Fisika

Mengenal Sejarah dan Karakteristik Magnet

karakteristik dan sifat magnet
Written by Farah Fadila

Mengenal Sejarah dan Karakteristik Magnet – Siapa yang sejak kecil suka bermain magnet? Atau Grameds suka heran melihat magnet menempel di kulkas rumah? Mengapa magnet bisa menarik logam?

Apakah semua jenis logam bisa ditarik? Supaya Grameds tak lagi kebingungan melihat magnet yang suka menarik atau mendorong satu sama lain, simak penjelasan berikut ini.

Sejarah Magnet

Berasal dari nama suatu wilayah di Yunani kuno, istilah magnet, kemagnetan, dan magnetik muncul sekitar tahun 600-an SM. Kata magnet sendiri ternyata diambil dari bahasa Yunani “magnitis lithos” yang memiliki arti batu magnesian.

Di wilayah bernama Magnesia, bangsa Yunani menemukan sebuah batu alam yang dapat menarik besi dengan kuat. Benda tersebut kemudian diberi nama magnetit sesuai dengan tempat ditemukannya.

Hingga saat ini masyarakat luas mengenalnya sebagai magnet. Setelah diamati, ternyata kemampuan magnetit atau magnet mampu menarik benda di sekitarnya dengan kutub magnet.

Sejak 4.500 tahun yang lalu, bangsa China telah menggunakan magnet dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa China sendiri awalnya menggunakan magnet sebagai alat terapi untuk melakukan akupuntur.

Seorang penemu biomagnetik Michaell Faraday melakukan penelitian tentang penyembuhan secara magnetik. Selain itu, bangsa China menggunakan magnet sebagai petunjuk arah atau kompas.

Penggunaannya yang tergolong cukup mudah, saat itu kompas dibuat dengan cara mengapungkan jarum magnet di atas permukaan air. Sejak saat itu, penggunaan magnet sebagai petinjuk arah terus berkembang hingga ke bangsa Eropa.

Beli Buku di Gramedia

Benda yang mampu menarik benda lain di sekitarnya dengan sifat khusus disebut magnet. Magnet juga dapat diartikan sebagai setiap bahan yang dapat menarik logam besi. Setiap magnet tentu memiliki sifat kemagnetan.

Apa itu sifat kemagnetan? Yang dimaksud dengan sifat kemagnetan ialah gaya magnet dengan kemampuannya menarik benda-benda lain di sekitarnya. Magnet yang kita kenal dapat dibuat dari sebuah bahan besi, baja, dan campuran logam lainnya.

Magnet yang dapat menarik benda-benda tertentu kerap dikenal dengan nama besi sembrani. Kedua ujung magnet memiliki gaya tarik paling kuat dan bagian tengah magnet tidak memiliki gaya tarik magnet atau netral.

Kedua kutub magnet yang begitu kuat disebut kutub positif dan kutub negatif. Kutub utara pada magnet akan selalu menghadap ke arah utara bumi dan kutub selatan magnet akan selalu menghadap ke arat selatan bumi. Hmm, mengapa begitu ya? Itu semua terjadi karena pengaruh medan magnet bumi yang kuat.

Seorang ilmuwan saintis terkemuka Inggris menemukan medan magnet bumi pada tahun 1.600. Ilmuwan tersebut mengemukakan sebuah teori bahwa bumi memengaruhi semua benda magnet sebagai batang magnet raksasa.

Dilansir dari NASA, inti bumi berupa elektromagnetik padat dikelilingi inti cair (nikel dan besi cair) yang mengalirkan arus listrik. Nah, arus listrik pada inti cair akan menyebabkan medan magnet bumi yang kuat. Medan magnet tersebut mencakup seluruh bumi dan luar angkasa di sekitarnya.

Ilustrasi Bentuk Magnet (sumber: m.tribunnews.com)

Berapa banyak bentuk magnet yang kamu ketahui? Bentuk magnet ada yang tak beraturan dan ada yang sudah disesuaikan. Magnet yang tak beraturan dapat kamu temukan di suatu tambang. Sedangkan magnet yang disesuaikan adalah magnet yang dibuat sesuai dengan kebutuhan.

Magnet memiliki beragam bentuk, yakni magnet batang, magnet ladam, magnet jarum, magnet silinder, dan magnet cincin. Sesuai dengan namanya, magnet batang adalah magnet yang berbentuk seperti batang, balok, atau kubus kecil.

Magnet bentuk ini kerap dipakai untuk kunci pintu pada lemari kaca dan lemari kayu. Selain itu, magnet bentuk ini dapat Grameds temukan sebagai penutup benda, seperti kotak hadiah, kotak pensil, dan lain-lain.

Kemudian magnet ladam adalah magnet berbentuk tapal kuda atau alas kaki kuda. Magnet berbentuh huruf U ini berguna untuk mengangkat benda-benda magnetik.

Selanjutnya, magnet jarum merupakan magnet berbentuk pipih, memanjang, dan cenderung lancip. Magnet bentuk ini kerap digunakan sebagai penunjuk arah mata angin atau kompas.

Magnet berbentuk silinder akan nampak bulat dan pipih. Magnet bentuk ini hampir serupa dengan magnet batang. Magnet silinder biasa digunakan untuk kunci pintu lemari kaca, lemari kayu, penutup kotak pensil, penutup kotak hadiah, dan lain sebagainya.

Sedangkan magnet cincin memiliki bentuk lingkaran dengan lubang pada bagian tengahnya. Magnet bentuk ini kerap digunakan dalam pembuatan pengeras suara atau speaker pada radio, bioskop maupun ponsel.

Selain itu, magnet cincin juga biasa dimanfaatkan pada mesin motor listrik. Meskipun dibuat dengan berbagai macam ukuran, bentuk, dan kekuatan, magnet selalu memiliki dua buah kutub. Keberadaan kedua kutub (utara dan selatan) tidak terlepas dari adanya domain magnet.

Grameds pasti sering bertanya-tanya, dari mana sebenarnya asal magnet? Jika dilihat berdasarkan asalnya, magnet dibedakan menjadi magnet alami dan magnet buatan. Mari kita bahas satu per satu.

Pertama, magnet alami yang tercipta secara ilmiah telah memiliki sifat kemagnetan sejak ditemukan. Magnet jenis ini biasanya berupa batu-batuan yang memiliki sifat permanen.

Saat ditemukan, magnet yang terbentuk secara alami ini sudah memiliki kemampuan menarik benda disekitarnya. Kedua, magnet buatan merupakan salah satu magnet buatan manusia.

Kebutuhan magnet yang terus meningkat telah mendorong pembuatan magnet. Seiring berkembangnya waktu, manusia mulai mampu membuat magnet buatan. Magnet tersebut terbuat dari bahan-bahan magnetik yang kuat seperti baja dan besi.

Baca juga : Pengertian Magnet

 

Beli Buku di Gramedia

Karakteristik dan Sifat Magnet

Magnet dengan bentuk dan jenis apa pun akan selalu menunjukkan sifat yang sama. Keseluruhan sifat magnet menjadi hukum alam yang berlaku bagi semua jenis magnet.

Magnet dengan segala sifatnya telah banyak dimanfaatkan oleh manusia dalam kehidupan sehari-hari. Lalu, apa saja sifat-sifat magnet? Bagaimana penerapannya? Simak ulasan berikut ini sampai tuntas, ya.

1. Dapat Menarik Benda Lain

Kamu pasti sangat mengenal sifat magnet yang satu ini. Sifat magnet yang pertama ialah kemampuan menarik benda-benda lain di sekitarnya. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua benda dapat ditarik oleh magnet.

Benda-benda yang dapat ditarik hanyalah benda yang memiliki potensi kemagnetan atau yang kerap dikenal benda magnetik. Bisa tidaknya sebuah benda ditarik oleh magnet tergolong menjadi tiga jenis, yakni ferromagnetik, paramagnetik, dan diamagnetik.

  • Ferromagnetik

Benda-benda dengan sifat ferromagnetik memiliki daya tarik yang kuat oleh magnet, seperti besi, baja, nikel, dan kobalt. Jika kamu memiliki benda jenis ferromagnetik yang berada dekat dengan magnet, maka magnet akan menarik benda tersebut dengan sangat kuat.

  • Paramagnetik

Paramagnetik adalah benda-benda yang memiliki daya tarik magnet dengan tarikan lemah, seperti aluminium, tembaga, wolfram, dan platina.

  • Diamagnetik

Benda-benda dengan sifat diamagnetik sama sekali tidak bisa ditarik oleh magnet, seperti plastik, kayu, dan emas. Diamagnetik adalah benda-benda yang menolak magnet meski berada sangat dekat dengan magnet yang begitu kuat.

Melalui penjelasan di atas, Grameds bisa melihat bahwa benda-benda yang bisa ditarik oleh magnet adalah benda dengan jenis ferromagnetik (daya tarik kuat) dan paramagnetik (daya tarik lemah). Dalam kehidupan sehari-hari sifat magnet yang dapat menarik benda lain telah banyak diterapkan, misalnya pada alat-alat pengangkat dan pintu kulkas yang bisa tertutup rapat.

2. Selalu Menunjuk ke Arah Utara dan Selatan

Magnet yang dikenal sebagai besi sembrani memiliki kecenderungan untuk selalu mengarah ke utara dan selatan. Jika Grameds menggantung bebas sebuah magnet dengan seutas tali, maka magnet tersebut akan menunjuk ke utara dan selatan.

Mengapa demikian? Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, penyebabnya tidak lain karena magnet berkaitan langsung dengan kemagnetan bumi. Seperti yang diketahui, bumi dipandang sebagai sebuah magnet yang memiliki dua kutub dengan gaya tarik-menarik antara magnet dan kutub bumi.

 

Beli Buku di Gramedia

3. Selalu Memiliki Dua Kutub

Sifat yang ketiga, magnet selalu memiliki dua kutub, yakni utara dan selatan. Di situlah kekuatan magnet muncul begitu kuat. Apa pun bentuk dan ukuran magnetnya, kutub ini selalu hadir berpasangan dan tak terpisahkan.

Meski dipotong-potong menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, kedua kutub tersebut tidak akan pernah hilang. Jika Grameds memotong sebuah magnet batang menjadi dua bagian, magnet tersebut akan membentuk dua kutub baru.

Ilustrasi Magnet yang Dipotong (sumber: fisika.co.id)

4. Kutub Senama Tolak-menolak dan Tidak Senama Tarik-menarik

Sifat magnet yang lainnya ialah kutub senama (utara-utara atau selatan-selatan) akan tolak-menolah dan kutub tidak senama (utara-selatan) akan tarik-menarik. Gaya tolak-menolak dan tarik-menarik kutub magnet terjadi karena berada di dalam medan magnet.

Apa itu medan magnet? Medan magnet merupakan daerah atau ruangan sekitar magnet yang memiliki pengaruh magnet berupa tolakan atau tarikan. Kekuatan medan magnet kerap ditunjukkan dengan garis gaya keluar dari kutub utara (north) dan garis gaya masuk ke kutub selatan (south).

Ilustrasi Gaya Tolak-menolak Magnet (sumber: fisika.co.id)

Ilustrasi Tarik-menarik Magnet (sumber: fisika.co.id)

Jika kedua kutub utara (north) saling didekatkan satu sama lain, akan terjadi gaya tolakan karena garis-garis gaya tersebut tidak akan masuk ke kutub utara lainnya. Begitu pula sebaliknya, jika kamu menggantinya dengan kutub selatan (south) garis gaya yang keluar dari kutub utara akan langsung masuk ke kutub selatan.

Bisa dikatakan bahwa sebuah magnet terdiri dari magnet-magnet kecil yang berderet dari kutub utara menghadap ke arah kutub selatan. Sebaliknya, kutub selatan akan menghadap ke kutub utara magnet.

Magnet-magnet kecil tadi kerap dinamakan sebagai magnet elementer. Dalam penerapannya, sifat magnet yang satu ini dapat terlihat pada kereta api cepat maglev atau magnetically levitated. Kereta tersebut akan melaju dengan cara mengambang beberapa mm di atas rel karena terjadi gaya tolakan antara rel dengan dasar kereta.

 

Beli Buku di Gramedia

5. Gaya Magnet Terbesar Ada pada Kedua Kutubnya

Sifat yang terakhir, magnet memiliki gaya tolakan atau tarikan terbesar pada kedua kutubnya. Umumnya, kedua kutub tersebut terletak pada bagian ujung-ujung magnet. Kedua kutub tersebut diyakini menyimpan gaya magnet terbesar.

Mengapa begitu? Sekali lagi, hal ini disebabkan oleh garis-garis gaya medan magnet keluar dari kutub utara dan masuk ke kutub selatan. Bagian lain dari tubuh magnet tetap memiliki gaya, hanya saja porsinya lebih kecil dari gaya yang dimilliki kedua kutub ini.

Berikut poin-poin kesimpulan dari sifat-sifat magnet.

  • Memiliki kemampuan untuk menarik benda lain.
  • Selalu menunjuk ke arah utara dan selatan.
  • Selalu memiliki dua kutub berpasangan, yakni utara dan selatan.
  • Kutub senama saling tolak-menolak dan kutub tidak senama saling tarik-menarik.
  • Gaya magnet terbesar terletak di kedua kutubnya.

Nah, sekarang Grameds sudah memahami pengertian magnet dan sifat-sifatnya, bukan? Ternyata magnet memiliki kutub utara dan kutub selatan yang tak terpisahkan. Jadi, jangan heran jika terjadi gerakan tarik-menarik atau tolak-menolak antara magnet dengan benda tertentu.

Rekomendasi Buku & Artikel

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien