in

Cara Menyapih Anak Dari ASI Agar Tidak Rewel Pada Malam Hari

Cara Menyapih Anak – Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa ASI atau air susu ibu merupakan sumber nutrisi sempurna sekaligus alami bagi bayi. Ada berbagai manfaat yang ditawarkan saat melakukan proses penyusuan, baik bagi ibu maupun anak khususnya. Hal tersebut pun didukung oleh sebagian besar para ahli kesehatan ibu dan anak. Dilansir dari situs resmi American Academy of Pediatrics (AAP), manfaat memberikan ASI bagi anak antara lain adalah dapat melindungi anak dari risiko berbagai jenis penyakit, menurunkan risiko kanker payudara dan ovarium bagi ibu, memberikan stimulus kedekatan antara ibu dan anak, serta manfaat-manfaat lainnya.

Kendati besar manfaatnya bagi kedua belah pihak, proses menyusui juga perlu diakhiri dengan cara menyapih anak. Walaupun tidak mudah dan penuh dengan drama, melakukan proses penyapihan rupanya juga mendatangkan manfaat tersendiri bagi ibu beserta anaknya. Nah, apabila kamu berniat ingin menyapih dan butuh asupan informasi penting, silakan simak artikel informatif dari Gramedia.com ini sampai habis, ya!

e perpus

 

Jika Anda ingin langsung ke bagian cara menyapih anak silahkan klik disini.

 

Apa Sebenarnya Itu Menyapih?

Menyapih anak adalah proses peralihan pemberian sumber nutrisi pada anak dari ASI ke sumber nutrisi lainnya. Dengan kata lain, menyapih artinya menghentikan anak dari menyusu ibunya.

Proses ini bisa berjalan cepat maupun lambat lantaran tergantung pada berbagai macam faktor. Penyapihan dapat dikatakan selesai atau berhasil apabila anak sepenuhnya tidak lagi bergantung pada air susu ibunya.

Parenting Tanpa Galau

Parenting Tanpa Galau

The Danish Way Of Parenting

The Danish Way Of Parenting

Happy Healthy Parenting

Happy Healthy Parenting

Reading Parenting

Reading Parenting

Manfaat Menyapih Bagi Anak dan Ibu

 

1. Menurunkan Risiko Infeksi Atau Pembengkakan Pada Payudara  Ibu

Dampak yang biasanya terjadi saat awal-awal menyusui adalah berubahnya bentuk payudara ibu. Hal ini umum terjadi lantaran payudara tengah beradaptasi dengan kondisi baru dimana kandungan air susu di dalamnya berusaha keluar. Risiko yang mungkin saja bisa terjadi pada gejala ini adalah infeksi peradangan atau disebut sebagai mastitis.

 

Selain membengkak, mastitis ditandai dengan munculnya rasa nyeri dan sensasi panas, serta pada kasus tertentu si ibu akan merasa demam. Jika dibiarkan, hal ini bisa saja berakibat lebih buruk, lho. Nah, untuk itu supaya ibu tidak terus-terusan menderita penyakit ini upaya menyapih bisa segera dilakukan karena sedikit demi sedikit bisa menurunkan risiko infeksi mastitis yang lebih parah.

2. Secara Bertahap dan Alami Dapat Mengurangi Kadar Suplai Susu

Tidak sedikit ibu menyusui mempunyai kadar suplai susu yang melimpah ruah. Hal ini bisa sangat bermanfaat, namun pada kondisi tertentu bisa jadi bencana juga, lho. Karena terkadang air susu akan mengucur deras di saat anak tidak menyusu sehingga cukup merepotkan.

 

Nah, manfaat lain menyapih disini adalah untuk mengurangi kadar suplai susu secara bertahap. Ada berbagai macam cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kadarnya, dua di antaranya adalah mengonsumsi teh papermint dan daun sage.

 

3. Ibu Mulai Punya Waktu Lebih Banyak Untuk Istirahat Atau Me Time

Yups, manfaat ketiga ini memang tak dapat disanggah lagi. Ketika intensitas menyusu anak semakin berkurang maka secara otomatis ibu punya lebih banyak waktu untuk melakukan aktivitas lain, seperti beristirahat, membereskan rumah, atau bahkan me time.

 

4. Dapat Melatih Anak Lebih Mandiri dan Berkembang

Selain ibu, anak juga bisa memperoleh manfaat dari proses menyapih, yaitu dapat melatih anak agar lebih mandiri dan berkembang pertumbuhannya. Bagaimana tidak? Karena selama proses sapih, ia akan belajar untuk tidak terus menerus bergantung pada asupan ASI dari ibunya. Baik dari segi mental maupun fisik, penyapihan ini bisa menjadi awal yang besar bagi ia untuk berkembang.

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

Berlangganan Gramedia Digital

Baca majalah, buku, dan koran dengan mudah di perangkat Anda di mana saja dan kapan saja. Unduh sekarang di platform iOS dan Android

  • Tersedia 10000++ buku & majalah
  • Koran terbaru
  • Buku Best Seller
  • Berbagai macam kategori buku  seperti buku anak, novel,religi, memasak, dan lainnya
  • Baca tanpa koneksi internet

Rp. 89.000 / Bulan

 

5. Melatih Anak Agar Bisa Bereksperimen Dengan Rasa Baru

Cepat atau lambat, menyapih akan melatih anak agar dapat bereksperimen dengan rasa baru. Makanan atau minuman apapun yang baru masuk ke dalam mulut sang anak secara langsung dapat memberikan pengalaman baru bagi dia. Selain rasa, ia juga akan mengenal tekstur baru dimana hal ini dapat bermanfaat juga bagi pertumbuhan gigi sang anak, lho.

 

 Kapan Waktu yang Tepat untuk Menyapih?

 

Dilansir dari kidshealth.org, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan pemberian ASI eksklusif pada bayi hingga berusia 6 bulan. Setelah itu, ibu disarankan untuk memberikan kombinasi makanan yang bertekstur lebih padat sebagai pendamping ASI atau biasa kita kenal dengan sebutan MPASI sampai usia bayi mencapai 1 tahun dengan tujuan untuk menambah kebutuhan nutrisinya yang semakin tinggi seiring bertambahnya usia.

Berbeda halnya dengan rekomendasi dari Wealth Health Nation (WHO) dimana seorang ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun pertama kehidupan anaknya, baru setelah usianya menginjak 2 tahun, anak bisa mulai disapih.

Akan tetapi, keputusan untuk menentukan kapan waktu yang tepat untuk menyapih anak adalah kembali lagi kepada pribadi masing-masing karena mengingat  kepentingan serta kebutuhan setiap ibu tentu berbeda-beda, bukan?. Ada ibu yang bisa menyapih ketika anaknya sudah genap berusia 2 tahun, namun ada juga ibu yang harus segera menyapih ketika anak belum genap berusia 1 tahun.

Meskipun demikian, apapun keputusan menentukan waktu penyapihan sebaiknya didasarkan pada apa yang terbaik bagi keluarga. Nah, disinilah pentingnya untuk berdiskusi bersama pasangan atau konsultasi dengan keluarga lainnya.

 

Tanda-tanda Anak Bisa Mulai Disapih

Di samping mengetahui soal waktu penyapihan yang tepat, Anda juga perlu tahu tanda-tanda anak yang menunjukkan bahwa ia siap untuk disapih. Jika Anda dapat mengenali tanda-tanda berikut ini sekaligus waktu untuk menyapih sudah tepat, maka segera mulai prosesnya.

gramedia digital

  1. Anak terlihat sudah tidak tertarik untuk minum ASI.
  2. Anak hanya menyusu dalam waktu singkat alias tidak betah berlama-lama jika dibandingkan sebelum-sebelumnya.
  3. Tidak mengisap ASI, namun hanya bermain di area payudara ibunya.
  4. Mudah terganggu ketika menyusu.

Kiat Ampuh Menyapih Anak Secara Efektif

 

1. Tentukan Waktu yang Tepat Saat Mulai Menyapih

Hal pertama yang penting dilakukan adalah menentukan waktu secara tepat saat hendak menyapih. Nah, sesuai dengan penjelasan sebelumnya soal waktu yang tepat dalam menyapih, ibu mesti bijak dalam menentukannya.

 

Sebagai ibu yang mengerti betul akan perkembangan serta kesehatan anak, ada baiknya jika kamu menyapih anak begitu ia menginjak usia 2 tahun karena sesuai dengan anjuran pakar kesehatan serta WHO. Akan tetapi, jika ada hal lain yang mengharuskan ibu melakukan penyapihan lebih dini maka pastikan anak memperoleh asupan nustrisi penggantinya.

 

2. Buatlah Jadwal Penyapihan

Setelah menentukan waktu yang tepat, selanjutnya buatlah jadwal penyapihan secara rutin. Bila perlu, tentukan juga target penyapihan kapan selesai agar memacu kamu untuk senantiasa terus berusaha. Dengan bantuan jadwal, kamu bisa lebih teratur dan terhindar dari procastinating atau menunda-nunda.

 

3. Kurangi Frekuensi Menyusui Sedikit Demi Sedikit

Mengurangi frekuensi menyusui adalah jalan efektif yang wajib ditempuh para ibu karena secara perlahan tapi pasti, anak akan bisa menyesuaikan diri. Nah, apabila biasanya anak menyusu 3 sampai 5 kali dalam sehari maka ibu bisa menguranginya sedikit demi sedikit hingga sang anak akhirnya berhenti menyusu.

 

4. Alihkan Perhatian Anak

Ada beragam cara yang bisa ditempuh para ibu untuk mengalihkan perhatian anak ketika ia mencoba terus menerus meminta ASI. Antara lain yang bisa kamu coba adalah memberikan tambahan MPASI dan camilan, melakukan kegiatan yang menyenangkan seperti bermain bersama, membaca buku, atau mengajaknya jalan-jalan di sekitar rumah. Nah, dengan begitu anak lama kelamaan akan lupa karena perhatiannya teralihkan.

 

5. Mulailah Mengenalkan Jenis Makanan Baru

Alih-alih memberikan makanan atau cemilan yang itu-itu saja, dimana sang anak bisa mulai bosan dan ingin menyusu kembali. Alangkah lebih baiknya jika ibu mulai mengenalkan jenis makanan baru kepadanya.

 

Nah, bersama sang anak, kamu bisa mengajaknya diskusi sampai menciptakan kreasi makanan atau camilan baru untuknya. Selain semakin lupa untuk minum ASI, ia juga akan belajar hal baru lewat cara ini, lho. Menarik , kan!

gramedia digital 4

 

6. Pastikan Kondisi Anak Sehat

Selama perjalanan menyapih, pastikan anak dalam kondisi sehat agar ia tetap merasa nyaman. Pasalnya, jika anak sedang sakit dan ibu memaksakan untuk menyapihnya maka kondisi fisiknya bisa semakin terganggu, lho.

 

7. Konsisten dan Sabar

Ya, konsisten serta sabar merupakan kunci penting kesuksesan proses penyapihan. Tak dapat dipungkiri bahwa akan ada banyak drama selama melakukannya. Meski begitu, jangan sampai jadi alasan untuk tidak segera melakukannya begitu sudah siap, ya. Sapihlah sang anak dengan penuh kesabaran dan konsisten karena selain bisa mempercepat dalam mengakhiri pemberian ASI, kedua hal tersebut juga akan memperkuat mentalitas kamu sebagai ibu, lho.

Baca Juga Cara Menulis Daftar Pustaka Dari Buku, Jurnal, Skripsi, Artikel, Website

Parenting Life - Before After 01

Parenting 4.0 Mendiidk Anak Di Era Digital

Parenting 4.0 Mendiidk Anak Di Era Digital

Positive Parenting Membangun Karakter Positif Anak

Positive Parenting Membangun Karakter Positif Anak

Adaptive Parenting

Adaptive Parenting

Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Menyapih Anak

1. Mengolesi Puting Dengan Cabai, Brotowali, atau Bahan Lain yang Menimbulkan Rasa Tidak Nyaman Bagi Bayi

Seperti kita ketahui bersama bahwa tidak sedikit lho ibu-ibu Indonesia mempercayakan proses penyapihan dengan bantuan cabai, brotowali, maupun bahan lain yang menimbulkan rasa tidak nyaman bagi bayi. Ya, tak dapat dipungkiri bahwa cara ini memang cukup ampuh menangkal bayi yang  ingin selalu minta ASI.

Akan tetapi, perlu kamu ketahui bahwa mengoleskan bahan-bahan tersebut ke puting payudara dapat membakar dan menyengat mulut anak ketika mencoba untuk minum. Yang lebih parahnya lagi, sang anak juga bisa muntah maupun diare lantaran menelan bahan-bahan yang tidak semestinya ia konsumsi. Nah, selain dampak secara fisik, penggunaan bahan-bahan tersebut rupanya juga bisa menimbulkan efek traumatis juga, lho. Ngeri juga ya ternyata.

 

2. Hindari Menawarkan ASI Saat Anak Rewel

Tak mau gagal terus saat proses menyapih? Maka bersikap tegaslah kepada sang anak dengan tidak menawarkan ASI ketika ia rewel dan menangis. Mungkin batin ibu akan sedikit tersiksa saat melakukannya, namun percayalah bahwa jika kamu terus-terusan menawarinya ASI ketika rewel maka yang ada justru ia akan menjadi lebih manja dan bergantung pada kamu.

 

3. Jangan Menawarkan ASI Serta Jangan Menolak Ketika Anak Meminta

Penting untuk dilakukan bahwa ibu sebaiknya jangan mencoba menawarkan ASI kepada anak. Jika ini dilakukan maka tujuan awal menyapih pun semakin sulit dicapai.

Kendati demikian, kamu juga jangan menolak ketika anak meminta minum ASI. Walaupun terdengar agak bertolak belakang dan membutuhkan waktu lebih lama untuk memperoleh hasilnya namun pada dasarnya hal ini cukup ampuh dilakukan sebab penting juga bagi ibu memerhatikan kebutuhan serta emosi sang anak. Lakukan secara lembut, ya!.

 

4. Hindari Memberikan Sesuatu yang Membuat Anak Ketergantungan

Biasanya untuk memberikan pengalihan ASI, ibu akan memberikan benda berupa dot atau empeng. Padahal kedua benda tersebut berpotensi membuat anak jadi ketergantungan, lho. Maka alangkah lebih baiknya, jika ibu menghindari benda-benda tersebut kepada sang anak jika tak ingin menyesal di kemudian hari.

 

5. Hindari Memberikan Makanan Pendamping Terlalu Banyak

Mengingat sistem pencernaan bayi masih rentan terhadap infeksi serta dalam tahapan perkembangan maka sebaiknya ibu menghindari pemberian makanan pendamping yang terlalu banyak dengan alasan mengalihkan perhatiannya. Jika pemberian makanan melebihi kebutuhannya maka bisa menimbulkan dampak buruk, seperti muntah, diare, dan bahkan obesitas. Tak mau itu terjadi, kan?. Berilah makanan pendamping secukupnya saja, ya.

Baca Juga Buku Manajemen Keuangan Best Seller.

 

Rekomendasi Metode Penyapihan yang Banyak Dilakukan

Selain mengikuti kiat-kiat di atas, penting juga untuk Anda ketahui bahwa di dunia penyapihan balita rupanya terdapat metode-metode yang banyak digunakan para ibu, yaitu sebagai berikut.

1. Baby-Led Weaning

Dilansir dari situs Parents.com, metode Baby-Led Weaning (BLW) rupanya mulai dipopulerkan di United Kingdom oleh Gill Rapley dan Tracey Murket. Cara yang cukup populer di kalangan orang tua muda ini juga telah lama digunakan di berbagai negara di dunia. Pasalnya, BLW merupakan metode yang mengampanyekan penyapihan secara lebih alami dan ramah keluarga.

Metode ini mengharuskan orang tua untuk menambahkan MPASI maupun susu formula ke dalam asupan bayi sehari-hari. Pada metode ini juga, rupanya menyapih anak tidak bisa diartikan sebagai usaha menghentikan pemberian ASI, lho. Melainkan hanya mengenalkan makanan pendamping ASI saja.

BLW menekankan pada pengenalan rasa, tekstur, warna, serta aroma baru kepada anak. Dalam pelaksanaannya, anak dibebaskan untuk menentukan makanan serta cara mengonsumsinya sendiri. Oleh karena itu, jika kamu menggunakan metode ini cobalah untuk memberi beberapa pilihan makanan kepada sang anak, seperti beberapa potong buah berbeda, sayuran, maupun biskuit yang berbeda pula. Alih-alih kamu mencoba menyuapinya dengan sendok layaknya metode tradisional, sajikanlah makanan tersebut di atas piring dan biarkan anak kamu memilihnya sendiri. Mudah, kan!

 

2. Mother-Led Weaning

Berbeda dengan metode pertama dimana proses penyapihan mengikuti perkembangan anak dan tidak ada paksaan dari pihak ibunya, mother-led weaning justru menekankan pada upaya pihak ibu untuk mengakhiri penyusuan. Pada metode ini, ibu berperan sebagai pemimpin sehingga yang menentukan kapan penyapihan bukanlah anak melainkan ibu.

Apabila ingin mencoba metode MLW ini, pastikan ibu sudah siap secara mental karena dibutuhkan usaha ekstra saat melakukannya. Sebagai saran, mintalah dukungan dari lingkungan sekitar, terutama ayah untuk menyukseskan penyapihan anak.

 

3. Weaning with Love

Sesuai dengan namanya, metode ini memiliki arti “Menyapih dengan cinta”. Dalam proses penyapihan metode ini, ibu tidak hanya berjuang sendirian, melainkan peran ayah juga dibutuhkan. Diperlukan pemberian kasih sayang serta pendekatan yang lembut untuk mempraktikkan metode yang cukup populer di Indonesia ini.

Sejatinya metode weaning with love merupakan dasar yang wajib dilakukan jika menggunakan metode-metode lainnya. Bukan tanpa alasan, karena jika pendekatan menyapih tidak diiringi dengan kelembutan dan kasih sayang maka tumbuh kembang psikis maupun fisik sang anak bisa saja terhambat, lho.

Nah, demikian itulah informasi dari Gramedia.com seputar dunia penyapihan beserta bagaimana cara menyapih anak secara efektif. Sebagai seorang ibu, pastikan selama proses penyapihan, anak dan kamu tetap merasa nyaman, ya. Walaupun tidak mudah, hal ini tentu akan banyak mendatangkan manfaat seperti yang telah disebutkan di atas. Selamat mencoba dan semoga berhasil!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

  • Custom logo gratis
  • Akses gratis ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien
  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy

What do you think?