in

Pengertian Strict Parents, Ciri-ciri, & Dampak Anak Strict Parents

Pexels.com

Strict Parents – Pernahkah Grameds mendengar istilah strict parents? Atau adakah orang terdekat Grameds yang memiliki strict parents? Dewasa ini, ada banyak konten di sosial media yang menggunakan POV atau point of view dari anak yang berada dalam asuhan strict parents.

Kebanyakan dari konten tersebut, biasanya menceritakan bahwa sang anak kesulitan untuk mendapatkan izin dari orang tua dengan tipe strict parents. Tapi sebenarnya apa itu strict parents, bagaimana dampaknya pada anak, dan bagaimana cara seseorang mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini, ya!

Pengertian Strict Parents

Setiap orang tua, tentu memiliki kewajiban untuk membimbing, memberikan arahan serta mengasuh anak-anaknya, mulai dari kecil hingga dewasa dan tugas orang tua tidak akan pernah berakhir. Kewajiban orang tua untuk mengajarkan anak mengenai berbagai hal, sering kali diartikan sebagai parenting.

Namun, parenting ini tidak hanya mengajarkan suatu hal. Akan tetapi juga membimbing anak. Parenting sendiri dapat diartikan sebagai sebuah proses guna mendukung serta mengembangkan emosi, sosial, fisik, hingga intelektual anak mulai dari ia bayi hingga mencapai usia dewasa.

Dalam proses parenting, setiap orang tua tentu menginginkan anaknya agar tumbuh menjadi orang yang bermanfaat dan harapan baik lainnya. Sayangnya, demi memenuhi ekspektasi dan keinginan orang tua tersebut, tidak sedikit orang tua yang kemudian menganut cara asuh strict parents.

Dalam ilmu psikologi, strict parents adalah orang tua yang memiliki standar tinggi serta sering kali menuntut anaknya.

Sebagian orang tua, mungkin masih percaya bahwa cara pengasuhan yang ketat, dapat membuat anaknya menjadi sosok yang lebih hebat kelak. Akan tetapi, memberikan pengasuhan dengan cara strict parents, justru dapat berdampak negatif pada anak.

Ketika orang tua memberikan standar tinggi kepada anak dan memberi dukungan diserta dengan kasih sayang, maka tandanya orang tua tersebut memiliki gaya asuh yang otoritatif. Gaya asuh tersebut, umumnya akan membuat anak menjadi sosok yang lebih baik. Namun, berbeda dengan gaya pengasuhan otoritatif tadi, gaya asuh strict parents umumnya tidak memiliki sifat otoritatif, akan tetapi cenderung otoriter.

Sosok strict parents dengan sifat otoriter dapat ditandai dengan perilaku yang dingin, tidak responsif serta cenderung tidak suportif kepada anaknya. Peraturan yang dibuat oleh strict parents pun dibuat dengan sewenang-wenang serta sangat ketat.

Pada umumnya, orang tua dengan tipe strict parents akan melarang anaknya untuk menyuarakan opini atau pendapat yang mereka miliki, anak juga dilarang mempertanyakan setiap keputusan yang dibuat oleh orang tua.

Strict Parents
Pexels.com

Ciri-Ciri Strict Parents

Setelah mengetahui pengertian dari strict parents, berikut beberapa ciri-ciri yang dimiliki oleh strict parents. Pada umumnya, strict parents memiliki beberapa karakteristik yang dapat diidentifikasi oleh Grameds.

1. Memberikan tuntutan, akan tetapi tidak bersikap responsif

Sifat khas yang dimiliki oleh strict parents ialah otoriter. Sehingga, strict parents sering memberikan banyak peraturan serta tuntutan pada anak, bahkan peraturan yang diterapkan tersebut berdampak pada setiap seluruh aspek yang ada dalam hidup anak, baik itu di rumah maupun ketika anak berada di tempat umum.

Peraturan-peraturan yang diterapkan oleh strict parents, pada umumnya merupakan peraturan tidak tertulis dan beberapa bahkan tidak menyampaikan peraturan tersebut kepada sang anak. Dibandingkan memberitahu anak, strict parents menganggap dan mengharapkan bahwa anak dapat paham dan mengerti peraturan tersebut, tanpa diberi tahu.

2. Sedikit memberikan kasih sayang

Ketika Grameds melihat atau merasakan orang tua yang terlihat dingin, jauh dari anak-anak atau tidak dekat, serta kasar, maka itu adalah ciri-ciri dari strict parents yang cenderung minim memberikan kasih sayang.

Tidak jarang pula, strict parents bahkan berteriak pada anak serta jarang memberi dukungan maupun pujian. Hal ini dikarenakan, strict parents lebih mementingkan disiplin dari anak, dibandingkan kesenangan pada pola pengasuhan anaknya.

3. Memiliki banyak aturan dan berlebihan

Ciri khas dari strict parents ialah ia akan menerapkan banyak peraturan pada anak dan peraturan tersebut dinilai berlebihan bagi kebanyakan orang. Contohnya seperti pembatasan jam keluar atau menyusun kegiatan khusus yang harus dilakukan oleh anak usai pulang sekolah dan lain sebagainya.

Kondisi tersebut, akan membuat anak merasa terkekang. Sebab anak dituntut untuk mampu dan harus mengikuti segala aturan yang dibuat oleh orang tuanya. Akan lebih baik, apabila orang tua hanya menerapkan sedikit peraturan, tetapi peraturan-peraturan tersebut konsisten diterapkan kepada anak.

4. Tak jarang memberikan hukuman fisik

Strict parents umumnya tidak akan segan memberikan hukuman fisik pada anak, ketika sang anak dianggap telah melanggar peraturan yang dibuat. Hukuman fisik yang diberikan bisa beragam, mulai dari pukulan, menarik telinga dan lain sebagainya. Pada umumnya, hukuman fisik akan diberikan, ketika anak tidak mampu memenuhi ekspektasi atau mematuhi aturan strict parents.

Strict Parents

5. Tidak membiarkan sang anak memilih

Seorang strict parents, dengan sifat otoriter biasanya tidak membiarkan anak untuk memilih atau memberikan pilihan pada anak. Keputusan yang diberikan pada anak, umumnya adalah keputusan yang tidak bisa diganggu gugat, selain itu strict parents juga tidak akan mendengarkan opini dari anak mengenai peraturan-peraturan tersebut.

Sehingga, anak pun tidak memiliki ruang untuk melakukan negosiasi serta tidak mampu menentukan pilihannya sendiri.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

6. Tidak memercayai anak

Orang tua yang memiliki gaya pengasuhan strict parents serta otoriter, umumnya cenderung tidak mampu memercayai sang anak, sehingga anak pun tidak diberikan peluang untuk membuat keputusannya sendiri. Strict parents, tidak memberikan kesempatan pada anak, untuk membuktikan bahwa anak tersebut mampu dan bisa membuat keputusan yang baik dengan pendapat dan opininya sendiri.

7. Kerap mempermalukan anak

Strict parents umumnya tidak pandang bulu, ketika ia akan memperingatkan anak ketika anak melakukan sesuatu hal yang salah. Selain itu, strict parents juga dianggap kerap mempermalukan anak di depan umum, dengan tujuan agar anak selalu mematuhi peraturan yang mereka buat.

Alih-alih memberikan support, agar rasa percaya diri anak meningkat, strict parents justru mempermalukan anak, sebagai suatu cara yang dianggapnya mampu memberikan motivasi pada anak dan mendorong anak menjadi sosok lebih baik.

Akan tetapi, harapan tersebut tentu akan berbanding terbalik dengan hasil, sebab anak akan merasa minder untuk melakukan sesuatu karena takut dibentak atau dipermalukan di depan umum.

8. Tidak memberikan waktu luang untuk anak

Ciri lainnya dari seorang strict parents ialah tidak memberikan waktu luang bagi anaknya. Contohnya, orang tua akan meminta anak, untuk melakukan hal-hal atau tugas yang sulit. Akan tetapi, orang tua tidak mau memberikan waktu luangnya untuk membantu anak mengerjakan tugas tersebut.

Sehingga, anak pun akan merasa kesepian serta kesulitan, ketika ia mendapatkan tugas yang membebaninya.

9. Enggan memberikan penjelasan pada anak

Orang tua dengan gaya asuh strict parents biasanya ingin anaknya untuk mampu bersikap baik serta mampu memahami peraturan tidak tertulis yang mereka terapkan. Akan tetapi, strict parents enggan menjelaskan mengenai peraturan tersebut atau menjelaskan kepada anak, mengapa mereka menerapkan peraturan tersebut.

Strict Parents

Dibandingkan memaksakan kehendak dan terus-terusan menuntut anak begini dan begitu, ada baiknya Grameds yang segera menjadi orang tua atau ingin memperbaiki diri dalam menjalankan pola asuh, belajar untuk bisa memahami psikologi perkembangan anak.

Buku yang ditulis oleh Maya S berjudul “Psikologi Perkembangan Anak”, akan membantu Grameds untuk memahami psikologi anak dan mengerti bahwa setiap anak memiliki perilaku yang berbeda dan kepribadian berbeda pula.

Dengan begitu, Grameds bisa menerapkan apa yang baik dan tidak sesuai dengan kepribadian dan perilaku anak, agar tumbuh kembang anak menjadi hal yang menyenangkan dan berkesan!

Mengapa Seseorang Bisa Menjadi Strict Parents?

Mengapa orang tua ada yang memiliki gaya pengasuhan ototriter dan menjadi sosok strict parents? Perlu diketahui, bahwa gaya asuh strict parents bukanlah sesuatu hal yang tidak sengaja terjadi. Akan tetapi orang tua memang telah menetapkan bahwa ia melakukan pengasuhan pada anak dengan gaya strict parents.

Ada beberapa hal yang menjadi pemicu sebelum seorang orang tua menerapkan gaya asuh strict parents yang otoriter.

1. Memiliki pengalaman yang sama

Sebuah studi menjelaskan, bahwa pemicu utama seseorang menjadi sosok strict parents ialah karena ia memiliki pengalaman yang sama. Artinya, ia diasuh oleh orang tua dengan pola asuh ototriter.

Sehingga, ketika anak-anak tersebut dewasa, maka mereka pun menerapkan pola asuh yang sama, seperti ketika orang tua mereka mengasuhnya semasa kecil.

Orang tua dengan pengalaman yang sama, merasa lebih menyukai cara membesarkan anak dengan cara mereka sendiri serta pola dan sikap yang sama seperti orang tuanya. Mereka beranggapan, bahwa menjadi strict parents, merupakan cara yang tepat untuk membuat anak menjadi lebih disiplin.

2. Memiliki kepribadian atau sifat yang kurang menyenangkan

Setiap orang memiliki kepribadian yang unik dan berbeda-beda. Ada beberapa orang yang memiliki kepribadian ramah serta menyenangkan dan ada pula orang yang memiliki kepribadian sebaliknya.

Orang-orang dengan kepribadian yang kurang menyenangkan tersebut cenderung sulit untuk berempati pada orang lain serta sering memiliki pikiran yang negatif. Sehingga, kemungkinan untuk menjadi sosok strict parents dinilai lebih besar. Hal ini dikarenakan mereka akan merasa kesulitan untuk membangun hubungan yang dekat dengan orang lain, bahkan dengan anak-anaknya sendiri.

3. Memiliki neurotisme tinggi

Menurut sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2018 di Iranian Journal of Psychiatry, menunjukan bahwa strict parents memiliki kecenderungan untuk memiliki tingkat neurotisme yang cukup tinggi.

Neurotisme ialah suatu dimensi kepribadian yang menyangkut kestabilan dari emosi yang dimiliki oleh seseorang. Neurotisme tersebut ditandai oleh kecemasan, keraguan, memiliki perasaan negatif pada beragam hal, hingga depresi.

Strict Parents

Dampak Gaya Asuh Strict Parents

Gaya pengasuhan apapun tentu akan memberikan dampak yang cukup besar dalam perkembangan anak. Baik itu gaya asuh otoritatif maupun otoriter, baik itu dengan orang tua yang memiliki kepribadian lembut atau keras, keduanya akan memberikan dampak pada si kecil. Lalu, dampak apa yang diberikan oleh gaya asuh strict parents? Apakah gaya asuh strict parents memiliki dampak baik atau buruk? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Anak menjadi tidak bahagia serta depresi

Dalam sebuah jurnal psikologi, dijelaskan bahwa salah satu dampak dari gaya asuh strict parents, ialah membuat anak menjadi tidak bahagia serta merasa depresi.

2. Anak bisa memiliki gangguan perilaku

Selain depresi serta tidak bahagia, anak dengan asuhan strict parents cenderung memiliki gangguan perilaku. Hal ini dikarenakan anak adalah sosok peniru ulung, sehingga ia akan dengan mudah meniru perilaku yang ditunjukan oleh orang tuanya.

Ketika orang tua mendisiplinkan anak dengan cara yang keras dan disertai ancaman maupun paksaan bahkan hingga hukuman fisik, anak tentu saja bisa meniru hal-hal tersebut dan memperlakukan temannya dengan perilaku yang tidak mengenakan. Hasilnya, anak akan memiliki sifat agresif, pemarah, hingga impulsif sejak dini.

3. Anak lebih suka berbohong

Ketika orang tua mendisiplinkan anak dengan cara yang keras dan penuh pengekangan bahkan tanpa kasih sayang, maka rasa takut dalam diri anak pun akan muncul. Sehingga, anak akan berusaha untuk menghindari hukuman-hukuman tersebut, salah satu caranya ialah dengan berbohong.

Contohnya, ketika strict parents mempermalukan anak di luar rumah, maka anak akan cenderung bertingkah baik di luar rumah. Sebab ia takut akan dipermalukan di depan umum.

Namun, sesampainya ia di rumah, anak bisa kembali melakukan hal-hal buruk ataupun melanggar aturan yang telah dibuat oleh orang tua. Sifat gemar berbohong ini juga dapat muncul karena anak tidak diberikan kesempatan oleh orang tua untuk mengungkapkan kejujurannya.

4. Menjadi anak yang suka melakukan bullying

Dampak dari pola asuh otoriter dari strict parents ialah mengundang sifat bully ke dalam diri anak. Hal ini dikarenakan, anak melihat cara yang keras dan hukuman fisik yang dilakukan oleh orang tua pada dirinya. Sehingga, anak akan menganggap bahwa perlakuan kasar tersebut merupakan hal yang wajar.

Pada akhirnya, anak akan menjadi sosok yang keras dan pemaksa untuk mendapatkan apa yang ia inginkan, seperti cara asuh orang tua. Pola asuh otoriter dan strict parents akan menyebabkan anak menjadi sosok pelaku perundungan atau bullying.

5. Anak tidak memiliki rasa percaya diri

Dampak lainnya dari pola asuh strict parents ialah rasa percaya diri dari sang anak akan meredam bahkan hilang. Hal ini dikarenakan orang tua tidak memberikan kepercayaan dan kesempatan pada anak, untuk mengungkapkan opini dan dilarang mempertanyakan sesuatu.

Bagaimana Cara Menghadapi Pola Asuh Strict Parents?

Mungkin Grameds adalah salah satu anak yang dididik oleh orang tua dengan gaya asuh orang tua yang ketat, atau mengenal seseorang yang diasuh dengan oleh orang tua yang keras? Bagaimana cara mengatasi dan menghadapi orang tua yang ketat dengan segala peraturannya?

Strict Parents
Pexels.com

Pertama, Grameds harus menyadari bahwa Grameds berada di bawah pola asuh strict parents. Sehingga, Grameds perlu memberikan waktu serta ruang lebih untuk diri sendiri. Ketika bersama di dalam rumah, Grameds mungkin akan merasa kehabisan energi karena tuntutan ini itu, sehingga Grameds perlu mengisi energi Grameds dengan hal-hal positif dan mampu memperbaiki mental Grameds.

Ketahuilah, meskipun strict parents adalah sosok yang keras dan tidak pernah atau jarang menunjukan kasih sayang, akan tetapi orang tua dengan gaya asuh otoriter tetap sayang dan menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Sehingga, cobalah untuk menjelaskan dan memahami apa keinginan orang tua, dan cobalah untuk hindari segala perdebatan yang membuat energi positif kamu terkuras habis.

Grameds bisa me-charge energi Grameds dengan melakukan hobi yang Grameds gemari. Seperti membaca buku terkait kesehatan mental atau buku-buku parenting yang mungkin ingin Grameds hadiahkan untuk orang tua.

Itulah ulasan mengenai strict parents yang penting untuk kita pahami. Grameds bisa mempelajari topik ini dengan membaca buku-buku yang bisa kamu dapatkan di gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas, Gramedia menyediakan produk-produk terbaik, agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Ananda