IPA

Planet Yupiter: Serba Serbi, Ciri-Ciri, dan Fun Fact

serba serbi, fun fact Yupiter,
Written by M. Hardi

Serba serbi, fun fact Yupiter – Dalam tata surya bima sakti ini, terdapat berbagai macam benda langit, diantaranya ialah matahari, planet, komet serta meteorit. Dalam tata surya, matahari merupakan pusat dari tata surya. Selain itu, matahari juga dikelilingi oleh-oleh planet.

Lalu Apa itu planet? Planet adalah suatu benda langit yang kemudian berputar mengelilingi matahari dengan lintasan serta suatu kecepatan tertentu. Dalam tata surya kita, terdapat delapan planet yang mengorbit serta mengelilingi matahari. Jika diurutkan berdasarkan jarak terdekat dari matahari, dimulai dari Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, serta Planet Neptunus.

Setiap planet dalam tata surya masing-masing memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Salah satu di antaranya adalah planet Jupiter yang merupakan planet terbesar di tata surya.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang serba-serbi, fun fact Yupiter. Jadi simak ulasan ini sampai selesai ya, Grameds.

serba serbi, fun fact Yupiter,

Sumber: suara.com

Tentang Planet Yupiter

serba serbi, fun fact Yupiter,

Sumber: Pixabay

Nama Jupiter sendiri dalam bahasa Arab atau dikenal juga sebagai Mustari, atau dalam bahasa Sanskerta disebut juga sebagai Wrespati. Planet Jupiter ini biasa disebut juga dengan nama Planet Yupiter.

Planet ini merupakan planet terbesar dalam tata surya, yaitu lebih besar jika dibandingkan dengan keberadaan planet lainnya. Volumenya sendiri adalah 1.300 kali dari volume Bumi. Kemudian, garis tengahnya adalah 142.860 km. Planet ini juga memiliki daya tarik gravitasi 2,65 kali bila dibandingkan dengan Bumi.

Jadi, jika berat kamu sekarang 50 kg, maka di Jupiter beratmu akan menjadi 2,65 kali, yaitu lebih dari 130 kg. Planet Jupiter sebagian besar terdiri atas gas-gas hidrogen (H2), helium (He), metana (CH4), serta zat ammonia (NH3). Sebagai planet terbesar, Jupiter juga memiliki massa kira-kira sebesar 2/3 dari seluruh massa dalam tata surya di luar matahari, atau kira-kira 320 kali lebih besar jika dibandingkan dengan massa Bumi kita.

Jupiter juga memiliki kepadatan yang relatif kecil, yaitu kurang dari kepadatan air serta berat jenisnya yang lebih kecil jika dibandingkan dari berat jenis air. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Planet Jupiter merupakan planet yang ukurannya yang paling besar pada susunan Tata Surya. Oleh sebab itu, jika kita bayangkan Jupiter berfungsi sebagai wadah, maka ia mampu menampung sebanyak 1310 planet seukuran Bumi.

Jika berbicara tentang struktur planet Jupiter, maka didalamnya terdiri dari beberapa hal, seperti permukaan, komposisi, struktur dalam, cincin, massa serta gravitasi, medan magnet, atmosfer, suhu, cuaca dan iklim yang terdapat pada planet Jupiter.

Setelah diteliti oleh para ahli permukaan Planet Jupiter memiliki noda atau yang biasa disebut dengan bintik merah besar (great red spot). Bintik merah tersebut merupakan sabuk awan besar dan berbentuk lonjong serta menyelimuti permukaan. Adanya bintik merah ini diduga terjadi karena gangguan pada atmosfer Jupiter.

Selain itu, permukaan Jupiter ini juga tersusun dari hidrogen dan helium dalam bentuk cair atau gas, sehingga Jupiter juga akan tampak, seperti bola gas raksasa. Oleh sebab itu, planet ini dapat memantulkan lebih dari 70% cahaya matahari yang diterimanya. Sedangkan luas permukaan planet Yupiter adalah 120 kali bila dibandingkan dengan luas permukaan Planet Bumi.

Cincin Planet Jupiter sendiri bukan hanya terdapat pada planet Saturnus dan planet Neptunus, tetapi Jupiter juga memilikinya. Cincin pada planet ini merupakan cincin yang paling tipis. Adapun pada cincin tersebut tersusun dari 3 bagian, yaitu cincin Halo, cincin Utama, dan cincin Gossamer.

Ketiga cincin itu terbuat dari material debu, sehingga cukup memungkinkan apabila pada bagian cincin ini tersusun juga dari material yang terlempar dari satelit Adrastea dan Metis. Kemudian, materi-materi itu mengorbit lewat Planet Jupiter dan materi-materi itu dipertebal dengan hasil tubrukan dengan satelit lain.

Suhu pada permukaan Planet Jupiter kurang lebih berkisar -145 derajat Celcius dan suhu intinya mencapai 24.000 derajat Celcius. Planet Jupiter juga memiliki kemiringan sumbu yang relatif kecil dan kemiringan sumbu tersebut adalah 3,13 derajat.

Jadi, pada planet Jupiter ini tidak mengalami proses perubahan musim yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan perubahan musim di Bumi atau Planet Mars. Akan tetapi, hampir setiap waktu di permukaan Jupiter terjadi badai, terutama pada bagian titik besar yang tampak berwarna kemerahan.

Planet Jupiter sendiri memiliki 67 satelit alami, dari satelit-satelit ini, diameter 51 satelit tercatat kurang dari 10 kilometer serta baru ditemukan setelah tahun 1975. Lalu, empat satelit terbesar Jupiter sendiri dijuluki satelit-satelit Galileo, yaitu diantaranya Io, Europa, Ganimede, dan satelit Callisto.

Di Planet Jupiter itu sendiri dapat terjadi efek aktivitas vulkanik lo dan untuk pertama kalinya astronom bisa melihat peristiwa tersebut. Hal itu terjadi pada atmosfer dari Planet Jupiter.

Ciri-Ciri Planet Jupiter

serba serbi, fun fact Yupiter,

Sumber: Pixabay

Secara umum, ciri-ciri planet atau karakteristik Planet Jupiter di antaranya:

  • Jarak Planet Jupiter ke matahari kurang lebih ±778 juta km
  • Garis tengah Planet Jupiter sekitar 142.600 km
  • Lamanya waktu rotasi Planet Jupiter sekitar 9 jam 50 menit
  • Revolusi dari Planet Jupiter kurang lebih 11,9 tahun (±12 tahun bumi)
  • Planet Jupiter sendiri terdiri dari cairan hidrogen, amoniak, helium serta methan (BJ = 1,33, sedangkan BJ air = 1)
  • Jupiter mempunyai atmosfer, tetapi gerakannya sangat lambat jika dibuktikan dengan adanya berbagai noda-noda pada Planet Jupiter yang kelihatan, tetapi tetap, dan tidak berpindah tempat
  • Atmosfer Planet Jupiter terbentuk dari zat amonia serta zat metana
  • Formasi-formasi awan yang terlihat pada ban ekuatornya terdiri atas gas-gas yang terkondensasi (atau mengental dan mengembung)
  • Terdapat zat air, zat arang, serta zat lemas yang dapat bersenyawa, sehingga dapat menjadi methan serta amoniak karena temperatur yang amat rendah (-140 derajat Celcius)
  • Diameter Planet Jupiter adalah 11 kali dari diameter Bumi
  • Permukaan Planet Jupiter 120 kali dari luas bumi
  • Tak ada kehidupan pada Planet Yupiter karena atmosfernya sendiri bertemperatur -140 derajat Celcius
  • Jupiter memiliki 67 satelit alami di dalamnya

Fun Fact Planet Jupiter

Jarak Jupiter dari Matahari

Rata-rata, Planet Jupiter mengorbit sekitar 483.682.810 mil atau sekitar 778.412.020 km dari matahari. Angka ini sendiri 5.203 kali lebih jauh jika dibandingkan dari jarak rata-rata bumi dari matahari.

Pada perihelion, ketika Planet Jupiter berada paling dekat dengan matahari, planet ini berjarak 460.276.100 mil atau 740.742.600 km. Sementara itu, jarak terjauh yang bisa dicapai oleh Planet Jupiter dari matahari adalah 507.089.500 mil atau sekitar 816.081.400 km

Jupiter Merupakan Planet Terbesar

Planet Jupiter sebagai suatu planet terbesar dalam tata surya memiliki diameter mencapai 142.984 kilometer. Ukuran ini sendiri sama dengan 11 bumi yang dijadikan satu. Dilansir dari Nasa Solar System Exploration, ukuran Jupiter adalah dua kali lebih besar dari penggabungan tujuh planet yang ada di tata surya.

Ukuran yang sangat besar ini membuat Planet Jupiter dapat terlihat dari bumi walaupun letaknya sangat berjauhan. Planet Jupiter juga dapat terlihat seperti sebuah bintang. Hal ini dikarenakan Planet Jupiter merupakan planet paling terang kedua setelah Venus.

Jupiter Memiliki Cincin

Planet bercincin identik dengan Saturnus, tetapi sebenarnya Jupiter pun memiliki cincin yang mengelilinginya. Namun, cincin yang dimiliki Yupiter ini tidak sebesar Saturnus. Cincin tersebut berasal dari sisa-sisa material satelit yang mengorbit di sekitar Jupiter Cincin Jupiter dan terbagi menjadi tiga bagian. Bagian paling dalam disebut dengan halo.

Bagian tengah cincin adalah bagian utama yang paling terang. Bagian cincin paling luar disebut gossamer ring. Cincin tersebut terbentang hingga 225.000 kilometer dari planet dan memiliki ketebalan 2.000-12.500 kilometer.

Jupiter Mengalami Hari Terpendek

Jika dibandingkan dengan planet-planet lain yang ada di tata surya, Jupiter memiliki hari paling pendek, yakni hanya 9 jam 55 menit 30 detik waktu bumi. Jadi, dapat disimpulkan bahwa satu hari di Jupiter sama dengan setengah hari di bumi. Hal tersebut dapat terjadi karena Jupiter memiliki kecepatan orientasi sebesar 12,6 kilometer per detik. Cepat sekali bukan?

serba serbi, fun fact Yupiter,

Sumber: harapanrakyat.com

Waktu Revolusi Jupiter Lebih Lama dari Bumi

Meskipun Jupiter berotasi dengan cepat, tetapi planet ini ternyata berevolusi lebih lama dari bumi. Revolusi planet adalah waktu yang diperlukan sebuah planet untuk mengelilingi matahari dalam orbitnya. Revolusi dapat dikatakan pula waktu 1 tahun planet tersebut.

Untuk mengelilingi matahari, Jupiter membutuhkan waktu 11,8 tahun dalam waktu bumi. Hal tersebut dapat terjadi karena jarak Jupiter yang lebih jauh dengan matahari bila dibandingkan dengan bumi. Jadi, Jupiter memiliki orbit yang lebih panjang dari bumi, sehingga waktu revolusinya pun lebih lama.

Atmosfer Jupiter

Jupiter memiliki atmosfer yang berlapis-lapis. Dilansir dari Space.com, lapisan atmosfer Yupiter terdiri dari 90 persen gas hidrogen, hampir 10 persen gas helium dan sedikit amonia, belerang, metana, serta uap air.

Permukaan Jupiter Tidak Dapat Dipijak

Berbeda dengan bumi, permukaan Jupiter sama sekali tak dapat dipijak. Sebab, sebagian besarnya terbentuk dari gas serta cairan. Jika ada yang berdiri di atas permukaannya, maka mereka akan langsung terjatuh ke dalam perut Jupiter. Hal ini dikarenakan jaraknya yang jauh dari matahari, maka permukaan Jupiter juga memiliki suhu yang lebih dingin jika dibandingkan dengan bumi.

Dilansir dari NASA, suhu di permukaan Jupiter ialah -145 derajat celcius sementara suhu intinya adalah sekitar 24.000 derajat celcius yang bahkan lebih panas jika dibandingkan dengan permukaan matahari.

Memiliki Fenomena The Great Red Spot

The Great Red Spot adalah suatu fenomena antisiklon, dimana terjadi perputaran angin badai yang sangat besar serta persisten. Dilansir dari NASA Solar System Exploration, badai Jupiter disebut dengan bintik merah. Badai ini kemudian memiliki diameter 24.000 kilometer dengan ketinggian 12-14.000 kilometer.

Besar dari badai ini sendiri hampir setara dengan tiga kali planet bumi lho. Badai di Jupiter sendiri pertama kali ditemukan oleh seorang astronom yang berasal dari Italia bernama Giovanni Cassini pada tahun 1665. Diduga, badai ini terbentuk dikarenakan cepatnya perputaran Planet Jupiter pada sumbu rotasinya sendiri. Kini, setelah 354 tahun, badai ini nyatanya masih terdapat di Jupiter, tetapi ukurannya terus mengecil sedikit demi sedikit.

Jupiter Pernah Melindungi Bumi

Planet Jupiter juga memiliki gravitasi terkuat di dalam tata surya. Bahkan, karena saking kuatnya itu Jupiter akan merusak komet, meteorit, hingga asteroid yang melintas di dekatnya. Hal ini akan sangat menguntungkan bagi planet Jupiter serta planet-planet di sekitarnya termasuk Planet Bumi.

Seperti yang terjadi pada 1994, ketika itu komet Shoemaker-Levy 9 diprediksi akan menabrak bumi. Namun, untungnya sebelum menabrak bumi, komet ini terlebih dahulu melintasi Jupiter yang memiliki gravitasi kuat, sehingga Jupiter juga juga dapat menarik komet tersebut untuk dapat mendekat padanya. Akhirnya, alih-alih menabrak bumi, komet ini justru menabrak Planet Jupiter.

Buku-Buku Terkait Antariksa

National Geographic: Ensiklopedia Antariksa

ensiklopedia antariksa - planet Neptunus

National Geographic Ensiklopedia Antariksa merupakan buku referensi lengkap mengenai alam semesta dan segala yang terdapat di dalamnya. Citra galaksi dan benda-benda langit dalam buku ini berasal dari misi ruang angkasa terkini dan hasil pengamatan observatorium canggih dengan menggunakan teleskop inframerah dan sinar-X.

Buku ini juga menampilkan terobosan pemetaan planet-planet, satelit alami, dan lain-lain yang belum pernah ada sebelumnya. Pemetaan alam semesta terbaru ini, digabungkan dengan berbagai kisah penjelajahan antariksa yang memukau, serta hasil penelitian para ilmuwan membuat buku ini menjadi sumber pengetahuan paling lengkap tentang antariksa.

Antariksapedia

antariksapedia - planet Neptunus

Mari berwisata keliling tata surya dan menjelajahi berwisata keliling tata surya dan menjelajahi bintang-bintang dalam ensiklopedia alam semesta ini. Di dalamnya ada:

  • Tujuh puluh lebih ilustrasi memukau berbagai benda antariksa, termasuk planet-planet yang baru ditemukan.
  • Foto-foto luar biasa cincin Saturnus, bulan Jupiter, bintang-bintang di galaksi, dan banyak lagi.
  • Bacaan menarik berisi penjelasan yang jernih mengenai penemuan-penemuan terbaru dan terbesar dalam astronomi, dari zat gelap sampai wujud permukaan Mars.
  • Kunjungan ke 13 planet dalam tata surya kita
  • Urutan peristiwa sejarah penemuan bidang astronomi
  • Riwayat alam semesta dan tempat tinggal kita di dalamnya
  • Tips pengamatan bintang—termasuk lambang teropong yang menunjukkan cara dan arah mengamati pemandangan antariksa yang luar biasa.

Seri Edukasi Britannica: Antariksa

antariksa - planet neptunus

Roun dan Seulgi menjelajah antariksa bersama Prof. Orion. Mereka pergi ke luar angkasa untuk belajar mengenai antariksa. Mereka pergi hingga ujung Sabuk Kuiper dan Awan Oort. Banyak yang terjadi selama perjalanan mereka. Mereka juga hampir tersedot masuk ke dalam lubang hitam.

Mau tahu istilah-istilah antariksa? Yuk, baca buku ini. Seri edukasi Britannica ini berbentuk komik edukasi yang materi sainsnya diambil dari Ensiklopedia Britannica. Penjelasannya dibuat ringan dan jelas sehingga mudah sekali untuk dimengerti. Banyak disertakan foto/gambar penunjang. Dilengkapi infografis, rangkuman isi buku.

Ensiklopedia 4D Junior: Antariksa Menakjubkan (Incredible Space)

https://www.gramedia.com/products/ensiklopedia-4d-junior-antariksa-menakjubkan-incredible-space?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

SELAMAT DATANG DI BUKU 4D JUNIOR! Tahukah kau ada berapa planet yang ada di galaksi kita? Apa kau tahu apa itu galaksi? Jika belum, ayo jelajahi antariksa yang sangat luas ini dan temukan rahasia menakjubkan planet, satelit, bintang, dan benda-benda antariksa lain.

Dengan teknologi Augmented Reality (AR) di buku ini, kau dapat mengamati isi antariksa dari dekat. Dengarkan juga lagu-lagu yang dapat kamu temukan di aplikasinya, ya! Minta orang tua untuk mengunduh aplikasi gratis DEVAR, aktivasi bukunya, dan nikmati serunya menjelajahi antariksa sambil bernyanyi bersama!

Komik Sains Bocah Pintar: Tata Surya

https://www.gramedia.com/products/komik-sains-bocah-pintar-tata-surya?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Alam Semesta ini sangat mengagumkan. Angkasa raya yang begitu besarnya, dengan taburan bintang, bulan, komet, dan benda-benda langit lainnya sungguh menarik untuk kita pelajari. Matahari yang kelihatannya hanya sebesar bola sepak ternyata jauh lebih besar dibandingkan dengan bumi yang kita pijak! Kok bisa ya…?

Semua bintang yang terlihat di langit malam adalah anggota galaksi Bimasakti. Semua tampak kecil karena letaknya yang sangat jauh dari Bumi. Bintang yang letaknya paling dekat dengan Bumi adalah Matahari; jarak rata-ratanya 149.600.000 km. Dengan jarak itu cahaya Matahari membutuhkan waktu 8,3 menit untuk sampai ke permukaan Bumi.

Matahari bukanlah bintang tunggal, dia punya tetangga, lho! Bintang terdekat dengan Matahari adalah Proxima Centauri; jaraknya 4,423 tahun cahaya dari Bumi. Ini berarti bahwa cahaya yang meninggalkan Proxima Centauri baru akan sampai ke Bumi setelah 4,243 tahun kemudian. Bintang berekor, bintang jatuh, satelit, meteor, semua ada di tata surya kita. Bulan yang kita lihat di malam hari, tidak memiliki sumber cahaya. Kenapa bisa begitu? Kenapa juga meteor bisa jatuh menghujam Bumi?

Kita bisa belajar tentang tata surya. Misalnya, partikel apa saja yang menyusun matahari. Partikel apa saja yang menyusun planet-planet dan benda langit lainnya. Penasaran kan… yuk baca dan simak komik sains ini! Semoga menambah pengetahuan dan tetap semangat belajar meraih cita-cita.

Demikian pembahasan tentang serba-serbi, fun fact Yupiter. Semoga semua pembahasan di atas dapat menambah wawasan Grameds. Kamu juga bisa menemukan berbagai macam buku yang berkaitan dengan tata surya di Gramedia.com

Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sofyan

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien