Manajemen

Manajemen Bisnis: Pengertian. Fungsi, Perencanaan, Unsur dan Komponen

manajemen bisnis
Written by Ahmad

Manajemen bisnis sangat dibutuhkan bagi mereka yang memiliki usaha. Sebagian besar orang memang ingin memiliki usaha pribadi. Hal ini tidak mengherankan, mengingat minat tiap orang pasti berbeda. Hanya saja, membuka usaha tidak semudah itu. Harus ada perencanaan yang matang untuk menunjang kemajuan usaha.

Untuk menjalankan sebuah usaha dibutuhkan perencanaan. Dalam artian manajemen sangat diperlukan agar jalannya usaha lancar dan mencapai target.

Banyak sekali contohnya, mereka yang membuka usaha tanpa rencana yang matang akhirnya malah mogok di tengah jalan. Kebanyakan jadinya modal tidak kembali, barang menumpuk, dan yang lebih parahnya bisa terjerat hutang juga.

Biasanya hal tersebut terjadi karena kurang antisipasi pada faktor kerugian. Faktor sepinya konsumen juga seringkali diabaikan, jadi para pelaku usaha baru ini lebih fokus pada keuntungan saja.

Padahal untuk modal awal saja harus ada beberapa saku. Dalam artian harus ada modal untuk belanja barang, modal untuk menutup keuntungan yang belum maksimal, dan lainnya.

Perencanaan yang dibutuhkan adalah dalam bentuk manajemen bisnis. Sebuah perencanaan yang dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya demi mencapai target bisnis yang sesuai.

Untuk membuat perencanaan usaha juga tidak sesulit yang dibayangkan. Tidak juga sampai harus sekolah lagi untuk mendapat ilmunya.

Belajar perencanaan usaha bisa dimulai dengan latihan yang mudah. Misalnya memperkirakan kebutuhan modal, pengeluaran, dan pemasukan dari berjualan kecil-kecilan seperti nasi kuning. Untuk selanjutnya mari kita pelajari tentang pengertian manajemen bisnis.

A. Pengertian Manajemen Bisnis

pengertian manajemen bisnis

Secara umum, manajemen bisnis berarti kegiatan perencanaan, pengerjaan, dan pengawasan ada sebuah bisnis atau usaha. Seluruh aktivitas tersebut bertujuan agar usaha dapat mencapai target.

Pengertian lain dari kegiatan ini bisa juga berupa usaha yang sengaja dijalankan berdasar rencana demi mencapai sebuah target penjualan.

Hal ini berarti tanpa adanya aktivitas manajemen, sangat kecil kemungkinannya keuntungan penjualan bisa diperoleh. Manajemen yang diaplikasikan pada sebuah usaha mencakup segala hal yang dibutuhkan untuk mencapai target penjualan.

Dimulai dari planning, controlling, action, dan terakhir evaluasi. Berdasarkan keempat kegiatan manajemen itulah kemajuan sebuah usaha bisa dikendalikan, ingin bergerak lambat atau cepat.

Merujuk pengertian di atas, dapat dipastikan bahwa manajemen bisnis adalah unsur paling penting yang menentukan perkembangan sebuah usaha. Sewajarnya sebuah bisnis yang baik ditentukan oleh manajemen yang baik pula.

banner-promo-gramedia

Sedangkan bisnis yang buruk umumnya dijalankan berdasarkan manajemen yang kurang baik. Biasanya jalannya usaha juga tidak mendapat pengawasan yang menyeluruh.

Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut tentunya bisa dikaji ulang usaha yang dimiliki sekarang ini. Apabila ditemukan perencanaan yang tidak sesuai bisa dibuat kembali berdasarkan rencana yang lebih baik lagi. Karena kalau dipaksakan berjalan juga yang akan diperoleh hanyalah kerugian dan kerugian saja.

Baca lebih lanjut : Pengertian Manajemen

B. Fungsi Manajemen Bisnis

Setelah sebelumnya membahas tentang pengertian manajemen bisnis, berikut ini adalah berupa penjelasan fungsi dari manajemen yang diaplikasikan pada usaha. Anda akan paham betapa pentingnya mempelajari manajemen ini setelah mengenal fungsi-fungsinya.

Ini yang akan menjadi dasar pemahaman pentingnya memiliki manajemen bisnis bagi Anda yang akan atau sudah memiliki usaha. Berikut ini adalah beberapa fungsi dari manajemen bisnis yang harus Anda ketahui:

1. Planning

Fungsi pertama dari manajemen bisnis adalah planning. Sebelum membangun sebuah usaha tentunya dibutuhkan perencanaan usaha seperti, pemasaran, promosi produk, produk yang dijual, pembukuan keuangan dan dokumentasi arsip, dan lainnya. Planning ini harus didokumentasikan dengan baik karena akan jadi patokan aktivitas usaha nantinya.

Kesalahan umum yang biasa dilakukan para pemilik usaha adalah tidak adanya proses pencatatan. Padahal proses pencatatan atau pembukuan yang benar dapat memudahkan Anda mengontrol data finansial yang ada. membantu Anda juga membuat rencana bisnis sesuai modal yang ada.

Alasan utama para pebisnis tidak melakukan pencatatan karena mereka tidak paham akuntansi. Selain itu juga mereka menganggap pembukuan adalah hal yang merepotkan dan butuh waktu banyak. Padahal sama sekali tidak benar, pembukuan adalah unsur penting dalam menjalankan usaha.

2. Organizing

Organizing erat kaitannya dengan sumber daya manusia alias pekerja. Setelah planning dibuat, langkah selanjutnya adalah membuat kelompok kerja. Kelompok kerja ini berisi orang-orang yang diberi tugas dengan porsi sama. Seperti misalnya tim administrasi, pemasaran, lapangan, dan lainnya.

Pembagian kelompok kerja seperti ini untuk memudahkan dalam proses kerjanya. Proses penilaian hasil kerja juga jadi mudah. Pemimpin akan mudah menilai apakah pekerjanya telah bekerja sesuai keahliannya atau tidak.
Organizing yang baik akan mendukung tercapainya tujuan bisnis. Apabila tim tidak dapat bekerja dengan baik pimpinan bisa menggantinya segera agar bisnis tidak merugi.

3. Staffing

Staffing mencakup seluruh sumber daya yang dimiliki perusahaan seperti, mesin, bahan baku, sarana pendukung, dan lainnya. Sumber daya harus diatur dalam penggunaannya dan disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Hal hanya bisa dilakukan apabila perusahaan memakai manajemen yang baik. Apabila manajemen tidak ada, pemakaian sumber daya bisa melebihi prioritas dan menyebabkan modal membengkak.

Hal seperti ini yang sering mengakibatkan keuangan perusahaan jadi merugi. Akhirnya, bisnis yang ada pun terancam bangkrut.

4. Directing

Fungsi keempat dari manajemen adalah directing yang erat kaitannya dengan pengarahan. Disini tindakan pimpinan memegang posisi penting sebagai penyemangat tim agar bekerja sesuai perencanaan.

Bukan hal yang aneh apabila di tengah jalannya perencanaan semangat pekerja malah turun. Apabila hal ini terjadi maka pimpinan harus segera turun untuk memberikan pemahaman dan pengarahan. Karena kinerja dan progres kerja yang tidak sesuai sangat berpengaruh pada pendapatan perusahaan.

Directing sangat penting dilakukan karena erat kaitannya dengan kepatuhan pada perencanaan. Kerja yang sesuai dengan arahan perencanaan akan membuat usaha dapat mencapai target. Namun perlu diingat untuk menghindarkan teguran yang dapat membuat pekerja turun kemauan kerjanya.

5. Controlling

Controlling merupakan pengawasan apakah sistem kerja telah dilaksanakan dengan sesuai atau tidak. Dengan controlling akan terlihat poin-poin penting yang harus dievaluasi dan dicatat. Sekaligus juga dapat terlihat hambatan-hambatan yang ada.

Controlling tidak harus dilakukan langsung oleh pimpinan, tapi bisa juga oleh ketua tim. Nantinya pimpinan yang akan meminta laporan langsung dari ketua tim. Berdasarkan laporan tersebut pimpinan bisa mengambil langkah yang diambil untuk perencanaan berikutnya.

C. Perencanaan Manajemen Bisnis

Perencanaan dibutuhkan untuk membuat usaha Anda berjalan lancar dan dapat mencapai target yang ditentukan. Tanpa perencanaan, bisnis Anda akan berjalan tanpa kontrol yang baik. Modal yang ada bisa habis terpakai begitu saja tanpa perencanaan yang benar. Bahkan ada kemungkinan kehabisan modal hingga pailit.

Perencanaan yang sebaiknya diterapkan pada bisnis Anda juga tidaklah rumit. Ada beberapa perencanaan yang dapat digunakan ketika akan memulai usaha, seperti:
– Menentukan tujuan dan target yang ingin dicapai oleh perusahaan.
– Susun langkah-langkah sesuai target agar dapat mencapai tujuan.
– Menentukan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya yang dibutuhkan.
– Tetapkan standarisasi kerja untuk mencapai sasaran target.

D. Unsur Penting dalam Perencanaan Manajemen Bisnis

Agar perencanaan dapat dijalankan secara baik dibutuhkan spesifikasi unsur pelengkap dari rencana tersebut. Berikut ini beberapa unsur penting yang harus diperhatikan dalam sebuah perencanaan manajemen bisnis.

banner-promo-gramedia

1. Deskripsi Bisnis Jelas

Sebuah bisnis haruslah memiliki deskripsi yang jelas agar konsumen paham jenis usaha Anda. Bisnis Anda harus jelas bergerak dalam bidang apa. Apakah kuliner, fashion, jasa, grosir barang kebutuhan, atau yang lainnya.

Apabila jenis usaha Anda tidak jelas, konsumen akan kebingungan ketika mencari produk yang dibutuhkan. Mereka tidak tahu spesifikasi produk yang dihasilkan oleh perusahaan Anda.

Deskripsi bisnis sangat erat kaitannya dengan brand perusahaan. Bisa dimulai dengan memperhatikan nama yang digunakan pada bisnis Anda. Sebuah nama perusahaan harus mudah diingat dan mewakili jenis usaha dan produk terkait yang dijual.

Kemudian logo perusahaan yang biasanya dipasang bersamaan dengan nama perusahaan. Logo juga biasanya menggunakan gambar yang simpel dan mudah diingat. Warna pada logo juga umumnya adalah warna khas dari perusahaan. Memang terlihat tidak penting, tapi kenyataannya nama, logo dan warna perusahaan adalah hal pertama yang diingat oleh konsumen ketika akan berbelanja.

Sebuah bisnis juga membutuhkan alamat usaha agar konsumen tidak bingung. Alamat juga dibutuhkan untuk syarat mendirikan sebuah usaha. Kedepannya alamat akan digunakan sebagai tempat mengirim dan mengambil barang. Konsumen juga akan memberi nilai positif karena keberadaan perusahaan ada secara fisik.

Kemudian juga spesifikasi produk harus jelas. Memang banyak perusahaan yang menghasilkan beberapa produk, tapi biasanya tetap sejenis. Misalnya saja usaha yang bergerak di bidang aksesoris.

Selain berbagai jenis kerajinan tangan, ada juga aksesoris berupa gelang, kalung, dan cincin. Juga ada jenis aksesoris dari perak berupa perhiasan wanita. Jelas bukan kalau produknya banyak tapi sejenis?

Deskripsi bisnis yang jelas akan memudahkan Anda ketika memasarkan produk. Karena konsumen juga telah mengenal jenis usaha Anda juga macam produk yang dihasilkan.

2. Melakukan Analisis Pesaing

Mengetahui produk pesaing akan memudahkan Anda dalam menentukan jenis produk yang akan dipasarkan. Bisa saja produk yang dikeluarkan jenisnya sama, tapi harus memiliki kualitas yang lebih baik.

Apabila produk pesaing lebih baik dari yang produk perusahaan Anda, berarti harus ada peningkatan di segi kualitasnya agar mampu bersaing.

Tidak ada salahnya juga mempelajari teknik pemasaran yang dilancarkan pesaing. Anda bisa melakukan inovasi sendiri dalam segi pemasaran agar konsumen mau membeli produk yang dikeluarkan.

Bisa juga Anda mempelajari cara pesaing dalam mengkoordinir pekerjanya. Mungkin pesaing Anda menerapkan kedisiplinan yang dapat diterapkan di perusahaan.

Dengan kata lain, memiliki pesaing berarti merupakan kesempatan bagi usaha Anda untuk lebih baik lagi.

3. Memiliki Strategi Pemasaran

Sebuah bisnis akan tumpul apabila tidak memiliki rencana marketing yang matang. Langkah awal pemasaran bisa dilakukan dengan menganalisa produk yang dibutuhkan konsumen. Kemudian strategi marketing bisa dilancarkan melalui promosi yang tepat.

banner-promo-gramedia

Promosi ini berupa pengenalan brand usaha juga produk yang dikeluarkan. Berbagai promosi bisa dilakukan, mulai dari promo diskonan, hingga menjual produk yang berhadiah.

Promosi ini juga biasanya menggunakan media, berarti Anda harus mulai belajar juga tentang digital marketing. Digital marketing merupakan teknik pemasaran yang menggunakan media berbasis internet.

Strategi pemasaran dalam manajemen bisnis harus diusahakan tepat guna dan tepat sasaran.

4. Laporan Keuangan

Hal yang sering diabaikan sebuah usaha adalah catatan keuangan. Padahal pembukuan merupakan hal penting untuk menjalankan sebuah bisnis. Pembukuan yang baik nantinya akan jadi acuan aktivitas perusahaan.

Misalnya ada berapa jumlah stok barang, berapa stok yang dikeluarkan. Demikian juga pencatatan tentang pengiriman barang sangat penting.

Selain itu juga pembukuan diperlukan untuk mencatat stok sumber daya yang ada. produksi barang jadi lebih teratur dan terkendali bila merujuk catatan yang ada.

Hingga dapat menghindarkan dari menggunakan bahan baku yang berlebihan. Juga bisa menjadi antisipasi apabila bahan baku mulai menipis, dan produksi dapat berjalan terus tanpa hambatan.

Laporan keuangan dimulai dari pencatatan finansial perusahaan. Berapa modal awal, dan berapa biaya pengeluaran yang dibutuhkan. Pencatatan keuangan yang baik dapat menghindarkan perusahaan dari bangkrut.

Dari laporan keuangan bisa dilihat benefit yang dihasilkan. Apakah modal telah digunakan semestinya, apakah hasil penjualan telah menutupi modal awal kembali, dan apakah kekurangan modal?

Laporan keuangan akan memudahkan kontrol pada aktivitas finansial perusahaan. Sehingga apabila produksi diketahui melebihi modal awal bisa dihentikan dahulu. Pencatatan keuangan yang rapi diharapkan dapat menghindarkan perusahaan dari pailit.

5. Menjaga Kualitas Produk dan Layanan

Satu hal yang harus selalu dipertahankan dan diperbaiki adalah kualitas produk serta layanan. Dua unsur itu erat kaitannya dengan pemasaran. Apabila kualitas barang memburuk, bisa dipastikan konsumen akan kecewa dan penjualan menurun.
Demikian juga dengan layanan, layanan yang cepat responnya juga ramah akan membuat konsumen nyaman ketika belanja.

E. Komponen Manajemen Bisnis

Adapun yang dimaksud komponen manajemen bisnis adalah bagian-bagian yang aktivitasnya harus berdasarkan sistem manajemen. Setiap komponen memiliki fungsi yang berbeda. Berikut ini adalah komponen-komponen yang dimaksud.

1. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan merupakan manajemen yang mengatur finansial perusahaan. Dengan menggunakan komponen ini diharapkan keuangan perusahaan dapat stabil dan digunakan tepat tujuan.

2. Manajemen Marketing

Komponen ini berupa kegiatan perencanaan dan pengawasan terhadap aktivitas pemasaran. Tujuan dari manajemen marketing adalah kontrol terhadap pemasaran produk.

3. Manajemen Produksi

Manajemen produksi mengatur proses produksi barang di perusahaan. Tentunya termasuk juga kontrol terhadap kelayakan dan fungsi mesin produksi. Pengawasan terhadap para operator produksi, dan proses pembuatan produk hingga selesai.

4. Manajemen Distribusi

Komponen manajemen bisnis ini bertugas mengawasi jalannya kegiatan distribusi. Kegiatan manajemen ini dimaksudkan untuk memastikan kondisi produk baik dan tersalurkan dengan cepat.

5. Manajemen SDM

Manajemen ini mengatur segala aktivitas para pekerja di perusahaan. Termasuk di dalamnya mengatur porsi tanggung jawab, bidang pekerjaan, juga kedisiplinan pekerja.

Untuk menjalankan semua poin-poin di atas tidaklah mudah. Keberlangsungan sebuah usaha selain tergantung pada manajemen juga dipengaruhi komitmen.

Bagaimana setiap unsur dalam manajemen saling bersinergi untuk menjalankan perencanaan. Terutama kerjasama antara pimpinan dan para pekerja.

Perencanaan bisnis yang berupa pengelolaan manajemen, keuangan, pengembangan, hingga pemasaran harus direncanakan sebaik mungkin. Karena perencanaan yang baik dalam sebuah usaha menjadi hal utama penunjang keberhasilan.

Manajemen bisnis yang baik akan dapat membawa perusahaan ke arah yang lebih baik. Perencanaan bisnis dapat digambarkan berfungsi baik apabila tetap dapat berjalan dengan segala hambatan yang ada. Strategi dalam bisnis juga harus dibuat dengan tujuan meningkatkan daya saing perusahaan. Tentunya dengan tujuan agar perusahaan dapat tetap bertahan di tengah persaingan yang ketat.

Materi & Buku Terkait Manajemen Operasional

1. Buku Terkait 2. Materi Terkait

 

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien