1975. Hart menyatakan bahwa mereka telah melakukan pengamatan yang dapat membuktikan bahwa tidak ada makhluk cerdas di luar angkasa. Menurutnya, makhluk tersebut juga tidak dapat hadir di bumi.

Dalam artikel tersebut, Michael Hart juga berpendapat bahwa fakta tentang keberadaan makhluk hidup di luar bumi bisa dijelaskan dengan berdasarkan sebuah hipotesis, bahwa di luar galaksi ini tidak ada peradaban yang lebih maju dibandingkan bumi.

Selain itu, Michael Hart juga memberikan argumen terhadap adanya kemungkinan adanya alien yang cerdas. Menurutnya, alien yang cerdas tentu sudah pernah mengunjungi Bumi di beberapa titik dalam sejarah planet ini. Namun, hal tersebut bisa terjadi apabila alien tersebut telah melakukan perjalanan mereka kurang dari dua juta tahun yang lalu. Hal ini yang pada akhirnya membuat Michael Hart yakin bahwa tidak ada alien yang cerdas.

Berikut ini empat penjelasan potensial menurut Michael Hart, diantaranya yaitu:

1. Alien tidak pernah datang ke sini karena kesulitan fisik “yang membuat perjalanan ruang angkasa menjadi tidak mungkin”, yang mungkin terkait dengan astronomi, biologi, atau teknik.

2. Alien memilih untuk tidak pernah mengunjungi kita.

3. Peradaban maju di luar Bumi muncul terlalu baru bagi alien untuk menjangkau kita.

4. Alien telah mengunjungi Bumi di masa lalu, tetapi kami belum mengamati mereka.

B. Fakta-Fakta Tentang Keberadaan Alien

Setelah mengetahui sejarah dan perbedaan pendapat para ahli tentang keberadaan alien, berikut ini adalah beberapa fakta yang perlu Kamu ketahui tentang alien,

1. Jonti Horner

Berdasarkan laporan yang diunggah oleh Science Alert, salah satu ahli astrobiologi asal Australia menyatakan bahwa keberadaan alien itu benar adanya. Hanya saja, manusia belum bisa memastikan terkait seberapa dekat keberadaan alien tersebut dengan kehidupan di bumi. Pendapat dari Horner tentu bukan tanpa alasan, ia meyakini bawah di dalam tata surya yang sangat besar dan luas ini, ada banyak sekali bintang yang ada memungkinkan untuk ditinggali alien.

Horner juga meyakini bahwa Galaksi Bima Sakti sendiri memiliki sekitar mempunyai 400 miliar bintang. Jika setiap bintang memiliki lima planet saja, hal itu berarti ada sekitar dua triliun planet yang berada di dalam Galaksi Bima Sakti. Dengan demikian, Horner memiliki keyakinan bahwa manusia yang tinggal di planet Bumi bukanlah satu-satunya makhluk yang memiliki kecerdasan dan teknologi tinggi.

2. Rebecca Allen

Dalam laporan Science Alert yang lain, seorang ahli astrofisika warga negara Amerika Serikat yang bernama Steven Tinay juga memiliki keyakinan yang kuat terhadap keberadaan alien di semesta ini. Namun, pendapatnya cukup berbeda dengan pendapat dari peneliti yang lain. Tinya memahami bahwa alien sesungguhnya tidak lebih luas. Mereka pada dasarnya adalah bagian dari bakteri yang berada di luar angkasa. Tinay juga mengungkapkan bahwa alam semesta memiliki ratusan miliar galaksi, yang mana setiap galaksi diisi oleh miliaran bintang.

Menurut Tinay, Sistem planet sendiri berhasil terbentuk karena adanya berbagai campuran elemen yang kaya, salah satunya adalah elemen penting untuk kehidupan. Pemahaman tersebut pun semakin membuat ia yakin bahwa kehidupan bukan hanya ada di Bumi. Tetapi juga bisa ada diantara milyaran planet di seluruh alam semesta. Namun, Tinay juga tidak bisa memungkiri bahwa teorinya masih perlu dibuktikan oleh penelitian.

3. Banyak Mikroba yang Bernapas dengan Hidrogen

Situs Live Science menyatakan bahwa hampir sebagian besar makhluk yang hidup di Bumi memerlukan oksigen untuk bisa bertahan hidup. Hanya saja, oksigen menjadi salah satu hal yang tidak umum di alam semesta. Diketahui hanya ada sekitar 0,1 persen jumlah oksigen dari massa biasa di seluruh alam semesta. Namun, jumlah hidrogen dan helium di alam semesta mencapai masing-masing hingga 92 persen dan 7 persen. Ada juga beberapa planet yang terbentuk dari berbagai unsur ringan yang ada di luar angkasa.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, para peneliti mengambil bakteri Escherichia Coli untuk dilakukan uji coba terkait kemampuan bertahan hidup di lingkungan yang berbeda. Setelah dilakukan eksperimen tersebut, hasilnya menunjukkan bahwa mikroba tersebut mampu bertahan hidup tanpa oksigen. Penemuan ini juga memperlihatkan bahwa ketika melakukan pencarian suatu organisme di beberapa tempat perlu dipertimbangkan terlebih dahulu tempat yang tidak terlihat dari Bumi.

4. Ada Seribu Tempat Potensial untuk Mengawasi Bumi

Pada bulan Oktober yang lalu, berdasarkan artikel yang diterbitkan oleh Live Science. Para peneliti berhasil menemukan katalog 1004 bintang yang memiliki kedekatan dengan Bumi. Para peneliti memiliki keyakinan bahwa 1004 bintang itu bisa menjadi posisi terbaik untuk melakukan pengawasan terhadap kehidupan yang ada di Bumi. Apabila para alien di luar angkasa itu hendak mencari planet yang mengorbit dengan bintang, akan sangat besar kemungkinan dapat menemukan tanda-tanda biosfer dari atmosfer planet Bumi.

5. Alien Sudah Mati Lebih Dulu Alien.

Menurut situs Live Science, ada sebuah analisis yang mengungkapkan adanya potensi yang sangat besar bahwa kehidupan yang hadir di Bima Sakti sudah terjadi sekitar 5,5 miliar tahun yang lalu. Apabila analisis ini benar, maka bisa dipastikan kehidupan di galaksi Bima Sakti sudah tercipta lebih awal dibandingkan kehidupan yang ada di Bumi. Hal ini tentu semakin menguatkan keyakinan bahwa umat manusia terlambat datang di galaksi. Alhasil, banyak alien yang telah hidup planet lain sudah tidak bisa bertahan dan melakukan berkomunikasi dengan para manusia di Bumi.

C. Planet Tetangga Bumi yang Layak Huni

Seorang ilmuwan senior ahli astrobiologi yang bernama Mary Voytek berpendapat bahwa walaupun ada beberapa planet tampak bisa ditinggali atau layak huni, tetapi hingga saat ini hanya ditemukan makhluk hidup di Bumi. Ia juga menyatakan, apabila tidak ada yang lain di tata surya dengan banyak kehidupan di atasnya. Apabila ada, maka ia dan teman-temannya pasti sudah berhasil menemukannya.

Nah, beberapa planet yang bisa ditinggali untuk hidup layaknya Bumi adalah, sebagai berikut:

1. Venus

Planet Venus biasanya disebut sebagai salah satu “planet saudara” dari Bumi. Venus sendiri memiliki ukuran dan struktur yang pada dasarnya hampir sama dengan Bumi. Hanya saja, Venus memiliki perbedaan yang cukup besar. Perbedaan Venus dengan Bumi yaitu seperti, permukaan yang cukup panas untuk melelehkan timah, atmosfer yang sangat berat, hingga geologi yang sangat vulkanik.

Venus terbentuk pertama kali seperti sejarah pembentukan planet Bumi. Beberapa peneliti juga meyakini bahwa ada kemungkinan planet Venus pada awalnya memiliki laut yang membentang di seluruh planetnya. Namun, akibat adanya efek rumah kaca yang tak terkendali, planet Venus pada akhirnya menjadi planet yang panas. Hingga pada akhirnya, efek rumah kaca telah mengubah planet tersebut menjadi neraka abadi dan dunia terpanas di tata surya.

Vikki Meadows, seorang astrobiologis yang memiliki jabatan sebagai kepala Laboratorium Planetary Virtual di Nexus NASA untuk Ilmu Sistem Exoplanet mengungkapkan, Jalur divergen planet Venus sendiri mencakup hilangnya kelayakhunian. Beberapa penyebabnya yaitu lenyapnya air yang ada di permukaan, awan asam sulfat, dan atmosfer karbon dioksida yang padat.

2. Mars

Tidak berbeda dengan Venus, investigasi yang dilakukan oleh pengorbit dan penemu di permukaan telah berhasil mendukung dugaan bahwa Planet Mars awalnya merupakan planet yang pernah basah dengan sungai, danau, bahkan mungkin lautan. Tentu ini membuktikan bahwa Mars juga memiliki potensi untuk dihuni seperti halnya planet Bumi.

Mary Voytek mengatakan bahwa salah satu hal yang paling menarik tentang planet Mars ini adalah pada 3,5 miliar tahun yang lalu, ada kemungkinan iklim di planet merah ini mirip dengan planet Bumi yang ditinggali manusia sekarang. Planet Mars memiliki tanda-tanda air cair di permukaannya.

Setelah itu, akibat angin matahari dan radiasi, planet Mars pada akhir terlucuti sebagian besar atmosfernya. Hal ini membuat Inti aktifnya yang minimal pada akhirnya berhenti menghasilkan medan magnet pelindung. Planet Mars menjadi planet yang memiliki permukaan yang sangat dingin sekaligus kering, bahkan saat dibombardir dengan radiasi.

Voytek juga mengungkapkan alasan kenapa Mars tidak bisa ditinggali selayaknya Bumi. Menurutnya, Mars memiliki cadangan air yang sangat sedikit. Selain itu, Mars juga tidak memiliki lempeng tektonik sama seperti, yang mana memiliki fungsi untuk menggerakkan benua selama ribuan tahun dan mendaur ulang nutrisi yang terkubur kembali ke permukaan.

Setelah berbagai riset yang sudah dilakukan dari planet Merah ini, seorang peneliti dari Astrobiology and Ocean Worlds Group di Jet Propulsion Laboratory NASA bernama Morgan Cable meyakini bahwa meskipun kondisi permukaan planet Mars tidak cocok dengan kehidupan manusia sekarang. Ia dan Nasa mungkin dapat menemukan bukti kehidupan masa lalu, atau mungkin kehidupan yang masih bertahan.

Demikian adalah pembahasan tentang pertanyaan misteri ‘Apa Alien itu ada?’ Perlu diketahui bahwa pertanyaan tersebut merupakan salah satu pertanyaan terbesar sepanjang sejarah hidup manusia. Namun, dikarenakan masih belum ada bukti ilmiah yang mampu membuktikan kebenaran tentang keberadaan alien di semesta ini.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Emka Umam