in

Arti Ghosting, Istilah Gaul dalam Hubungan Cinta

Arti Ghosting – Dalam membangun hubungan dengan orang lain baik dalam pertemanan dan khususnya percintaan seringkali terdapat hal-hal berbeda dari yang kita harapkan pada awalnya. Bisa jadi memang orang tersebut bukan untuk kamu.

Seringkali orang yang kita tidak duga, secara tiba-tiba akan menghilang tanpa kabar atau yang lebih kita kenal dengan istilah ghosting. Ghosting merupakan istilah yang populer di tengah kaum milenial dan generasi Z. Berdasarkan data  juga menyatakan bahwa ghosting merupakan salah satu kata yang paling populer pada mesin pencarian di Indonesia.

Sebenarnya apa itu yang dimaksud dengan ghosting, berikut penjelasan mengenai hal tersebut.

Pengertian dari kata ghosting

Istilah ghosting sering diartikan ketika seseorang yang hanya sekedar dekat atau memiliki hubungan dengan kamu secara tiba-tiba mengakhiri hubungan tersebut tanpa adanya penjelasan dan memutuskan segala bentuk komunikasi.

Ghosting merupakan kata yang berasal dari bahasa Inggris, yang memiliki arti yaitu bayangan. Hal ini yang membuat istilah dari ghosting tersebut muncul, dimana ketika seseorang yang dekat dengan kamu secara tiba-tiba hilang tanpa kabar seperti bayangan atau hantu.

Menurut psikolog Kasandra Putranto yang menjelaskan mengenai definisi dari ghosting mengatakan bahwa istilah awam tersebut diberikan kepada perilaku menghilang yang dilakukan seseorang yang dianggap sebagai hantu tidak terlihat, tanpa memberikan respon dan keberadaannya tidak diketahui di mana.

Seringkali pelaku ghosting dalam hubungan percintaan tersebut pergi secara tiba-tiba setelah membangun hubungan berupa komunikasi intens dan juga bepergian bersama dengan korban ghosting. Namun, ghosting dalam hubungan pertemanan juga sering terjadi dan perasaan tersebut tidak kalah menyakitkannya dengan hubungan percintaan.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Elle Amerika Serikat menemukan bahwa setidaknya terdapat 26 persen wanita dan 33 persen pria yang pernah men-ghosting atau di-ghosting. Selain itu, survei juga menunjukkan bahwa 24 persen wanita dan 17 persen pria mengungkapkan bahwa mereka adalah pelaku ghosting namun mereka tidak pernah di-ghosting sebelumnya.

Berdasarkan ahli psikologis yang menyatakan bahwa seringkali perilaku ghosting dilakukan untuk menghindari dan rasa takut akan munculnya akan konflik. Secara kesimpulan, ghosting merupakan salah satu bentuk seseorang untuk menghindari adanya konfrontasi, percakapan yang sulit, dan juga menghindari menyakiti perasaan orang lain.

Selain itu, berdasarkan sumber studi ilmiah menyatakan bahwa melakukan perilaku ghosting merupakan hal terburuk yang bisa dilakukan untuk mengakhiri sebuah hubungan. Hal tersebut dikarenakan dengan melakukan perilaku tersebut dapat menyebabkan adanya konfrontasi yang lebih besar dan masalah yang berkepanjangan di masa depan.

Para pelaku ghosting seringkali melakukannya karena ingin menghindari konflik dan tidak ingin menjadi orang jahat dalam hubungan yang mereka telah buat atau bahkan takut akan menghadapi kemarahan korban yang dapat menimbulkan kecemasan. Namun, dengan menghindari konflik terus menerus malah akan menambah kecemasan seiring waktu. Solusi untuk hal ini adalah dengan menyelesaikan masalah bersama menggunakan komunikasi satu sama lain.

Cara Menghadapi Ghosting

Salah satu langkah yang dapat kamu ambil untuk menghindari men-ghosting seseorang adalah menggunakan sebuah teknik yaitu teknik CBT atau Cognitive Behavioural Therapy. Teknik ini dapat digunakan untuk bagaimana kamu dapat menempatkan diri dalam sebuah situasi yang membuat kamu mengalami perasaan cemas dan juga takut dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan melakukan hal ini, kamu jadi memiliki kekuatan dan kemampuan untuk menghadapi rasa cemas dan takut tersebut dan siap untuk memulai percakapan yang terbilang sulit dan seringkali kamu hindari sebelumnya. Selain itu, ada beberapa cara lain yang dapat kamu lakukan jika di-ghosting seseorang, simak informasi berikut.

  • Berusaha menenangkan diri dan menerima keadaan yang ada dengan ikhlas. Dengan merelakan hal yang sudah terjadi, pikiran kamu akan menjadi lebih tenang dibandingkan terus menerus memikirkan alasan mengapa di-ghosting oleh pelaku.
  • Meneguhkan hati dan perasaan untuk tidak mencari tahu mengenai kabar dan keadaan pelaku. Seringkali ketika korban baru saja di ghosting, mereka akan mencari tahu kabar dan keadaan pelaku baik melalui sosial media maupun bertanya ke orang lain. Tenangkan diri dan fokus untuk melaksanakan aktivitas lain.
  • Menghindari curhat melalui sosial media, hal ini dikarenakan kita tidak ingin orang lain diluar urusan permasalahan yang ada, karena hal tersebut hanya akan membuat kamu terlihat menyedihkan dan ingin mencari perhatian. Jika kamu memang ingin pelaku tahu betapa sakitnya hatimu, sosial media bukanlah tempat yang tepat.
  • Menceritakan masalah kepada orang yang kamu percaya, dengan begitu kamu dapat meringankan beban yang ada pada diri kamu, namun pastikan orang yang kamu ceritakan merupakan orang yang kamu dekat dan percaya agar permasalahan tidak menjadi lebih besar.
  • Tidak menyalahkan diri sendiri atas perbuatan orang lain, seringkali korban berpikir bahwa dirinya lah yang salah, namun kita harus tetap mengingat bahwa pelaku yang melakukan ghosting sadar akan perbuatannya dan konsekuensi dari perbuatan tersebut.
  • Memulai dan mencoba berbagai rutinitas atau kesibukan baru yang dapat menjauhkan kamu dari memikirkan masalah yang ada. Dengan menyibukkan diri, kamu akan bisa melupakan masalah yang sedang terjadi, fokus pada hal-hal yang kamu sukai dan lakukan hal tersebut. Hindari melakukan aktivitas yang mengingatkan kamu pada pelaku ghosting karena hal tersebut hanya akan menyakiti dirimu.
  • Meyakinkan diri bahwa semua akan berlalu dan masalah yang ada akan hilang dengan sendirinya. Seringkali, karena korban ghosting lagi dilanda dengan kesedihan yang besar, dia merasa bahwa dunianya telah hancur dan bingung harus bersikap apa lagi. Kamu tidak perlu merasakan hal tersebut, karena kesedihan itu hanya sementara dan pada akhirnya kamu akan bahagia kembali dengan hubungan yang lebih baik.
  • Menjadikan kejadian ghosting sebagai pengalaman, dengan begitu kamu akan belajar bahwa memang tidak semua harus selalu bahagia dan ketika kamu menjalin hubungan baru kamu akan sadar bahwa ghosting merupakan hal yang buruk, sehingga kamu tidak melakukannya kepada orang lain.

Alasan melakukan ghosting

Memang kita tahu bahwa menghilang secara tiba-tiba apapun alasannya bukanlah sesuatu yang baik, namun seringkali pelaku menghindari beberapa hal sebagai berikut.

1. Tidak ingin menyakiti perasaan dari orang lain

Alasan seseorang melakukan ghosting yang pertama adalah tidak ingin menyakiti perasaan dari orang lain, dimana seringkali ketika pelaku memang sudah tidak nyaman atau merasa memang bahwa hubungan tersebut bukanlah suatu hal yang tepat, seringkali pelaku lebih memilih untuk menghilang secara tiba-tiba karena tidak ingin menyakiti perasaan korbannya jika diberi tahu alasan tersebut.

2. Tidak bisa atau merasa sulit untuk mengakhiri hubungan

Alasan seseorang melakukan ghosting yang kedua adalah sulit untuk mengomunikasikan keinginannya untuk mengakhiri hubungan tersebut, pelaku tidak ingin menyakiti perasaan korbannya, maka seringkali ia berpikir bahwa dengan menghilang secara tiba-tiba akan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Namun, ia tidak memikirkan perasaan korbannya yang ditinggal.

3. Tidak dapat berkomitmen

Alasan seseorang melakukan ghosting yang ketiga adalah tidak dapat berkomitmen dalam sebuah hubungan, hal ini seringkali terjadi ketika hubungan antara kedua orang tidak berjalan kemana-mana, dan pelaku ghosting memang tidak ingin untuk berkomitmen terhadap sebuah hubungan dengan berbagai alasan, seperti terlalu rumit atau hubungan mereka masih terlalu awal dan masih banyak lagi

3. Tidak merasa nyaman dengan posisi serta situasi saat itu

Alasan seseorang melakukan ghosting yang keempat adalah tidak merasa nyaman dengan situasi yang sedang dialaminya, hal ini bisa jadi dikarenakan kedua pasangan memiliki sifat yang berbeda dan berlawanan atau terjadi suatu masalah yang membuatnya ingin mengakhiri hubungan tersebut.

4. Tidak lagi merasa ada yang perlu dibahas

Alasan seseorang melakukan ghosting yang kelima adalah tidak lagi merasa ada yang perlu dibahas, hal ini bisa terjadi pada orang yang menjalani hubungan terlalu cepat, karena mereka tidak menjalankan setiap langkahnya dengan pemikiran yang matang, sehingga hubungan berlari dengan cepat hingga pada suatu saat, pelaku merasa jenuh dan merasa bahwa tidak ada lagi yang perlu dibahas atau dibicarakan antara kedua orang tersebut.

5. Menyukai orang lain 

Alasan seseorang melakukan ghosting yang keenam adalah menyukai orang lain, hal ini adalah yang paling umum terjadi, dimana ketika pelaku mendekati beberapa orang sekaligus untuk memilih orang yang pas untuknya, namun karena pilihannya tersebut dia dapat melukai orang lain. Jika pelaku sudah merasa nyaman dengan satu orang, ia akan meninggalkan yang lainnya untuk fokus dengan orang tersebut.

Saat Kita Jatuh Cinta
Saat Kita Jatuh Cinta

tombol beli buku

6. Memiliki masalah psikologi

Alasan seseorang melakukan ghosting yang ketujuh adalah memiliki masalah psikologi, hal yang dimaksud adalah ketika pelaku ghosting seringkali memiliki gangguan mental yang membuatnya tidak dapat berkomitmen atau trauma akan membentuk suatu hubungan dengan orang lain.

7. Terlalu sibuk

Alasan seseorang melakukan ghosting yang kedelapan adalah terlalu sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Dalam sebuah hubungan penting adanya komunikasi antara kedua belah pihak, namun jika keduanya sibuk komunikasi tersebut tidak dapat berjalan dan akhirnya mereka lebih memilih untuk fokus dengan dirinya sendiri serta kegiatan maupun aktivitasnya sendiri.

Dampak ghosting

Korban yang terkena dampak dari ghosting yang dilakukan oleh pelaku dapat memicu dampak psikologis dari korbannya. Dalam menjalin hubungan, seseorang telah memberikan sedikit bagian darinya untuk orang tersebut, sehingga jika tiba-tiba menghilang maka sebagian orang tersebut juga hilang.

Ghosting juga bisa memberikan perasaan tidak layak, maupun tidak dihargai karena tidak adanya jawaban ataupun keputusan yang jelas dari pelaku ghosting tersebut yang membuat perasaan korbannya menjadi tergantung.

Seperti itulah penjelasan mengenai istilah ghosting yang saat ini sering digunakan oleh baik kamu millennial dan juga generasi Z. Segala perbuatan yang kamu lakukan pasti akan ada konsekuensinya, oleh sebab itu bagi kamu yang di-ghosting percayalah, bahwa orang yang menghosting kamu akan terkena konsekuensi nya nanti, jika tidak di dunia maka di kehidupan selanjutnya.

Penjelasan diatas, mengenai penjelasan apa itu ghosting serta bagaimana cara mengatasinya. Jadi, bagi Grameds yang di-ghosting janganlah berlarut dalam kesedihan, dan tunjukkanlah bahwa kamu telah menjadi pribadi yang lebih baik dan akan terus mengembangkan diri ke pelaku yang menghosting kamu. Nantinya mereka akan sadar bahwa mereka kehilangan orang yang sangat bernilai tinggi. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu ada untuk kamu. Semoga Bermanfaat !

Baca juga artikel terkait “arti ghosting” :

Penulis : Andrew

Rekomendasi Buku Ghosting

Dear kamu yang sedang terluka, jangan biarkan sakitmu terlalu lama. Buku ini akan membuatmu bangkit untuk merawat luka batinmu, agar kami bisa lebih kuat dan tangguh.

Fs Bagaimana Mengobati Patah Hati
Fs Bagaimana Mengobati Patah Hati

tombol beli buku

Patah hati karena cinta? Ah bukan jamannya. Yuk obati agar kamu segera bangkit dari keterpurukan. Buku ini akan membantumu untuk melewati masa sulit gara-gara patah hati.

Be Strong And Never Weaken Yourself
Be Strong And Never Weaken Yourself

tombol beli buku

Kadangkala kita lemah dikarenakan sakit hati atas perlakuan orang lain. Namun tanpa kita sadari, rasa lemah itu dipicu karena diri kita lah yang mengizinkan orang lain melukai kita. Stop! Be strong, and Never Weaken Yourself. Seperti judul buku ini, isinya akan menjadikan kita semakin kuat dan tidak lagi melemahkan diri sendiri.



Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Wida Kurniasih