Manajemen

6 Unsur Manajemen yang Wajib Dipahami Calon Manajer

unsur manajemen
Written by M. Hardi

Unsur Manajemen – Rasanya cukup masuk akal jika berpikir kalau manajer merupakan salah satu pekerjaan yang didambakan oleh banyak orang. Dalam pekerjaan tersebut, mereka mendapatkan keistimewaan untuk memimpin sebuah perusahaan atau organisasi dalam ruang lingkup tertentu.

Ini bisa jadi alasan di balik banyaknya peminat Jurusan Manajemen. Mereka berpikir kalau pekerjaan tersebut tidak sulit mengingat mereka mempunyai bawahan yang bekerja untuk mereka. Sayangnya, apa yang mereka pikirkan tidak sesuai dengan kenyataan.

Grameds yang masuk ke dalam Jurusan Manajemen mungkin sudah mengetahui betapa banyaknya hal-hal yang harus dipelajari untuk bisa manajer yang baik. Jika dilakukan secara sembarangan, maka perusahaan atau organisasi malah tidak bisa bergerak dengan benar dan kinerjanya terhambat.

Pada artikel kali ini, Grameds yang kurang memahami manajemen akan mempelajari hal-hal mengenai manajemen mulai dari unsur manajemen, fungsi manajemen dan gaya manajemen. Namun, sebelum masuk ke topik tersebut, kita akan mengenal definisi manajemen secara singkat agar kalian bisa lebih memahami isi artikel secara keseluruhan.

Sekilas Mengenai Manajemen

Secara singkat, manajemen dapat diartikan sebagai koordinasi dan administrasi tugas untuk mencapai suatu tujuan. Beberapa kegiatan dalam manajemen ini bisa berupa menetapkan strategi perusahaan atau organisasi dan mengkoordinasikan staf untuk mencapai tujuan melalui penerapan sumber daya yang tersedia.

Tidak sampai di situ, manajemen sebenarnya juga bisa didefinisikan sebagai struktur atau hierarki anggota staf dalam suatu perusahaan atau organisasi. Di sini, kita akan membahas topik manajemen secara keseluruhan baik itu lingkungan manajemen maupun manajerial.

Karena itulah dalam kuliah Jurusan Manajemen, mahasiswa diajarkan fundamental terkait pengorganisasian dan perencanaan dengan baik dan rapi serta didorong oleh kampus agar mereka memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat agar mereka bisa menjadi calon pemimpin di masa mendatang.

Unsur Manajemen

unsur manajemenSalah satu hal yang cukup penting untuk dipelajari bagi mahasiswa Jurusan Manajemen adalah unsur manajemen. Karena, Grameds di sini mungkin sudah mengetahui kalau ruang lingkup manajemen tidak akan bergerak tanpa unsur-unsur di dalamnya.

Perlu kalian ketahui juga bahwa setiap pakar memiliki pandangan berbeda terkait teori manajemen. Ini termasuk juga kepada unsur manajemen, di mana sejumlah pakar memiliki pendapat tersendiri mengenai berapa jumlah unsur manajemen yang seharusnya diterapkan dalam suatu perusahaan atau organisasi.

Kali ini, kita akan mempelajari 6 unsur manajemen yang paling umum ditemukan dalam praktik manajemen saat ini. 6 unsur tersebut yaitu manpower atau tenaga manusia, materials atau bahan, machine atau mesin, money atau uang, methods atau metode dan market atau pasar. Istilah ini juga sering disebut sebagai 6M.

1. Manpower atau Tenaga Manusia

Dapat dikatakan sebagai salah satu unsur manajemen terpenting tanpa harus mengesampingkan unsur manajemen lainnya. Karena jika sebuah manajemen tidak memiliki sekumpulan orang di dalamnya, lantas tidak banyak yang bisa dilakukan oleh manajemen tersebut.

Namun, jika sebuah manajemen memiliki tenaga manusia yang cukup di dalamnya, maka akan ada banyak hal yang mereka bisa capai bersama. Hal ini bisa diawali dengan melengkapi sejumlah unsur manajemen lain yang juga tidak kalah penting dalam keberlangsungan manajemen.

2. Materials atau Bahan

Material atau bahan yang dimaksud dalam unsur manajemen ini biasanya berupa bahan-bahan dasar yang diperlukan suatu perusahaan atau organisasi. Bahan-bahan ini bisa memiliki berbagai macam bentuk dan dapat disesuaikan dengan arah ke mana perusahaan atau organisasi akan bergerak.

Jadi, bahan-bahan yang diperlukan tiap organisasi atau perusahaan bisa berbeda-beda dari yang satu dengan lainnya. Misalnya, sebuah perusahaan rokok memerlukan bahan dasar tembakau sementara organisasi penyelamat hewan perlu mencari hewan-hewan yang perlu diselamatkan sebagai “bahan utama” penggerak organisasi.

3. Machine atau Mesin

Unsur mesin dalam manajemen dapat dikatakan sebagai salah satu hal yang bisa mengolah bahan tersebut menjadi produk jadi. Tidak hanya itu, keberadaan mesin ini juga pada dasarnya juga bisa mempermudah hampir semua kegiatan manajemen dalam perusahaan atau organisasi.

Grameds sendiri pasti sudah mengetahui betapa mudahnya hidup kita dengan keberadaan teknologi macam komputer, kalkulator dan handphone. Di sini, tidak dapat dipungkiri bahwa manusia tidak lagi bisa dipisahkan dari teknologi dan manajemen perlu memahami betapa pentingnya keberadaan mesin-mesin ini dalam kelangsungan kegiatan perusahaan atau organisasi.

4. Money atau Uang

Lagi-lagi unsur manajemen yang tidak boleh disepelekan oleh orang-orang di dalam manajemen. Kalian sendiri pasti sudah mengetahui bahwa uang adalah sesuatu yang amat penting tidak hanya dalam manajemen saja, melainkan juga dalam kehidupan sehari-hari.

Itulah alasan mengapa dalam perusahaan atau organisasi, diperlukan uang yang cukup untuk melaksanakan kegiatan dengan baik dan lancar. Uang tersebut selain bisa didapatkan dari penjualan produk, bisa juga didapatkan dari investor, uang kas sampai dengan modal pribadi.

5. Methods atau Metode

Metode juga merupakan unsur manajemen yang cukup penting dalam menjalankan perusahaan atau organisasi. Unsur metode ini dapat dikatakan sebagai benda non-fisik yang diperlukan oleh perusahaan untuk mengatur kelangsungan orang-orang yang bekerja atau bergabung di perusahaan atau organisasi.

Tanpa adanya metode yang jelas untuk menjalankan sebuah manajemen, sebuah perusahaan atau organisasi bisa bergerak tidak terarah atau bahkan mengalami kondisi berantakan karena para anggotanya tidak mengetahui pasti prinsip bekerja yang baik dan benar di dalamnya.

6. Market atau Pasar

Terakhir, sebuah perusahaan atau organisasi juga perlu mengetahui pasar mereka akan bergerak. Pemahaman mengenai pasar ini pastinya akan bermanfaat karena dengan ini, manajemen dapat mengetahui halangan dan rintangan yang terdapat di dalamnya.

Halangan dan rintangan yang dimaksud di sini bisa berupa perusahaan atau organisasi kompetitor, mencari material atau sumber daya manusia (SDM) yang sesuai dan juga perilaku konsumen. Manajemen yang baik seharusnya bisa mengatasi masalah-masalah di atas dan melanjutkan kegiatan perusahaan atau organisasi dengan baik.

Fungsi Manajemen

unsur manajemen

Sumber: Pexels

Tidak sampai di situ, manajer yang baik juga harus mempelajari dengan seksama terkait fungsi manajemen. Fungsi ini pada dasarnya merupakan tugas-tugas yang perlu mereka lakukan nanti ketika masuk ke ruang lingkup manajemen baik itu di perusahaan atau organisasi.

Jika ada di antara Grameds yang mungkin kurang tertarik menjadi manajer, pemahaman mengenai fungsi manajemen ini juga akan berguna untuk dipahami ketika kalian bekerja nanti, sebagai tolok ukur keberhasilan atau kegagalan sebuah perusahaan atau organisasi.

Seperti unsur manajemen yang kita sebutkan di atas, para pakar manajemen memiliki pendapat mereka tersendiri terkait apa saja yang seharusnya menjadi fungsi manajemen. Kali ini, kita akan mempelajari 5 fungsi manajemen yang cukup umum ditemukan dalam praktik modern.

1. Planning atau Perencanaan

Sesuai dengan namanya, fungsi manajemen yang pertama harus dilakukan dalam kegiatan manajemen adalah merencanakan sebuah organisasi atau perusahaan dari hal-hal besar sampai dengan detail-detail yang bisa jadi terlewat dalam perencanaan.

Perencanaan yang dimaksud di sini mulai dari skala besar seperti target utama perusahaan atau organisasi atau disebut juga visi serta langkah apa yang perlu diperbuat untuk mencapai target tersebut, disebut juga dengan misi. Sementara detail-detail yang bisa didiskusikan bisa berupa jumlah anggota, lokasi sampai dengan budget.

2. Organizing atau Pengorganisasian

Lagi-lagi deskripsi fungsi manajemen yang satu ini seharusnya juga sudah tergambar dari namanya. Pengorganisasian di sini dapat dijelaskan sebagai mengatur SDM di dalam sebuah manajemen agar mereka bisa bekerja sesuai arahan sehingga perusahaan atau organisasi bisa mencapai target mereka.

Kegiatan ini memang bisa berjalan cukup lama dan memakan waktu, mengingat tidak semua orang memiliki prinsip dan pemikiran serupa dengan perusahaan atau organisasi. Namun, jika berjalan dengan baik, maka manajemen dapat mengekspektasikan hasil yang baik di masa mendatang.

3. Leading atau Kepemimpinan

Pemilihan pemimpin dalam sebuah manajemen baik itu di perusahaan atau organisasi adalah langkah yang amat krusial dan dapat menentukan ke mana arah sebuah manajemen di masa mendatang. Apakah mereka bisa selamat atau tidak, pemimpin di sinilah yang menjadi salah satu kunci.

Untuk itu, diperlukan sosok pemimpin yang tepat untuk menjadi roda penggerak dari sebuah manajemen. Dalam sesi lain di artikel yang sama, Grameds akan mempelajari sejumlah gaya manajemen yang bisa diterapkan dalam perusahaan atau organisasi.

4. Staffing atau Kepegawaian

Fungsi kepegawaian di sini yaitu merekrut dan memposisikan para pegawai baru sesuai dengan kemampuan dan kepiawaian masing-masing. Fungsi kepegawaian ini bisa dikatakan cukup lekat dengan fungsi pengorganisasian yang sudah kita bahas sebelumnya.

Kesalahan dalam penempatan SDM bisa berpotensi menghambat kegiatan manajemen sebuah perusahaan atau organisasi. Itulah alasan kenapa manajemen harus jeli melihat bakat pegawai dan sebisa mungkin melatih mereka agar para pegawai ini bisa memenuhi ekspektasi manajemen.

5. Controlling atau Pengendalian

Terakhir, manajemen juga berfungsi mengendalikan setiap unsur yang ada di dalamnya. Pengendalian ini dapat dimulai dengan cara melakukan evaluasi terhadap setiap unsur manajemen sebelum akhirnya masuk ke tahapan berikutnya seperti peningkatan kinerja, penyelesaian masalah dan membuat keputusan.

Jika manajemen tidak melakukan apa-apa untuk mengendalikan unsur-unsur manajemen di dalamnya, sebuah perusahaan atau organisasi bisa berpotensi mengalami masalah yang lebih besar karena terlalu sering dibiarkan begitu saja tanpa ada langkah konkret untuk membereskannya.

Tipe-tipe Gaya Manajemen

Setelah mempelajari hal-hal seputar manajemen seperti pengertian singkat mengenai manajemen, unsur manajemen dan fungsi manajemen, kita akan masuk ke dalam sesi yang juga merupakan sesi terakhir pada artikel ini. Sesi ini akan membahas mengenai tipe-tipe gaya manajemen.

Sesi pembahasan terakhir ini mungkin menjadi sesi yang amat dinantikan bagi Grameds yang tertarik untuk menjadi manajer. Ini dikarenakan kalian bisa menyesuaikan gaya manajemen atau kepemimpinan kalian dengan sifat pribadi masing-masing.

Terlebih, nantinya kalian akan mempelajari 8 gaya manajemen berbeda dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing. Grameds selain bisa mencocokkan dengan sifat pribadi kalian, juga bisa memperkirakan gaya manajemen mana yang cocok dengan lingkungan kalian saat ini.

1. Gaya Manajemen Demokratis

Manajer yang memakai gaya manajemen demokratis biasanya mengutamakan kolaborasi dengan karyawannya. Mereka tidak segan mencari masukan dari karyawan mereka sebelum membuat keputusan bisnis atau memberikan solusi untuk ke depannya.

Di sini, manajer akan berusaha untuk tetap terbuka terhadap ide dan eksperimen baru, dan memberikan kebebasan kepada karyawan untuk menggunakan suara mereka untuk berbagi pendapat. Gaya manajemen seperti ini dapat menciptakan ikatan yang kuat antara karyawan dan atasan.

2. Gaya Manajemen Otokratis

Gaya manajemen otokratis akan berpusat kepada hasil dan efisiensi, dan biasanya tanpa kolaborasi dan otonomi karyawan. Seorang manajer yang menerapkan gaya manajemen otokratis biasanya akan mengatur sampai ke detail kecil kepada karyawan untuk memastikan mereka mengikuti kebijakan perusahaan.

Selain itu, manajer juga mengandalkan otoritas untuk memberikan instruksi. Beberapa aspek dari gaya manajemen ini bisa saja berguna dalam keadaan darurat ketika karyawan yang kurang berpengalaman membutuhkan instruksi yang jelas dan tegas untuk memecahkan masalah tertentu.

3. Gaya Manajemen Laissez-faire

Berlawanan dengan gaya manajemen otokratis, gaya manajemen laissez-faire adalah gaya manajemen yang biasanya membuat manajer lepas tangan karena memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi pada karyawan mereka. Mereka tidak akan mengatur karyawan mereka sampai ke detail paling kecil.

Justru, manajer memberi mereka kebebasan untuk mengerjakan tugas yang diberikan secara mandiri. Gaya manajemen ini bisa berfungsi dengan baik kepada manajer yang memiliki pengalaman di bidang manajemen. Terkadang, karyawan yang diberi kebebasan justru akan menunjukkan inisiatif yang lebih besar pula.

4. Gaya Manajemen Kepelatihan

Dari nama gaya manajemen ini saja, Grameds mungkin bisa menyimpulkan kalau manajer yang mengadopsi gaya seperti ini akan bertindak mirip dengan pelatih olahraga. Mereka berdedikasi untuk mengembangkan karyawan mereka dan dapat dengan cepat mengidentifikasi apa yang memotivasi setiap karyawan untuk berhasil.

Para manajer ini amat terampil dalam mengenali kekuatan dan kelemahan setiap karyawannya dan menentukan bagaimana cara membantu mereka agar menjadi pribadi yang lebih baik. Tidak jarang para manajer ini mendorong karyawannya untuk menyelesaikan tugas yang lebih menantang demi mengembangkan bakat mereka.

5. Gaya Manajemen Karismatik

Gaya manajemen karismatik tidak bisa diikuti semua manajer. Ini dikarenakan gaya ini amat bergantung kepada tiap pribadi manajernya. Umumnya, para manajer yang menggunakan gaya manajemen ini memiliki sifat karismatik dan memiliki kemampuan persuasi yang amat baik.

Para manajer ini juga tertarik untuk membangun hubungan pribadi dan membangun tim dengan sedemikian rupa untuk mencapai tujuan bersama. Gaya manajemen ini berguna untuk membantu karyawan karena mereka merasa didukung, sangat terlibat, dan termotivasi untuk mencapai tujuan.

6. Gaya Manajemen Transaksional

Lalu, ada gaya manajemen transaksional, di mana para manajer meningkatkan kinerja karyawan dengan penghargaan seperti bonus dan insentif, dan menanggapi hasil negatif dengan tindakan disipliner. Tidak jarang kalau mereka sering bertindak sebagai mentor bagi karyawannya.

Para manajer juga sering memberikan instruksi yang jelas untuk membantu meningkatkan kinerja karyawan dan secara konsisten agar mereka memenuhi harapan. Gaya manajemen ini sangat efektif untuk membantu tim mencapai sasaran penjualan atau pendapatan, namun dinilai kurang untuk memimpin tim atau departemen yang berfokus terhadap inovasi.

7. Gaya Manajemen Birokratis

Manajer yang menganut gaya manajemen birokratis akan berfokus pada pemberian tugas khusus kepada karyawan dalam hierarki yang tergambar jelas. Umumnya, mereka akan lebih tertarik untuk mengikuti aturan dan prosedur yang sudah mereka siapkan.

Gaya manajemen birokratis akan menugaskan setiap karyawan dengan serangkaian tanggung jawab dan tugas independen. Tidam hanya itu, semua pekerjaan disederhanakan sesuai dengan hierarki. Gaya kepemimpinan ini berguna dalam industri yang tertib dan teratur tetapi kurang efektif dalam lingkungan kreatif.

Cukup sekian artikel mengenai manajemen secara keseluruhan. Bagi Grameds yang tertarik mempelajari lebih lanjut terkait dunia manajemen, bisa membaca buku-buku seperti buku “Pengantar Manajemen”, buku “Manajemen Sumber Daya Manusia” dan buku “Manajemen Pengembangan Talenta”.

https://www.gramedia.com/products/pengantar-manajemen-8?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasihttps://www.gramedia.com/products/pengantar-manajemen-8?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasihttps://www.gramedia.com/products/manajemen-sumber-daya-manusia-0?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasihttps://www.gramedia.com/products/manajemen-sumber-daya-manusia-0?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/manajemen-pengembangan-talenta?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasihttps://www.gramedia.com/products/manajemen-pengembangan-talenta?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi
Buku-buku di atas merupakan persembahan dari kami, Gramedia, #SahabatTanpaBatas, yang bisa kalian beli dan temukan di situs Gramedia.com, agar pengetahuan dan wawasan kalian bisa bertambah #LebihDenganMembaca.

Penulis: M. Adrianto S.

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien