in

Review Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) Karya Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, dan Tobias Iaconis

Review Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) adalah novel dewasa muda karya Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, dan Tobias Iaconis. Grameds juga tampaknya sudah tak asing lagi dengan novel ini. Ini adalah novel yang berhasil memenangkan Goodreads Choice Winner kategori Best Young Adult Fiction of 2019 dan menjadi nomor 1 buku dengan penjualan terbaik versi New York Times. Kisah Five Feet Apart juga telah diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar yang disutradarai oleh Justin Baldoni, dan dibintangi oleh Cole Sprouse and Haley Lu Richardson

Ini adalah kisah tentang dua sejoli yang saling mencintai, tetapi tidak bisa saling menyentuh atau sekedar berdekatan. Stella Grant adalah orang yang suka memegang kendali. Namun, ada satu hal yang tidak bisa dia kendalikan, yaitu penyakit fibrosis kistik yang membuatnya harus selalu mengunjungi rumah sakit.

Pada situasinya tersebut, yang perlu Stella lakukan yakni menjauhkan diri dari apapun atau siapapun yang berpotensi menularkan infeksi dan menggagalkan proses transplantasi paru-paru. Ia harus menjaga jarak sejauh dua meter. Tak ada pengecualian.

Satu-satunya hal Will Newman ingin kendalikan adalah untuk bisa keluar dari rumah sakit. Dia tak peduli terhadap rangkaian perawatan penyakit fibrosis kistik, dan tak peduli juga dengan uji coba obat klinis baru. Lagi pula,Will akan berusia delapan belas tahun sebentar lagi.

Itu berarti dia segera memiliki kendali atas dirinya dan bisa pergi untuk melihat dunia, bukan terkurung selamanya di rumah sakit. Will adalah sosok yang jelas-jelas harus Stella jauhi. Jika Will bernapas di dekat Stella, gadis itu dapat kehilangan kesempatan untuk melakukan transplantasi paru-paru.

Lebih buruk daripada itu, salah satu dari mereka dapat meninggal. Satu-satunya cara untuk menjaga keselamatan mereka adalah dengan menjaga jarak dan tetap terpisah. Namun, seiring berjalannya waktu, terpisah sejauh dua meter rasanya bukan seperti upaya menjaga keselamatan hidup mereka.

Terpisah sejauh dua meter bagaikan sebuah hukuman. Namun, bagaimana jika Stella dan Will dapat mencuri sedikit ruang? Bagaimana kalau jarak yang harus mereka jaga cukup satu setengah meter saja?

Profil Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, Tobias Iaconis – Penulis Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)

Rachael Lippincott

Twitter @rchllipp

Rachael Lippincott adalah novelis Amerika terlaris New York Times. Namanya mulai dikenal masyarakat, karena menulis buku adaptasi Five Feet Apart, yang pertama kali diterbitkan pada 20 November 2018. Ini adalah kisah yang berhasil menjadi film layar lebar, yang disutradarai oleh Justin Baldoni.

Pada tahun 2018, Rachael Lippincott menulis novelisasi Five Feet Apart dari skenario karya Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis. Buku ini berhasil terjual lebih dari satu juta eksemplar dan menghabiskan 60 minggu di Daftar Buku Terlaris New York Times.

Buku ini juga berhasil memenangkan Penghargaan Pilihan Goodreads Tahunan ke-11 untuk kategori Best Young Adult Fiction. Pada tahun 2020, Rachael Lippincott menerbitkan All This Time with Mikki Daughtry.

Buku ini berhasil menjadi Buku Terlaris versi New York Times. Novel karyanya yang berikutnya, The Lucky List, berhasil diterbitkan pada 1 Juni 2021. Novel ini menjadi novel solo pertamanya. Rachael Lippincott kemudian menulis buku “She Gets the Girl” bersama istrinya, Alyson Derrick. Cerita ini terinspirasi oleh kisah cinta mereka sendiri. Lagi-lagi, buku ini berhasil menjadi Buku Terlaris versi New York Times.

Mikki Daughtry

simonandschuster.com

Mikki Daughtry adalah seorang penulis skenario Amerika dan penulis fiksi dewasa muda. Namanya menjadi terkenal, karena menulis bersama dengan Tobias Iaconis. Mereka bersama-sama menulis skenario film The Curse of La Llorona (2019), Five Feet Apart (2019) dan Nightbooks (2021).

Mikki Daughtry berasal dari Georgia. Dia mengambil jurusan seni teater di Universitas Brenau, dan berhasil lulus pada tahun 2001. Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis telah bekerja sama selama hampir satu dekade ketika Five Feet Apart keluar.

Sebuah novelisasi Five Feet Apart tahun 2018, yang ditulis oleh Rachael Lippincott bersama dengan Mikki Daughtry dan Tobias Iaconis, berhasil menjadi buku terlaris New York Times. Setelah novel tersebut, Mikki Daughtry kemudian menulis novel dewasa muda lagi bersama Rachael Lippincott yang berjudul “All This Time”, yang diterbitkan pada tahun 2020.

Tobias Iaconis

simonandschuster.com

Tobias Iaconis adalah seorang penulis skenario asal Jerman-Amerika. Tobias Iaconis lahir di Jerman, dari ibu Jerman dan ayah Amerika. Sebagai seorang warga negara ganda, ia dibesarkan di luar kota Kaiserslautern, dan menempuh pendidikan di Sekolah Tanggungan Departemen Pertahanan AS.

Pada usia delapan belas tahun, Tobias pindah ke Amerika Serikat untuk menghadiri Haverford College, di mana ia belajar sastra Inggris dengan konsentrasi dalam penulisan kreatif. Tobias memiliki rekan penulis, yakni Mikki Daughtry. Namanya menjadi terkenal, karena menulis bersama Mikki Daughtry, skenario film The Curse of La Llorona (2019), Five Feet Apart (2019) dan Nightbooks (2021).

Sinopsis Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)

Pros & Cons
Pros Cons
  • Menyajikan premis dan konflik kisah yang unik.
  • Kisah ini bersifat realistis.
  • Kisah ini mampu menguras emosi pembaca.
  • Terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia nyaman untuk dibaca.
  • Tidak ada perkembangan karakter dalam novel ini.

Stella Grant adalah seorang remaja dengan kehidupan yang sangat tidak remaja. Dia menderita Cystic Fibrosis (CF), penyakit yang menyebabkan paru-parunya terisi cairan, sehingga sulit bernapas. Perjalanannya yang terus-menerus ke rumah sakit telah menciptakan kehidupan yang terpisah dari teman-temannya, dengan aktivitas yang jauh berbeda dari remaja pada umumnya.

Stella sedang menunggu satu set paru-paru baru dan mengikuti semua protokol yang diperlukan untuk membuatnya tetap hidup sementara itu. Dia mendesain aplikasi telepon untuk mengatur obatnya dan melakukan yang terbaik untuk tetap optimis.

Will Newman juga memiliki penyakit Cystic Fibrosis. Dia baru hadir di rumah sakit yang sama dengan Stella, dan langsung menarik perhatiannya. Oleh karena sistem kekebalan tubuh mereka terganggu, juga risiko infeksi dapat menyebabkan kematian, pasien CF harus menjaga jarak setidaknya enam kaki satu sama lain untuk mencegah penyebaran kuman yang dapat menyebabkan kontaminasi silang dan infeksi.

Walaupun Stella menemukan Will menarik, dia tahu bahwa dia harus menjaga jarak. Sementara dia menunggu paru-paru barunya, menjaga diri untuk tetap sehat adalah hal yang paling penting. Dia tidak akan menjadi penerima transplantasi yang layak jika ada kemungkinan dia demam.

Pada saat yang sama, dia mengenal Will. Semakin dekat mereka secara emosional, semakin sulit untuk tetap terpisah secara fisik. Mereka memiliki pengalaman yang sangat mirip dan menyegarkan untuk bertemu orang lain yang telah melalui perjuangan yang sama, terutama ketika mereka saling mengekspresikan emosi.

Stella dapat memberi tahu Will hal-hal yang tidak pernah dia impikan untuk diceritakannya kepada teman-temannya di sekolah. Dia menjadi orang kepercayaan yang dekat, dan keduanya mulai mengembangkan perasaan romantis satu sama lain. Will dan Stella memiliki pendekatan yang sangat berbeda dalam menangani penyakit mereka.

Stella melakukan segalanya dengan benar sehingga dia segera dapat menikmati rangkaian paru-paru barunya. Sedangkan, Will dibebani dengan jenis CF yang begitu parah, yang memungkinkan penyakitnya akan menyerang dia lagi, bahkan jika dia menerima transplantasi. Jadi, Will tidak dimasukkan ke dalam daftar penerima transplantasi.

Sebab, dia tahu bahwa kematiannya tidak bisa dihindari. Will pun memiliki prinsip yang berbeda dengan Stella. Will fokus untuk melakukan apapun yang bisa dia lakukan untuk hidup sepenuhnya, selama dia masih hidup.

Will menghitung mundur hari sampai dia berusia delapan belas tahun dan dapat menghentikan pengobatan. Dia tidak ingin menghabiskan lebih banyak waktu di rumah sakit. Di sisi lain, Stella ingin meyakinkan Will untuk lebih serius menjalani perawatannya. Sedangkan, Will berharap bisa membantu Stella meringankan bebannya.

Dia akhirnya setuju untuk menutup beberapa jarak fisik di antara mereka, yakni batas mereka adalah berjarak lima kaki, bukan enam. Mereka menghabiskan lebih banyak waktu bersama, termasuk di pesta ulang tahun yang diadakan Stella untuk Will dengan bantuan beberapa temannya yang lain di rumah sakit.

Salah satu teman dekat mereka, Poe, meninggal. Stella patah hati karena dia tidak pernah memiliki kesempatan untuk memeluknya. Hal ini pun mengubah pandangannya, dan dia mulai menganggap perawatannya dengan kurang serius.

Suatu hari, Stella dan Will berjalan-jalan ke kolam beku, di mana mereka berpegangan tangan dan meluncur di atas es. Stella belum pernah sedekat ini dengan pasien CF lainnya dan sangat senang bisa menghabiskan waktu ini bersama Will. Saat berada di sana, Stella menerima peringatan bahwa paru-paru barunya siap untuk transplantasi, tetapi dia mengabaikannya untuk menghabiskan lebih banyak waktu dengan Will.

Kelebihan Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)

Sebagai kisah yang telah berhasil memenangkan sejumlah penghargaan dalam bentuk novel maupun film layar lebar, kualitas kisah Satu Setengah Meter atau Five Feet Apart ini tak perlu diragukan lagi. Dari premis kisahnya sendiri, novel ini menawarkan kisah yang sangat menarik. Kisah cinta dua remaja yang tak bisa saling menyentuh, akibat penyakit yang dideritanya.

Konflik yang dihadirkan dalam kisah ini dinilai unik, karena menyangkut dengan keselamatan kedua tokoh utama. Kisah ini dituliskan dengan menggunakan sudut pandang kedua tokoh utama, Stella dan Will. Penggunaan sudut pandang yang berbeda ini membuat pembaca dapat mengetahui bagaimana isi pikiran dan perasaan masing-masing tokoh.

Pembaca juga memuji kisah ini, karena bersifat realistis. Ini bukan jenis kisah yang kedua tokoh utamanya bersifat gegabah tanpa memikirkan hidup mereka ke depannya. Kedua tokoh ini tetap berpikir secara realistis, meskipun mereka memiliki keinginan untuk bersentuhan.

Tentunya, kisah ini mampu menguras emosi pembaca. Pembaca dapat menemukan dirinya merasa iba, sedih, senang, dan takut bersama dengan kedua tokoh utama. Kemudian, kisah ini juga menyajikan twist menarik yang semakin menyegarkan kisah ini.

Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) yang diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia juga dipuji. Sebab, novel ini dinilai tidak seperti novel terjemahan. Perasaan ketika membaca novel ini seolah sedang membaca novel Indonesia. Pemilihan katanya dinilai sangat baik.

Kekurangan Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)

Selain kelebihan, novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) ini juga memiliki kekurangan. Pembaca menemukan bahwa tidak ada perkembangan karakter dalam novel ini, juga pembaca tidak bisa merasa terikat dengan karakter. Hal ini tidak memuaskan ekspektasi pembaca.

Pesan Moral Novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart)

Melalui kisah Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) ini, kita dapat belajar untuk lebih menghargai kondisi kita saat ini. Kondisi kesehatan kita dan juga interaksi yang dapat kita lakukan dengan orang lain. Sebab, hal-hal sederhana seperti bersentuhan saja ternyata tidak memungkinkan bagi sebagian orang.

Hendaknya kita senantiasa bersyukur atas kesehatan kita dan segala hal kecil yang masih bisa kita lakukan dalam hidup. Kisah ini juga mengajarkan kita untuk dapat menjaga dan merawat diri sendiri dengan lebih baik, dan jangan pernah kehilangan harapan. Jangan hanya pikirkan kemungkinan terburuk, tetapi pikirkan kesempatan yang masih bisa Anda dapatkan.

Sekian artikel ulasan novel Satu Setengah Meter (Five Feet Apart) karya Rachael Lippincott, Mikki Daughtry, dan Tobias Iaconis. Bagi kalian yang ingin mengetahui secara lengkap perjuangan Stella dan Will, kalian bisa mendapatkan novel ini hanya di Gramedia.com.

Rating: 4.20

Written by Gabriel