Sejarah

Cara Menjadi Arkeolog: Lengkap dengan Tugas dan Persyaratannya

Written by Laeli Nur Azizah

Cara Menjadi Arkeolog – Jika kamu menyukai segala sesuatu yang berkaitan dengan peradaban kuno, maka profesi arkeolog adalah pekerjaan yang ideal untukmu. Arkeologi sendiri merupakan ilmu yang termasuk ke dalam cabang humaniora dan karya arkeolog tidak lain yaitu untuk mengetahui bagaimana orang-orang tertentu hidup di dalam tahap sejarah tertentu. Para arkeolog ini memiliki tanggung jawab untuk meneliti dan juga mengungkap sejarah umat manusia serta menambah nilai signifikan untuk masyarakat dan ekonomi dengan temuan mereka.

Para profesional ini akan mencari pola untuk memahami mengapa dan bagaimana perilaku manusia sudah berevolusi. Sedangkan cara menjadi arkeolog memerlukan komitmen untuk mengenyam pendidikan tinggi, pelatihan, dan juga ketekunan di lapangan. Profesi yang satu ini dapat bermanfaat untuk mereka yang mempunyai semangat untuk ilmu arkeologi.

Seperti yang kita ketahui bahwa sejarah merupakan teka-teki yang terdiri dari jutaan keping benda, dari mulai bangunan hingga tulang belulang, dari piring sampai baju besi. Para arkeolog akan mencari dan mengumpulkan potongan ini, kemudian menyatukannya menjadi gambaran masa lalu.

Apa Itu Arkeologi?

Arkeologi merupakan sebuah studi mengenai budaya manusia dari era yang berbeda dengan cara menggabungkan ilmu sejarah dan juga geologi. Seseorang yang mempelajari ilmu ini disebut sebagai mahasiswa jurusan arkeologi yang dalam pembelajarannya akan mempelajari materi tentang sejarah budaya berbagai macam artefak dari masa ke masa, seperti misalnya prasasti dan juga lukisan yang ditemukan di berbagai lokasi. Selain itu, seseorang yang belajar di bidang ilmu ini juga akan belajar tentang cara menggali artefak kuno, mengkaji berbagai fakta sejarah dibalik artefak, memperkirakan usia artefak, bagaimana pergerakan awal evolusi manusia, dan pastinya akan belajar terkait organisasi museum.

Arkeologi atau bidang keilmuan yang mempelajari terkait sejarah kuno adalah ilmu yang mempelajari kebudayaan manusia di masa lalu melalui kajian sistematis terhadap data dokumenter. Kajian sistematis ini meliputi penemuan, dokumentasi, analisis, nilai budaya, adat istiadat, norma, hukum adat, dan juga penafsiran data berupa artefak (budaya material, seperti kapak, batu dan candi) dan ecofac (benda lingkungan, seperti batu, fitur bumi, dan sejenisnya). Fosil dan karakteristiknya (artefak tidak dapat dipisahkan dari lokasinya (situs arkeologi).

Teknik penelitian yang khusus yaitu penggalian arkeologi atau excavation, walaupun teknik investigasi ini masih bersifat arkeologis. Adapun tujuan dari ilmu arkeologi ini cukup bervariasi dan menjadi bahan perdebatan panjang, termasuk apa yang disebut dengan modal arkeologi, menyusun sejarah budaya, memahami perubahan sikap makhluk hidup, dan juga memahami proses perubahan budaya. Karena memiliki tujuan untuk memahami budaya makhluk hidup, termasuk salah satunya yaitu manusia, maka ilmu arkeologi ini tergolong ke dalam kelompok humaniora.

Akan tetapi, berbagai ilmu pendukung yang digunakan antara lain sejarah, antropologi, geologi (dengan ilmu tentang lapisan-lapisan pembentukan bumi sebagai acuan umur relatif suatu penemuan), arkeologi), geografi, arsitektur, paleontologi dan antropologi biologi, fisika (termasuk karbon c-14 untuk penanggalan mutlak), metalurgi (untuk memperoleh unsur-unsur benda logam), dan filologi (studi manuskrip kuno).

Saat ini, arkeologi mencakup berbagai macam bidang terkait. Misalnya saja, penemuan mayat yang terkubur akan membangkitkan minat pada ahli dari berbagai bidang untuk mempelajari pakaian serta jenis bahan yang digunakan, bentuk gerabah, dan juga cara penggunaannya, pola pembagian, kepercayaan terkait apa yang dikubur dengan jenazah. Para ahli kimia bisa menentukan usia penggalian melalui metode seperti pengukuran karbon-14. Sedangkan para ahli genetika yang ingin memahami pergerakan migrasi manusia pertama, mereka akan meneliti DNA mereka.

Secara khusus, ilmu arkeologi ini mempelajari masa lalu, budaya kuno, baik itu di zaman prasejarah dan di masa sejarah. Dalam perkembangannya, arkeologi juga bisa mempelajari kebudayaan kontemporer, sebagaimana lazimnya dalam kajian kebudayaan material modern. Karena didasarkan pada benda-benda yang ada di masa lalu, arkeologi sangat perlu melestarikan berbagai benda tersebut sebagai sumber rujukan data. Dari situ, berkembanglah disiplin ilmu lain, yakni yaitu pengelolaan sumber daya arkeologi (Archaeological Resources Management), atau lebih luas lagi, pengelolaan sumber daya budaya (CRM, Culture Resources Management).

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arkeologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang kehidupan dan kebudayaan zaman purba melalui peninggalan-peninggalannya. Mulai dari perkakas rumah tangga dan juga arca. Ilmu arkeologi dalam Bahasa Inggris disebut dengan archeology. Sementara itu, menurut Encyclopedia Britannica (2015), arkeologi adalah studi ilmiah tentang sisa-sisa kehidupan material dan aktivitas manusia di masa lalu.

Menurut Paul Bahn, pengertian arkeologi adalah sebuah studi sistematis tentang masa lalu berdasarkan budaya material dengan tujuan untuk membongkar, menafsirkan, dan juga mengklasifikasikan warisan budaya, menggambarkan bentuk dan juga perilaku masyarakat di masa lalu dan mempelajari sejarah manusia.

Arkeologi ini memainkan peran penting sebagai sumber utama pengetahuan budaya kuno dan mungkin saja punah. Menurut A. Nurkidam dan Hasmiah Herawaty dalam bukunya Archaeology as an Introduction (2019), secara etimologi, kata arkeologi berasal dari Bahasa Yunani, yakni archeo dan logo. Archeo berarti kuno dan logo memiliki arti pengetahuan. Sementara jika ditinjau dari segi terminologis, arkeologi dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari aspek-aspek sosial budaya di masa lalu melalui sisa-sisa bahan yang ditemukan, dengan tujuan untuk menyusun dan mendeskripsikan peristiwa tersebut.

Tugas Seorang Arkeolog

Arkeolog sendiri merupakan seseorang yang sudah ahli dalam bidang arkeologi. Dimana para arkeolog ini bertugas untuk menyelidiki situs bersejarah dan juga prasejarah dan sisa-sisa fisik untuk memahami hubungan manusia dengan masa lalu dengan tujuan untuk melestarikan budaya di masa lampau. Para arkeolog tersebut akan berusaha untuk menemukan petunjuk tentang masa lalu. Umumnya, mereka menggunakan berbagai macam teknik ekstraksi atau penggalian. Peralatan seperti sekop, kapak, dan juga buldoser biasanya digunakan untuk membantu para arkeolog untuk berkoordinasi dan berpartisipasi dalam kerja lapangan untuk mencoba menggali artefak, seperti misalnya peralatan kuno, tembikar, biji-bijian, ataupun tulang binatang.

Selain itu, para arkeolog juga bertanggung jawab atas konservasi artefak yang mereka pulihkan. Kegiatan tersebut umumnya melibatkan pembawaaan item tersebut untuk kembali ke laboratorium untuk kemudian dibersihkan, memulihkan, dan menstabilkan benda masa lalu tersebut. Pengumpulan data merupakan tugas utama dari arkeolog lainnya. Sebelum, selama, dan juga setelah penggalian, arkeolog ini mencatat berbagai macam catatan, gambar, sampel, peta, pengukuran, dan juga informasi lainnya mengenai situs arkeologi. Para arkeolog tak hanya bertugas untuk mencari informasi, namun juga menggunakannya untuk mendidik. Banyak arkeolog yang sudah bergelar profesor dan terlibat di dalam penerbitan serta pengajaran.

Syarat Menjadi Arkeolog

Saat kamu lulus dari SMA ataupun SMK, mungkin sudah terbayang ya untuk rencana melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi dibandingkan dengan bekerja atau menganggur. Hal tersebut menjadi pilihan yang bagus, karena semakin tinggi pendidikan seseorang, maka akan lebih mudah untuk meningkatkan taraf kehidupan. Lapangan pekerjaan juga akan semakin luas dengan gaji yang lebih besar. Untuk jurusan kuliah yang diambil dapat disesuaikan dengan minat dan bakat. Salah satu pilihan jurusan yang dapat kamu pilih adalah jurusan arkeologi. Jurusan yang satu ini masih sangat langka dan hanya ada di enam universitas di Indonesia.

Akan tetapi, lulusan arkeologi ini bisa kerja dimana saja? Karena langkanya lulusan arkeologi, hal itu membuat peluang kerjanya semakin menjanjikan. Mereka dapat bekerja sebagai ahli arkeologi dengan gaji mulai dari Rp. 4 juta hingga Rp. 7 juta. Sementara untuk pekerjaan sebagai arkeolog luar negeri, maka gajinya bisa mencapai Rp. 800 juta. Jika kamu berminat untuk kuliah di jurusan arkeologi ini, pastikan dulu kamu memiliki karakteristik di bawah ini:

1. Memiliki hobi jalan-jalan. Dimana mereka yang memilih jurusan arkeologi akan terbiasa dengan kegiatan jalan-jalan untuk menemukan situs kuno.
2. Penasaran dengan kehidupan di masa purbakala atau manusia kuno. Untuk kamu yang ingin mengambil jurusan arkeologi, pastikan kamu memiliki tingkat penasaran yang sangat tinggi terhadap kehidupan peradaban yang ada di masa lampau. Sebab, tugas mahasiswa jurusan ini yaitu menguak tabir kehidupan di masa purba.

Cara Menjadi Arkeolog

Seperti kebanyakan profesi yang ada di dunia, pelatihan merupakan kunci untuk menjadi seorang arkeolog yang baik. Oleh karena itu, penting untuk mendaftar di universitas dengan jurusan arkeologi dan mengambil mata pelajaran yang berbeda, baik itu di tingkat teori maupun praktik. Pekerjaan seorang arkeolog ini adalah mempelajari masa lampau dengan cara mempertimbangkan sisa-sisa yang ditemukan dalam penggalian.

Untuk itu, kuncinya yaitu lulus dari gelar yang disebutkan sebelumnya dan mengambil gelar Master untuk mengkhususkan diri dalam subjek tertentu di bidang ilmu arkeologi. Seorang profesional di bidang ini pastinya harus menganalisis dari tulang gigi ataupun alat-alat tertentu yang ditemukan di deposito kuno. Tujuannya sendiri yaitu untuk mengembangkan gagasan tertentu mengenai bagaimana peradaban hidup di masa lampau.
Berikut ini adalah beberapa langkah yang perlu kamu tempuh untuk bisa menjadi seorang arkeolog, antara lain:

1. Mendapatkan Gelar Sarjana

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang arkeolog adalah menyelesaikan program sarjana di bidang antropologi ataupun bidang terkait seperti sejarah atau geografi. Ada banyak program sarjana arkeologi yang memberikan pengalaman langsung melalui kelas laboratorium dan program kerja lapangan.

2. Berpartisipasi dalam Magang

Banyak arkeolog pemula lebih memilih untuk berpartisipasi dalam program magang, baik selama ataupun setelah mereka menyelesaikan program sarjana. Magang akan memberikan pengalaman kerja lapangan yang dibutuhkan untuk banyak pekerjaan arkeologi. Tempat umum yang mungkin menawarkan magang arkeologi yaitu museum, lembaga pemerintah, dan juga organisasi arkeologi.

3. Mendapatkan Gelar Master

Sedangkan posisi arkeolog tingkat pemula mungkin hanya membutuhkan gelar sarjana, sebagian besar pekerjaan arkeologi lainnya akan mewajibkan kamu untuk mempunyai gelar master. Gelar master disini memungkinkan siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan teknis yang diperlukan untuk bekerja sebagai arkeolog dan memilih bidang arkeologi mana yang ingin mereka fokuskan. Gelar master umum yang ditawarkan untuk profesi ini yaitu program antropologi dan arkeologi.

4. Pertimbangkan Gelar Doktor

Apabila kamu ingin bekerja sebagai profesor arkeologi di perguruan tinggi ataupun memimpin proyek arkeologi tingkat tinggi, maka kamu mungkin saja akan diminta untuk memiliki gelar Ph.D. dalam bidang arkeologi atau bidang terkait. Gelar doktor disini biasanya memerlukan waktu dua sampai tiga tahun untuk bisa diselesaikan disamping beberapa bulan penelitian lapangan yang terkait dengan disertasi.

5. Mencari Pekerjaan

Bergantung pada jenis arkeolog yang kamu inginkan dan dimana kamu ingin bekerja. Kamu bisa memulai pekerjaan setelah kamu menerima gelar sarjana ataupun master. Menemukan pekerjaan arkeologi segera setelah kamu sudah memenuhi syarat merupakan hal yang penting untuk dilakukan guna memperoleh pengalaman yang akan memungkinkanmu untuk maju dalam kariri kamu. Pekerjaan entry-level untuk arkeolog termasuk juga teknisi penggalian situs, asisten peneliti, dan juga teknisi laboratorium arkeologi.

Jenis Profesi Arkeolog

Terdapat beberapa bidang arkeologi yang berbeda yang bisa menjadi spesialisasimu. Bidang yang kamu pilih akan menentukan jenis arkeolog kamu nantinya. Berikut ini adalah beberapa jenis arkeolog yang paling umum dipraktikkan sekarang ini, antara lain:

1. Arkeolog Bawah Laut

Jenis arkeologi ini mempelajari tentang sisa-sisa bawah air dan juga bukti bangkai kapal, kota-kota yang terkubur di bawah air dan juga situs bawah laut lainnya. Selain dasar arkeologi yang lebih umum, seorang arkeolog bawah air juga harus mempunyai pengetahuan mengenai teknik khusus yang dibutuhkan untuk melakukan eksplorasi bawah air. Bidang yang satu ini juga bisa disebut sebagai arkeologi kelautan atau maritim.

2. Ahli Etnoarkeolog

Etnoarkeolog sangat prihatin dengan mengunkap petunjuak dan juga wawasan yang mengeksplorasi etnografi atau kebiasaan serta adat istiadat orang dan juga budayanya. Seorang etnoarkeolog ini bisa mempelajari budaya kuno yang ada di wilayah tertentu dengan membandingkannya dengan cara hidup manusia modern di wilayah tersebut. Arkeologi jenis ini kerap kali melibatkan pemeriksaan kelompok individu zaman modern dan menggunakan temuan untuk menyimpulkan bagaimana budaya hidup orang kuno.

3. Arkeolog Lingkungan

Para arkeolog bidang ini fokus untuk mempelajari hubungan antara lingkungan alam dan kelompok manusia purba. Misalnya saja, seorang arkeolog lingkungan bisa mencoba untuk menentukan hewan dan tumbuhan yang ada selama periode waktu tertentu dan bagaimana orang-orang pada saat itu memasukkannya ke dalam kehidupan mereka. Terdapat tiga sub bagian dalam jenis arkeologi lingkungan yaitu geoarchaeology, zooarchaeology dan archaeobotani.

Tujuan Ilmu Arkeologi

Di dalam jurnal Pusat Penelitian dan Penelitian Arkeologi Kalimantan Barat (2013) yang ditulis oleh Benson Manalu, secara umum arkeologi bertujuan untuk mengumpulkan data yang akurat mengenai kehidupan di masa lalu. Apabila diuraikan, maka ilmu arkeologi ini mempunyai tiga tujuan utama, antara lain:

– Untuk menyajikan sejarah budaya masyarakat di masa lalu.
– Tunjukkan bagaimana orang hidup di masa lalu.
– Melambangkan proses perubahan budaya di masa lampau.

Demikian pembahasan mengenai apa itu arkeologi dan bagaimana cara menjadi arkeolog. Pembahasan kali ini tak hanya membahas tentang itu saja, namun juga beberapa tujuan dan juga jenis ilmu arkeologi yang dapat kamu pelajari. Memahami pengertian arkeologi menjadikan kita kaya akan wawasan baru terkait latar sejarah dunia dan juga perkembangannya yang jarang sekali dipahami oleh orang awam.

Hal itu juga menjadikan kita turut andil karena kita juga termasuk bagian dari sejarah yang sedang berlangsung. Buat Grameds yang mau mempelajari semua hal tentang pengertian arkeologi dan ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan sejarah lainnya, kamu bisa mengunjungi Gramedia.com untuk mendapatkan buku-buku terkait. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi terbaik dan terbaru untuk kamu. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien