Kesenian

Pengertian Teknik Plakat: Cara Melukis, Tema, dan Teknik-Teknik Ketika Melukis

Written by Rifda Arum

Teknik Plakat Adalah – Jika mendengar istilah “plakat”, kira-kira apa yang Grameds pikirkan? Apakah berkenaan dengan sebuah tulisan yang dipasang pada sebuah rambu atau plang? Nah, istilah “plakat” pada teknik ini sama sekali tidak berhubungan dengan hal tersebut, melainkan pada teknik tertentu dalam pembuatan sebuah karya seni lukis. Dari banyaknya teknik dalam pembuatan sebuah karya seni lukis, teknik plakat ini termasuk populer untuk digunakan oleh para pelukis dalam proses penciptaan karya seninya. Hal tersebut karena teknik ini memiliki kelebihan dibandingkan teknik melukis lainnya.

Meskipun namanya terdengar asing, tetapi jika Grameds mengetahui bagaimana contoh dari penerapan teknik plakat ini pada sebuah karya seni lukis, pasti akan merasa terpesona. Sebab hasil lukisan yang menggunakan teknik plakat ini nampak indah dan berwarna-warni cerah. Lalu sebenarnya, apa sih teknik plakat itu? Apa kelebihan dan kekurangan dari penggunaan teknik plakat ini dalam sebuah karya seni lukis? Apa saja pula teknik-teknik yang dapat digunakan oleh para pelukis dalam penciptaan karyanya? Nah, supaya Grameds memahami akan hal tersebut, yuk simak ulasan berikut ini!

https://www.pexels.com/

Pengertian Teknik Plakat

Pada dasarnya, teknik plakat ini adalah salah satu teknik yang digunakan dalam proses penciptaan karya seni lukis dengan menyapukan dan memadukan warna secara tebal yang bahkan dapat menutup latar belakang objeknya. Teknik plakat ini tentu saja bertolak balik dengan teknik aquarel. Berhubung polesan warnanya sengaja dibuat secara tebal sehingga akan menimbulkan kesan yang colorfull. Biasanya, penerapan teknik plakat ini akan menggunakan beragam jenis cat, mulai dari cat air, cat minyak, hingga cat akrilik.

Penggunaan cat akrilik dinilai lebih efektif dalam teknik plakat ini, sebab memiliki warna cerah dan kemampuan daya menutup yang baik. Tidak hanya itu saja, cat akrilik juga memiliki tekstur yang mudah untuk dibentuk sehingga dapat disesuaikan dengan sketsa yang terdapat pada media lukis, baik itu kanvas maupun kertas. Nah, ketika menggunakan teknik ini, dilakukan dengan goresan yang tebal supaya menghasilkan warna pekat sekaligus padat.

Grameds pasti sudah tahu jika setiap teknik dalam proses penciptaan sebuah karya seni lukis itu memiliki karakteristik masing-masing, tak terkecuali dengan teknik plakat ini. Nah, berikut adalah ciri-ciri teknik plakat yang dapat Grameds kenali secara mudah dalam sebuah lukisan.

  • Memiliki sapuan warna cat yang tebal.
  • Tingkat pencampuran cairan catnya tebal dan pekat.
  • Lukisan atau gambar biasanya dibuat sengaja memenuhi media lukis baik itu kanvas maupun kertas.

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Teknik Plakat

Meskipun hasil akhir dari lukisan yang menggunakan teknik plakat ini akan terlihat nampak colorfull, tetapi ternyata teknik ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Hal ini berlaku kok pada semua teknik melukis. Nah, berikut adalah uraiannya!

Kelebihan Penggunaan Teknik Plakat

  • Pelukis dapat lebih leluasa untuk “bermain” menggunakan banyak warna.
  • Kombinasi dari jenis warna cat akan menghasilkan gambar yang berkualitas unik.
  • Hasil akhir akan lebih colorfull dan menarik.
  • Berpotensi memiliki nilai jual yang tinggi.

Kekurangan Penggunaan Teknik Plakat

  • Pelukis harus menyiapkan beragam cat dan kuas yang benar-benar cocok untuk dipadukan nantinya.
  • Perpaduan warna yang beragam dengan intensitas tebal membuat hasil akhirnya terlihat terlalu ramai.
  • Bagi pemula, teknik ini termasuk sulit untuk dicoba apalagi pada percobaan pertama.

Cara Melukis Menggunakan Teknik Plakat

Apakah Grameds tertarik untuk mempelajari dan mencoba teknik plakat ini untuk menciptakan sebuah karya seni lukis? Jika iya, yuk simak cara melukis dengan menggunakan teknik plakat ini!

1. Siapkan Alat dan Bahan Untuk Melukis

Langkah pertama untuk melukis adalah dengan memastikan apakah alat dan bahan sudah disiapkan. Sebisa mungkin, tempatkan semua alat dan bahan tersebut berada di dekat dengan kita ya… Berikut ini beberapa alat dan bahan yang dapat digunakan ketika hendak melukis menggunakan teknik plakat.

  • Cat air, opsi lain adalah menggunakan cat akrilik.
  • Kanvas atau kertas tebal yang khusus untuk melukis.
  • Kuas cat sesuai kebutuhan.
  • Air bersih secukupnya.
  • Palet untuk tempat cat air.
  • Kain lap.

2. Buat Tema atau Konsep Lukisan

Sama halnya membuat karya seni lainnya, seni lukis juga membutuhkan konsep awal terlebih dahulu. Meskipun banyak juga orang yang dapat membuat lukisan secara spontan, tetapi jika bagi pemula lebih baik mematangkan konsep atau tema terlebih dahulu.

3. Buat Sketsa Objek yang Hendak Dilukis

Jika sudah mematangkan konsep lukisan, maka langkah selanjutnya adalah membuat sketsa. Supaya sketsa mudah untuk dilihat, buat saja menggunakan pensil secara tipis-tipis di kanvas. Nah, melalui sketsa ini nantinya proses pewarnaan yang menggunakan kuas hanya tinggal mengikuti pola pada sketsa tersebut.

4. Proses Pewarnaan

Sebelum memulai tahap ini, atur terlebih dahulu tingkat kekentalan cat akriliknya. Kemudian, bubuhkan kuas ke cat akrilik tersebut dan segera oleskan ke kanvas dengan arah kiri-kanan maupun atas-bawah.

Perlu diketahui bahwa akan lebih baik jika menggunakan tiga warna dasar pada cat akriliknya, misalnya merah, biru, dan kuning. Usahakan jangan menyapukan kuas dengan arah menyilang atau ke satu arah secara berulang-berulang, sebab nantinya dapat membuat media lukis baik itu kanvas maupun kertas menjadi rusak. Selain itu, intensitas warnanya juga menjadi kurang rapi.

6. Proses Pengeringan

Jika media lukis sudah selesai dilukis dengan cat akrilik, maka langkah selanjutnya adalah mengeringkannya. Proses ini nantinya akan membuat lukisan tetap terjaga dari risiko tercecernya tinta cat atau terkena benda asing. Sebisa mungkin, jangan menggulung media lukis setelah proses lukis selesai.

Supaya hasil lukisan dapat kering secara lebih cepat, maka cukup diangin-anginkan saja. Hindari menggunakan hairdryer karena justru akan merusak cat akrilik yang menempel.

Tema Dalam Seni Lukis

Sama halnya dengan karya seni lainnya, dalam seni lukis juga memiliki tema tertentu yang bergantung pada sudut pandang masing-masing pelukis. Tema dalam seni lukis ini juga berkaitan dengan gagasan, ide, maupun pokok pikiran yang nantinya akan membentuk karya lukis tersebut menjadi karya dua dimensi. Dalam hal memahami tema yang terdapat pada sebuah seni lukis juga nantinya akan berkenaan pada pemahaman akan tujuan penciptaan karya seni lukis tersebut. Nah, berikut ini adalah tema-tema yang biasanya diabadikan dalam pembuatan karya seni lukis.

1. Hubungan Antara Manusia dengan Dirinya Sendiri

Seni lukis juga dapat dijadikan sebagai media untuk menuangkan gagasan atau ide dari seseorang. Untuk mengungkapkan gagasan tersebut akan disertai oleh cita rasa keindahan yang kemudian diwujudkan melalui media ekspresi. Tokoh seni lukis yang menggunakan tema ini dalam karya seninya adalah Raden Saleh, Vincent van Gogh, dan Affandi.

2. Hubungan Antara Manusia dengan Manusia Lain

Seorang pelukis tidak jarang akan mengekspresikan cita rasa keindahan menggunakan objek berupa orang-orang yang ada di sekitarnya. Misalnya istri, anak-anak, orang tua, teman-temannya, kekasih, sahabat, dan orang-orang yang berada di dalam pikirannya.

3. Hubungan Antara Manusia dengan Alam Sekitarnya

Alam sekitar kita ini tentu saja menjadi hal menarik terutama bagi para pelukis, sehingga kebanyakan dari mereka akan mengungkapkan cita rasa keindahan dengan menggunakan objek alam untuk dituangkan dalam karya seni lukisnya. Contohnya adalah pemandangan alam berupa gunung, laut, sungai, suasana perkampungan, suasana perkotaan, hingga binatang. Tokoh seni lukis yang kerap menggunakan keadaan alam sebagai objek lukisannya adalah Basuki Abdullah, Henk Ngantung, S. Sudjojono, dan masih banyak lagi lainnya.

4. Hubungan Antara Manusia dengan Benda

Tidak hanya alam sekitar saja yang mampu menarik perhatian para pelukis, tetapi juga dengan benda-benda mati yang mana memiliki keunikan tersendiri. Maka dari itu, tak jarang para pelukis akan menjadikan benda-benda di sekitarnya sebagai objek lukisannya. Keunikan dari benda-benda tersebut adalah bentuknya yang beragam, ada yang berupa silindris, kubistis, hingga berbentuk bebas. Umumnya, benda-benda yang dijadikan sebagai objek lukisan adalah sepatu, guci, buah-buahan, meja dan kursi, bunga, cangkir, dan masih banyak lagi lainnya.

5. Hubungan Antara Manusia dengan Aktivitasnya

Aktivitas manusia sehari-hari juga tak luput dari perhatian para pelukis untuk dijadikannya sebagai objek dalam karya seni lukisnya. Yap, dengan mengambil sudut pandang berupa aktivitas manusia sehari-hari disertai pula dengan komposisi, proporsi, dan pemilihan gelap-terang yang baik maka hasil akhirnya akan menarik. Aktivitas manusia yang biasanya dijadikan sebagai objek lukisan ini ada beragam, mulai dari kegiatan membajak sawah, berburu hewan di hutan, menggembala ternak, kegiatan jual beli di pasar, dan masih banyak lainnya. Tokoh seni lukis yang kerap menggunakan aktivitas sehari-hari manusia sebagai objek lukisannya antara lain Barli Sasmita Winata dan Dullah.

6. Hubungan Antara Manusia dengan Alam Khayalnya

Berhubung manusia itu pada dasarnya telah diberikan kemampuan kreatif, sehingga kemunculan ide, imajinasi, maupun khayalan dapat sering kali melintas dalam pikiran mereka. Khayalan tersebut dapat melintas dalam pikiran baik secara sadar maupun tidak sadar (terutama ketika tidur). Khayalan yang muncul di benak pelukis itulah kemudian dituangkan dalam karya seni lukisnya yang kemudian berkembang menjadi aliran surealisme. Tokoh seni lukis yang kerap menggunakan aliran surealisme ini antara lain Ivan Sagita, Salvador Dali, dan Lucia Hartini.

Teknik-Teknik Dalam Seni Lukis

https://www.pexels.com/

Terdapat banyak sekali teknik-teknik khusus yang kerap diterapkan dalam proses penciptaan sebuah karya seni lukis. Sebut saja ada teknik plakat, teknik aquarel, hingga teknik pointilis. Lantas, apakah teknik melukis hanya itu saja? Tentu saja tidak. Nah, berikut adalah beberapa teknik-teknik melukis yang kerap digunakan untuk menghasilkan sebuah lukisan apik.

1. Teknik Plakat

Seperti yang telah diulas sebelumnya, teknik plakat ini adalah teknik melukis dengan menggunakan cat poster, cat minyak, maupun cat akrilik dengan sapuan warna yang tebal. Hasil akhir dari penggunaan teknik ini akan menjadikan media lukis (baik kanvas maupun kertas) memiliki warna yang padat dan menutup.

2. Teknik Aquarel

Teknik aquarel dikenal juga sebagai teknik yang menggunakan banyak air. Dalam teknik ini biasanya menggunakan cat air dengan sapuan warna yang tipis sehingga hasil akhirnya akan terlihat memiliki warna yang transparan.

3. Teknik Semprot atau Spray

Teknik semprot atau spray ini adalah teknik melukis yang menggunakan bahan dasar cair dengan alat berupa sprayer atau pilox. Biasanya, teknik ini digunakan untuk membuat reklame visual.

4. Teknik Pointilis

Teknik pointilis ini adalah teknik melukis dengan membuat gelap terang sebuah objek berupa unsur-unsur titik.

5. Teknik Tempera

Teknik tempera adalah teknik melukis pada sebuah dinding bangunan. Ketika dinding tersebut masih basah, cat akan mulai disapukan sehingga hasil akhirnya akan terlihat menyatu pada arsitekturnya. Penggunaan teknik ini biasanya untuk membuat sebuah gambar mural.

Teknik ini ternyata sudah dikenal sejak zaman Renaissance. Pada kala itu, hanya menggunakan cat yang diaduk dengan perekat dari putih telur atau sagu. Lukisan yang menggunakan teknik tempera ini biasanya digunakan sebagai penolak bala.

6. Teknik Kolase

Teknik kolase sama saja dengan teknik tempel. Bahan yang digunakan untuk ditempelkan pada polanya juga beragam, bahkan biji-bijian atau potongan kertas berukuran kecil juga dapat dipakai. Biasanya, teknik ini digunakan untuk mengasah gerak motorik halus anak-anak.

7. Teknik Mozaik

Teknik mozaik ini biasanya diterapkan pada bagian dinding, lantai, maupun langit-langit sebuah bangunan. Caranya adalah dengan menempelkan batu-batuan kecil atau kaca berwarna pada sebuah pola. Bahan-bahan yang digunakan dalam teknik ini berupa pecahan keramik, porselen, potongan kertas, dan batu-batuan berwarna. Lukisan dari teknik ini populer di negara Mesir, India, dan Tiongkok.

8. Teknik Hisap

Teknik hisap ini adalah teknik yang dilakukan dengan cara menempelkan tisu atau kain di atas permukaan cat yang masih basah. Hasilnya nanti akan menimbulkan efek drapery dari hasil hisapan tisu atau kain tersebut.

9. Teknik Kerok

Teknik kerok adalah teknik yang digunakan dengan cara mengerokkan benda lancip di atas cat basah dan setengah kering. Cat basah tersebut sebelumnya telah diberi warna terlebih dahulu.

10. Teknik Paket

Teknik palet adalah teknik yang dilakukan untuk memberikan tekstur di bidang yang datar, sehingga nanti hasil akhirnya dapat memberi efek bayangan terutama jika terkena cahaya.

11. Teknik Stencil

Teknik stencil adalah teknik cetak yang dilakukan dengan menggunakan media semprot di atas pola yang sudah ditentukan sebelumnya.

12. Teknik Campuran

Teknik campuran ini adalah teknik melukis yang memadukan antara teknik basah dan teknik kering. Biasanya, akan diawali dengan teknik kering terlebih dahulu, kemudian baru dilanjutkan menggunakan teknik basah terutama untuk blok warna.

Nah, itulah ulasan mengenai apa itu teknik plakat dan beberapa jenis teknik yang dapat digunakan dalam proses penciptaan sebuah karya seni lukis. Apakah Grameds tertarik untuk menciptakan sebuah karya seni lukis menggunakan teknik plakat ini?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Baca Juga!



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien