Kesenian

Aliran Abstraksionisme: Contoh, Ciri Khas, Tokoh

Aliran Abstraksionisme
Written by Ananda

Aliran Abstraksionisme – Aliran seni abstraksionisme atau yang lebih dikenal dengan seni abstrak merupakan salah satu dari sekian jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan suatu objek yang ada di dunia asli.

Seni abstrak menggunakan warna serta bentuk dengan cara yang non representasional. Istilah dari seni abstrak ini telah dikenal sejak awal abad ke 20 dan aliran yang berusaha untuk melepaskan diri seniman dari sensasi serta asosiasi figuratif mengenai suatu objek. Lebih lanjut mengenai aliran seni abstraksionisme atau abstrak, simak artikel ini hingga akhir.

Pengertian Aliran Abstraksionisme

Aliran seni abstraksionisme atau seni abstrak atau seni tanwujud merupakan salah satu dari jenis kesenian kontemporer yang tidak menggambarkan suatu objek pada dunia nyata. Akan tetapi menggunakan beragam warna serta bentuk dengan suatu cara yang non representasional.

Aliran abstraksionisme juga dapat diartikan sebagai seni yang tidak mudah untuk dipahami, apabila hanya dilihat dengan sekilas saja. Hal ini dikarenakan, seni abstrak tidak berbentuk realistis serta tidak naturalis.

Seni abstraksionisme dapat diartikan pula sebagai suatu aliran yang berusaha untuk melepaskan diri dari segala bentuk sensasi maupun asosiasi figuratif dari suatu objek.

Aliran Abstraksionisme

Apa yang digambarkan pada lukisan seni abstraksionisme tidak menunjukan suatu benda atau objek tertentu, selain itu dalam lukisan seni abstraksionisme digunakan pula penggabungan warna-warna tertentu.

Sesuai dengan pengertian dari seni aliran abstraksionisme, seni abstrak tidak mengemukakan suatu hal yang sifatnya konkrit. Sehingga seni abstrak pun terkesan lebih sulit dimengerti dibandingkan dengan seni-seni yang menggunakan aliran lainnya.

Karena memiliki kesan sulit dimengerti, maka seni abstrak pun menjadi karya seni untuk kaum elit dan hanya dapat dipahami oleh kaum intelek saja. Akan tetapi, sebenarnya tidak terlalu sulit untuk memahami karya seni abstrak.

Menurut Louis Fichner dalam Understanding Art tahun 1995, seni abstrak adalah bentuk penyederhanaan atau pendistorsian dari bentuk lainnya. Sehingga hanya ada esensi saja yang hadir dalam lukisan ketika seniman berusaha untuk menggambarkan bentuk alam maupun objek lainnya yang diabstraksikan.

Abstraksi pada seni, dapat mengubah secara signifikan objek-objek tertentu, hingga hanya menjadi esensinya saja.

Pada lukisan atau karya seni abstraksionisme, unsur visual disusun dengan sedemikian rupa hingga menyampaikan pesan serta kesan tertentu. Unsur visual tersebut, memiliki karakter sekaligus makna simbolik yang ingin disampaikan oleh seniman abstrak.

Karakter maupun makna simbolik dari unsur visual, dapat menyiratkan mengenai makna tertentu yang diinginkan oleh pelukisnya.

Telah hadir sejak awal abad ke 20, secara historis seni abstrak di Indonesia terbagi menjadi dua bentuk seni abstrak yang utama, dua bentuk tersebut ialah seni figuratif abstrak serta seni ekspresionisme abstrak.

Affandi serta Popo Iskandar yang berasal dari Yogyakarta merupakan perwakilan utama dari seni rupa abstrak. Sedangkan seniman Ahmad Sadali A. D pelukis asal Bandung bersama Pirous, Fadjar Sidik, dan Umi Dachlan adalah perwakilan utama dari seni ekspresionisme abstrak di Indonesia.

Ciri Khas Seni Abstraksionisme

Aliran Abstraksionisme

“Composition 8” karya Wassily Kandinsky (sumber: guggenheim.org)

Salah satu dari ciri seni abstraksionisme ialah bentuk dari seninya tidak akan pernah dapat dikenali, bentuk dari seni abstrak tidak memiliki hubungan dengan bentuk apa pun yang pernah dilihat oleh mata.

Akan tetapi, apabila dicermati maka lukisan dari seni abstrak tersebut akan terlihat seperti sesuatu. Warna serta bentuk dan bahan-bahan tambahan lainnya ketika melukis seni abstrak merupakan subjek lukisan abstrak yang membuat seni abstrak menjadi terlihat lebih unik.

Dalam proses pembuatannya, lukisan abstrak cukup peka dalam hal komposisi warna serta lebih banyak menggunakan cat air. Seni dengan aliran abstraksionisme lebih banyak menggunakan cairan, umumnya dapat diklasifikasikan dengan seni abstrak merupakan wujud dari dari abstraksi figuratif.

Lukisan serta hal-hal yang tidak visual seperti suara, emosi maupun pengalaman spiritual pun termasuk dalam abstraksi figuratif. Abstrak figuratif sendiri merupakan abstraksi atau bentuk penyederhanaan dari realitas.

Di mana bagian yang paling kecil dihilingkan dari objek tersebut dan dapat dikenali dengan hanya menyisakan esensi dari objek itu saja maupun beberapa derajat bentuk yang dapat dikenali oleh mata.

Agar lebih jelas, berikut adalah ciri-ciri dari seni abstrak.

1. Bentuk seni yang tidak dapat dikenali

Bentuk dari lukisan dengan aliran seni abstrak umumnya susah untuk dikenali, hal ini sesuai dengan pengertian dari aliran seni abstraksionisme yaitu tidak memiliki bentuk serta tidak memiliki wujud. Sehingga, apabila hanya melihat dengan sekilas saja maka akan sulit bagi seseorang untuk mengidentifikasi bentuk dari lukisan abstrak tersebut.

2. Memiliki komposisi warna yang pekat

Lukisan dengan aliran seni abstrak lebih peka pada komposisi warna. Umumnya, lukisan abstraksionisme menggunakan cat dengan warna yang lebih menonjol sebagai media lukisnya.

3. Memiliki sisi lain dari sebuah lukisan

Ciri ketiga dari lukisan seni abstrak ialah mampu menghadirkan hal yang tidak bersifat visual. Contohnya adalah seperti emosi, pengalaman spiritual serta suara dan seluruh sisi lain dari seni abstrak bersifat tidak konkrit.

Sejarah Aliran Abstraksionisme

Secara historis, aliran seni abstraksionisme berkaitan erat dengan gambar atau seni rupa. Peninggalan dari pra sejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, manusia telah mulai membuat gambar-gambar di dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dalam kehidupan manusia.

Kemudian manusia pun mengenal seni lukis. Hal ini dikarenakan kerana lukisan abstrak atau gambar abstrak dinilai mudah untuk dibuat. Sebauh lukisan atau gambar, dapat dibuat dengan hanya menggunakan materi-materi yang sederhana, contohnya seperti kapur, arang atau bahan-bahan lainnya.

Salah satu dari teknik terkenal pada gambar prasejarah ialah apa yang dilakukan oleh manusia purba di gua yaitu dengan menempelkan tangan pada dinding gua, lalu menyemburkannya dengan mengunyah daun-daunan ataupun batu mineral yang memiliki warna.

Pada awalnya, perkembangan dari seni lukis atau aliran seni abstrak memiliki kaitan yang erat dengan perkembangan dari peradaban manusia. Baik itu sistem bahasa, cara bertahan hidup, hingga kepercayaan merupakan beberapa aspek yang berpengaruh dalam perkembangan seni lukis termasuk dalam aliran abstraksionisme.

Pengaruh tersebut, juga terlihat jelas dalam jenis objek, narasi hingga pencitraan di dalamnya. Pada masa tersebut, seni lukis memiliki fungsi khusus yaitu sebagai media untuk mencatat hal-hal yang dirasa penting.

Selain itu, banyak manusia purba mengisi waktu luang dengan melukis dan menggambar. Gambar juga menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi yang kemudian merangsang pembentukan pada sistem tulisan. Sebab, huruf bermula dari simbol gambar yang kemudian disederhanakan serta dibakukan.

Kemudian dari masa ke masa, beberapa orang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk melukis, menikmati lukisan-lukisan hingga akhirnya manusia mulai mahir dalam menggambar dan menemukan bahwa bentuk serta susunan rupa tertentu apabila diatur akan tampak lebih menarik.

Di sisi lain, manusia juga mulai menemukan cita rasa keindahan pada lukisan dan gambar yang telah mereka buat. Kemudian aliran seni pun terus berkembang dari yang mulanya berwujud gambar-gambar abstrak yang dilukis oleh manusia purba, memunculkan aliran-aliran seni kontemporer dan modern lainnya yang memiliki kekhasan masing-masing.

Aliran Abstraksionisme

Aliran dalam Abstraksionisme

Aliran seni abstraksionisme merupakan aliran yang berusaha untuk melepaskan diri dari beragam sensasi serta asosiasis figuratif yang hadir pada suatu objek. Dalam aliran abstraksionisme, terdapat dua jenis abstraksionisme yang berbeda yaitu abstrak kubistis serta abstrak non figuratif. Berikut penjelasannya.

  • Abstrak kubistis, ialah abstrak yang berbentuk geometrik murni, contohnya adalah lukisan abstrak dengan bentuk lingkaran, kubus maupun segi tiga.
  • Abstrak non figuratif merupakan aliran seni abstrak yang murni sebagai wujud dari ungkapan perasaan seniman, di mana garis-garis dalam seni abstrak tersebut mewakili garis, warna-warna yang hadir dalam lukisan tersebut mewakili warna dan lain sebagainya. Bentuk alami dari suatu objek lukisan, ditinggalkan sama sekali oleh senimannya untuk membentuk gambar baru dengan ciri khas yang unik dan murni.

Selain dua jenis pada aliran abstraksionisme tersebut, ada beberapa pula aliran-aliran pada seni abstrak. Berikut penjelasannya.

1. Aliran neo klasik

Pada tahun 1789, revolusi di Perancis terjadi yang menyebabkan titik akhir dari kekuasaan feodalisme hingga pengaruh revolusi di Perancis tersebut terasa di bagian belahan dunia lainnya.

Revolusi Perancis tersebut tidak hanya menyebabkan terjadinya perubahan pada tatanan sosial dan politik saja, akan tetapi juga menyangkut pada bidang seni. Para seniman pada tahun 1789 mulai bebas untuk mengekspresikan karya seninya, para seniman mulai berkarya tidak hanya berdasarkan pada pesanan saja, akan tetapi juga melukis dan mencipta karya karena mereka ingin.

Dengan begitu, dimulaikan riwayat dari seni lukis modern pada sejarah yang ditandai oleh individualisasi serta isolasi diri. Pada tahun 1784, Jacques Louis David menjadi pelukis pertama dalam aliran seni modern dengan melukiskan Sumpah Horatii.

J.L David kemudian menjadi bapak serta pelopor dari aliran seni neo klasik. Aliran abstrak neo klasik, memiliki ciri-ciri berupa terikat pada norma intelektual serta akademis, memiliki bentuk yang harmonis dan seimbang, memiliki batasan warna yang bersih serta statis, memiliki raut lukisan tenang dan berkesan agung, karya seninya bercerita mengenai lingkungan istana dan cenderung dilebih-lebihkan.

2. Aliran romantik

Usai muncul aliran neo klasik, aliran romantik hadir sebagai bentuk pemberontakan pada aliran neo klasik. Seni dengan aliran romantik pertama kali digagas oleh Jean Jacques Rousseau yang mengajak para seniman untuk kembali pada alam.

Seni dengan aliran romantik cenderung lebih sering menampilkan hal-hal yang berurusan dengan perasaan seorang individu, kerinduan ataupun hal-hal eksotik. Aliran romantik memiliki ciri-ciri berupa, a) mengandung cerita yang cenderung emosional, b) lukisannya penuh gerak serta dinamis, c) menggunakan warna yang sifatnya lebih meriah serta kontras, d) mampu mengatur komposisi yang dinamis, e) wujud seni aliran romantik menyentuh perasaan serta mengandung kegetiran, f) seni aliran romantik, dahsyat serta lebih dari kenyataannya.

3. Aliran realisme

Realisme adalah aliran seni yang memandang dunia tanpa adanya ilusi dengan menggunakan penghayatan untuk menemukan dunia. Salah satu tokoh dari aliran realisme ialah Courbet yaitu seniman yang berasal dari Perancis.

Dalam seni aliran realisme, seniman hanya akan melukiskan suatu objek yang telah ia lihat dengan mata kepalanya sendiri. Seniman dengan aliran realisme akan melukiskan apa saja yang telah ia jumpai dengan tanpa adanya distorsi serta ideologi maupun pengolahan-pengolahan lainnya.

Gustave Courbet sebagai salah satu tokoh aliran realisme, memandang bahwa lukisan pada dasarnya merupakan seni yang bersifat konkrit. Oleh karena itu, ia sebagai seniman selalu menampilkan apa yang terlihat nyata dalam hidup.

4. Aliran naturalisme

Naturalisme merupakan aliran seni yang memuja sekaligus mencintai alam. Seniman dengan aliran naturalisme akan melukiskan keadaan alam dari aspek-aspek yang menarik. Sehingga lukisan dengan aliran naturalisme selalu memiliki tema mengenai keindahan alam.

5. Aliran impresionis

Seni dengan aliran impresionis umumnya menunjukan karya yang sedikit detail serta agar kabur. Lukisan dengan aliran impresionis juga banyak dipengaruhi oleh keadaan cuaca. Sebab, melukis dengan aliran impresionis biasanya dilakukan di luar studio.

Umumnya lukisan-lukisan dengan aliran impresionis tidak banyak memiliki kontur yang jelas dan hanya tampak dengan efek warna yang kemudian memiliki wujud-wujud tertentu.

Tokoh-Tokoh Aliran Abstraksionisme

Berikut adalah beberapa tokoh seniman yang terkenal karena menganut aliran abstraksionisme dalam karya-karya seninya.

1. Alexander Rodchenko

Lahir pada tahun 1891 tepatnya pada 5 Desember, Rodchenko adalah seorang seniman sekaligus pematung, fotografer dan desainer grafis yang berasal dari Rusia. Ia adalah salah satu tokoh seniman yang menggunakan serta mempopulerkan aliran abstraksionisme dalam karya-karya seninya.

2. Lazar Lissitzky

El Lissitzky merupakan seorang seniman sekaligus fotografer, desainer, tipografer dan arsitek yang berasal dari Rusia. Sebagai seorang seniman, El Lissitzky adalah salah seorang tokoh yang membentuk mempopulerkan aliran abstraksionisme. Karya-karya pun sangat mempengaruhi gerakan dari konstruktivis serta Bauhaus dan ia berhasil mendominasi desain-desain grafis pada abad ke 20.

3. Wassily Kandinsky

Lahir pada 16 Desember 1866, Kandinsky adalah seorang pelukis sekaligus teoritikus seni yang sangat berpengaruh di Rusia. Ia bahkan dianggap sebagai seniman pertama yang melukis dengan aliran abstraksionisme murni.

Wassily Kandinsky adalah salah seorang tokoh seniman dari aliran seni abstraksionisme murni pada seni lukis modern. Usai sukses mengadakan beragam pameran seni di Avant Garde, Kandinsky pun membentuk suatu kelompok yang memiliki pengaruh di Kota Munich dengan nama Dew Blaue Reiter dan mulai membuat karya seni secara total dengan aliran abstrak.

Gaya melukis Kandinsky berubah dari yang mulanya fluida menjadi organik, kemudian berubah lagi menjadi geometris hingga akhirnya Kandinsky merubah gaya melukisnya dengan unsur piktogram.

4. Naum Gabo

Tokoh seniman internasional yang turut mempopulerkan aliran abstraksionisme adalah Naum Gabo. ia adalah salah satu tokoh pematung yang berpengaruh dan menjadi tokoh kunci dalam Avant Garde usai revolusi Rusia meletus.

Dalam karya seni yang ia buat, Naum Gabo nampak sering menggabungkan aliran abstrak geometris dengan organisasi yang dinamis hingga membentuk relief serta konstruksi-konstruksi kecil dengan menggunakan berbagai bahan dasar yang baru saat itu.

Selain sebagai tokoh berpengaruh dalam menyebarkan aliran abstraksionisme, Naum Gabo juga turut terlihat dalam aliran-aliran seni lainnya seperti futurimes, konstruktivisme, kubisme dan lainnya.

Itulah penjelasan mengenai aliran abstraksionisme, dua jenisnya, pengertian, ciri-ciri hingga tokoh-tokoh internasional yang berpengaruh dalam penyebaran dan turut mempopulerkan aliran abstrak.

Apabila Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai aliran-aliran seni modern maupun konstruktivisme, Grameds dapat menggali topik ini lebih dalam dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu menyediakan beragam buku dengan beragam topik yang berkualitas dan original untuk Grameds! Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan baca bukunya sekarang juga!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien