Kesenian

Aliran Futurisme: Pengertian, Ciri, dan Konsep Seninya

Aliran Futurisme
Written by Ananda

Aliran Futurisme – Seni rupa adalah salah satu cabang dari seni yang banyak diminati. Eksistensi dari seni rupa tersebut, masih tetap terjaga meskipun di era digital saat ini. Eksistensi seni rupa tersebut, terlihat dari banyaknya seniman muda yang mulai lahir dan masih berkecimpung di dunia seni rupa.

Seni rupa adalah hasil dari pengaplikasian dari kreativitas seorang individu melalui bidang dua dimensi, contohnya seperti kanvas, kertas, papan maupun media-media lainnya. Ketika akan terjun dan ingin berkarya pada seni rupa atau seni lukis, Grameds perlu mengetahui aliran-aliran yang ada pada seni rupa, salah satunya adalah futurisme. Lebih lanjut, simak artikel ini hingga akhir ya!

Pengertian Aliran Futurisme

Aliran Futurisme

“Aurora Volando” karya Gerardo Dottori (sumber: mutualart.com)

Futurisme merupakan salah satu saliran dari seni rupa yang ingin dan berusaha untuk melupakan masa lalu serta berusaha untuk melihat masa depan atau future dengan sudut pandang yang dinamis serta universal.

Aliran ini juga tidak hanya mengkotak-kotakan salah satu konsep maupun tema pada satu sisi saja, seperti halnya aliran seni klasik. Futurisme menjadi salah satu gerakan seni sekaligus sosial yang berkembang di abad ke 20.

Aliran futurisme bertujuan untuk menangkap bentuk keindahan dari kecepatan serta energi dari teknologi yang hadir pada masyarakat modern serta dinamis. Oleh karena itu, aliran futurisme lebih menekankan pada keindahan visual, gerak, garis dan warna.

Para seniman futurisme juga sangat peduli dan memperhatikan ilmu pengetahuan, teknologi dan modernitas. Seniman futurisme juga menolak masa lalu serta menindas bangsawan yang dianggap menghalangi kemajuan dari industri serta teknologi.

Futuris, sebutan untuk seniman dengan aliran futurisme memiliki tujuan untuk menangkap sisi dinamis dari masyarakat modern yang cepat serta penuh energi dalam suatu karya seni.

Sebagai aliran seni yang menggambarkan kemajuan teknologi dan industri, aliran futurisme ini memiliki manifesto pada aliran yang memiliki nuansa pemikiran yang sama dengan salah satu dari konsep dasar fisika kuantum.

Fisika kuantum pada aliran futurisme ini hadir, terutama pada bagian super position yang artinya posisi tengah yang ada di antara dua keadaan utama yang dapat terbuka serta tertutup.

Istilah futurisme, berasal dari bahasa Perancis atau bahasa Inggris yaitu futur atau future yang artinya adalah masa depan. Futurisme merupakan suatu ilmu yang mempelajari mengenai masa depan, sesuai dengan definisinya.

Aliran futurisme merupakan aliran yang avant garde atau sebelum masanya, yaitu tepatnya pada tahun 1909 serta hadir paling kuat di Italia. Aliran ini didirikan oleh seorang seniman, bernama Filippo Marinetti pada tahun 1908.

Mulanya, aliran futurisme ini diinspirasi dari kehidupan manusia yang terus mengalami perubahan karena hadirnya penemuan mesin yang mampu menghasilkan unsur gerak serta kecepatan yang sangat berpengaruh pada kehidupan manusia di awal abad ke 20.

Tipografi dalam aliran futurisme berkembang menjadi media ekspresi pada desain dan bukan hanya mengenai makna saja, akan tetapi juga bentuk. Divisualisasikan seperti puisi yang menggunakan bentuk tipografi sebagai bentuk ungkapan perasaan yang mendukung suatu karya puisi.

Aliran Futurisme

Sejarah Aliran Futurisme

Aliran futurisme pertama kali dikenalkan pada khalayak pada 20 Februari tahun 1909. Aliran ini pertama kali dikenalkan ketika sebuah surat kabar ternama yaitu Paris Le Figaro menerbitkan sebuah manifesto dari seorang penyair sekaligus editor asal Italia bernama Filippo Tommaso Marinetti.

Dalam manifesto yang diterbitkan oleh surat kabar Paris Le Figaro, Tommaso Marinetti menuliskan bahwasanya futurisme hadir sebagai cerminan dari tujuannya untuk membuang seni pada masa lalu sekaligus merayakan perubahan, inovasi serta orisinalitas pada budaya serta masyarakat.

Manifesto tersebut dibuat usai Tommaso Marinetti berusaha untuk mencoba berbalik guna menghindari para pengendara sepeda serta menabrakan mobil miliknya ke selokan. Pengalaman sederhana Tommaso Marinetti kemudian memberikan inspirasi pada Marinetti untuk menulis sebuah manifesto.

Bagi Marinetti, kemajuan serta modern bagaikan sebuah mobil yang mampu mengalahkan sepeda, seperti seni-seni di masa lalu. Berangkat dari pemikiran itulah, beberapa seniman muda di Italia kemudian mulai berabung dengan gerakan yang dibuat oleh Marinetti melalui manifesto yang ia terbitkan. Beberapa seniman muda yang ikut bergabung dengan Marinetti saat itu adalah Umberto Bocciono, Luigi Russolo, Carlo Carra yang bergabung pada tahun 1910, kemudian setelah tiga seniman muda tersebut Gino Severini dan Giacomo Balla pun ikut bergabung dengan Marinetti.

Usai perang dunia pertama dimulai, banyak seniman futurisme mulai mendukung fasisme dan beberapa dari futuris mulai mengikuti aliran kubisme di Paris yang membuat aliran futurisme mulai meredup. Akan tetapi, usai perang dunia berakhir, Marinetti pun berhasil menghidupkan kembali aliran futurisme ini.

Kebangkitan dari gerakan futurisme usai perang dunia pertama berakhir, aliran futurisme kemudian disebut sebagai il secondo Futurisme yang artinya adalah Futurisme yang kedua oleh para penulis di tahun 1960-an.

Para sejarawan termasuk Giovanni Lista kemudian mengklasifikasikan sejarah futurisme menjadi beberapa dekade. Dekade pertama serta dekade awal disebut sebagai dinamisme plastik. Sedangkan dekade kedua dari futurisme disebut sebagai seni mekanik yang dimulai pada tahun 1920 an. Kemudian pada penyebutan aero estetika untuk futurisme pada tahun 1930 an.

Konsep Aliran Futurisme

Konsep dari seni aliran futurisme didasarkan pada pemikiran, bahwa energi alam harus ditampilkan pada karya seni sebagai bagian dari sensasi yang dinamis serta dapat menimbulkan kesatuan realitas. Salah satu cara dalam menampilkan sensasi tersebut, ialah dengan menampilkannya melalui penggunaan cahaya serta gerak.

Selain dengan cara menggunakan cahaya dan gerak, cara lainnya ialah dengan melakukan perubahan pada keterbatasan menjadi sesuatu hal yang dinamis. Dengan cara menerapkan bentuk-bentuk kubis yang terinspirasi dari kubisme serta menyusun teks maupuan kata melalui ilmu tipografi.

Ilmu tipografi dalam hal ini akan menyusun keelokan pada teksnya sendiri, dan bukan hanya menghiasi dengan bentuk-bentuk dekoratif saja. Tema utama pada manifesto aliran futurisme, ialah dinamisme serta universal. Tema tersebut, berusaha mencari sensasi-sensasi optik, gerak hingga sensasi dari kehebatan eksistensi messi, industri maupun pencapaian manusia pada teknologi di jaman itu.

Seluruh teman manifesto futurisme tersebut, merupakan bagian yang selama ini telah lalai diperhatikan oleh para seniman klasik. Contohnya, adalah dalam menggambarkan seorang perempuan yang berada di jendela.

Ketika menggambarkan perempuan tersebut, maka seorang seniman seharusnya memasukan unsur-unsur lain yang berada di sekitar perempuan tersebut. Unsur lain yang dimaksud dapat berupa suara bising dari kendaraan yang melintas, bagaimana ramainya kehidupan yang terlihat melalui jendela, bahkan hingga asosiasi yang dihasilkan pada pemikiran dari perempuan yang duduk di jendela tersebut.

Oleh karena itu, seni dengan aliran futurisme pun berusaha untuk menyampaikan unsur lain guna menggambarkan dinamisme serta universal dalam suatu karya seni.

Ciri-Ciri Aliran Futurisme

Aliran futurisme, merupakan aliran seni modern yang memiliki beberapa ciri-ciri serta kekhasan yang membedakan aliran futurisme dengan aliran seni lainnya. Berikut adalah ciri-ciri dari aliran futurisme.

  • Karya seninya meninggalkan tradisi dari seni klasik.
  • Menggunakan berbagai macam gaya serta teknik yang baru dan mengikuti arus dari perkembangan zaman.
  • Melawan sisa-sisa kehancuran batin, penyebab dari perang dunia pertama.
  • Menerapkan dinamisme universal yang artinya karya seni futurisme tidak hanya melihat pada suatu konsep dari satu sisi saja, akan tetapi juga melihat dari seluruh aspek termasuk hal-hal yang sering kali diabaikan oleh seniman.
  • Mengandung beragam elemen dalam keseharian modern yang baru. Contohnya seperti industri, mobil hingga berbagai macam teknologi mekanik lainnya yang tengah berkembang pesat pada tahun 1900 an.
  • Karya seni dengan aliran futurisme memiliki gambar yang dinamis.
  • Karya-karyanya memiliki kesan yang cepat serta energik.
  • Unsur ekspresi pada desain aliran futurisme, menggunakan tipografi.
  • Karya seni dengan aliran futurisme, mampu memanfaatkan prinsip yang tampak serta multiple viewpoints atau memiliki banyak perspektif.

Aliran Futurisme

Ketika melihat contoh dari seni rupa modern dengan menggunakan aliran futurisme, maka penikmat seni pun akan berusaha untuk memberikan apresiasinya pada karya seniman tersebut. Akan tetapi, dalam apresiasi seni rupa, penikmat seni harus melakukan aktivitas yang aktif. Seperti melihat, menghayati, mengamati dan memahami.

Tujuannya adalah untuk dapat mengetahui tujuan, maksud maupun unsur-unsur yang berusaha ditampilkan oleh seniman dalam karyanya. Untuk melakukan apresiasi seni rupa yang baik, Grameds bisa mengetahui lebih dalam dengan membaca buku “Apresiasi Seni Rupa”. Buku ini dapat Grameds beli hanya di Gramedia.com ya!

Tokoh-Tokoh Aliran Futurisme

Futurisme adalah gerakan seni serta budaya secara umum yang berkembang dan memiliki banyak pengikut usai Marinetti mengirimkan manifestonya. Berikut dalah beberapa tokoh dari aliran futurisme yang paling berpengaruh.

1. Fortunato Depero

Depereo adalah seorang seniman sekaligus pujangga yang fokus pada aliran futurisme. Selain sebagai seniman seni rupa yaitu melukis, Depereo juga dikenal dengan karya sastranya serta dikenal pula sebagai seorang desainer grafis terkemuka.

Sebagai seorang seniman, Depereo menjadi pengelola bagi periklanan untuk banyak perusahaan di New York. ia juga menjadi salah satu ilustrator legendaris yang pernah membuat cover majalah ternama yaitu Vogue dan The New Yorker dalam berbagai publikasi. Hingga saat ini, majalah The New Yorker bahkan masih menggunakan gaya-gaya ilustrasi seni yang sejenis dengan gaya Depereo.

2. Lucio Venna

Venna lahir di Venice, kemudian pada tahun 1912 ia memutuskan untuk pindah ke Florence. Ketika pindah dari Venice, Venna kemudian bekerja dengan seorang illustrator bernama Emilio Notte dan kemudian bertemu dengan pencetus atau penggagas dari aliran futurisme, yaitu Filippo Marinetti di Florence.

Usai bertemu dengan Marinetti, Venna kemudian mengikuti aliran futurisme. Karya-karya yang diciptakan oleh Lucio Venna meliputi cover-cover seperti Grand Sport pada tahun 1930 hingga 1932, kemudian karyanya dalam periklanan untuk Debenham dan Freebody, sempat berkolaborasi pula sebagai seorang direktur artistik di Scena Illustrata dan London.

Pada tahun 1917, Lucio Venna bersama Emilio Notte kemudian menulis sebuah buku berjudul The Basic Linear Geometrics. Lalu pada tahun 1922, Lucio Venna lebih banyak berkarya dengan seni lukis. Beberapa dari karya Lucio Venna cukup terkenal, seperti Alberi, Luna Park dan tentunya poster-poster gambar yang ia buat.

3. Nocolay Diuldherof

Nocolay Diuldheroff adalah seorang tipografer, ia lahir di Bulgaria dan sempat menempuh studi di Vienna School or Arts and Craft pada tahun 1920 hingga 1921, lalu melanjutkan masa studi di The New School of Art di Dresdenn pada tahun 1922 dan sempat mengambil masa studi yang singkat selama beberapa bulan di Johannes Itten di Jerman, Bauhaus.

Memiliki latar belakang pendidikan dalam seni yang luar biasa, Diuldheroff menjadi sosok desainer ternama dan merancang berbagai macam produk mulai dari keramik, lampu hingga kaca. Seperti seniman aliran futurisme lainnya, Diuldheroff juga bekerja pada firma periklanan untuk Campari, Cinzano serta Unica.

Nocolay Diuldheroff turut memiliki andil dalam satu satu event terbesar untuk aliran futurisme, event tersebut adalah Turin International Exhibition yang digelar pada tahun 19129. Kemudian, pada tahun yang sama pula, penguasaan aliran seni futurisme yang dimiliki oleh Nocolay Diuldherof akhirnya dipamerkan pada Turin untuk jangka waktu yang cukup lama.

4. Filippo Tommaso Marinetti

Marinetti adalah pencetus dari aliran futurisme yang pertama kali memperkenalkan dan menyebarkan gagasannya mengenai seni dari sebuah peristiwa kecil ketika ia berkendara.

Selain sebagai pencetus aliran futurisme, Marinetti adalah seorang penyair yang lahir di Mesir pada tahun 1876. Ketika mencetuskan aliran futurisme ini, ada satu pernyataannya yang cukup terkenal pada manifesto yang ia terbitkan di surat kabar.

“Menyerang masa lalu serta menjunjung tinggi kehidupan di masa kini yang telah diubah dengan nyata oleh ilmu pengetahuan serta teknologi modern.” Dengan pernyataan tersebut, Marinetti berhasil menggandeng sejumlah seniman yang turut menggunakan aliran futurisme yang dicetuskan pada masa tersebut.

5. Carlo Carra

Tokoh berpengaruh lainnya dalam kelahiran dan penyebaran aliran futurisme adalah Carlo Carra. Carra adalah salah satu seniman yang langsung bergabung dengan aliran futurisme, usai Marinetti menyebarkan futurisme melalui manifesto pada surat kabar.

Meskipun turut andil dan memiliki peran besar dalam penyebaran aliran futurisme, sebelumnya Carlo Carra sempat menjadi pendukung dari tradisi seni di Italia dan pernah melukis pada Giotto.

Selaian pernah melukis pada Giotto, Carlo Carra juga sempat menyaksikan karya dari post-impressionist seperti Turner, Cezanne, Gauguin serta Constable. Meskipun sempat mendukung aliran seni tradisional, Carra akhirnya menjadi seniman yang ikut dalam aliran futurisme sejak awal aliran ini muncul.

6. Gino Severini

Memiliki perhatian yang cukup besar pada cahaya serta kubisme, Severini termasuk dalam salah satu seniman yang berperan dalam penyebaran aliran futurisme. Sama halnya dengan Carlo Carra, Severini pun sempat belajar langsung dari para seniman impresionis.

Gino Severini termasuk salah satu seniman yang bergabung dengan aliran futurisme pada masa-masa awal futurisme disebarkan dan dicetuskan oleh Marinetti.

Sebelum bergabung dengan aliran futurisme bersama dengan para seniman lainnya, Severini sempat mempelajari mengenai teori warna yang mengubah persepsi dari para pelukis impresionis.

Teori warna yang ia pelajari membahas mengenai kebebasan warna, sebagai salah satu unsur mandiri yang tidak hanya sekadar menjadi label belaka utuk benda-benda lain. Akan tetapi, warna juga berfungsi sebagai unsur seni.

Aliran Futurisme

Itulah penjelasan dari aliran futurisme dalam seni rupa modern yang dapat diketahui oleh Grameds. Apabila Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aliran futurisme atau seni rupa modern seperti futurisme, Grameds dapat mencari tahu dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan beragam buku berkualitas, original dengan berbagai topik. Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan miliki bukunya sekarang juga!

BACA JUGA:

  1. Mengenal Aliran Seni Lukis dan Berbagai Teknik Melukis 
  2. Aliran Fauvisme: Konsep, Ciri, Contoh Lukisan, dan Tokohnya 
  3. Aliran Surealisme Pengertian, Contoh Karya Surealisme 
  4. Aliran Impresionisme: Pengertian dan Contoh Karya Impresionisme
  5. Mengenal Aliran Romantisisme dan Contoh Karya Romatisisme 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien