Geografi

Lempeng Pasifik: Pengertian Hingga Perbatasan Lempeng Pasifik

lempeng pasifik
Written by M. Hardi

Lempeng pasifik – Di bumi itu sendiri terdiri dari berbagai macam lempeng, salah satu lempeng yang ada di bumi adalah lempeng pasifik. Bahkan, lempeng pasifik ini melewati wilayah Indonesia. Lempeng pasifik ini juga dikenal dengan Cincin Api Pasifik. Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan lempeng pasifik? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini, Grameds.

Teori Tektonik Lempeng

lempeng pasifik

Sumber: siagabencana.com

Teori tektonika Lempeng atau dalam bahasa Inggris disebut juga Plate Tectonics adalah sebuah teori besar dalam suatu bidang geologi yang kemudian dikembangkan agar dapat memberikan penjelasan mengenai adanya bukti-bukti pergerakan dalam skala besar yang dilakukan secara alami oleh litosfer bumi.

Selain itu, teori ini mencakup sekaligus menggantikan beberapa teori pergeseran benua. Teori pergeseran benua itu sendiri telah diungkapkan kurang lebih pada abad ke-20 yang dibarengi dengan konsep seafloor spreading yang dikembangkan juga sekitar tahun 1960-an.

Jadi, bagian terluar dari bumi terbentuk oleh dua lapisan. Lapisan atas terdapat litosfer yang terdiri dari kerak dan pada bagian paling atas merupakan mantel bumi yang didalamnya padat dan kaku.

Kemudian, di bagian bawah lapisan litosfer astenosfer walaupun bentuknya padat, tetapi masih bisa mengalir seperti cairan yang sangat lambat. Selain itu, jika menggunakan skala waktu geologis, maka waktunya sangat lama. Hal ini karena adanya viskositas dan juga kekuatan geser yang sangat rendah.

Jika melihat lebih dalam lagi, maka lapisan litosfer dibagi lagi menjadi lempeng-lempeng tektonik (tectonic plates). Di bumi juga terdapat tujuh lempeng utama dan banyak lempeng-lempeng yang lebih kecil. Lempeng-lempeng ini menumpang di atas astenosfer. Mereka bergerak secara relatif satu dengan yang lainnya di batas-batas lempeng, baik secara divergen (menjauh), konvergen (bertumbukan), ataupun secara transform (menyamping).

Gempa bumi, serta aktivitas vulkanik, pembentukan gunung, dan pembentukan palung samudera semuanya dapat terjadi terjadi di daerah sepanjang batas lempeng. Pergerakan lateral lempeng lazimnya berkecepatan antara 50–100 mm/a

Tentang Lempeng Pasifik

lempeng pasifik

Sumber: kompas.com

Lempeng Pasifik merupakan suatu lempeng terbesar dari 7 batas tektonik utama. Lempeng ini memiliki ukuran 102.900.000 km2 atau lebih besar dua kali lipat dari ukuran Lempeng Amerika Selatan. Lempeng Pasifik sendiri berada di dasar laut Samudra Pasifik.

Jika bicara tentang lempeng pasifik, maka tidak bisa dilepaskan dari yang namanya lempeng tektonik. Dalam lempeng tektonik, ada yang disebut dengan lempeng tektonik aneh. Sebutan itu muncul karena lempeng tersebut umumnya terdiri dari kerak samudera dan juga kerak benua. Adapun contohnya ada pada lempeng pasifik yang mendasari samudera pasifik dengan Kepulauan Hawaii yang diposisikan di tengah.

Balik lagi ke lempeng pasifik. Lempeng Pasifik ini membentang mulai dari pantai barat Amerika Utara hingga Alaska. Kemudian, pada tepi barat, lempeng ini membentang hingga ke pantai timur pulau-pulau Jepang dan Indonesia.

Tidak hanya itu, hampir sebagian besar dari Cincin Api Pasifik terbentuk karena adanya lempeng pasifik. Lempeng pasifik ini memiliki pola sepatu kuda, sehingga pada lempeng ini biasanya akan terjadi gempa bumi dan gunung meletus bila dibandingkan dengan negara-negara yang tidak dilewati lempeng ini.

Adapun pergerakan dari lempeng ini diperkirakan dapat bergerak dengan kecepatan 5-10 cm per tahunnya. Meski begitu, lempeng pasifik, lempeng cocos, lempeng, antartika, dan lempeng nazca bisa bergerak lebih dari 10 cm per tahun, sehingga pergerakannya lebih cepat bila dibandingkan dengan lempeng tektonik lainnya.

Sebuah peta geologis dasar laut Samudra Pasifik juga mengungkapkan bahwa sekuens geologis terjadi selama jutaan tahun, serta membentuk Cincin Api pada batas laut terbesar. Lempeng Pasifik juga dapat menunjukkan kronologi dasar laut Pasifik dengan langkah tangga, dengan yang tertua disubstitusi ke Palung Asia Pasifik sendiri 145 juta tahun yang lalu.

Dalam beberapa tahun, lempeng pasifik bersamaan dengan cekungan pasifik mulai mengalami penyusutan. Hal ini dapat terjadi pada saat Amerika Utara dan Amerika Selatan mulai bergerak ke arah Selatan ke arah barat, sehingga memperluas Samudera Atlantik dan mengorbankan Samudera Pasifik.

Lempeng Pasifik sebagai Cincin Api Pasifik

lempeng pasifik

Sumber: id.wikipedia.org

Lempeng Pasifik kemudian membentuk sebagian besar Cincin Api Pasifik. Pola dari lempeng tektonik ini memiliki beberapa gempa serta gunung api paling parah di dunia. Subduksi di sepanjang batas luar Samudra Pasifik ini menghasilkan busur besar yang dapat menciptakan gempa bumi dan aktivitas gunung berapi. Oleh sebab itu, lempeng pasifik ini juga dikenal dengan Cincin Api Pasifik.

Lempeng Pasifik bisa dikatakan memiliki peran sebagai “museum” paleo-geologi di bawah laut. Itu artinya, hal ini berisi wilayah terbesar dengan sisa-sisa pemain geologi tertua di bawah dasar laut dalam palung lautan Asia. Ada bukti bahwa lempeng kecil Juan de Fuca, Nazka, serta Cocos adalah sisa lempeng sebelumnya yang kemudian disebut Farallon.

Kemudian, catatan penelitian menunjukkan bahwa lempeng kecil Juan de Fuca, Nazka, dan Cocos merupakan suatu sisa lempeng sebelumnya yang disebut juga sebagai Farallon. Hal ini didasari kepada sebuah peta geologis di dasar laut Samudra Pasifik yang di mana mengungkapkan bahwa sekuens geologis dalam waktu jutaan tahun hingga akhirnya membentuk Cincin Api pada batas laut terbesar.

Lempeng Pasifik juga akan menunjukkan kronologi dari dasar laut Pasifik, dengan yang tertua kemudian merujuk kepada Palung Asia Pasifik yang telah ada semenjak dari 145 juta tahun yang lalu. Hal ini juga terbentuk ketika daratan Amerika Utara serta Amerika Selatan bergerak ke arah barat, yang memperluas Samudra Atlantik dengan mengorbankan luasnya Pasifik sendiri.

lempeng pasifik

Sumber: dosenpendidikan.co.id

Perbatasan Lempeng Pasifik

lempeng pasifik

Sumber: kompas.com

Lempeng Pasifik ini sendiri sudah terbentang, mulai dari pantai barat Amerika Utara hingga menuju Alaskan. Kemudian, pada sisi barat, lempeng pasifik membentang cukup panjang hingga pantai timur. Oleh sebab itu, lempeng pasifik ini juga melewati pulau-pulau Jepang dan juga Indonesia.

Lempeng Pasifik sendiri berada pada batas divergen dengan Lempeng Penjelajah, Juan de Fuca dan Gorda yang kemudian secara berturut-turut membentuk Punggung Penjelajah, Juan de Fuca dan Gorda, ke bagian utara pada sisi timur.

Lalu, menuju bagian tengah yang ada di sisi timur, terdapat suatu batas peralihan dengan lempeng Amerika Utara. Perbatasan itu terbentang sepanjang Patahan San Andreas yang di mana berbatasan langsung dengan lempeng cocos.

Kemudian ke arah selatan terdapat juga batas divergen dengan lempeng nazca. Dari perbatasan tersebut menghasilkan suatu Tanjakan Pasifik Timur. Selain itu, pada bagian selatan ini terdapat juga suatu batas divergen dengan lempeng Antartika yang menghasilkan Punggung Pasifik Antartika.

Lanjut ke bagian tepi barat terdapat batas konvergen yang mengsubduksi di bagian bawah lempeng eurasia. Lalu, ke utara terdapat lempeng Filipina yang berada ditengah dan membentuk Parit Mariana. Kemudian, pada bagian selatan, lempeng pasifik ini mempunyai batas konvergen dengan lempeng Indo-Australia, yang kemudian mengsubduksi di bawahnya ke utara Selandia Baru.

Patahan Alpen menjadi pertanda akan batas peralihan antara dua lempeng. Selain itu, di bagian utara terdapat batas konvergen yang mengsubduksi di bawah Lempeng Amerika Utara yang kemudian membentuk Parit Aleut dan Kepulauan Aleut di dekatnya.

Kekuatan Penggerak Pergerakan Lempeng

Pergerakan lempeng tektonik dapat terjadi karena kepadatan relatif litosfer samudera serta karakter astenosfer yang relatif lebih lemah. Pelepasan panas dari mantel ini telah diperoleh dan menjadi sumber asli dari energi yang dapat menggerakkan lempeng tektonik.

Adapun pandangan atau pendapat yang disetujui sekarang adalah kelebihan kepadatan litosfer samudera yang membuatnya menyusup ke bawah zona subduksi, sehingga menghasilkan sumber terkuat dari pergerakan lempengan. Meski begitu, pandangan seperti itu masih diperdebatkan.

Kemudian, pada waktu pembentukannya atau pada punggungan tengah samudera, litosfer samudera pada mulanya memiliki kepadatan yang lebih rendah dari astenosfer dan sekitarnya. Akan tetapi, kepadatan itu mengikat seiringan dengan berjalannya waktu. Hal itu dapat terjadi karena adanya proses pendinginan dan penebalan.

Besarnya kepadatan litosfer yang lama kemudian relatif terhadap astenosfer di bagian bawahnya yang memungkinkan terjadinya penyusupan ke mantel yang berada dalam di zona subduksi, sehingga menjadi sumber sebagian besar kekuatan dalam penggerak-pergerakan lempengan. Kelemahan astenosfer diantaranya adalah memungkinkan lempengan untuk bergerak secara mudah menuju ke arah zona subduksi.

Meskipun subduksi, tetapi dipercaya sebagai kekuatan terkuat penggerak-pergerakan lempengan, masih ada gaya penggerak lain yang kemudian dibuktikan dengan adanya lempengan seperti diantaranya pada lempengan Amerika Utara, juga lempengan Eurasia yang kemudian bergerak tetapi tidak mengalami subduksi di manapun.

Sumber penggerak ini sendiri masih menjadi topik penelitian intensif serta diskusi di kalangan ilmuwan ilmu bumi. Pencitraan dua serta tiga dimensi interior bumi (tomografi seismik) yang menunjukkan bahwa adanya distribusi kepadatan yang lebih heterogen secara lateral di seluruh mantel.

Variasi dalam kepadatan ini sendiri dapat bersifat material (dari kimia batuan), mineral (dari variasi struktur mineral), atau termal (melalui ekspansi dan kontraksi termal dari energi panas). Manifestasi dari keheterogenan kepadatan secara lateral merupakan konveksi mantel dari gaya apung (atau buoyancy forces).

Tentang Bagaimana konveksi mantel ini sangat berhubungan secara langsung dan tidak berkaitan dengan pergerakan planet, sehingga masih menjadi bidang yang tengah dipelajari dan dibincangkan dalam geodinamika. Dengan satu atau lain cara, energi ini kemudian harus dipindahkan ke litosfer supaya lempeng tektonik dapat bergerak. Ada dua jenis gaya yang utama dalam pengaruhnya ke pergerakan planet, yaitu friksi serta gravitasi.

Setiap pergerakan lempeng yang ada di dunia ini terutama yang ada di Indonesia biasanya akan memberikan dampak bagi daerah sekitar lempeng. Meski belum diketahui secara pasti mengapa lempeng dapat bergerak, tetapi tidak ada salahnya untuk selalu waspada terhadap bencana alam yang akan terjadi ketika ada pergerakan lempeng.

Buku-Buku Terkait

Prinsip2 Desain Arsitektur Tahan Gempa

https://www.gramedia.com/products/prinsip2-desain-arsitektur-tahan-gempa?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Buku ini memuat pemahaman mendasar yang menyeluruh tentang arsitektur dan kaitannya dengan gempa bumi. Ada tiga alasan pokok mengapa buku ini sangat diperlukan bagi arsitek dan disiplin ilmu bangunan terkait. Pertama, korban gempa pada umumnya bukanlah akibat dari gempa itu sendiri, melainkan akibat dari kegagalan bangunan.

Kedua, kegagalan bangunan akibat gempa pada umumnya bukanlah semata akibat kesalahan kontraktor sipil, namun justru banyak disebabkan oleh kesalahan desain yang lebih banyak dihasilkan dari kerja arsitek. Ketiga, lokasi Indonesia yang dikelilingi oleh cincin api (ring of fire) telah mengharuskan setiap aktor dalam bangunan harus mengerti prinsip-prinsip dasar bangunan aman gempa.

Buku ini memuat bahasan bagaimana seharusnya desain bangunan dipersiapkan terhadap potensi gempa. Disertai dengan ilustrasi dan contoh yang jelas dan dilengkapi dengan metode evaluasi kerentanan bangunan terhadap gempa. Buku ini dapat digunakan sebagai pedoman dasar dari desain bangunan tahan gempa di Indonesia, khususnya pada bangunan menengah dan sederhana yang merupakan populasi bangunan terbanyak di negeri ini.

Geografi Bencana Alam

Geografi Bencana Alam

Buku ini menjelaskan bagaimana arah dan lingkup kajian ideologi dalam kajian media. Isinya mengemukakan penjelasan berbagai pemikiran yang berkembang perihal keterkaitan antara media dan masyarakat dan faktor ideologi sebagai latar belakang permasalahan isi media.

Kehadiran buku ini sangat penting terutama untuk memahami bagaimana status dan posisi media dalam konstelasi dan kontestasi sosial, ekonomi dan politik. Buku ini tak hanya dapat dibaca oleh mahasiswa dari program studi ilmu komunikasi atau juga dari rumpun ilmu sosial lainnya, melainkan juga dapat dibaca oleh para pemerhati dan penggiat kajian media serta pelaku media itu sendiri.

Tanggap Darurat Bencana Alam

https://www.gramedia.com/products/tanggap-darurat-bencana-alam?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Musibah dapat menimpa siapa saja,kapan saja dan dimana saja.Kita sebagai manusia tidak bisa memprediksi kapan musibah itu akan terjadi. Namun demikian kita dapat mengetahui dengan memahami tanda-tanda yang diberikan dari alam. Seperti gunung akan meletus jika semua hewan yang ada di gunung pada berlarian menuju ke lereng gunung. Atau surutnya air laut jika akan terjadi ombak besar atau tsunami. Dan masih banyak lagi tanda-tanda yang diberikan oleh alam untuk menjadi pelajaran bagi manusia bahwa musibah akan terjadi.

Dengan jalan pemikiran itulah buku ini disusun. Buku ini memberikan secara singkat pengetahuan mengenai beberapa bencana alam baik itu pengertian.Jenis-jenis bencana dan bagaimana cara penanggulangannya.Selain itu di dalam buku ini diberikan juga mengenai PMI dan SAR yang merupakan garda yang terdepan jika terjadi musibah bencana. Mengenai pengenalan tentang pertolongan pertama saya berikan untuk memudahkan pembaca untuk memahami bagaimana menangani korban bencana.

Why? Bencana Alam

Why? Bencana Alam

Di dunia ini bermacam kecelakaan terjadi dan tidak pernah akan berhenti. Di antaranya, terjadinya perubahan cuaca dan gerakan tektonik kulit Bumi sehingga menimbulkan terjadinya kerusakan yang sangat besar. Contohnya, pada zaman dahulu terjadi ledakan gunung berapi dan gempa bumi yang menelan seluruh kota dan menjadikannya fosil.

Kawasan Asia Tenggara yang merupakan salah satu daerah pariwisata yang indah telah berubah menjadi puing-puing karena gelombang air pasang. Selain itu, setiap tahun banyak orang telah menjadi korban akibat keganasan angin topan, musim kemarau dan badai salju yang hebat. Kekuatan alam yang seperti ini sangat mengerikan.

Melalui buku ini, bencana yang telah terjadi di masa lampau dan yang mungkin terjadi di masa yang akan datang dapat dipelajari, dan kita bersama-sama memikirkan bagaimana caranya menghadapi bencana-bencana mengerikan tersebut.

Penutup

Demikian pembahasan tentang lempeng pasifik, semoga semua pembahasan di atas bisa menambah wawasan sekaligus bermanfaat untuk Grameds.

Jika ingin mencari buku tentang geografi atau bencana alam, maka kamu bisa menemukannya di Gramedia.com. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sofyan

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien