in

Review Buku Septimus Heap: Flyte

Septimus Heap: Flyte merupakan buku ber-genre fantasi karya Angie Sage yang menjadi buku kedua dari serial novel Septimus Heap. Novel ini dirilis pertama kali pada tahun 2006 oleh Katherine Tegen Books di Amerika.

Septimus Heap: Flyte melanjutkan kisah petualangan Septimus setelah ia mengambil tempat sebagai penyihir ketujuh. Dalam buku ini, Septimus harus menghadapi tantangan baru, termasuk melawan kekuatan jahat yang mengancam dunia sihir.

Bersama dengan saudara dan teman-temannya, Septimus mengeksplorasi dunia magis yang kaya dan menghadapi berbagai rintangan yang menarik.

Sinopsis Buku Septimus Heap: Flyte

Septimus Heap: Flyte adalah buku kedua dalam seri epik Septimus Heap karya Angie Sage. Buku ini melanjutkan petualangan menegangkan dari buku pertama dan mengangkat pembaca ke dunia magis yang penuh dengan misteri dan aksi.

Dalam Septimus Heap: Flyte, kamu kembali bertemu dengan Septimus Heap, seorang anak yatim piatu yang telah menemukan takdirnya sebagai penyihir pilihan ketujuh. Setelah berhasil melewati ujian dan mengambil tempatnya di Menara Alchemie, Septimus berusaha untuk menguasai kemampuannya sebagai penyihir yang kuat.

Namun, tantangan baru menghadang Septimus saat ia menemukan bahwa seorang penyihir jahat bernama DomDaniel kembali mengancam dunia sihir. DomDaniel, yang sebelumnya telah dikalahkan oleh Septimus, berencana untuk merebut kembali kekuatan yang hilang dan membalas dendam.

Sementara itu, Septimus juga harus berurusan dengan kekhawatiran yang datang dari dalam keluarganya. Adik angkatnya, Jenna Heap, yang juga memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan dunia sihir, terlibat dalam intrik politik dan konspirasi yang mengancam kehidupan mereka semua.

Dalam upaya untuk melindungi keluarganya dan dunia sihir, Septimus berjuang untuk mengasah keterampilan sihirnya. Dia mendapatkan bantuan dari sahabatnya, Beetle, seorang pemburu ramuan yang berpengetahuan luas, serta dukungan dari mentornya, Marcia Overstrand, seorang Penyihir Besar ExtraOrdinary.

Cek di Balik Pena : Beby Chaesara

Selama petualangannya, Septimus harus belajar tentang kekuatan sejatinya, mengungkap rahasia magis yang tersembunyi, dan menghadapi musuh yang kuat. Sambil menguasai sihirnya, Septimus juga dihadapkan pada ujian dalam persahabatan, keberanian, dan kepercayaan diri.

Septimus Heap: Flyte mengajakmu untuk memasuki dunia magis yang kaya dengan karakter-karakter yang menarik. Dengan penulisan yang cerdas, humor yang lekat, dan plot yang menegangkan, buku ini memikat pembaca dari segala usia. Sepanjang cerita, Angie Sage menggambarkan dunia sihir yang hidup dan mengajarkan nilai-nilai penting seperti keberanian, persahabatan, dan tekad yang kuat.

Dengan akhir yang menegangkan, Septimus Heap: Flyte akan meninggalkanmu dalam keinginan yang tak terbendung untuk mengetahui apa yang terjadi selanjutnya dalam petualangan magis yang menarik ini.

Penulis Buku Septimus Heap: Flyte

Angie Sage adalah seorang penulis Inggris yang terkenal karena karyanya dalam genre fantasi anak-anak. Dia lahir pada tahun 1952 dan memulai karirnya sebagai ilustrator buku anak-anak sebelum akhirnya beralih menjadi penulis. Seri Septimus Heap adalah karyanya yang paling populer dan mendapat banyak pujian dari kritikus.

Angie Sage mendapatkan inspirasi untuk menulis seri Septimus Heap ketika dia mengunjungi sebuah kastil dan terpikat oleh atmosfernya yang misterius. Dia menciptakan dunia Septimus Heap yang kaya dengan detail, menciptakan karakter yang hidup, plot yang menarik, dan menggabungkan unsur-unsur magis yang menakjubkan.

Karya-karya Angie Sage juga dikenal karena humor dan imajinasinya yang kreatif. Dia berhasil menciptakan dunia yang unik dan penuh dengan detail, menggabungkan unsur-unsur fantasi dengan narasi yang menarik. Buku-bukunya memiliki daya tarik bagi pembaca dari berbagai kalangan usia, dan telah menerima pengakuan serta pujian yang luas.

Dengan bakatnya yang luar biasa dalam menciptakan cerita fantasi, Angie Sage telah memenangkan hati jutaan pembaca di seluruh dunia dengan seri Septimus Heap. Serial novel ini memiliki total tujuh novel, yaitu:

Septimus Heap, Book One: Magyk (2005), Septimus Heap, Book Two: Flyte (2006), Septimus Heap, Book Three: Physik (2007), Septimus Heap, Book Four: Queste (2008), Septimus Heap, The Magykal Papers (2009), Septimus Heap, Book Five: Syren (2009), Septimus Heap, Book Six: Darke (2011), dan Septimus Heap, Book Seven: Fyre (2013).

Angie Sage diakui karena penciptaan dunia magis yang menarik dan karakter yang kuat. Septimus Heap telah mendapatkan pengakuan dan pujian yang luas dari pembaca dan kritikus. 

Serial ini sangat populer untuk jangka waktu yang lama, lantas Angie Sage membuat sekuel dari serial ini yang berjudul TodHunter Moon yang merupakan novel trilogi, meliputi: TodHunter Moon, Book One: PathFinder (2014), TodHunter Moon, Book Two: SandRider (dirilis 2015), dan TodHunter Moon, dan Book Three: StarChaser (2016).

Selain itu, Angie Sage telah merilis serial novel lain yang berjudul Araminta Spook. Serial novel ini juga terdiri atas tujuh novel, meliputi: Araminta Spook, Book One: My Haunted House (2006), Araminta Spook, Book Two: The Sword in the Grotto (2006), Araminta Spook, Book Three: Frognapped (2007), Araminta Spook, Book Four: Vampire Brat (2007), Araminta Spook, Book Five: Ghostsitters (2008), Araminta Spook, Book Six: Gargoyle Hall (2014), Araminta Spook, dan Book Seven: Skeleton Island (2015 in the UK).

Angie Sage juga menulis karya lain berupa board books, meliputi: Alphabet Express (1998), Number Bus (1999), Rainbow Rocket (2000), Animals on Safari (2000), Noah’s Ark (2000), Alphabet Bus (2001), Learning Bus (2001), Farmyard Families (2001), dan Sea Life Sub (2002).

Angie Sage terus menulis dan menginspirasi pembaca dengan karya-karyanya yang penuh imajinasi dan petualangan. Karya-karyanya telah memperoleh popularitas yang besar, dan dia dianggap sebagai salah satu penulis fantasi anak-anak yang paling dihormati di dunia sastra.

 

Review Buku Septimus Heap: Flyte

Pros & Cons

Pros
  • Buku ini berhasil mengembangkan karakter-karakter dengan baik, terutama Septimus Heap. Pembaca dapat melihat perkembangan dan kematangan karakter utama seiring dengan perkembangan plot cerita.
  • Memiliki alur cerita yang menarik dan penuh dengan aksi. Terdapat banyak konflik, misteri, dan kejutan yang membuat pembaca terus terjaga dan ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
  • Penulis berhasil menciptakan dunia sihir yang hidup dan menarik. Deskripsi yang rinci dan imajinatif membuat pembaca terasa berada di dalam dunia tersebut.
  • Cara penulisan yang mengalir membuat buku ini mudah dipahami dan menyenangkan untuk dibaca. Gaya penulisan dalam buku memungkinkan pembaca terhubung lancar dengan cerita.
Cons
  • Beberapa lompatan cerita terasa terburu-buru, sehingga beberapa elemen cerita dan karakter tidak mendapatkan pengembangan yang memadai. Ini dapat mengurangi pemahaman yang lebih dalam tentang dunia dan karakter-karakternya.
  • Beberapa konsep dan istilah dalam dunia sihir membutuhkan penjelasan yang lebih jelas. Pembaca yang baru mengenal seri ini mungkin mengalami kesulitan dalam memahami elemen- elemen kompleks.

 

Septimus Heap: Flyte adalah lanjutan yang menarik dalam seri Septimus Heap karya Angie Sage. Dalam buku ini, Angie Sage berhasil menghadirkan petualangan magis yang penuh dengan intrik dan keajaiban.

Salah satu hal yang menonjol dalam Septimus Heap: Flyte adalah pengembangan karakter yang kuat. Septimus Heap terus tumbuh sebagai karakter utama yang menghadapi tantangan dan menguasai kemampuan sihirnya. Pembaca dapat melihat perkembangan dan kematangan karakter Septimus seiring dengan perkembangan plot cerita.

Plot cerita sangat menarik dan penuh dengan aksi yang mendebarkan. Ada banyak konflik dan kejutan yang membuat pembaca terus terjaga dan ingin tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Dalam buku ini, Angie Sage berhasil menggabungkan elemen fantasi, misteri, dan petualangan menjadi satu kesatuan yang tak terlupakan.

Selain itu, Angie Sage memiliki gaya penulisan yang mengalir dan mudah dipahami. Deskripsi dunia sihir yang dikembangkan dengan baik menghidupkan cerita, membuat pembaca terasa berada di dalamnya. Buku ini menunjukkan imajinasi yang kreatif dan rinci dari penulis.

Hal yang menjadi kekurangan adalah beberapa lompatan cerita terasa terburu-buru, sehingga beberapa elemen cerita dan karakter tidak mendapatkan pengembangan yang memadai. Selain itu, beberapa konsep dan istilah dalam dunia sihir membutuhkan penjelasan yang lebih jelas. Pembaca yang baru mengenal seri ini mungkin mengalami kesulitan dalam memahami elemen- elemen kompleks.

Namun, secara keseluruhan, Septimus Heap: Flyte adalah buku yang menyenangkan dengan alur cerita yang menarik dan karakter yang kuat. Ini adalah buku lanjutan yang layak dalam seri Septimus Heap dan akan memikat pembaca yang menyukai cerita fantasi dan petualangan yang penuh dengan misteri dan sihir.

Dapatkan buku Septimus Heap: Flyte di toko gramedia terdekat atau di gramedia.com. Yuk, ikuti kelanjutan petualangan Septimus dan beli bukunya sekarang juga!

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Ananda Aprilia

Referensi:

  • Sage, Angie. 2006. Septimus Heap: Flyte. New York: Katherine Tegen Books.

Rekomendasi Buku Terkait

Septimus Heap, Book Four: Queste

 

There’s trouble at the Castle, and it’s all because Merrin Meredith has returned with Darke plans for Septimus. More trouble awaits Septimus and Jenna in the form of Tertius Fume, the ghost of the very first Chief Hermetic Scribe, who is determined to send Septimus on a deadly Queste.

But Septimus and Jenna have other plans—they are headed for the mysterious House of Foryx, a place where all Time meets and the place where they fervently hope they will be able to find Nicko and Snorri, who were trapped back in time in physik. But how will Septimus escape the Queste?

Septimus Heap, Book One: Magyk

 

Septimus Heap, the seventh son of the seventh son, disappears the night he is born, pronounced dead by the midwife. That same night, the baby’s father, Silas Heap, comes across an abandoned child in the snow — a newborn girl with violet eyes. The Heaps take her into their home, name her Jenna, and raise her as their own. But who is this mysterious baby girl, and what really happened to their beloved son Septimus?

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy