in

Review Novel Happiness Battle Karya Joo Youngha

Happiness Battle – “Semua ini hanya delusi. Tidak ada kebahagiaan yang sempurna di dunia ini.”

Dilihat dari sampul bukunya, Happiness Battle terlihat menarik sekali, bukan? Perpaduan warna cerah antara biru dan putih saja sudah mampu mengundang selera untuk membaca. Namun, ada pepatah yang mengatakan kalau “Jangan menilai buku dari sampulnya”.

Kenyataannya, novel ini memiliki isi cerita tidak secerah sampulnya. Kasus mengenaskan menimpa sepasang suami istri di sebuah apartemen mewah. Tragedi itu terjadi karena ada “perang kebahagiaan”. Tokoh dalam novel saling berlomba-lomba untuk mempertontonkan segala hal tentang kehidupannya demi mendapatkan label “Orang Paling Bahagia di Dunia”.

Bisa dibilang, mereka adalah orang-orang kasihan karena baik di media sosial atau pun dunia nyata, kehidupan mereka hanyalah penuh kekosongan. Untuk kamu yang penasaran bagaimana Joo Youngha mengemas cerita bergenre misteri ini, segera miliki novel Happiness Battle sekarang juga. Sebelum itu, yuk simak penjabaran terkait buku tersebut terlebih dahulu!

Sinopsis Novel Happiness Battle

Detail Buku:

Judul buku: Happiness Battle

Penulis: Joo Youngha

Jumlah halaman: 296

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tanggal terbit: 12 Januari 2022

ISBN: 9786020658001

Bahasa: Indonesia

Sumber kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang beranggapan bahwa sumber kebahagiaan berasal dari harta. Ada juga yang mengatakan ketenaran atau pun kesehatan. Lantas, bagaimana jika sumber kebahagiaan berasal dari media sosial?

Satu-satunya cara untuk menang adalah saling beradu dan kerap menghancurkan ilusi kebahagiaan orang lain dalam media sosial. Seringkali, kita melihat orang-orang mengunggah foto dan video kebahagiaan mereka di media sosial.

Namun, kita tak pernah tahu apakah mereka benar-benar bahagia atau tidak. Terkadang, mereka juga menutupi suatu rahasia. Bagi yang tak mau kalah, tentu mereka akan melakukan cara apa pun demi menjadi orang terlihat paling bahagia di sosial media.

Kejadian mengenaskan baru saja terjadi di Apartemen High Prestige super mewah di Gangnam, Korea Selatan. Sepasang suami istri ditemukan tewas dalam kondisi mengerikan. Kang Do-joon, sang suami ditikam di bagian belakang punggungnya sedangkan istrinya, Oh Yoo-jin meninggal dalam posisi bergelantungan di pagar balkon.

Jang Mi-ho terkejut mendapatkan kabar kematian sahabat baiknya di SMA. Ia pun berniat untuk menyelidiki kasus aneh yang menimpa sahabatnya itu. Ia menganggap ada kejanggalan yang harus diungkapkan.

Lambat laun, Mi-ho menyadari kalau Yoo-jin terlibat “perang kebahagiaan” di media sosial, dimana mereka saling berlomba-lomba untuk mengunggah dan memamerkan apa pun demi menjadi orang paling bahagia. Sang suami juga sangat menyayangi Yoo-jin dan sering membelikan barang mewah.

Polisi menyatakan bahwa Yoo-jin telah menikam suaminya karena masalah pribadi. Sesaat setelah membunuh suaminya itu, Yoo-jin dinyatakan bunuh diri di pagar balkon. Namun, Mi-ho tidak mempercayai hal itu.

Ia curiga bahwa ada alasan di balik kematian Yoo-jin dengan suaminya. Apakah berhubungan dengan “perang kebahagiaan” di media sosial? Lantas, apakah ada hubungannya dengan USB yang sering diburu semua orang? Bagaimana Mi-ho mengungkap kasus tersebut?

 

Review Novel Happiness Battle

Pros & Cons

Pros
  • Menjelaskan potret kehidupan masyarakat modern
  • Plot cukup tertata rapi
  • Tokoh dan konflik cukup realistis
Cons
  • Akhir cerita membingungkan
  • Plot twist terkesan tidak masuk akal
  • Terlalu banyak karakter yang tidak diperlukan
  • Penjabaran cerita terlalu bertele-tele

 

Jang Mi-Ho, perempuan berusia 30 tahunan, mengetahui kematian sahabat sekolahnya telah meninggal dunia dalam sebuah kasus mengenaskan. Mereka telah bersahabat selama 17 tahun. Mi-ho, berniat untuk mencari tahu kebenaran tentang kematian Yu-jin dan kehidupannya selama bertahun-tahun ini.

Pada bagian awal cerita, penulis menceritakan realistis penggunaan media sosial. Kemudian, tokoh Mi-ho mengetahui tentang “definisi kebahagiaan” bagi Yu-jin. Selama ini, Yu-jin mengalami kompetisi palsu dengan orang-orang di sekitarnya dengan cara menjalani kehidupan mewah. Seolah-olah, Yu-jin ingin memperlihatkan kepada semua orang bahwa ia adalah sosok manusia yang paling bahagia di dunia. Ia terus-menerus mengunggah kebahagiaan palsu tanpa henti.

Bagi sosok Ibu yang anaknya bersekolah di TK Internasional Heritage, eksistensi di media sosial adalah suatu hal yang krusial. Apalagi dengan stigma masyarakat terhadap perempuan yang berperan sebagai istri dan ibu, mereka terperangkap dalam perang kebahagiaan di media sosial. Saling menunjukkan siapa yang paling bahagia dengan mengunggah kebahagiaan palsu seolah-olah paling disayang oleh mertua, dicintai suami, dan paling paham kondisi anak.

 

Novel Happiness Battle yang ditulis oleh Joo Youngha ini mendapatkan nilai 3.90 bintang dari pembaca situs Good Reads. Berdasarkan opini pribadi, buku ini memiliki kelebihan dan kekurangannya seperti yang sudah tertera pada tabel di atas.

Secara keseluruhan, novel Happiness Battle akan membuat pembaca bertanya-tanya akar dari kejadian mengenaskan dari pasangan Do-joon dan Yoo-jin yang tewas mengerikan di sebuah apartemen mewah, Gangnam. Tokoh utama bernama Mi-ho berupaya untuk menyelidiki kehidupan sehari-hari Oh Yoo-jin karena ia mengetahui bahwa ada sesuatu yang telah ditutupi.

Pada bagian awal cerita, novel ini sudah memperlihatkan “perang kebahagiaan” dan semakin lama pembaca akan melihat setiap tokoh saling menyombongkan diri di media sosial. Padahal kehidupan mereka sangat berbeda dengan kehidupan nyata, malah jauh dari kata bahagia.

Penulis secara tak langsung memberikan potret kehidupan masyarakat modern yang sangat bergantung pada media sosial. Para tokoh saling berbalas kebahagiaan fana dengan cara mengunggah harta, status, dan citra di media sosial. Novel ini juga memperlihatkan lingkungan pertemanan yang mempengaruhi karakter tokoh untuk mengikuti gaya hidup kelas tinggi.

Misalnya saja, kehidupan selebgram yang sering kita lihat belakangan ini. Ada beberapa orang yang suka “panjat sosial” demi mendapatkan pengakuan dari publik. Nah, begitu juga dengan karakter dalam novel Happines Battle.

Mereka saling pamer kekayaan demi memperlihatkan kebahagiaan palsu yang diyakini. Plotnya juga cukup rapi dengan menggunakan timeline ganda atau masa kini dengan masa lalu. Tokoh, karakter, dan konflik pun diutarakan secara realistis sehingga pembaca akan merasa berhubungan dengan kehidupan era media sosial.

Setelah menuntaskan novel ini, mungkin beberapa pembaca akan merasa kebingungan dan termenung sejenak karena buku ini bisa dibilang sebagai buku “tanggung”. Ada banyak pertanyaan yang melekat pada halaman terakhir, seperti apa inti dari cerita ini? Sekilas, novel ini mendeskripsikan perjuangan kelompok perempuan dalam mencari kebahagiaan di dunia. Atau, saling berselisih dalam menunjukkan sosok paling bahagia.

Nyatanya, pada halaman terakhir, novel ini berfokus pada penyelesaian luka lama yang menimpa Mi-ho, Se-kyeong, dan Yoo-jin pada 17 tahun lalu. Novel ini juga memberikan “plot twist” yang mengungkapkan identitas tokoh Yoo-jin sebenarnya. Ada banyak begitu plot-hole sehingga semakin membuat pembaca bertanya-tanya dan beranggapan kurang masuk di akal.

Kemudian, penyelidikan dari Mi-ho kurang memiliki keberanian dalam melawan ketidakadilan. Jika pembaca telah mengetahui cerita “plot twist” yang diutarakan oleh penulis, seolah-olah hasil penyelidikan Mi-ho tidak ada esensinya sama sekali. Begitu juga dengan penambahan karakter tokoh yang seharusnya tidak diperlukan. Ada banyak penjabaran yang terlalu bertele-tele, sehingga cerita semakin ke sana ke mari.

Penutup

Nah, itu dia novel Happiness Battle karya Joo Youngha yang sudah dipaparkan di atas. Jika Grameds tertarik untuk membaca dan membeli buku karya Joo Youngha ini, maka Grameds bisa langsung mendapatkannya dengan cara mengunjungi laman gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia menyediakan berbagai macam jenis buku yang diperlukan oleh Grameds, lho.

Dijamin original dan tentunya berkualitas. Jangan lewatkan promo diskon menarik dan Gramedia selama periode berlangsung. Yuk, beli sekarang sebelum kehabisan! Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Nama: Riva Destira Ramadhani

Rekomendasi Novel 

Pembunuhan di Rumah Miring (Murder in the Crooked House)

 

Kozaburo Hamamoto, membangun rumah miring yang bertengger di tebing selimut salju. Rumah itu langsung menghadap ke arah lautan es di ujung utara Jepang yang terpencil. Tempat yang sungguh aneh. Ada banyak labirin lantai dan tangga-tangga yang tidak masuk akal. Kumpulan boneka dan topeng seram seukuran manusia terpampang jelas di dalam rumah tersebut.

Suatu ketika, seorang pria ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar. Polisi tidak dapat mengungkapkan teka-teki pembunuhan pria tersebut. Perlahan-lahan, korban semakin banyak yang berjatuhan. Detektif terkemuka pun dipanggil, Kiyoshi Mitarai. Ia sangat populer dalam memecahkan misteri kasus Pembunuhan Zodiak. Tidak ada yang mengungkapkannya kecuali dirinya.

Pelukis Bisu (The Silent Patient)

 

Alicia Berenson dan Gabriel Berenson, adalah sepasang suami istri. Mereka berdua tinggal di salah satu rumah besar yang menghadap langsung ke arah taman di London. Rumah itu memiliki jendela besar dan cukup diminati oleh banyak orang.

Alicia berprofesi sebagai pelukis terkemuka dan Gabriel adalah seorang fotografer. Pada malam hari, Gabriel bekerja lembur dan pulang terlambat dari pemotretan mode. Setelah sampai di rumah, Gabriel tewas mengenaskan dengan luka tembak sebanyak lima buah. Alicia yang melihat hal itu diam mematung dan sejenak membunuh. Ia pun menjadi tersangka dalam pembunuhan Gabriel.

The Eyes of Darkness: Mata Kegelapan

 

Satu tahun telah berlalu. Sudah satu tahun ia mulai mengikhlaskan kepergian Danny. Cukup menyakitkan baginya. Danny tewas setelah mengalami kecelakaan bus saat berkemah di Pegunungan Sierra.

Akan tetapi, Tina Evans bersumpah bahwa ia baru saja melihat sosok Danny di dalam sebuah mobil yang tak ia kenali. Ia pun juga bermimpi kalau Danny masih hidup. Seolah-olah memberikan pesan, ia menemukan sebuah surat yang tertulis “belum mati”. Apakah ada seseorang yang mempermainkannya? Atau tanpa sadar ia yang menulis surat tersebut? Pastinya, misteri kematian anaknya cukup membuatnya terobsesi.

Katarsis

 

Sosok perempuan berusia delapan belas tahun bernama Tara Johandi, menjadi satu-satunya saksi mata dalam peristiwa tragis di Bandung, rumah pamannya. Ia ditemukan oleh polisi dalam kondisi disekap di sebuah peralatan kayu dan mengalami syok berat. Polisi memprediksi pelakunya adalah perampok yang telah lama menjadi buronan. Akan tetapi, ada hal yang mengganjal dari peristiwa itu.

Alfons, sebagai psikiater berupaya menolong Tara untuk lepas dari traumanya. Namun, itu sangatlah sulit. Rasanya seperti ada masa lalu yang Tara sembunyikan dan ia enggan untuk menceritakannya. Masalah kembali berlangsung saat Ello, teman masa kecil Tara mulai mengusik usaha Alfons.

Rujukan:

  • https://www.gramedia.com/products/happiness-battle?queryID=90b743531252cca8b1e949d9151d5b6a
  • https://www.goodreads.com/book/show/60115052-happiness-battle

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy dan website saya luvne.com