Fisika

8 Sifat Benda Cair, Ini Penjelasan Lengkap Beserta Contohnya

Sifat Benda Cair
Written by Lala Nilawanti

Sifat Benda Cair – Beragam benda Cair pasti sudah sering Grameds jumpai di lingkungan sekitar, seperti air untuk minum, mandi, memasak adalah salah satu contoh cairan. Banyak sifat benda cair yang dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup manusia sehari-hari. Bahkan ada pepatah yang mengatakan bahwa manusia tidak bisa hidup tanpa air. Itu artinya benda cair ini sangat penting keberadaannya dalam hidup makhluk hidup di bumi. 

Perlu Grameds ketahui bahwa tidak hanya air saja yang merupakan contoh benda cair, ada beberapa contoh benda cairan yang termasuk dalam benda cair, seperti minyak, oli, sirup, dan sebagainya. Grameds perlu mengenal dan memahami sifat benda cair karena konsep teori benda cair ada dalam pelajaran ilmu fisika yang akan Grameds pelajari sejak bangku sekolah dasar. 

Selain mahir dalam pelajaran fisika di sekolah, menguasai materi sifat benda cair juga membuat Grameds bisa memaksimalkan benda tersebut dalam kebutuhan hidup sehari-hari. Berikut ini penjelasan tentang konsep sifat benda cair, mulai dari pengertian, ciri-ciri, proses perubahan benda, sampai contoh-contoh benda cair yang bisa Grameds temukan di lingkungan sekitar:  

PENGERTIAN BENDA CAIR

Benda cair adalah salah satu bentuk dan wujud benda yang berupa cairan dengan sifat-sifatnya yang khusus dan berbeda dari benda padat dan benda gas. Benda cair memiliki sifat yang tidak tetap karena molekul penyusunnya bergerak bebas dan terus berubah mengikuti wujud dan bentuk wadahnya. Sifat-sifat benda cair tersebut kemudian menjadi ciri-ciri atau karakteristik benda cair yang bisa Grameds kenali dengan mudah. 

Benda cair identic dengan cairan, namun pada beberapa benda cair memiliki kekentalan alias tidak begitu encer, seperti oli, sampo, sabun cuci, dan sebagainya. Cairan yang kental tersebut masih memiliki sifat-sifat utama benda cair yakni masih mengikuti bentuk wadahnya. Benda cair masuk dalam kategori benda yang mudah berubah karena memiliki kerapatan molekul yang sangat rendah. Perubahan yang identik bagi benda cair adalah mudah larut, yakni mudah tercampur dengan zat lain atau membeku dan menguap. 

SIFAT BENDA CAIR

Setelah mengetahui pengertian benda cair di atas, maka sudah jelas bahwa benda cair memiliki sifat-sifat yang berbeda dengan benda lainnya. Berikut ini sifat benda cair yang perlu Grameds ketahui untuk mengidentifikasi benda tersebut dalam kehidupan sehari-hari: 

1. Bentuknya Dapat Berubah Mengikuti Wadahnya

Sifat benda cair yang paling tampak adalah pasti cairannya akan mengikuti bentuk wadahnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Benda cair memiliki volume yang tidak tetap sehingga bentuknya pun menjadi tidak tetap mengikuti bentuk wadah yang menampungnya. Sifat molekul cairan tidak rapat dan padat melainkan renggang dan membuatnya mudah mengalir dan menyesuakan wadahnya dengan adanya pengaruh tekanan. 

Grameds pasti tidak akan pernah menemukan cairan yang memiliki bentuk sendiri atau berbeda dari bentuk wadahnya. Jadi bentuk benda cair akan dipengaruhi dari bentuk wadahnya yang biasanya merupakan benda padat yang memiliki molekul yang lebih rapat dan keras. Misalnya air minum dalam gelas, maka bentuk benda cair tersebut akan membentuk benda gelas. 

2. Menempati Ruang

Masih berkaitan dengan sifat sebelumnya yang mengikuti bentuk wadahnya, itu artinya benda cair akan selalu menempati ruang. Untuk mengetahui bentuk benda cair maka kita harus memberi ruang untuk benda cair tersebut agar tidak meresap ke segala arah. Hal ini menunjukan bahwa benda cair selalu membutuhkan wadah atau ruang untuk mempertahankan massanya dalam kondisi tertentu. Jika benda cair tidak dalam ruang atau wadah maka benda cair itu akan mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah atau meresap ke segala arah, alias menghilangkan massanya.  

3. Mempunyai Massa

Meskipun benda cair mengikuti bentuk wadahnya dan selalu membutuhkan ruang, namuan benda ini juga memiliki massa atau berat. Grameds bisa membuktikan bahwa benda cair memiliki massa saat mengangkat botol kosong akan lebih ringan dibandingkan mengangkat botol yang berisi air. Massa benda cair juga dipengaruhi oleh bentuk material yang ada di dalam cairan tersebut dan tekanan kerapatan dari molekulnya. 

Massa benda cair biasanya menggunakan ukuran cc, milliliter, liter, dan seterusnya. Untuk menghitung massa benda cair tentu harus dilepaskan dari massa ruang yang menempatinya atau wadahnya yang biasanya berasal dari benda padat yang juga memiliki massa tersendiri. Biasanya untuk mengukur massa cairan bisa melalui ukuran di dalam wadahnya, sehingga massa wadahnya tidak terhitung.  

4. Mengalir Ke Tempat Yang Lebih Rendah

Karena benda cair selalu menempati ruang, maka benda cair tersebut dapat bergerak bebas jika berada di ruang atau tempat yang tidak datar atau diam. Bergerak bebasnya benda cair akan selalu mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah. Mengapa benda cair bisa mengalir ke tempat yang lebih rendah? Benda cair memiliki tekanan menyesuaikan dengan gravitasi bumi sehingga selalu menuju tempat yang lebih rendah. 

Selain itu benda cair akan selalu mengikuti ruang atau wadahnya, jadi jika bentuk ruang atau wadahnya juga mengarahkan air untuk mengalir, maka benda cair tersebut akan mengalir. Kerapatan molekulnya yang fleksibel juga membuatkan mudah termampatkan dalam keadaan tertentu. 

5. Dapat Melarutkan Suatu Zat Tertentu

Sifat benda cair yang berbeda dengan benda lainnya adalah dapat melarutkan zat tertentu dalam benda cair itu sendiri. Sifatnya yang bisa melarutkan zat tertentu akan merubah benda cair tersebut dengan beberapa gejala perubahan, seperti perubahan warna, rasa, dan mengeluarkan aroma atau bau tertentu. Sifat melarutkan ini bisa terjadi sempurna atau disebut mengalami perubahan kimia atau bisa hanya mengalami perubahan fisika yang tidak bisa larut seutuhnya. 

Grames bisa membuktikan sifat benda cair ini misalnya pada air hangat yang dicampur dengan gula, maka akan berubah menjadi manis. Kemudian saat dilarutkan lagi dengan bubuk kopi maka akan berubah warna dan aromanya. Hal tersebut membuktikan bahwa air hangat dapat melarutkan gula dan bubuk kopi menjadi satu benda cair lainnya dengan menambahkan unsur kimia yang baru. 

6. Dapat Meresap Melalui Celah-Celah Kecil

Benda cair bisa meresap melalui celah-celah kecil karena benda ini memiliki tekanan dan harus menempati ruang atau wadah tertentu. Jika benda cair berada di ruang yang bercelah atau berpori-pori maka cairan tersebut akan dengan mudah meresap karena molekul dan volumenya yang bisa bergerak bebas. Celah-celah kecil tersebut tetap membuat ruang-ruang yang akan membuat benda cair tertekan ke dalamnya. Grameds bisa membuktikan sifat benda cair ini saat menyiram tanaman, maka air akan terserap ke dalam tanah karena material tanah yang memiliki rongga atau material yang tidak rapat sehingga air akan terserap ke dalamnya.  

7. Menekan Ke Segala Arah

Sifat benda cair yang dapat menekan ke segala arah berkaitan dengan sifat benda cair yang selalu membutuhkan ruang dan membentuk wadahnya. Termasuk juga sifat benda cair yang mudah meresap ke pori-pori atau celah karena benda cair memiliki tekanan untuk bergerak ke segala arah. Dalam kondisi tertentu benda cair kemudian akan bergerak dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah karena sifat benda cair yang memiliki tekanan yang besar atas gravitasi bumi. 

Grameds bisa membuktikan sifat benda cair ini saat menggoyang-goyangkan air dalam wadah maka air akan bergerak pula memberikan tekanan pada wadah tersebut. Atau saat Grameds mengocok cairan di dalam botol maka juga akan menghasilkan tekanan dalam wadahnya.  

8. Permukaan Benda Cair Yang Selalu Datar

Benda cair akan selalu memiliki permukaan yang datar dalam kondisi diam karena memiliki tekanan untuk membentuk sesuai wadahnya. Jadi bagaimanapun bentuk wadahnya, permukaan benda cair pasti akan selalu datar. Grameds bisa membuktikan sifat ini pada benda cair saat meletakan air dalam baskom yang cekung maka permukaan air dalam baskom tersebut tetap datar, tidak mungking ikut melengkung atau bergelombang. Jika permukaan air bergelombang seperti di laut atau sungai, hal itu karena air mengalami tekanan untuk menuju ke segala arah, sehingga mengakibatkan air terus bergerak dan tidak  dalam kondisi tenang atau diam. 

Rekomendasi Buku Terkait Sifat Benda Cair

Jika Grameds perlu mempelajari sifat benda cair dan materi fisika lainnya maka bisa kunjungi koleksi buku Gramedia di www.gramedia.com. Grameds akan menemukan banyak referensi buku mata pelajaran fisika dari jenjang SD, SMP, SMA dan sederajat atau buku teori dengan perspektif yang lebih luas. Berikut ini rekomendasi buku Gramedia yang bisa Grameds baca untuk mempelajari mata pelajaran fisika yang sesuai dengan kurikulum di sekolah: Selamat belajar. #SahabatTanpabatas 

 

Beli Buku di Gramedia

Beli Buku di Gramedia

Beli Buku di Gramedia

 

CIRI-CIRI BENDA CAIR

Dari penjelasan sifat benda cair diatas, Grameds bisa mengenali ciri-ciri yang mencolok dari benda cair untuk mengidentifikasi apakah benda tersebut masuk dalam benda cair atau tidak. Berikut ini ciri-ciri benda yang perlu Grameds ketahui untuk mengidentifikasi benda cair: 

  1. Bentuk benda cair selalu berubah mengikuti bentuk wadahnya
  2. Benda cair memiliki massa tertentu 
  3. Permukaan benda cair tenang dan akan selalu datar
  4. Bisa melarutkan suatu zat tertentu yang lain 

PERUBAHAN PADA BENDA CAIR

Sama halnya dengan jenis benda lainnya, benda cair juga bisa mengalami perubahan bentuk dan wujud, baik menjadi bentuk yang sama atau wujud lain, yakni padat atau gas. Dalam proses perubahannya, benda cair dapat mengalami perubahan fisika atau perubahan kimia dengan berbagai cara. Perubahan juga bisa mempengaruhi perubahan pada sifat benda cair, baik unsur kimianya atau bentuk wujudnya yang otomatis akan memiliki sifat benda yang beru. 

Perubahan benda cair juga bisa memunculkan gejala-gejala lain seperti perubahan warna, rasa, dan muncul aroma atau bau tertentu. Berikut ini beberapa cara benda cair dapat berubah menggunakan perubahan fisika atau perubahan kimia:

1. Membeku

Membeku adalah proses perubahan wujud dari benda cair menjadi padat karena faktor perubahan suhu yang lebih rendah. Contoh perubahan benda cair membeku menjadi padat adalah es batu yang dibuat dari air kemudian dibekukan di dalam freezer. Perubahan wujud dengan cara membeku biasanya tidak merubah susunan unsur kimianya sehingga bisa disebut perubahan fisika. 

Perubahan tersebut juga bisa dikembalikan menjadi bentuk asalnya, misalnya es batu tersebut bisa kembali menjadi cairan lagi setelah diletakan di ruangan terbuka dalam suhu ruangan. Dalam proses membeku tidak terjadi gejala perubahan warna atau mengeluarkan aroma tertentu. 

2. Menguap

Menguap adalah perubahan bentuk dan wujud benda cair menjadi gas yang memerlukan energi panas atau kalor. Contoh perubahan cair yang menguap dapat Grameds temukan saat merebus air atau cairan sampai mendidih maka akan keluar uap dari air yang dipanaskan dan bisa habis lama kelamaan karena air menguap ke udara. Benda cair dengan cara menguap tidak merubah unsur kimia sehingga disebut sebagai perubahan fisika karena air yang menguap ke udara masih mengandung oksigen dan mineral. 

Selain merebus air hingga mendidih, contoh perubahan benda cair menjadi gas juga bisa Grameds temukan pada penggunaan parfum. Parfum memiliki bentuk cair, namun setelah disemprotkan ke badan atau pakaian maka cairan parfum akan menguap ke udara dengan komposisi material yang sedikit berbeda. Aroma parfum yang masih berbentuk cair tidak terlalu berbeda saat sudah menguap ke udara, hanya saja aromanya tidak terlalu kuat. Hal tersebut menunjukan adanya perubahan kimia pada cairan parfum yang menguap ke udara maka akan bertambah unsur oksigen sehingga sedikit merubah aroma parfum cair.  

3. Larut

Salah satu sifat benda cair adalah bisa melarutkan zat tertentu maka hal tersebut bisa mengubah wujud atau bentuk benda cair menjadi unsur yang lain. Larutan benda cair ini kemudian bisa memiliki gejala-gejala perubahan, seperti perubahan warna, rasa, dan muncul aroma atau bau tertentu.  Contoh perubahan benda cair dengan cara larut bisa Grameds temukan saat membuat sirup, kopi, the, susu, dan larutan lainnya yang mencampurkan benda cair dengan benda cair atau melarutkan benda cair dengan benda padat. 

Perubahan benda cair dengan cara larut adalah salah satu contoh perubahan kimia yang bisa mengalami perubahan wujud dan bentuk dari segi warna, rasa, dan bau. Perubahan kimia pada benda cair juga ditandai tidak bisanya benda tersebut kembali ke bentuk atau wujud sebelumnya. Misalnya Grameds pasti akan kesulitan memisahkan gula yang sudah larut dalam minuman teh atau kopi. 

CONTOH-CONTOH BENDA CAIR

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri, dan sifat benda cair di atas, Grameds bisa mengidentifikasi contoh benda apa saja yang masuk dalam jenis benda cair. Berikut ini contoh-contoh benda cair yang bisa Grameds temukan di lingkungan sekitar atau dalam aktivitas sehari-hari: 

  1. Minuman sirop
  2. Minyak Goreng untuk keperluan memasak
  3. Kecap untuk bahan masakan
  4. Susu cair untuk langsung diminum atau untuk bahan makanan
  5. Oli untuk kebutuhan kendaraan
  6. Bensin untuk kebutuhan kendaraan bermotor
  7. Cat Air untuk keperluan melukis
  8. Deterjen cair untuk mencuci baju
  9. Sabun cair untuk mencuci piring
  10. Sabun cair untuk mandi
  11. Air santan kelapa untuk bahan makanan
  12. Cairan Infus untuk keperluan medis seseorang
  13. Shampo untuk keramas
  14. Parfume untuk mengharumkan badan atau pakaian
  15. Air Kelapa untuk di minum
  16. Jus buah untuk diminum atau sebagai bahan makanan
  17. Minuman teh sebagai larutan air dengan gula dan teh 
  18. Minuman kopi sebagai larutan air dengan gula dan bubuk kopi

Nah, itulah penjelasan tentang sifat benda cair, mulai dari pengertian, ciri-ciri, proses perubahan benda, sampai contoh-contoh benda cair yang bisa Grameds temukan di lingkungan sekitar. Apakah Grameds sudah bisa membedakan sifat benda cair dengan sifat benda lainnya? Setiap bentuk dan wujud benda memiliki sifat dan karakteristiknya masing-masing dalam pelajaran ilmu fisika. Wujud benda seperti padar, cair dan gas memiliki gejala yang berbeda dalam menghadapi energi saat terjadi perubahan atau pada kondisi tertentu di ruang terbuka.

 

1. Alkohol

Alkohol atau biasa disebut sebagai etanol adalah benda cair yang terbentuk karena fermentasi bahan makanan. Bahan-bahan tersebut dimulai dari sayuran, buah, dan biji-bijian. Untuk mencapai fermentasi, diperlukan ragi khusus yang dapat bereaksi dengan kadar gula di dalam makanan.

Masyarakat umum lebih mengenal alkohol sebagai minuman untuk dikonsumsi pada saat-saat tertentu. Namun, hal tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak kegunaan alkohol di kehidupan sehari-hari. Selain untuk konsumsi, alkohol juga bisa dipakai sebagai bahan bakar, alat pembersih, serta kegunaan lain di dunia medis.

2. Minyak Bumi

Berbeda dengan minyak goreng untuk memasak, minyak bumi terbuat dari sisa-sisa fosil makhluk prasejarah, umumnya makhluk-makhluk laut, biasanya berupa tumbuhan laut, alga, atau bakteri-bakteri yang hidup di laut. Kegunaannya pun berbeda dengan minyak goreng.

Penggunaan minyak bumi lebih condong ke arah industrial. Mulai dari hal-hal sederhana seperti bahan bakar kendaraan atau penghangat ruangan, hingga penggunaan yang lebih masif seperti memproduksi listrik serta sebagai bahan baku dari benda-benda pabrik macam plastik, poliuretan, dan pelarut.

3. Air Laut

Air laut berbeda dengan air tawar yang biasa digunakan untuk minum. Air laut memiliki kandungan garam di dalamnya, yang membuat kebanyakan makhluk hidup tidak bisa meminumnya. Kandungan garam ini berasal dari sisaan air tawar yang mengalir ke laut, atau mineral-mineral dari laut dalam.

Meskipun begitu, air laut juga bisa dikonsumsi setelah diproses terlebih dulu. Produk utama yang paling umum dihasilkan oleh air laut adalah garam, yang dipakai untuk memasak. Selain itu, air laut juga bisa diproses untuk menjadi bahan-bahan kosmetik dan kecantikan.

4. Asam Sulfat

Bagi yang belum tahu, asam sulfat adalah bahan kimia yang memiliki bahan dasar belerang trioksida. Belerang trioksida dicampurkan dengan air dan setelah melewati proses kimia, akan menjadi asam sulfat. Asam sulfat dikenal sebagai salah satu bahan kimia yang berbahaya jika digunakan secara sembarangan.

Meskipun begitu, asam sulfat juga dapat menjadi salah satu bahan yang paling fleksibel untuk digunakan di berbagai industri. Asam sulfat merupakan bahan dasar untuk benda-benda seperti pupuk, deterjen, pewarna baju, obat-obatan, dan masih banyak lagi. Tentunya, kadarnya disesuaikan dengan keperluan agar tidak membahayakan konsumen.

5. Magma

Magma adalah benda cair panas yang dapat ditemukan dalam bumi. Magma sendiri terbentuk dari lelehan batu-batu yang terdapat di mantel bumi. Yang membedakan magma dengan lava adalah lava merupakan magma yang sudah mencapai permukaan bumi melalui gunung berapi, sementara magma hanya berada di bawah permukaan bumi.

Seperti halnya asam sulfat, magma adalah benda yang berbahaya karena sifat panasnya dan mampu melelehkan berbagai benda. Tetapi, ilmuwan sudah berhasil memanfaatkan magma sebagai salah satu pembangkit listrik. Salah satu pembangkit listrik ini dapat ditemukan di Islandia.

Dari penjelasan sejumlah benda-benda cair tersebut, Grameds bisa menyimpulkan bahwa tergantung dari sudut pandang penggunaan, benda yang kita kira merupakan benda berbahaya bisa berubah menjadi benda bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia.

Kesimpulan

Wujud dari benda cair merupakan sesuatu yang menarik untuk disimak. Selain bentuknya yang solid layaknya benda padat dan tetap mampu bergerak bebas seperti benda gas, benda cair juga memiliki sifat-sifat yang dimiliki oleh kedua jenis benda tersebut serta sejumlah sifat unik.

Selain itu, penggunaan benda cair juga dapat ditemukan baik dalam skala kecil maupun skala besar. Tentunya, benda padat dan benda gas memiliki sejumlah manfaatnya masing-masing. Tetapi, benda cair yang begitu aplikatif, membuatnya sebagai jenis benda vital dalam kehidupan manusia.

Penemuan untuk kegunaan benda-benda cair tidak lepas dari peran para ilmuwan yang melakukan eksperimen tanpa lelah, dan bahkan bisa saja terancam nyawanya karena percobaan tersebut. Dan akhirnya, kita bisa memanfaatkan benda-benda ini di kehidupan sehari-hari, tanpa resiko tinggi.

Tentu saja, Grameds bisa mengikuti jejak mereka. Dengan keinginan yang kuat, Grameds bisa menjadi ilmuwan dan membawa banyak kebaikan bagi masyarakat luas. Semua itu bisa dimulai dengan meningkatkan rasa keingintahuan Grameds mengenai suatu hal.

Grameds bisa mencari informasi dari internet, belajar dari para ahli, dan tentunya membaca buku. Jika Grameds tertarik untuk menekuni bidang sains, salah satu buku populer yang bisa menjadi rekomendasi bacaan adalah buku “Sainspedia” keluaran majalah sains National Geographic.

Sifat Benda Cair

Semoga saja dengan adanya artikel ini, bisa menambah pengetahuan Grameds di bidang sains, serta menginspirasi Grameds untuk menerapkan ilmu baru yang didapat.

Tentu saja, Gramedia menawarkan buku-buku lain yang menarik di situs www.gramedia.com. Di sana, Grameds bisa mencari berbagai macam buku dengan topik berbeda sesuai dengan keinginan kalian. Karena kami, #SahabatTanpaBatas, selalu memberikan yang terbaik dan terbaru untuk Grameds.

Rekomendasi Buku & Artikel

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien