Geografi

Pengertian Abrasi: Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

abrasi adalah
Written by Restu

Pengertian Abrasi – Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sudah sangat dikenal oleh banyak orang sebagai negara maritim. Sebutan itu bisa muncul karena negara Indonesia memiliki luas lautan lebih banyak dibandingkan dengan daratan, sehingga hampir semua daratan Indonesia dikelilingi dengan garis pantai. Oleh karena itu, negara Indonesia sejak dulu sudah dikenal dengan perdagangan jalur laut.

Badan Informasi Geospasial (BIG) mengatakan bahwa total panjang garis pantai negara Indonesia, yaitu 99.093 kilometer. Panjang garis itu sangatlah panjang, tetapi seiring dengan berjalannya waktu, garis pantai Indonesia mulai mengalami penyusutan. Penyusutan garis pantai Indonesia sudah terjadi di beberapa tempat, sehingga perlahan-lahan garis pantai Indonesia juga berkurang.

Menyusutnya garis pantai diiringi juga dengan menyusutnya daratan. Menyusutnya garis pantai ini bisa menyebabkan lingkungan, ekosistem, dan penduduk sekitar pantai mengalami kerugian, sehingga tidak bisa menggunakan pantai dengan maksimal. Garis pantai yang menyusut in bisa disebabkan karena ulah manusia dan bisa juga karena faktor alam.

Garis pantai yang semakin kecil menandakan bahwa pantai semakin menjorok ke arah daratan. Terjadinya penyusutan tersebut disebabkan karena adanya abrasi pantai. Abrasi pantai yang terjadi terus menerus bisa juga mengurangi keindahan dari pantai itu sendiri karena kesimbangan alam menjadi rusak.

Memahami lebih jauh tentang abrasi pantai tidak ada salahnya karena siapa tahu saja dengan mengenal lebih jauh abrasi pantai, kita bisa berperan dalam mencegah terjadinya abrasi. Untuk mengetahui lebih dalam abrasi pantai, maka kamu bisa simak artikel ini, Grameds. Dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut, mulai dari pengertian abrasi, penyebab, dampak, hingga cara mencegah abrasi.

Pengertian Abrasi

abrasi adalah

pixabay

Abrasi adalah suatu peristiwa pengikisan tanah yang disebabkan oleh gelombang air laut serta adanya pasang surut air laut. Baik itu, gelombang air laut atau pasang surut air laut, kedua-duanya sama-sama memiliki sifat merusak. Oleh karena itu, tanah pada garis pantai akan rusak jika secara terus menerus terkena gelombang air laut dan pasang surut air laut.

Hampir sama dengan pengertian abrasi dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), abrasi adalah pengikisan batuan oleh angin, air, atau es yang mengandung bahan yang sifatnya merusak. Terjadinya peristiwa abrasi ini tidak selamanya disebabkan karena faktor alam saja, tetapi bisa juga disebabkan karena perilaku manusia. Jika dibiarkan begitu saja, perlahan-lahan tapi pasti daerah pantai akan semakin berkurang.

Abrasi yang disebabkan karena faktor alam (pasang surut air laut dan gelombang laut) akan selalu terjadi. Meskipun begitu, kita tetap masih bisa mengurangi kerusakan pesisir pantai karena abrasi. Dengan meminimalisir dampak kerusakan tersebut, maka pengikisan tanah pada pesisir pantai tidak menyusut atau berkurang secara signifikan.

Secara sederhana, terjadinya abrasi berupa sedimen yang berada di pesisir pantai terbawa air laut dalam jumlah yang lebih besar atau sudah melewati ambang batas. Oleh sebab itu, jika hal seperti itu terus terjadi, maka sedimen pada pesisir pantai bukan hanya berkurang, tetapi perlahan-lahan akan habis.

Ombak pantai yang tidak bisa dipecah bisa menyebabkan abrasi yang akan merugikan ekosistem, lingkungan, dan penduduk sekitar pantai. Untuk mencegah hal itu, bisa dilakukan dengan memberikan material beton disekitaran pantai, sehingga ombak pantai bisa terpecah dan abrasi pun terhindarkan. Material beton pengamanan pantai sangatlah beragam, kamu bisa menemukannya dalam buku Beton dan Teknologi Pracetak Pada Bangunan Pengamanan Pantai. 

Mencegah terjadinya abrasi dan erosi pantai bisa dikatakan sebagai keharusan agar ekosistem dan lingkungan di sekitar pantai tidak rusak. Salah satu cara agar hal itu bisa terwujud adalah dengan menerapkan teknologi PEGAR. Teknologi PEGAR merupakan singkatan Pemecah Gelombang Ambang Rendah. Membangun teknologi PEGAR membutuhkan kemampuan khusus, buku Teknologi Pegar Penanggulangan Erosi dan Abrasi Pantai berisi tentang hasil riset perkembangan teknologi PEGAR, sehingga bisa dijadikan referensi untuk membuat teknologi PEGAR.

Pengertian Abrasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli juga mengungkapkan pengertian abrasi, diantaranya:

Wibowo

Wibowo mengatakan bahwa abrasi adalah suatu proses terkikisnya material atau batuan-batuan yang keras, seperti dinding batu yang biasanya dibarengi dengan longsoran atau runtuhan material di pantai.

Aditya Pebriansyah

Menurut Aditya Pebriansyah, abrasi adalah terjadinya suatu pengikisan tanah yang disebabkan karena adanya hantaman dari gelombang laut, gletser, air sungai, laut, atau angin yang ada disekitarnya.

Damaywanti

Menurut Damaywanti, abrasi adalah suatu proses pengikisan daratan atau wilayah pantai yang disebabkan karena adanya aktivitas arus laut, gelombang laut, dan pasang surut air laut.

Prawiradisastra

Prawiradisastra mengatakan bahwa abrasi adalah terjadinya pengikisan pantai yang biasanya terjadi akibat arus laut atau gelombang laut.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, abrasi adalah sebuah proses terjadinya pengikisan pesisir pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus laut yang merusak yang di mana pemicunya adalah keseimbangan alam yang terganggu di daerah tersebut.

Dari pengertian abrasi yang sudah diungkapkan oleh beberapa ahli, dapat dikatakan bahwa abrasi adalah terjadinya pengikisan pesisir pantai yang disebabkan karena adanya gelombang air laut dan pasang surut air laut yang membawa sedimen pantai diambang batas wajar.

Penyebab Abrasi

Proses terjadinya abrasi atau penyebab abrasi dibagi menjadi dua, yaitu disebabkan karena faktor alam dan disebabkan oleh faktor perilaku manusia.

Faktor Alam

Faktor alam yang menjadi penyebab terjadinya abrasi, yaitu arus air laut, pasang surut air laut, perubahan iklim, dan badai.

Arus Air Laut

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa salah satu penyebab utama terjadinya abrasi karena adanya arus air laut. Dalam hal ini, arus air laut dapat diartikan sebagai gelombang laut atau ombak yang secara terus menerus akan merusak pesisir pantai, sehingga garis pantai akan semakin menyusut atau berkurang.

Gelombang laut atau ombak ini bisa muncul karena adanya perbedaan konsentrasi yang ada di dalam perairan laut dan adanya sirkulasi udara. Dengan kedua hal tersebut, ombak atau gelombang laut bisa mencapai pesisir pantai. Jika gelombang laut semakin besar kekuatannya, maka batuan sedimen pada pantai akan cepat pecah.

Selain itu, semakin kuat gelombang laut akan membawa pasir pantai dan juga material pantai lainnya masuk ke dalam lautan. Karena hal itulah, pengikisan pantai karena abrasi perlahan-lahan semakin besar.

Pasang Surut Air Laut

Selain faktor arus air laut, terjadinya abrasi disebabkan juga oleh pasang surut air laut. Pasang surut air laut ini tidak akan bisa dihindari. Dengan kata lain, pasang surut air laut pasti terjadi, sehingga kerusakan pesisir pantai tidak dapat dihindari. Meskipun tidak dapat dihindari, tetapi abrasi karena pasang surut air laut, kerusakannya dapat diminimalisir.

Pasang surut air laut terjadi karena pergerakan gravitasi bumi dan bulan yang mengelilingi bumi. Terjadinya pasang surut air laut akan membuat perubahan pantai setiap harinya karena dapat membawa material-material pantai ke dalam laut, sehingga akan ada banyak material pantai yang hilang dan menyebabkan terjadinya abrasi pantai.

Perubahan Iklim

Penyebab abrasi yang berasal dari faktor alam selanjutnya adalah perubahan iklim. Perubahan iklim yang terjadi saat ini bisa dibilang cukup parah karena tidak menentu, sehingga sulit diprediksi. Perubahan iklim ini yang tidak normal ini bisa meningkatkan permukaan air laut, sehingga bisa merendam daerah pesisir pantai. Pesisir pantai yang tadinya luas, semakin lama akan semakin kecil karena adanya abrasi.

Badai

Badai merupakan salah satu penyebab terjadinya abrasi pantai. Jika sudah terjadi badai di daerah pantai, maka pengikisan tanah juga semakin besar. Bahkan, bada bisa membawa material pantai dalam jumlah yang cukup banyak. Badai yang semakin besar akan menyebabkan abrasi pantai yang semakin besar dan semakin parah juga.

Indonesia sudah dikenal dengan negara yang mudah terkena bencana alam karena letaknya geografisnya. Buku Geografi Bencana Alam berisi tentang daerah mana saja yang mungkin akan terkena dampak bencana alam. Jika kamu ingin mengetahui wilayah yang memiliki risiko cukup besar terdampak bencana alam, maka bisa dapatkan buku ini, dengan klik tombol “Beli Sekarang” yang ada di bawah.

Faktor Manusia

Bukan hanya dari faktor alam saja, abrasi pantai dapat terjadi, tetapi bisa juga terjadi karena adanya faktor manusia, diantaranya:

Eksploitasi Sumber Daya Laut

Eksploitasi sumber daya laut bisa menjadi penyebab abrasi terjadi. Hal ini dikarenakan ketika ada gelombang laut, tidak ada penghalangnya, sehingga langsung mengarah ke pantai. Selain itu, eksploitasi sumber daya laut bisa juga merusak ekosistem air laut, sehingga ikan biota laut, dan terumbu karang menjadi tidak bisa berkembang dengan maksimal.

Adapun sumber daya laut yang dieksploitasi, seperti mengambil ikan laut secara berlebihan, merusak terumbu karang, dan mengambil biota laut secara berlebihan. Eksploitasi sumber daya laut ini sebisa mungkin harus dikurangi agar ekosistem laut tetap bisa bertahan lebih lama lagi. Lebih pentingnya lagi, tidak adanya eksploitasi sumber daya laut bisa mencegah terjadinya abrasi air laut.

Pemanasan Global

Pemanasan global merupakan salah satu penyebab terjadinya abrasi karena perilaku manusia. Terjadinya pemanasan global disebabkan oleh perilaku buruk manusia yang membuat panas bumi tidak bisa kembali ke atmosfer, sehingga suhu panas bumi mengalami peningkatan dari tahun ke tahunnya. Adapun penyebab pemanasan global, seperti menggunakan kendaraan bermotor, pembakaran hutan secara berlebihan, pabrik-pabrik industri, dan sebagainya.

Adanya kendaraan bermotor ini menghasilkan karbon dioksida yang membuat panas bumi sulit dipantulkan oleh bumi. Jika panas bumi secara terus menerus terjadi, maka es di kutub akan mencari, sehingga permukaan air laut akan naik. Dari permukaan air laut yang terus mengalami kenaikan itulah, wilayah di sekitar pantai akan semakin rendah.

Penambangan Pasir Dalam Skala yang Besar

Penyebab terjadinya abrasi pantai yang ketiga yang berasal dari perilaku manusia adalah penambangan pasir dalam skala yang besar. Pasir pantai yang diambil secara besar-besaran akan membuat pasir pantai berkurang sangat cepat, sehingga gelombang laut akan mudah menghantam daerah pesisir pantai.

Dengan kata lain, tidak adanya pasir pantai atau berkurangnya pantai secara signifikan akan menghasilkan kekuatan hantaman gelombang laut ke pantai semakin besar. Jika sudah seperti itu, maka abrasi pun tak bisa dihindari lagi.

Berbagai macam bencana yang ada di dunia ini terkadang dapat terjadi bukan hanya karena faktor alam saja, tetapi bisa juga karena faktor manusia. Salah satu terjadinya penyebab bencana alam karena ulah manusia adalah kurangnya tumbuhan yang bisa menjadi penyebab bencana alam, seperti banjir, longsor, dan sebagainya. Jadi, kita harus berperan untuk mencegah bencana alam dengan cara menanam kembali atau penghijauan. Buku Penghijauan untuk Menghindari Bencana berisi tentang pentingnya penghijauan untuk mencegah bencana alam dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.

Dampak Abrasi

Terjadinya abrasi ini juga memberikan dampak, diantaranya:

Habitat Flora dan Fauna Perlahan Menghilang

Jika abrasi terjadi dalam waktu yang cukup lama, maka perlahan-lahan habitat flora dan fauna laut akan menghilang. Hilangnya habitat flora dan fauna laut membuat sumber daya laut menjadi berkurang juga, sehingga penduduk sekitar akan sulit merasakan manfaat sumber daya laut. Selain itu, habitat flora dan fauna laut perlahan hilang bisa merusak ekosistem laut.

Hutan Bakau Menjadi Rusak 

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa hutan bakau dapat menangkal air laut, sehingga abrasi dapat dicegah. Akan tetapi, hutan bakau akan rusak atau bahkan hancur apabila abrasi dalam skala besar terus saja terjadi. Terlebih lagi, ketika sudah memasuki musim badai, maka hutan bakau akan semakin sulit menahan gelombang laut.

Penyusutan Garis atau Area Pantai

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa abrasi akan membawa material pantai ke dalam laut, sehingga garis pantai akan menyusut. Jika area pantai semakin menyusut, maka tempat untuk nelayan parkir perahunya akan semakin sedikit, sehingga akan sulit untuk menyimpan perahu di tepi pantai. Selain itu, keindahan pantai bisa berkurang karena terjadinya abrasi yang cukup besar.

Cara Mencegah Abrasi

abasi adalah

pixabay

Peristiwa abrasi sebenarnya pasti terjadi, tetapi bukan berarti kita tidak berusaha untuk mencegahnya. Berikut ini, cara mencegah abrasi pantai.

1. Memberikan Larangan Menambang Pasir

Menambang pasir bisa menjadi salah satu penyebab abrasi. Oleh karena itu, perlu dibuat larangan menambang pasir. Dengan adanya larangan ini, maka pasir-pasir pantai akan terus ada dan tidak mudah habis, sehingga abrasi atau pengikisan pantai pun dapat dicegah atau diminimalisir.

2. Meningkatkan Pemeliharaan Terumbu Karang

Meningkatkan pemeliharaan terumbu karang bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya abrasi. Hal ini dikarenakan terumbu karang yang semakin terawat dan semakin banyak akan mengurangi kekuatan gelombang laut.

Abrasi pantai ini harus dicegah agar kelestarian lingkungan di sekitar pantai tetap terjaga dan penduduk pun tetap bisa merasakan manfaat pantai. Salah satu cara untuk mencegah abrasi adalah dengan menanam tumbuhan bakau. Tanaman ini mampu mencegah gelombang laut dan masih memiliki manfaat lainnya. Buku penelitian dari Litbang Kompas dengan judul Meredam Petaka Abrasi, Menanam Bakau bisa dijadikan sebagai referensi untuk menanam bakau bagi masyarakat sekitar pantai.

3. Menanam Tumbuhan Bakau

Sudah banyak penelitian yang menyatakan bahwa tumbuhan bakau bisa menjadi tumbuhan pencegah abrasi. Dengan adanya tumbuhan bakau, maka gelombang laut atau ombak akan pecah sebelum tiba di pantai. Oleh sebab itu, di beberapa area dekat pantai, kita akan menemukan hutan bakau yang bertujuan untuk menahan dan memecah gelombang laut.

Kesimpulan

Terjadinya abrasi ini bisa memberikan dampak kerusakan pada pesisir pantai, sehingga ekosistem dan lingkungan pesisir pantai menjadi rusak, bahkan aktivitas penduduk sekitar menjadi tidak maksimal dan sulit mencari pendapatan. Hal ini dikarenakan sumber daya laut menjadi berkurang secara cepat dan pesisir pantai menjadi tidak indah, sehingga jarang didatangi oleh turis domestik atau turis mancanegara.

Maka dari itu, sudah seharusnya kita untuk mencegah terjadinya abrasi laut yang disebabkan oleh manusia. Sementara itu, kita juga berperan dalam meminimalisir kerusakan yang disebabkan karena abrasi dari faktor alam. Dengan begitu, pesisir pantai tetap menjadi indah dan sumber daya laut tetap ada, sehingga perekonomian penduduk sekitar bisa mengalami peningkatan. Jadi, apakah kamu tertarik untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan pencegahan abrasi?

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien